
Pyaaaar . . .
Terdengar suara benda pecah saat aku baru saja membuka pintu rumah kak Tasya dan Angga.
Segera aku bergegas lari masuk untuk melihat apa yang terjadi.
Belum sempat aku masuk lebih ke dalam rumah ini kudengar sebuah suara yang cukup aku kenal.
" Aku sudah bosan dengan ocehan NENEK LAMPIR itu, Ibuku saja tidak pernah menceramahi ku seperti mamimu " suara kak Tasya yang terdengar sangat kasar sekali.
" Sabar sayang, mami sebenarnya sayang sekali sama kamu. Dan kamu tidak boleh menyebut mami seperti itu, beliau juga orang tuamu kan ??? " sahut Angga dengan lembut seakan meredam amarah kak Tasya.
" Aku tidak perduli, dulu sebelum kamu menikahiku, kamu tahu sendiri kan konsekwensinya, bahwa aku ini seorang intertainer yang sedang melambung namaku. Jadi kamu setuju waktu itu. Sekarang Mami kamu setiap kesini ngomel - ngomel tidak jelas. Ibu rumah tangga itu harus ini lha, harus itu lha. Harus begini lha, begitu lha.
apa kamu tidak menjelaskan bagaimna sibuknya aku selama ini HAH ??? " suara kak Tasya makin keras dan kasar saja terdengarnya
" Sudah sayang, aku sudah menjelaskan pada mami. "
sahut Angga dengan kulihat merengkuh tubuh kakak.
Kak Tasya berusaha meronta dengan kasar, bahkan mendorong tubuh Angga dengan sekuat tenaga.
Tetapi Angga meraih tubuh kakak dengan lembut kembali untuk di peluknya lagi. Kak tasnya pun mulai luluh dan pasrah untuk dipeluk oleh Angga.
__ADS_1
Kemudian mereka saling ******* bibir masing - masing hingga ahirnya masuk kedalam kamar mereka.
Deg . . .
Seakan berhenti berdetak jantung ini, sakit rasanya dada ini melihat mereka saling bermesraan di hadapanku.
Ku gigit bibir bawahku, untuk menahan gejolak hatiku ini.
Entah lah, perasaan apa ini namanya.
Sakit dan sesak sekali rasanya dadaku ini, hingga tak terasa air mataku ini pun mulai membasahi pipiku.
Segera ku hapus, dan aku pun lari perlahan kedalam kamarku.
Entah alasan apa aku menangis ini.
ku Cengkeram perutku, dengan berkata " ******** kamu Angga, kamu sudah berhasil membuat hatiku terkoyak hancur seperti ini " jeritku dengan lirih sekali.
Tidak terasa hari sudah mulai malam saat pintu kamarku di ketuk oleh Angga dari luar dengan memanggil namaku untuk segera makan malam.
" Iya sebentar " sahutku dengan malas.
Kemudian aku pun keluar kamar dengan membawa handuk dan baju ganti untuk segera mandi terlebih dahulu sebelum makan malam.
__ADS_1
Saat melewati meja makan, kulihat kak Tasya sedang makan malam dengan di suapi oleh Angga. Saat ada sisa nasi di sudut mulut kakak, Angga pun memungutnya dan menyuapkan ke mulutnya sendiri. mereka saling berpandangan dan tersenyum mesra bersamaan.
Jengah sekali aku melihatnya, Sengaja kah mereka menontonkan hal tersebut kepada ku??
Bergegas aku menuju kamar mandi, Segera ku guyur tubuhku dengan air dingin ini. segar rasanya, semoga dinginnya air ini juga bisa meredam perasaanku melihat kemesraan mereka berdua.
Jengah, sakit hati dan jengkel aku melihat tingkah laku mereka berdua yang sengaja mengumbar kemesraan nya di hadapanku.
Setelah mandi aku pun keluar untuk segera bersantap malam, kulihat mereka berdua sudah tidak berada di meja makan lagi.
Mulai kumakan apapun yang ada di meja makan tersebut dengan lahapnya, sebagai pelampiasan kekesalan hatiku.
Pada suapan terahir aku mendengar suara jeritan kecil dari kamar kakak, kemudian terdengar suara manja kak tasya yang memanggil nama Angga, Terasa merinding bulu kudukku.
kemudian juga terdengar suara Angga memanggil mesra nama kak tasya
Tuhan . . .
Sedang apa sih mereka berdua di dalam kamar, mengapa hingga menimbulkan suara - suara yang tidak jelas apa yang mereka lakukan.
Tanpa membereskan bekas makanku barusan aku pun dengan secepat kilat keluar untuk meninggalkan rumah ini.
Entahlah, yang pasti aku sangat merinding sekali mendengar suara - suara yang keluar dari mulut kakak dan Angga saat mereka sedang berduaan di dalam kamar.
__ADS_1
Dengan sebelumnya aku mengambil sweaterku di dalam kamar ku.