Sorry Bos, I Love U

Sorry Bos, I Love U
SB 30


__ADS_3

" sepulang kuliah nanti kamu aku jemput ya Put, sekalian kita pergi ke dokter kandungan " ucap Angga pagi ini saat kami bertiga memulai sarapan


" Baik " sahutku singkat


" Sayang, kamu ikut kan untuk melihat USG anak kita nanti sore ??" Tanya Angga kepada kak Tasya


" Semalam kan aku sudah bilang, kalau hari ini aku ada pemotretan sampai malam " sahut kak Tasya dengan cueknya.


" Kamu tidak ingin melihat keadaan bayi kita " sahut Angga lagi dengan sedikit memaksa.


" Aku sibuk, tidak ada waktu untuk itu " sahut kak Tasya dengan cuek dan kasar.


" Ya sudah, kita berangkat berdua saja nanti sore, put " sahut Angga dengan nada kecewa.


Sore ini Angga seperti biasa datang menjemputku saat aku sudah selesai kuliah.


" Sudah pulang ?? " tanya Angga saat melihatku keluar dari pintu gerbang kampusku.


Kubalas pertanyaannya itu hanya dengan anggukan saja.


Tidak beberapa lama kami pun sudah berada di dalam mobil untuk segera menuju Rumah Sakit Bersalin tempatku biasanya memeriksakan kandunganku ini.


Dalam perjalanan kami hanya saling diam saja.


hingga ahirnya Angga memulai percakapan.


" kalau ngantuk tidur saja sebentar Put, nanti aku bangunkan kamu kalau sudah tiba di rumah sakit bersalinnya "


" Tidak usah, tanggung. Sebentar lagi juga sampai " sahutku dengan memalingkan pandanganku melihat kaca sebelah kananku.


Memang ngantuk sekali sebenarnya aku sore ini. Tapi coba ku tahan, karena jarak antara kampus dan rumah sakit bersalin tidaklah jauh.


Kurang lebih hanya berjarak waktu sekitar 1 jam saja.


" Oh iya, apa kamu tahu kabar James ??? " tanyaku seketika kepada Angga karena tiba - tiba juga aku teringat akan sahabatku tersebut.

__ADS_1


" Tidak, sudah lama juga aku tidak mendengar kabarnya. " sahut Angga kemudian dengan masih tangannya memegang kemudi.


" Kamu tidak pernah datang ke rumahnya ?? kalian kan sepupu ??? " tanyaku kemudian.


" Sudah lama aku tidak pernah berkunjung ke rumahnya. Apa kamu kangen sama James ??? " sahut Angga dengan sedikit menggodaku.


Sejenak aku pun jadi salah tingkah.


" Apa an sih, aku dan James tidak ada hubungan apa - apa kok " sahutku kikuk


" Aku tidak perduli kamu punya hubungan apa pun dengan James. Aku cuma ingin bilang, selama kamu mengandung anakku jangan pernah bermain - main dengan lelaki lain " ancam Angga dengan nada tanpa ekspresi.


" Kamu kira aku perempuan macam apa " sahutku dengan tersulut emosi.


" Aku tidak tahu kamu wanita macam apa, dan aku tidak perduli. Yang aku perdulikan di rahim kamu ada anak aku saat ini, Itu saja." Sejenak ku pandangi lekat dengan perasaan emosi wajah Angga.


" Kamu laki - laki jahat yang pernah aku cintai " rintihku dalam hati kecilku.


Kemudian ku buang pandanganku pada kaca jendela di sebelah kiri ku lagi.


Tidak berapa lama mobil Angga sudah memasuki halaman parkir Rumah Sakit Bersalin Swasta di kota ini.


Aku terlebih dahulu keluar dari mobil, saat Angga sudah mendapatkan tempat parkir dan mobil tersebut berhenti.


Aku langsung berjalan menuju ruangan yang seperti biasanya aku melakukan kontrol kandungan setiap bulannya.


Tidak seberapa banyak antrian sore ini.


Mungkin saja ini karena masih belum beberapa lama dibuka pendaftarannya.


Sejenak kulihat Angga sedang melakukan Registrasi pada resepsionis, dan tak beberapa lama dia berjalan menuju tempatku duduk untuk kemudian duduk di sebelahku.


Kami pun hanya diam tanpa harus berbuat apa.


Sedangkan para ibu hamil yang lainnya saling ngobrol dengan orang di sebelah mereka atau dengan Sumi mereka masing - masing.

__ADS_1


Sangat kikuk sekali aku dengan keadaan ini.


" Sudah berapa bulan mbak ??" tanya seorang ibu yang usiany hampir seperti usia ibuku


" baru 3 bulan Bu." sahutku kemudian dengan tersenyum


" Kalian pengantin baru ya ??? " tanya ibu disebelahku lagi


Bingung sekali aku menjawabnya.


Dan ternyata aku tergolong dari situasi ini.


Seorang perawat manggilku untuk segera masuk ruang pemeriksaan.


" Maaf ya Bu, saya masuk dulu " pamitku pada ibu yang mengajakku ngobrol brusan.


Aku dan Angga berjalan beriringan menuju ruang pemeriksaan di depan kami duduk tadi.


" Hallo, selamat sore ibu Putri " sapa seorang dokter langganan kami dengan menjabat tanganku dan bergantian menjabat tangan Angga kemudian.


" Baik dok " sahutku singkat dengan ku untai senyum di sudut bibirku.


" Syukurlah. Ada keluhan apa Ahir - Ahir ini " sahut dokter tersebut kemudian


" Tidak ada sih dok, kami hanya ingin mengetahui kondisinya saja " sahutku


" Kami ingin USG empat dimensi ya dok " sahut Angga kemudian


" Boleh . . . Boleh, ayo ibu putri berbaring di sini " sahut dokter tersebut dengan mempersilahkan aku untuk berbaring di Bad yang ada di ruangan ini.


Tanpa Ragu akupun berbaring, di bantu oleh seorang perawat aku melepaskan celana yang kupakai dan hanya memakai selimut yang sudah di sediakan.


Tidak beberapa lamapun, dokter dengan di bantu oleh suster asistennya mulai memeriksa kandunganku ini.


Aku dan Angga melihat dari layar monitor pergeraka janin di dalam perutku ini, Kecil sekali, apakah ini gambar bayi yang ada dalam perutku ???

__ADS_1


Sungguh tidak pernah ku sangka, Tuhan memberikan kehidupan dalam perutku seorang bayi mungil ini.


__ADS_2