
Kelas 3 C yang memang lebih kompak langsung membuat adik kelasnya kesusahan.
Tarikan kuat dari Boby dan kawan kawan membuat perbedaan besar akan kekuatan terlihat di sana.
Bahkan Reza yang memiliki badan besar seperti badak saja di buat terseret dan dengan mudah kelas Adrian memenangkan pertandingan pertama.
“Yes...menang.”
“Easy boys...”
Setelah memastikan kemenangan mereka, Adrian dan teman temanya beristirahat sambil menyaksikan kelas lainnya bertanding.
Saat ini kelas David yaitu kelas 3 D yang memang berisikan para brandalan akan melawan kelas 3 B.
Dari postur saja sudah terlihat perbedaan jauh. Tapi di lomba ini kekuatan bukanlah segalanya dan celah itu masih bisa di imbangi dengan kekompakan dan teknik menarik yang baik dan benar.
“Oke kita lanjut ke pertandingan selanjutnya, semua murid harap bersiap.”
“Tiga.”
“Dua.”
“Satu."
~~ Pritt ~~
Sesaat peluit di tiupkan, saat itu juga kelas 3 D dengan keganasannya mulai mendominasi.
“Hooo,haaa,hooo,haaa.”
“Hooo,haaa,hooo,haaa.”
“Hooo,haaa,hooo,haaa.”
Teriakan dan kekuatan yang solit dari kelas 3 D membuat kelas 3 B yang di pimpin oleh jamal kesusahan.
Di hadapan David dan para brandalan, kelas 3 B bagaikan kucing kecil melawan anjing liar.
Sangat mudah bagi mereka yang bertubuh besar dan sangar menarik tali tambang dan menyeret kelas 3 B.
Di hadapan para brandalan yang memang selalu ganas di lomba tarik tambang, Jamal dan kelas 3 B tak berkutik dan kalah dengan telak.
Kekuatan yang murni dari sepuluh orang bertubuh besar itu sukses membuat acara makin meriah.
“Hahaha, gak imbang coy.”
“Gila sih anak 3 D kalo soal adu kekuaan.”
“Cih dasar amatiran, tetep aja mereka akan kalah melawan kelas 3 A yang lebih kompak dan ganteng.”
“Apasih nyambung aja.” Ucap para penonton.
Memang kalo soal kekuatan murni kelas 3 D yang berisikan para brandalan bar-bar lebih di untungkan.
Tapi balik lagi, di lomba ini kekuatan bukanlah segalanya.
Bahkan sudah dua tahun ini kelas 3 D tetap tak bisa mengalahkan kelas 3 A yang mana memiliki teknik dan kerjasama yang sangat solid.
Di tambah kekuatan mereka yang merata membuat di final pertarungan antar kelas ini selalu menjadi tontonan menarik.
Tapi kali ini akan berbeda, babang Adrian akan mengukir sejarah baru dan menghancurkan mereka semua.
Setelah pertarungan yang melelahkan, akhirnya empat besar sudah terpilih.
Kelas Adrian kini akan melawan kelas David yaitu kelas 3 D. Sedangkan kelas 3 A yang di pimpin Calvin akan melawan kelas 2 B.
Setelah di posisi masing masing, pak Joko yang merupakan guru matematika langsung mendekat dan memegang tali tambang.
__ADS_1
“Oke...ambil posisi dulu.”
“Siap ya...”
“Tiga.”
“Dua.”
“Satu.”
~~ Prittt ~~
Adrian yang berada di paling belakang barisan saat itu juga langsung merasakan tarikan kuat dari kelas 3 D.
Melawan David dan para brandalan memang sedikit menyulitkan. Di awal awal nampak kedua kelas itu saling adu kekuatan dan seimbang.
“Hooo,haaa,hooo,haaa.”
“Hooo,haaa,hooo,haaa.”
“Hooo,haaa,hooo,haaa.”
Tapi teriakan dari kelas 3 D yang sangat kuat dan menakutkan membuat sebagian teman kelas Adrian tak seimbang dan terjatuh.
Di momen singkat itu David dan pasukan barbarnya langsung menarik tali tambnag dengan kuat.
Kuatnya tarikan membuat semua orang terjatuh. Bahkan Adrian yang berdiri kokoh di belakang saja di buat kesusahan.
Bukan hanya melawan sepuluh orang, teman temanya yang tak seimbang dan terjatuh membuat Adrian harus bekerja ekstra.
Di hadapan sepuluh pria prima yang masih dalam puncak kekuatannya membuat seorang Adrian juga kesulitan.
Di tambah posisi mereka yang sudah acak acakan membuat kelas Adrian makin lama makin terseret.
Boby yang ada di depan saja saat ini sudah melayang layang dan secara perlahan kaki boby menyentuh garis pembatas sampai akhirnya kelas mereka kalah di ronde pertama.
Kelas yang paling tertinggal dalam bidang pelajaran itu memang hanya memiliki kelebihan di bidang fisik.
"Ahh...sial dikit lagi.”
“Susah emang kalo udah gak beraturan gini.”
“Ya mau gimana lagi, emang musuhnya kuat banget.”
David yang melihat sahabatnya kalah hanya tersenyum sambil meminta maaf. Tentu saja di lomba ini ia harus mendukung kelasnya.
Adrian pun sama, ia juga ingin kelasnya menang. Setidaknya untuk masa masa terakhir sekolahnya ia ingin kelasnya itu bisa memenangkan festival olahraga tahunan.
Karna strategi adu kekuatan kalah, Adrian yang memiliki rencana langsung mendekat ke arah Boby.
“Bob, coba aku yang di depan kali ini.”
“Ohhh, emangnya kamu punya rencana apa?”
“Gak ada, percuma pakai rencana kalo lawan orang kaya mereka...setidaknya kita tahan di awal awal biar posisi gak hancur.”
“Oke oke...aku juga gak kuat di depan, kali ini semuanya kamu yang urus deh.”
“Hemmm, bener tuh...kalo Adrian yang gede di depan mungkin akan ada perubahan.”
“Bener...kita coba ganti posisi dulu.”
Di babak final ini berbeda dengan babak sebelumnya. Di sini jika ingin menang harus mengalahkan musuh dengan skor 2-0.
Adrian dan kelasnya yang sudah beristirahat akhirnya memasuki lapangan pertandingan kembali.
Kini dua sahabat itu berada di posisi paling depan. Adrian dari kelas 3 C dan David dari kelas 3 D.
__ADS_1
“Tan...jangan marah ya kalo kalah?”
“Hehehe, santai...pertandingan juga baru akan di mulai.”
“Oke semuanya ambil posisi masing masing.”
“Tiga.”
“Dua.”
“Satu.”
--Pritt--
Ronde ke dua pun di mulai.
David dan para berandalan dari kelas 3 D langsung menggunakan taktik dan cara yang sama.
Mereka menggunakan kekuatan kasar sebagai senjata dan menarik sekuat tenaga.
Tapi mau apapun yang mereka lakukan kali ini tali tambang tak bergerak sedikitpun.
Adrian dengan badan besarnya bagaikan terumbu karang yang sangat kuat dan keras menahan tarikan mereka semua.
“Hooo,haaa,hooo,haaa.”
“Hooo,haaa,hooo,haaa.”
“Hooo,haaa,hooo,haaa.”
Teriakan dan intimidasi dari kelas 3 D juga seperti tak bekerja. Kali ini untuk pertama kalinya tali mereka di tarik dan membuat semua orang bersorak.
Kehebohan dari para penonton yang melihat pertandingan seru itu membuat ketegangan makin memuncak.
“Sialan...kok gak ke tarik.”
“Woi tarik yang bener.”
“Udah nyet, emang kuat banget gak kayak di awal tadi.”
“Waduh jangan bilang karna Adrian doang kita jadi gak bisa narik kayak tadi.”
Karna tali tambang yang tak bergerak membuat David dan teman temanya kebingungan.
Di ronde awal saja mereka bisa menang dengan mudah. Tapi kali ini entah mengapa Adrian yang ada di depan seperti menjadi momok mengerikan yang membuat mereka kebingungan.
Setelah beberapa menit hanya adu kekuatan, Adrian yang melihat David dan pasukannya sudah hampir pada batas mereka mulai berteriak.
“Sekarang...”
Secara perlahan Adrian dan teman temannya menarik tali tambang. Kini giliran kelas mereka yang mendominasi dan membuat musuhnya kebingungan.
David dan pasukan barbarnya juga berusaha menarik sekuat tenaga. Sangking kuatnya mereka menarik pasir dan tanah tempat berpijak sampai hancur dan terlhat rusak.
“Terus...tarik pelan pelan.” Ucap Adrian sambil memberikan arahan pada teman temannya yang ada di belakang.
Secara perlahan tapi pasti, kini David dan kelas 3 D di tarik secara mengejutkan sampai akhirnya David tak sengaja menginjak garis pembatas.
~~ Prittt ~~
“Pemenangnya kelas 3 C.”
Setelah peluit tanda menang di tiup, Adrian yang melepaskan tali langsung membuat semua orang terjatuh.
Karna hal itu juga semua orang tertawa dan suasana menjadi semakin heboh.
__ADS_1