
Di sisi lain...
Squalo yang melihat tanah di angkat dan di terbangkan menjadi sangat senang. Di tambah lagi mendengar perintah Adrian untuk membunuh semua musuh.
Itu artinya ia bebas mengamuk dan melakukan apa saja.
Tepat saat tanah yang di terbangkan itu di banting kembali, Squalo langsung di serang dan sengaja di pisahkan oleh teman-temannya.
Serangan api besar dari musuh langsung membuat badannya gosong. Tapi karna memiliki kekuatan regenerasi yang cepat, luka bakar itu pulih dengan sendirinya dan Squalo terlihat baik baik saja.
“Cih, pakaianku jadi rusak tau.”
Sambil meratapi pakaian barunya yang terbakar, seorang musuh langsung berdiri di hadapan Squalo.
Berbeda dengan Sea Army lainnya yang di kepung, Squalo kini berhadapan satu lawan satu dengan seorang pria yang tubuhnya di selimuti api berwarna merah dan biru.
Pria itu masih sangat muda dan merupakan salah satu komandan Elements terkuat BaneHallow dengan julukan Penguasa Api.
Ia adalah Ray Stuart. Tubuhnya tinggi dan ramping. Rambutnya merah dan kulit putihnya menandakan ia berasal dari keluarga kelas atas.
Saat melihat Ray, Squalo tersenyum dan mendekatinya.
“Kekekeke, apa kau yang akan menjadi lawanku?...jika ia mana yang lainnya bukankah kalian ada banyak.”
Ray yang jelas sekali sudah membakar Squalo dengan kekuatannya juga tersenyum dan berbicara.
“Seperti yang di informasikan, ternyata kau benar-benar tak bisa mati ya.”
“Hoi...apa hanya kau sendiri, aku tak akan puas jika hanya memakan satu musuh.”
“Berisik monster bodoh, aku sendiri sudah cukup untuk membunuhmu.”
Ray yang memang ingin berhadapan satu lawan satu dengan monster yang di ceritakan Rin sengaja membuat batas penghalang api dan saat ini hanya ada mereka berdua di dalammnya.
Ia juga sudah menyuruh anggota lain untuk tak menggganggu karna sudah lama ia tak beraksi dan mendapatkan musuh yang kuat.
Dengan cepat Ray mengeluarkan kekuataanya. Bola api besar langsung tercipta dengan ajaib dan ia lemparkan ke arah Squalo.
Melihat itu Squalo menghindar karna tak ingin terpanggang lagi. Dengan gerakan cepatnya bola api yang cukup besar di hindari dengan mudah.
“Lumayan...kalau begitu hindari yang ini.”
Kini lima bola api super besar Ray lempar dan mengarah tepat ke arah Squalo. Squalo yang di serang dari jauh langsung berlari dan mencoba mendekati Ray.
“Kekekeke...ayo cepat kita selesaikan, aku tak ingin berlama-lama di sini karna di luar sana masih banyak daging segar lainnya.”
Secara cepat Squalo berlari dan menghindari semua serangan yang Ray lancarkan.
Lalu saat sudah dekat, tangan panjang miliknya berubah bentuk menjadi seperti pedang tipis mirip sirip hiu dan dengan itu Squalo menerjang dan menyerang Ray.
“Matilah...”
“Sringgg...”
Serangan pedang milik Squalo mengarah tepat ke badan Ray. Tapi dengan mudahnya serangan itu di tahan oleh api biru miliknya dan Squalo yang tangannya terbakar berteriak keakitan.
__ADS_1
“Sakit...apa-apaan api ini.”
“Huh, dasar monster bodoh...kau pikir bisa menyerangku begitu saja!”
Ray yang ingin sedikit main-main dahulu menyerang Squalo dengan api merah miliknya. Melihat Squalo yang berlarian membuat Ray tertawa jahat.
“Hahaha, apa kau hanya bisa lari monster bodoh, sini serang aku lagi.”
Squalo yang di provokasi musuh kuat langsung meladeni itu. Ia yang sudah lama tak beraksi langsung berubah bentuk dan kini tubuhnya memasuki mode Hybrid.
Kedua tangnya berubah menjadi besar seperti pedang panjang yang menyerupai sirip Hiu. Lalu tubuhnya membesar dan kepalanya berubah seperti kepala Hiu.
Tak lupa juga gigi runcingnya makin membesar dan terlihat tajam.
Ray yang melihat perubahan pada Squalo langsung tersenyum dan menyerangnya membabi buta.
Squalo yang berubah bentuk kini bergerak sedikit melambat tapi pertahanannya meningkat pesat.
Bahkan dalam wujudnya itu api milik Ray terlihat tak berguna lagi dan Squalo yang berlari lurus ke arahnya menabrak semua serangan Ray.
“Kekekeke...matilah.”
Ray yang melihat api miliknya sudah tak bekerja masih tetap kalem dan cuek. Saat Squalo sudah dekat, saat itu juga Ray melapisi tubuhnya dengan api yang lebih banyak lagi.
“Ayo...serang aku.”
“Rasakan ini...”
“Sringgg...”
“Mati...mati...mati...”
Serangan Squalo yang kuat ia lancarkan secara cepat dan membabi buta. Tapi di hadapan Ray sang penguasa api, serangan seperti itu tak akan bisa melukainya.
Dan dengan jentikan dari jarinya, api besar berwarna biru langsung muncul dan membakar Squalo hidup-hidup.
“Sialan...panas...”
Squalo yang tubuhnya di penuhi api mundur beberapa langkah sambil mencoba menghilangkan api tersebut. Tapi api itu terus membesar dan membakarnya secara cepat.
“Ahhhh...sakit.”
Squalo yang tubuhnya di bakar mencoba bertahan. Kekuatan regenerasinya yang cepat selalu menyembuhkannya dan setiap di sembuhkan, itu di bakar kembali dengan kejam oleh Ray.
Ray yang melihat Squalo berteriak kesakitan dan tak berdaya terus membakarnya tanpa henti.
“Hahahaha...dasar monster bodoh rasakan itu.”
“tik...”
“tik...”
“tik...”
Dengan Gerakan jarinya, api muncul secara ajaib dan membakar Squalo hidup-hidup.
__ADS_1
Squalo yang tak berdaya di hadapan kekuatan musuh kini terbaring di tanah dan menggeliat kesakitan.
Suara teriakannya menggema di sana dan Ray yang melihat dan mendengar itu terus membakarnya.
“Rasakan itu monster bodoh, di dunia ini tak ada yang bisa bertahan dari panasnya api.”
Setelah membakar Squalo, Ray yang melihat tubuh monster itu tak bergerak dan hancur menjadi debu menghentikan serangan miliknya.
Kini sisa dari mayat Squalo yang tergeletak tak berdaya terlihat jelas dan baru saja di hentikan, tubuh Squalo bergerak kembali dan dengan cepat meregenerasi ulang.
Ray yang melihat itu menjadi yakin kalau musuh mereka kali ini bukan sembaragan dan benar-benar monster.
“Huh, sekarang aku tau kenapa Rin sampai ketakutan sekali."
“Jika menghadapi monster seperti ini pasti sebagian orang juga akan ketakutan.”
Tepat saat Ray menyelesakan ucapannya, Squalo yang bangkit kembali dengan cepat terlihat sudah pulih total dan tubuh telanjang itu sama sekali tak memiliki bekas luka.
Seperti semua serangan awal Ray tak berefek, Squalo yang bangkit kembali terlihat sangat marah.
“Sialan...itu sakit tau.”
“Sakit?...jadi monster sepertimu bisa merasakan sakit juga ya.”
Dengan kecepatan yang luar biasa, kini Squalo yang serius menyerang Ray secepat kilat.
Ray yang melihat pergerakan Squalo meningkat pesat hampir mati jika ia telat sedikit saja mengaktifkan pelindung apinya.
Di hadapannya kini Squalo yang sudah haus akan darah menyerangnya dari segala arah.
“sringgg...”
“sringgg...”
“sringgg...”
Semua serangan Squalo di tahan dan Ray yang mencoba membakar Squalo juga kesulitan karna pergerakan cepat Squalo tak bisa di ikuti oleh gerakan matanya.
“Apa-apaan monster ini, dia cepat sekali.”
Ray yang di buat full bertahan menjadi makin kesal dan akhirnya mengeluarkan jurus pamungkasnya.
“Dasar monster aneh, sekarang aku benar-benar akan membunuhmu.”
“Membunuhku...lakukan itu jika kau bisa bodoh, hahahaha.”
Ray yang mendengar suara tertawa Squalo menjadi makin jengkel dan langsung mengeluarkan api hitam andalannya.
Saat pelingdung api birunya berubah menjadi hitam, Squalo yang menyerang pelindung itu berhenti dan berteriak kesakitan.
“Ahhh...apa ini.”
Tepat saat Squalo berhenti karna tangannya terkena api hitam aneh, Ray yang melihat itu langsung tertawa jahat.
“Hahahaha, kalau kau benar-benar abadi coba kau tahan panas dari api hitamku, aku ingin tau sampai mana kehebatan regenerasimu itu.”
__ADS_1