System Of Sea

System Of Sea
First Blood


__ADS_3

“Kalau begitu matilah kalian semua...”


Mendengar ucapan Adrian, semua orang yang ada di sana tertawa terbahak-bahak.


Membunuh mereka, bagaimana cara dia melakukan itu. Bahkan Adrian saja sudah di kepung dan tak mungkin ia bisa lolos bahkan dengan kemapuan beladiri hebatnya.


“Hahahaha, sepertinya isi kepala anak ini sudah kosong sampai bisa berbicara omong kosong.”


“Hahahaha, benar sekali...bocah ka-”


Sambil menertawakan ancaman dari Adrian, belum sempat menyelesaikan omongannya, tiba-tiba saja salah satu dari mereka tewas dengan cara mengerikan.


Kepalanya terpotong dan terpisah dari tubuhnya. Lalu kepala itu menggelinding di lantai dan tubuh yang kehilangan kepalanya itu langsung tergeletak sambil mengeluarkan darah seperti air mancur.


Melihat hal aneh dan tak masuk akal itu, semua orang panik dan ketakutan bukan main.


“Haaaa...apa yang...”


‘”Sringgg....”


Lagi, salah satu dari mereka mati kembali. Kali ini tubuhnya terbelah menjadi dua dan pria yang tubuhnya terbelah menjadi dua masih hidup dan seakan tak percaya saat melhat tubuhnya terbelah.


Melihat itu, ia berteriak keras sambil melihat tubuhnya yang kini terbelah dan mengeluarkan banyak darah sampai akhirnya mati.


“HAAAaaa...tubuhku...sialan...”


Melihat hal mengerikan di hadapan mereka, semua orang menjadi panik dan mencoba melarikan diri.


Salah satu dari mereka yang lari dan mencoba kabur, tubuhnya tiba-tiba saja langsung hancur lebur dan berserakan seketika


Seperti di tabrak truck, tubuhnya melayang dan terbang. Semua isi perut hancur bertebangan kemana mana.


Adrian yang saat ini berdiri sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana juga terlihat sangat santai dan menikmati pemandangan mengerikan yang ada di sana.


Tiga orang tewas secara cepat dan aneh. Hanya dalam waktu beberapa detik saja, keadaan menjadi kacau dan semua orang yang ketakutan langsung mengeluarkan senjata mereka dan menembak ke segala arah.


Tapi mau apapun yang mereka lakukan itu percuma. Dengan cepat semua orang di bunuh secara kejam dan keji.


Bahkan sang bos dan Satria juga tak di biarkan hidup dan saat ini hanya ada satu orang yang di beri belas kasih.


“Yang satu itu biarkan...”ucap Adrian saat melihat bayangan Squalo ingin memakan Tri hidup-hidup.


Tubuh yang terpotong-potong dan hancur kini terlihat jelas memenuhi tempat luas tersebut.


Karna terkena percikan darah, Squalo dan Cano yang awalnya bersembunyi menggunakan teknik kamuflase milik Polpo langsung menampakkan diri mereka.


“Hahahaha, darah segar...”


Sambil membunuh beberapa orang yang sekarat dan memakan daging mangsanya, Squalo terlihat sangat senang saat itu, sedangkan Cano terlihat kalem dan menuju ke arah pintu keluar.


Di dalam ruangan yang luas itu, saat ini hanya menyisakan Adrian dan dua anggotanya. Lalu Tri yang sengaja di biarkan hidup atas arahan Adrian.


Karna mendengar suara tembakan dan teriakan dari dalam, anggota yang lain langsung mendatagi tempat bos mereka.


Puluhan orang dengan senjata laras panjang langsung mendekat ke arah pintu.


Belum sempat mereka membuka pintu baja itu, sebuah suara mengerikan seperti bazoka langsung terdengar.


“Boooaaammm.”


Pintu berlapis baja yang ada di sana langsung terbang dan hancur lebur.


Lalu dari balik pintu, sosok Cano dengan santainya berjalan dan keluar dari sana.


Melihat ada musuh, puluhan orang bersenjata lengkap itu langsung menembaknya dengan brutal.


“Dorrrr...dorrrr...dorrrr...”


“Dorrrr...dorrrr...dorrrr...”


“Dorrrr...dorrrr...dorrrr...”

__ADS_1


Tubuh Cano langsung di hujani banyak peluru. Tapi anehnya, tubuh kuat bagai baja itu seperti tak menerima efek apapun.


Cano yang di berondong peluru langsung lari dan melesat bagai kilat ke arah puluhan orang bersenjata lengkap itu.


Dengan sekali ayunan tinjunya yang di perkuat Aura berwarna putih, puluhan orang langsung hancur lebur menjadi bubur.


Semua bagian tubuh melayang dan berserakan kemana mana. Darah merah langsung memenuhi seluruh tempat dan alarm tanda bahaya langsung berbunyi.


Semua orang yang ada di sana juga langsung menuju tempat bos mereka. Kini ratusan orang datang dengan senjata laras panjang berlari dan bergegas menuju bawah tanah.


Squalo yang selesai memakan mangsanya yang ada di sana juga langsung berlari dan mengejar Cano.


Sambil berteriak, ia mengancam Cano untuk tak membunuh lebih banyak darinya.


“Woi anak baru, minggir...biarkan aku yang berada di paling depan...awas jika kau sampai membunuh mangsaku."


Seperti tak takut dengan banyaknya musuh dan senjata mematikan di hadapan mereka, Squalo dan Cano langsung mendatangi semua musuh.


Squalo dengan tangan panjang runcing dan tajam miliknya serta Cano dengan tinju kuatnya berlari dan pembantaian sepihak langsung terjadi saat itu.


Di tempat lain...


Arcier, yang mendengar ucapan Adrian dari alat transmisi kecil yang Adrian gunakan di telinganya langsung menembak saat mendengar Ucapan Bosnya.


“Kalau begitu matilah kalian semua...”


Sesaat mendengar kata itu, Arcier langsung membunuh dan menembak semua penjaga yang berjaga di sana.


Semuanya di bunuh satu persatu dengan kejam dan tanpa ampun. Tanpa suara sama sekali, semuanya di bunuh satu persatu.


Dengan peluru air yang di perkuat aura miliknya, jari dari tangan kanan miliknya ia buat seperti pistol dan menembak dengan itu.


Kecepatan dan ketepatan tembakkannya sangat mengerikan. Semua penjaga tewas dengan tembakan tepat di kepala.


Bukan hanya itu, Arcier yang berjaga di tempat strategis juga berperan untuk mengeksekusi setiap orang yang mencoba kabur.


Hari itu, tak akan sada satupun dari musuh mereka yang bisa selamat.


Polpo yang mendengar perintah Adrian lewat transmisi suara juga langsung membunuh dua orang yang mengawasi ayah Adrian.


Dengan asap aneh yang ia keluarkan, dua pria yang ada di dalam mobil langsung mati seketika.


Dua orang itu mati dengan sangat mengenaskan bahkan tanpa dapat meminta pertolongan.


Adrian yang kini berada di tempat bawah tanah itu juga melihat Tri yang ketakutan bukan main.


Saat ini Tri bahkan sudah seperti orang gila dan tak bisa mencerna apa yang ia lihat.


Melihat Adrian yang berjalan mendekatinya, Tri langsung berteriak.


“Jangan mendekat...”


“Dasar monster, belum cukup kau membunuh ayahku?”


“Monster?...jika aku monster maka kalian apa?”


Adrian yang sadar ia di bawa ke sana hanya untuk di siksa dan di bunuh juga sebenarnya tak ingin melakukan hal ini di awal.


Semua ini terjadi karna memang sejak awal musuhnya tak ingin berunding dan hanya ingin ia mati.


Bahkan janji untuk tak mengaggangu orangtuanya di ingkari sejak awal. Lalu Tri dan Satria juga ada di sana.


Jika bukan untuk menyiksa dan membunuhnya, maka untuk apa dua orang yang di penuhi dendam itu ada di sana.


Dari pada harus menjadi korban para bajingan yang menipunya, lebih baik ia sendiri yang membunuh dan membantai mereka semua.


Adrian yang berjalan ke arah Tri langsung mendekat dan berbisik padanya.


“Cepat hubungi kakakmu...”


Di beri perintah, Tri yang ketakutan langsung menghubungi sang kakak sulung alias Eka.

__ADS_1


Sambil berusaha tetap tenang, ia menelepon sang kakak dan panggilannya pun di jawab.


“Kak...Kakak tolong aku...”


Mendengar rengekan dari sang adik di telpon, Eka yang ada di Colombia langsung panik dan berteriak.


“Hoi...apa yang terjadi di sana?...bukannya kau sedang ada di sana karna ingin balas dendam sendiri?”


“Tri, apa yang terjadi?...”


Eka yang tau Adrian sudah tak di lindungi lagi oleh Luca juga sengaja mengirim adik bungsunya yang memang dendam kusumat pada Adrian.


Sang adik yang merasa bersalah karna semua tragedi terjadi karna perselisihannya memang berniat membunuh Adrian saat itu.


Eka yang juga kenal dengan keluarga Sebastian sudah menyusun rencana pengeksekusian Adrian dan setelah Adrian, Luca akan menjadi target selanjutnya.


“Tri...jawab aku, apa yang terjadi di sana?”


Sambil terus berteriak mengkhawatirkan adik bungsunya, suara seseorang yang ia kenal alias Adrian terdengar di telfon.


“Apa kau mengirim adik kecilmu ini untuk membunuhku?”


Mendengar suara Adrian, Eka langsung marah besar dan mengancamnya.


“Bocah bodoh, kau pikir kau sedang berhadapan dengan siapa ha...jika kau sampai.”


“Sampai apa?...melukai Adik pengecutmu ini?”


“Hari ini aku akhirnya belajar satu hal dari para bajingan sepertimu, orang seperti kalian tak bisa memegang janjinya dan aku tak akan berbelas kasih lagi.”


“Dasar bajingan kecil...jika kau berani macam macam aku sendiri yang akan datang dan...”


“Dooorrrr.....”


Belum sempat Eka menyelesaikan ucapannya, suara pistol terdengar nyaring dari telfon miliknya.


Mendengar itu, Eka menjadi terdiam dan terlihat sangat marah.


“Selamat...hari ini kau harus kehilangan adik kesayanganmu karna kau tak menepati janjimu.”


“Dasar bajingan, aku berjanji akan datang ke sana lalu membunuhmu dan seluruh keluargamu secara langsung.”


“Tak perlu...aku sendiri yag akan datang ke tempatmu dan membunuhmu, jadi sampai saat itu tiba...bersenang senanglah...”




Akhirnya panggilan berakhir...



Adrian yang menembak Tri terlihat hanya diam saja sambil sedikit tersenyum.



Dari wajahnya yang biasa saja tak terlihat sedikit pun tanda-tanda penyesalan. Bahkan perasaan aneh yang teramat menyenangkan memenuhi pikiran dan tubuhnya saat ini.



First Blood, darah pertama yang ia keluarkan adalah darah dari teman masa kecilnya.



Hari itu, untuk pertama kalinya, Adrian membunuh seseorang.


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2