
Dengan agak ketakutan karena memang ini daerah baru bagiku aku pun mencari asal suara tersebut.
Seorang pria dengan badan tegap, gagah dan tinggi sekitar 180 Cm menghampiriku setelah sebelumnya keluar dari mobil tipe sport nya tersebut.
" Kenapa kembali, apa kamu tidak dapat angkot, Put" ucapnya lagi saat dia hambir tiba di hadapanku dengan nada cemas.
Aku mengenal suara ini dan samar - samar terlihat jelas siapa pemilik tubuh gagah ini.
Yaaa ini adalah bos ku, Bang Angga.
Maklum saja, lampu jalan sangat redup, Sedangkan mataku sudah mengantuk sekali, badanku juga sudah capek hari ini.
Biasanya kalau sudah sampai rumah, Aku pun sudah langsung tepar saat sudah selesai mandi.
" Iy . . . iya bang, saya tidak kebagian angkot nih " sahutku setengah terbata bercampur cemas.
" Apa boleh saya menginap di Caffe malam ini" sahutku kemudia untuk meminta izin kepada Bang Angga.
" lho kok mau menginap di Caffe, Apa nanti orang tuamu tidak mencari mu " tanyanya Bang Angga ikut cemas
" Nanti biar saya telepon, ibu saya. ini saya juga sudah capek, ngantuk lagi " sahutku lagi dengan sedikit mengiba.
" Sepertinya jangan deh, lebih baik kamu pulang. Ayo aku antarkan. Aku juga mau kok bertanggung jawab, karena tadi kamu menemaniku ngobrol jadi kamu tidak kebagian angkot deh " sahut Bang Angga dengan merasa bersalah.
" Tidak usah Bang, nanti merepotkan Abang, saya juga suka, tadi di ajak ngobrol " sahutku menghilangkan rasa bersalahnya.
" sudah . . . sudah . . . ayo . . . segera kamu aku antar pulang, hari semakin malam ini. Lihat sudah hampir jam 12.30. " sahutnya lagi dengan menggiringku untuk masuk ke mobil, duduk di sampingnya yang tengah mengemudi seorang diri.
__ADS_1
" Terimakasih Bang sebelumnya " ucapku setengah malu - malu saat Bang Angga sudah mulai duduk di belakang kemudi.
" Iya sama - sama, alamat rumahmu sama yang dI resesume kamu kan ya ??? "
tanyanya kemudian untuk memastikan alamatku.
" iya . . . " sahutku.
Dalam perjalanan, tidak henti - hentinya aku menguap menahan rasa kantukku yang rasanya sudah tidak kuat lagi.
" Ngantuk banget ya kamu ??? " tanya Bang Angga dengan nada bersalah dan sekilah melihat ke arahku.
" Enggak kok Bang " sahutku malu
" Tidak apa, tidak usah malu. rumah kamu juga masih jauh kan, lebih baik kamu tidur sebentar, lumayan kan. Nanti kalau sudah sampai, aku akan bangunin kamu " sahutnya kemudian meyakinkanku.
" Baik " sahutku singkat.
naik mobil mewah, dengan AC yang sejuk, pengharum mobil yang lembut, ditambah suara melodi musik yang lembut daaaaaaaaan yang terpenting lagi, bersebelahan dengan seorang Pak Sopir yang Tampan sekali 🤗
Entah berapa lama aku tertidur hingga ahirnya tanganku di goyang - goyangkan dengan lembut oleh seseorang.
" Putri, bangun. kita sudah sampai di depan rumahmu." terdengar suara Bang Angga membangunkan ku dengan sangat lembut sekali.
Aku pun bangun dengan cepat, serta menahan malu yang amat sangat . . .🤦🏽♀️
" Astaga, maaf ya Bang" sahutku sambil membenahi baju serta tas ku dengan sesekali ku kucek mataku untuk segera terbuka lebar.
__ADS_1
" Iya tidak apa, sudah gih kamu segera masuk dan lanjutkan acara mendengkur mu tadi " sahutnya dengan sedikit menggodaku
What . . . ? aku mendengkur . . . alamak . . .
gumanku dalam hati dengan sangat malu sekali aku saat ini. dasar kebiasaan buruk yang sangat membuat malu saja.
" Maaf ya Bang, sudah merepotkan. Terimakasih Bang Angga " sahutku sambil turun dari mobil sport mewah tersebut.
" Ok, oh iya. rumahmu sudah gelap. apa orang tuamu ada di rumah ??? " sahutnya sambil ikut turun dari mobilnya.
" Ada kok Bang, mungkin ibu dan bapak sudah tidur " sahutku
" Anak belum pulang kok tidak di tungguin. anak perempuan lagi '" sahutnya dengan nada penasaran.
" Tidak apa Bang, mungkin mereka sudah capek " sahutku setengah berkilah.
" Ok deh, kamu segera masuk ya. Besok kita ketemu lagi di Caffe" sahut bang Angga dengan masuk ke mobilnya dan pergi dari depan rumahku.
Ku langkahkan kakiku untuk masuk kedalam rumah, yang sebelumnya aku mengambil kunci rumah di dalam tasku.
setiap hari aku pulang juga seperti ini.
Tanpa sambutan atau pun ibu atau ayah yang menunggu kedatanganku.
Aku sudah terbiasa dengan ini semuanya, aku tidak pernah protes atau mengeluh dengan ini semua.
Tapi saat Bang Angga mengatakan itu, mengapa ada sedikit saaaaaaakit di dalam hatiku.
__ADS_1
Ibu, ayah aku juga putri kalian, aku ingin pulang dengan di nanti - nantikan, dengan di sambut seperti kalian memperlakukan kakak.
ayah, ibu aku juga ingin dimanja, di perhatikan seperti selayaknya anak kalian berdua