System Of Sea

System Of Sea
Kepribadian Ganda


__ADS_3

Adrian yang melihat Evan sangat ramah dan tersenyum kepadanya juga ikutan tersenyum.


Meskipun ia masih sedikit bingung, tapi kalau musuhnya sangat ramah ia pun juga bisa ramah.


“Begitu ya, salam kenal juga namaku Adrian Devano, aku adalah pemimpin sindikat Seven Seas.”


“Hooo...Seven Seas ya, nama yang lumayan keren.”


“Nama kelompokmu juga sama kerennya kok.”


“Hehehe...makasih, sepertinya kita memiliki selera yang sama.”


Adrian yang melihat tingkah baik Evan juga merasa sedikit lega.


Mungkin ia sudah siap berperang tapi kalau itu semua masih bisa di bicarakan baik-baik maka Adrian akan dengan senang hati melakukannya.


“Bagaimana kalau kita duduk dulu.”


“Benar juga, kau pasti terkejut ya aku datang secara tiba-tiba.”


“Tidak kok, aku bahkan sudah menunggumu.”


Sambil berjalan ke salah satu meja yang ada di sana, Adrian yang tak merasakan sedikitpun niat membunuh dari Evan juga sedikit lega.


Kini dua pemimpin dari masing-masing kelompok duduk bersama sedangkan anggota mereka hanya diam saja seperti siap menerima perintah dari bos mereka.


“Evan, apa kamu mau makanan atau minuman?”


“Hemmm, aku suka makanan dan minuman yang manis-manis apa ada?”


“Tentu saja.”


Lalu Adrian yang ingin berdamai juga langsung membeli dan memberikan makanan dan minuman manis terbaik dari toko Sea.


Secara cepat ia memunculkan makanan mewah ala bangsawan kuno di atas meja.


Semua makanan dan minuman manis yang terlihat sangat menggoda muncul seperti sulap.


Evan yang melihat itu menjadi sangat senang dan tersenyum seperti bocah polos yang tak tahan lagi.


“Apa boleh ku makan?”


“Tentu saja, semua ini khusus untukmu.”


“Hehehe, terima kasih kawan...kalau begitu aku makan ya.”


Saat mencoba sebuah makanan aneh di hadapannya, wajah Evan yang memakan makanan itu menjadi seperti orang bodoh dan tersenyum lebar.


Seperti anak kecil yang mendapatkan makanan manis, ia terseyum cerah sambil menyantap semua makanan yang ada.


Adrian yang melihat itu hanya tersenyum dan berharap bisa berdamai dengan kelompok itu.


Meskipun masih ada rasa kekhawatiran di hatinya kalau pria itu sedang bersandiwara, tapi karna tujuan awalnya ingin damai, Adrian hanya bisa fokus pada itu.


Setelah menghabiskan semua makanannya, Evan terlihat sangat senang.


Dari wajah cerahnya juga terlihat ia sangat puas dan menikmati itu. Adrian yang sudah menunggu momen itu langsung berbicara.

__ADS_1


“Bagaimana Evan apa kau suka?”


“Sialan, ini makanan manis terbaik yang pernah ku makan.”


“Hehehe, kalau begitu apa sekarang kita bisa membahas masalah utama sampai membuatmu datang kemari?”


“Benar juga ya, aku hampir saja lupa tujuanku datang ke sini, hahaha."


Setelah berbicara dan tertawa seperti itu, Evan yang kekenyangan tiba-tiba saja menguap dan seperti  ingin tidur di hadapan Adrian.


Adrian yang melihat wajah polos itu sangat mengantuk dan ingin tidur juga bingung dan bertanya kembali.


“Evan, jadi bagaimana, apa kau mau berdamai denganku?”


“Damai...damai apa?”


“Huh, bukankah kau kemari karna menerima permintaan maaf dariku, apa kau sudah lupa?”


“Ohh iya, hampir aja lupa...tapi kita bahas itu nanti, sekarang aku sangat mengantuk dan ingin tidur da...hu...lu...”


Setelah berbicara seperti itu, Evan benar-benar tertidur. Semua aura gelap yang menyelimuti tempat itu juga menghilang saat bocah yang terlihat sangat polos itu tertidur.


Saat bos mereka tertidur, beberapa anggotanya yang ada di sana sedikit tertawa dan tersenyum.


Adrian yang melihat dan mendengar itu di buat penasaran. Seperti di permainkan, ia merasa ada yang aneh dengan pria yang ada di hadapannya.


Anggota Sea Army yang melihat itu juga di buat jengkel dan kesal. Squalo yang sudah tak tahan melihat tingkah aneh Evan langsung berbicara.


“Bos, anak itu sedikit aneh, sebaiknya kita bunuh saja dia selagi masih tidur.”


Sangat mudah bagi Adrian untuk membunuh bocah kecil yang tertidur di hadapannya saat ini.


Tapi melihat anggota BaneHallow lainnya seperti cuek dan diam saja bos mereka tidur di hadapan musuh membuat Adrian tak bertindak gegabah.


Setelah menunggu hingga beberapa menit, Adrian yang jengkel akhirnya berdiri dan bertanya pada orang-orang yang ada di belakang Evan.


“Apa anak ini memang pemimpin kalian?”


Mendengar ucapan Adrian, orang-orang itu hanya diam saja dan tak ada yang berbicara.


Karna di cuekin Adrian bertanya sekali lagi. Kali ini Adrian berbicara agak keras karna merasa di permainkan.


“Sebenarnya apa tujuan kalian datang ke sini, siapa pria aneh ini?"


Akhirnya dari pihak musuh ada yang berbicara dengan pelan dan memperingatkan Adrian yang berteriak dari sana.


Ia adalah seorang wanita yang terlihat sangat cantik dengan tubuh memukau.


“Sebaiknya jangan berisik dan tunggu saja sampai bos bangun dengan sendirinya atau anda akan menyesalinya nanti.”


Adrian yang di suruh menunggu bocah yang sedang tertidur di hadapannya bangun lalu duduk kembali sambil melipatkan tangannya.


Ia yang ingin damai seperti di tes dan sedang di uji kesabarannya.


“Baiklah sialan, jika kau mau menguji kesabaranku akan ku ikuti kemauanmu.”


Sambil duduk dan bersantai, Adrian menunggu Evan yang tertidur di hadapannya sampai bangun sendiri.

__ADS_1


Beberapa Sea Army yang bosan dan tak merasakan niat membunuh dari semua musuh juga terlihat santai tapi juga tetap waspada.


Setelah menunggu hingga dua jam, Adrian yang tak tahan lagi langsung berdiri.


Satu hal yang paling di bencinya di dunia adalah menunggu dan karna hal itu membuat Adrian marah.


“Sialan, sudah cukup.”


“Jika ia tak bangun juga maka bawa dia pergi dari sini sebelum aku membunuhnya.”


Anggota BaneHallow yang mendengar ucapan Adrian yang kesal menunggu juga hanya diam saja.


Beberapa dari mereka ada yang main hp bahkan ada yang bermain judi dan bermain kartu.


Adrian yang di cuekin dan sudah pada puncak kekesalannya langsung berjalan mendekati Evan dan berniat membangunkannya dengan paksa.


Sambil berjalan mendekati Evan, Adrian yang melihat anggota BaneHallow seperti tak peduli akhirnya membangunkan bocah kecil itu.


“Woi...bangun.”


“Evan bangunlah, buka matamu.”


Evan yang di bangunkan tetap saja tertidur dan tak bangun-bangun. Setelah melahap makanan manis yang sangat banyak ia seperti berhibenasi dan tertidur pulas.


Adrian yang makin kesal kini membangunkan Evan sambil menggerakkan badannya.


“Woi bangun.”


Saat di ganggu, Evan yang akhirnya tersadar kembali langsung menatap Adrian dengan tajam. Adrian yang akhirnya melihat Evan bangun kembali menjadi lega.


“Huh, akhirnya bangun juga apa tidurmu nyenyak?”


Tapi bukannya menjawab Adrian, Evan yang ekspresi wajahnya berubah langsung menyerang Adrian saat itu.


Sebuah energi hitam langsung menyerang dan menerbangkan Adrian sejauh beberapa meter.


Adrian yang melihat sikap dan prilaku Evan berubah drastis di buat kaget dan bingung.


Pria ramah itu kini seperti orang yang berbeda saja dan memiliki kepribadian ganda.


Anggota Sea Army yang melihat Adrian di serang langsung bersiap menyerang balik.


Tapi belum sempat mereka menyerang, Adrian yang ingin berbicara dahulu dengan Evan menghetikan mereka.


“Berhenti...”


Adrian yang di serang oleh kekuatan aneh kini berdiri kembali. Dari sana Adrian bisa melihat Evan yang bangun tapi seperti menjadi orang yang berbeda.


Seluruh anggota BaneHallow yang saat itu bersantai juga langsung bersujud di hadapan Evan yang bangun kembali.


Dari wajah mereka yang tersenyum Adrian bisa tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2