Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 42


__ADS_3

Setelah Sarapan mama mengajakku berpindah ke taman belakang untuk sekedar minum teh dan berbincang - bincang santai di sana.


Angga sengaja tidak ikut dengan kami, karena dia mendapatkan telepon dari seseorang.


Aku pun tidak ambil pusing dan melanjutkan bercengkerama dengan mama di taman yang sejuk tersebut.


Sesekali mama duduk berjongkok untuk sekedar melihat - lihat tanaman kesayangan nya yang sedang tumbuh.


Yah . . . mama memang hobi untuk merawat tanaman.


Masih ku ingat saat aku pertama kali datang ke rumah ini, mama sempat cerita.


Hampir lebih banyak waktu beliau digunakan untuk merawat tanaman - tanaman kesayangan.


Ini menjadi Hobi baru beliau sejak papa, suami beliau meninggal.


" Coba kalau Angga sudah memberi mama cucu, pasti mama akan berhenti merawat tanaman - tanaman ini " guman mama, yang duduk kembali di sebelahku.


Sontak aku kaget dibuatnya.


Tapi syukurlah, aku masih bisa mengontrolnya dan kemudian membalas nya dengan senyum saja.


Tapi tak ayal, mama sudah terlanjur melihatku terkejut tadi.


" Hayo . . . Kalian berdua lagi ngomongin aku ya ??? " tiba - tiba saja Angga datang sebagai dewa penolongku.


hampir mati kutu aku dengan gumaman mama barusan.


Bingung harus jawab apa ???


" GR banget kamu ya . . . " sahut mama dengan mencubit gemas pipi Angga barusan dan sekaligus mama mengecup hangat pipi Angga yang barusan di cubitnya.


" Kerasa sih mam akunya " sahut Angga dengan cueknya.


spontan kami pun tertawa bersamaan.

__ADS_1


Hampir 2 jam tak terasa kami bercanda santai di taman belakang.


Hingga tanpa sadar dan secara tiba - tiba Kakakku sudah berdiri di pintu penghubung antara ruang makan dengan taman ini.


" Oooo jadi ini kesibukan kalian selama aku tidak ada di rumah, bersenang - senang dan bercengkrama seperti ini ???" hardik kakak yang tiba - tiba datang dengan amarahnya.


Spontan kulihat Annga berlari kecil untuk menyambut kedatangan istri tercintanya.


" Sa . . . sayang kamu kok tahu aku ada di sini ??? ka . . . kapan kamu datang ???" sambut Angga dengan romantis dan nada terbatanya, sejurus kemudian di kecup dan di peluknya tubuh indah kakakku tersebut.


Kakak ku tidak perduli dengan sambutan hangat suaminya yang membuat ku muak dan mendadak perutku jadi mual tersebut.


Dengan masih emosinya dia mendatangi aku dan mama yang masih duduk di kursi taman belakang ini.


Kulihat mama tidak bergeming sama sekali dan masih sibuk dengan cangkir teh pavoritnya.


Sedangkan aku, aku jadi salah tingkah di buatnya, seperti seorang yang ketahuan selingkuh dengan suami orang.


Hingga tiba - tiba terdengar suara " PLAK . . . "


Aku pun sangat kaget dan bingung.


" Apa yang kamu lakukan ??? " spontan kudengar suara mama dengan lantangnya menghardik kakak dan datang menghampiriku.


" Mama tahu kan siapa dia ??? " tanya kakak dengan masih dengan emosinya.


" Dia adik kamu kan ?? " balas mama dengan lantang juga.


" Bukan cuma adik mam. mama masih belum tahu siapa dia ???? " lanjut Kakak lagi


" Sudah . . . sudah sayang, jangan di lanjutkan lagi " sahut Angga yang tidak ku ketahui kapan dia sudah ada di samping kakak untuk memadamkan emosi kakakku.


" Apanya yang sudah, biar mama kamu seklian tahu, tingkah laku anaknya saat istrinya tidak di rumah " ujar kakak yang semakin kalap.


Aku pun hanya bisa bengong dengan memegangi pipiku yang masih terasa panas ini, sedangkan mama masih berdiri di sebelah kananku dan masih memelukku erat.

__ADS_1


" Sudah sayang . . . sudah jangan diteruskan. aku mengaku salah sama kamu, sudah ya ayo kita ke kamarku dulu " Rayu Angga pada istrinya dan menuntunnya untuk masuk ke dalam kamar Angga yang beberapa hari ini kubuat untuk tidur.


" Kamu tidak apa - apa kan sayang " ucap mama dengan lembut dan membelai pipiku


" Astaga, pipimu sampai merah begini " sahut mama kemudian dan mama pun berlari kecil menuju dapur.


Sejenak aku tersadar dengan situasi ini.


kakak menuduhku selingkuh dan menamparku.


Tidak salah kah ini, siapa yang sebenarnya menjadi korban disini??


belum sempat pertanyaanku terjawab mama sudah datang menghampiriku lagi dengan membawa baskom.


Ternyata di dalamnya terdapat air hangat dan sebuat waslap.


" mama kompres dengan ini ya, maaf mungkin nanti akan terasa panas dan nyeri " kata mama dengan meminta izin dulu dariku.


Aku pun hanya mengangguk saja, dan benar setelah waslap dengan air hangat tersebut menempel di pipiku, rasa panas dan nyeri itu mulai datang menghampiri.


Tidak terasa air mataku pun menetes tanpa aba - aba lagi.


Sesak rasanya hati ini, ingin kutumpahkan semuanya saat ini juga.


" Berengsek . . .ternyata kamu juga tidur dengan suamiku ya ??? jalang kamu . . . " tiba - tiba saja kakak menyerang ku lagi dengan menghantamkan genggaman kedua tangannya kekepala dan bagian kiri tanganku.


Aku sudah tidak kuasa lagi untuk menghindarinya, hingga ahirnya kakak pun menjambak - Jambak rambutku.


Sejenak aku merasa ngilu di kepala, dan bagian kiri tubuhku.


Hingga ahirnya aku pun tidak merasakan apa - apa lagi.


Tubuhku terasa ringan sekali,


Telingaku juga sudah tidak mendengan jeritan kakak, kekhawatiran mama dan Angga.

__ADS_1


mataku jadi gelap gulita sudah.


__ADS_2