Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 115


__ADS_3

Kami cukup bersyukur atas segala limpahan kasih sayang, kesehatan, kebahagiaan dan juga orang - orang tercinta di sekitar kami saat ini.


Hubungan kami dengan keluarga James pun masih terjalin dengan baik sekali.


Terkadang mereka yang datang mengunjungi kami, atau terkadang pula kami bersama - sama rombongan dari keempat keluarga berombongan untuk berlibur ke suatu tempat yang tenang dengan menyewa villa atau hotel.


" Sungguh bahagia aku saat ini mas, bersamamu menjadi suamiku dan juga keluarga besar kita yang akur dan saling menyayangi. " ucapku suatu hari saat kami berada di taman belakang rumah mama.


Kebetulan mama sedang ke luar kota untuk beberapa hari. Jadi hanya tinggal kami berdua saja di rumah ini.


Layaknya pengantin baru saja kami saat ini, setiap kali dan setiap tempat tidak pernah terlewati untuk kami memadu kasih dan bercumbu.


Seperti gayung bersambut saja, Angga mendapatkan kesempatan untuk melancarkan aksi nya dengan jurus - jurus mautnya.


Agar kami segera mendapat momongan ucapnya suatu hari saat aku memprotesnya dikala dia merayuku saat dia membantuku memasak di dapur.

__ADS_1


Ya Tuhan . . .


Sungguh jempolan hasrat suamiku ini.


Xixixixixi


" iya sayang, aku juga sangat bersyukur sekali. Aku juga sangat bersyukur bisa hidup bersama mu lagi menjadi suami istri yang sebenarnya. " ucapnya dengan merengkuh tubuhku dan berkali - kali mengecup hampir seluruh wajahku.


" Kamu tahu put, aku dulu sangat menyesal dan kehilanganmu, apa lagi saat itu kamu sedang mengandung anakku. Kamu tahu, di hatiku ini aku merasa sangat kehilanganmu saat pagi hari kamu tiba - tiba pergi. Ada perasaan sakit dan kecewa dalam hatiku saat aku tidak bisa menemu kan mu. Waktu itu aku sempat berfikir untuk tetap menjadikan mu istri ku dan menitipkan mu sementara di rumah mama ini, sampai keadaan lebih tenang. Tapi kamu keburu pergi dan tanpa jejak. Sampai ahirnya Melisa memberitahukan mama kalau dia bertemu James dan juga kamu.


Kamu tahu sayang ??? aku sangat bahagia sekali mendengarnya. ingin sekali aku menyusul mu saat itu juga tapi rasanya petir menggelegar tepat di atas ku saat tahu kamu dan james telah menikah.


Ku peluk erat tubuh kekar dan tercium wangi sabun tersebut.


" Ya Tuhan . . .

__ADS_1


baru ku tahu bahwa saat itu kamu juga mencintaiku mas " rintihku dalam hati.


" Bahagia, senang dan sedih juga melihat kamu saat itu sekaligus kamu menjadi istri dari sepupu aku juga.


Tapi kesedihanku tidak mengalahkan kebahagiaanku melihatmu lagi.


Kemudian ahirnya James bercerita bahwa anak kita juga sudah meninggal karena kamu keguguran, kembali lemas aku mendengarnya. Aku kira dengan menemui mu aku bisa melihat anak ku juga, tapi ternyata kembali hatiku ini harus hancur berkeping - keping lagi. " lanjut Angga bercerita dengan tidak berhasil ahirnya menahan air matanya.


" Namun saat James sakit parah dalam hati aku sangat bersyukur bahkan berharap agar dia mati saja supaya aku kembali memilikimu lagi. Tapi ternyata malah kamu sangat membenciku, pupus sudah harapanku. Tapi aku tidak mudah menyerah, aku semakin semangat saja untuk mendapatkan mu, hingga ahirnya mama menyerah dan memintaku untuk menyerah juga untuk mendapatkan cintamu. Saat kecelakaan itu pun aku sudah mulai goyah, aku mulai tidak percaya diri lagi, aku mulai capek dengan perjuanganku untuk mendapatkan mu. Tapi ahirnya kamu malah mendatangiku dan meluapkan kecemburuanku padaku.


Meski saat itu aku sangat kesakitan, tapi aku bahagia Put, ahirnya kamu mencintaiku juga. Terimakasih ya sayang " ucapnya mengakhiri cerita kami dulu dengan menciumiku dalam tangisnya.


Ya Tuhan . . .


Ahirnya aku tersadar, sedalam apa cintanya padaku dan seberapa besarnya kasih sayangnya padaku.

__ADS_1


" Aku mencintaimu mas, jangan pernah ragukan itu, Aku sangat mencintaimu . . . " ujarku dengan menempatkan diriku untuk duduk di pangkuannya dengan kami saling berhadapan dan mulai menyerangnya dengan ciuman panas ku . . .



__ADS_2