
Hari ini lembaran Baru Kehidupanku benar - benar akan di mulai.
Lembaran Baru Kehidupan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Hari ini aku akan menikah dengan Angga Bara yang sebenarnya adalah suami dari kakak kandung ku Tasya Samuel.
Bukan sebagai Madu, tetapi hanya sekedar meminjamkan rahimku untuk mengandung anak mereka.
Pernikahan ini tidak sebagaimana mestinya pernikahan yang lain.
Kami, Aku dan Angga hanya menikah di bawah tangan saja, dengan kata lain Pernikahan Siri. Yaitu pernikahan yang tidak Sah Dimata hukum akan tetapi Sah Didalam Agama.
Sebelum pernikahan ini di langsungkan Angga membuat surat perjanjian dengan saksi seorang notaris.
Bahwa, setelah aku melahirkan anak ini, aku dengan suka rela akan menyerahkan anak ini kepada Angga Bara dan mulai detik itupun pernikahan kami akan berahir.
Di dalam surat perjanjian itu pun tertulis, bahwa Angga akan memberikan kompensasi sejumlah uang untuk mengganti rugi kepadaku.
Apalah . . . itu
Aku benar - benar tidak perduli lagi.
James pernah bilang padaku, " kamu tuntut saja mereka put, dengan tanpa izin kamu kok lancang melakukan Inseminasi buatan itu terhadap mu" begitu ujarnya saat aku menjelaskan bahwa aku tengah hamil.
" percuma Boy, ibu dan ayahku yang selaku wali bahkan menyetujuinya kok " sahutku pada saat itu.
Yaaaaaa . . .
Ibu dan Ayahku pada saat itu memberikan pernyataan setuju pada saat Dokter melakukan Inseminasi Buatan tersebut pada secarik kertas dengan di bubuhi tanda tangan mereka di atas materai.
semuanya sudah di rencanakan, bahkan tanpa sepengetahuan dan persetujuanku pun mereka tidak perduli.
Yang terpenting mereka bisa menjalankan rencana mereka tersebut.
Kulihat Angga sudah duduk di depan penghulu yang akan menikahkan kami nantinya.
__ADS_1
Dia memakai baju kemeja yang sederhana dengan celana jeans serta songkok di kepalanya.
Seakan pernikahan ini memang tidaklah penting baginya.
Aku pun sama, dengan baju yang biasa aku pakai sehari - hari aku kiliah, Aku duduk di sebelah Angga.
" Kalian sudah siap ???" tanya bapak penghulu saat aku sudah duduk di samping Angga.
" Siap pak " sahut Angga dengan melihatku.
Aku pun hanya menganggukkan kepala menjawab pernyataan penghulu di hadapanku ini.
" Baik kita mulai ya ??? " sahut pengulu tersebut.
Setelah itu akupun tidak bisa mendengar apa pun untuk selanjutnya.
Blang rasanya, tidak bisa focus dengan apa yang terjadi saat ini.
Tiba - tiba yang bisa ku dengar sekelilingku yang hanya berjumlah sekitar 6 orang ini mengucap Hamdalah serempak.
" Sudah selesai ya acara Ijab Qobul nya" gumanku dalam hati.
Aku tidak memperdulikannya.
Segera aku beranjak dari tempat itu untuk menuju kamarku.
" Memangnya dia suamiku betulan apa, pakai cium tangan segala " gumanku dalam hati ini dengan dongkol sekali.
ku dengar ibu berteriak lirih memanggil namaku saat aku tiba - tiba berlari kedala kamarku.
" Terasa nyama di sini " gumanku dengan lirih sambil mulai ku rebahkan tubuhku di kasur dalam kamarku ini.
tidak terasa aku pun mulai terlelap untuk beberapa saat.
Hingga kemudian ada sebuah panggilan yang membangunkan aku.
__ADS_1
Sontak aku pun terbangun, kulihat ternyata itu ibu.
" Ada apa Bu ??? " sahutku dengan malas sekali ahirnya aku pun bangun dari tempat tidurku.
" Cepat bereskan barang - barangmu, Angga mengajakmu untuk pindah kerumahnya sekarang" sahut ibu yang membuatku kaget, lagi - lagi mereka bertindak semaunya.
" Kenapa aku harus tinggal bersama mereka, Bu ??? sahutku penasaran.
" Biar Angga dan kakakmu Bisa menjagamu di sana. " sahut ibu kemudian dengan mulai memasukkan baju - baju ku yang ada di almari sebelah tempat tidurku ini.
" Kenapa sih, di sini kan sama saja " sahutku setengah kesal dengan keputusan mereka yang tanpa meminta pendapatku.
Dengan malas, aku pun mulai membereskan beberapa barang yang terpenting saja.
Nanti kalau sewaktu - waktu aku ingin tidur di sini aku tidak perlu membawa barang - barangku lagi.
Angga dan Kak Tasya membantu ku untuk membawakan barang - barang serta baju ku yang tidak banyak ini ke dalam mobil mereka.
Ku lihat sekilas wajah Angga terlihat di bibir sisi kirinya terlihat lebam membiru, warna tersebut juga terlihat di pipi kanan nya serta dahi.
Kenapa ya itu . . .
Apakah dia habis terjatuh atau dia habis berkelahi, tebakku dalam hati.
Aaaaaaah perduli apa aku ???
Terimakasih Buat para pembaca setia Novel - Novelku.
Terimakasih untuk Vote, like dan komentarnya.
Syukur Alhamdulillah, mulai banyak pembaca dan penggemarnya.
minta dukungannya juga untuk Novel ku yang lain dengan judul Kubuat Kau Jatuh Cinta Padaku.
Minta dukungan vote, like dan komentarnya juga yaaa
__ADS_1
Terimakasih, pembaca setiaku.
😻💖