System Of Sea

System Of Sea
Cano Sang Petinju Handal


__ADS_3

Beberapa saat sebelum anak panah suci milik Arcier di lepaskan ke atas langit...


Cano yang menghindari benturan dari tanah yang di angkat langsung di kepung dan di serang oleh empat orang anggota BaneHallow.


Yang pertama ada Reinar. Ia adalah pemimpin Divisi 2 BaneHallow. Perawakannya sangat sangar dan bertubuh besar.


Ia menerjang ke arah Cano dan langsung beradu pukulan dengan Cano di udara.


“BOOOMMM...”


Dua pukulan kuat dari dua monster besar di udara saling bertabrakan dan Cano yang tinju kuatnya dapat di hentikan sedikit terkejut.


Belum lagi ada dua pria lainnya dan satu orang wanita yang juga ikut mengepung dan menyerangnya dari jauh.


Orang kedua yang menyerang Cano saat masih di udara adalah Flan, ia adalah gadis cantik bertubuh kecil seperti anak SD. Wajahnya imut dan sangat cantik seperti boneka.


Dengan kekuatan anehnya, Cano di buat sulit bergerak dan melihat. Seperti ada Aura aneh yang memperlambatnya, Cano yang sadar musuh menggunakan kekuatan aneh untuk memojokkannya juga langsung serius dan memasuki mode bertarung.


Kini seluruh tubuhnya di selimuti Aura putih kuat dan mengerikan.


Saat seorang lagi dari musuh juga ikut menyerang, Cano yang penglihatan dan pergerakannya di batasi menggunakan semua kemampuannya.


Dengan Sense tinggi miliknya yang sudah di luar nalar, tembakan dari pistol aneh milik musuh di hindari dan sesaat ia menginjak tanah, Cano langsung menerjang dan membunuh seorang musuh dengan cepat.


“Matilah...”


“Sreeettt...Boomm.”


Serangan pistol kecil yang dapat menghasilkan energi ledak besar di hindari dengan mudah dan dengan kecepatan loncatannya, Cano menerjang ke arah suara orang itu.


“Apa...bagaimana kau menghin...”


“Dabooommm.”


Tinju kuat Cano langsung menerbangkan seorang anggota BaneHallow dari divisi 2 bernama Jets dan menghancurkan tubuhnya berkeping-keping.


Jets yang terkenal dengan kemampuan menembakkan pistol dengan daya ledak seperti bazoka mati dengan cepat bagai serangga.


Di hadapan sang petinju handal, suara sedikit saja sudah cukup baginya untuk melompat dengan kaki besar dan kuatnya ke arah musuh dan membunuhnya dengan cepat.


Seorang pria lainnya bernama Erick Kazama. Ia adalah salah satu bagian dari Divisi Elite BaneHallow.


Tubuhnya kecil dan biasa saja, rambutnya hijau dan matanya orange cerah. Ia yang melihat kekuatan mengerikan Cano juga hampir tak percaya.

__ADS_1


Pergerakan sangat cepat bagai suara itu langsung membunuh salah satu rekan mereka.


Bahkan Erick yang merupakan salah satu Komandan Elements tak sempat mengikuti pergerakan Cano dan melindungi temannya yang hancur lebur.


Reinar yang melihat Cano membunuh Jets dengan sangat mudah langsung tau kekuatan sebenarnya dari pria yang sudah sejak lama mereka awasi itu.


Memang menurut informasi yang di dapat kekuatan tinju dari tangannya sangat hebat. Tapi kalau kecepatannya itu sama sekali tak terprediksi.


“Hoi...hoi...serius ini, bagaimana bisa dia bergerak secepat itu.” ucap Reinar dalam hati.


Cano yang tak bisa melihat juga makin menguatkan Sense tinggi miliknya. kini ia merasakan tiga detak jantung dan hawa keberadaan musuh di dekatnya.


Ia yang tau lokasi musuh dengan kekuatan aneh yang menghalangi pandangannya langsung mengambil ancang-ancang melompat dan dengan kekuatan lompatannya, tubuhnya bergerak bagai kilat dan mengarah pada gadis muda bernama Flan.


Flan yang terkejut kekuatan miliknya tak berdaya bagaikan sampah di hadapan monster bernama Cano hanya bisa termenung dan tak bisa bergerak sedikitpun.


Untungnya saat itu tunju besar dan kuat milik Cano tepat berhenti di hadapannya.


“Haa...haaaa.”


Flan yang melihat Cano di hentikan oleh Erick menggunakan kekuatan tanaman miliknya masih sedikit syok dan tak menyangka.


Erick yang melihat Flan sedikit ketakutan memanggilnya dan menyuruhnya mendekat.


Flan yang mendengar panggilan Erick langsung berlari dan mendekatinya. Kini gadis mungil itu terlihat pucat dan berlari ke arah Erick.


“Erick...tolong aku, monster itu benar-benar mengerikan.”


“Tenang saja, selama di dekatku kau akan aman.”


Cano yang terperangkap oleh tanaman merambat aneh juga langsung menguatkan semua ototnya dan dengan kekuatan besarnya, tanaman keras seperti batu yang mengikatnya bagai penjara mulai hancur.


Reinar yang melihat kesempatan emas tak menyia-nyiakan itu dan langsung menerjang ke arah Cano.


Tubuh besar dan berotot Reinar tiba-tiba berubah dan menguat seperti besi dan dengan kecepatannya ia memukul Cano yang terperangkap.


“Rasakan ini...Steel Punch.”


“Booommm.”


Tinju hebat sekuat besi mengenai telak kepala Cano dan mementalkannya berpuluh-puluh meter. Tiap bangunan yang mengenai tubuhnya hancur dan roboh.


Seperti menabrak baja kuat, semuanya bolong dan hancur berkeping-keping.  Reinar yang melihat Cano terpental jauh juga langsung mendekat ke arah Erick.

__ADS_1


“Huh, sepertinya infromasi yang kita terima tak seutuhnya benar, kecepatan monster itu sangat mengerikan.”


“Ya aku tau itu, karna itu jugalah kita semua datang ke sini bukan, jika musuh tak kuat maka tak mungkin Bos akan membawa full Squad BaneHallow ke tempat kecil ini.”


Erick yang sudah tau kehebatan musuh dari informasi yang di dapat hanya dapat menyimpulkan satu hal. Monster, hanya itu yang bisa ia simpulkan dari informasi yang di dapat.


Rin yang sempat bertarung dengan dua dari anggota Seven Seas juga masih sangat ketakutan saat kembali ke markas mereka.


Wanita yang biasanya sangat tenang dan kalem itu terlihat pucat saat menceritakan kengerian dari dua monster yang ia lawan saat di Amerika.


Karna itu jugalah kelompok BaneHallow tak bertindak gegabah saat bos mereka belum kembali dan mengumpulkan semua informasi yang ada dari musuh sampai akhirnya bos mereka datang.


Reinar yang melihat Cano menerima serangan telak darinya juga sangat yakin jika ia sudah mati.


Tak mungkin ada yang bisa bertahan dari serangan super kuat seperti itu. Tapi karena musuhya bukan manusia alias monster, Reinar jadi sedikit bimbang.


“Apa menurutmu dia sudah mati rik?”


“Entahlah, yang jelas dia sangat kuat dan kita harus waspada.”


Sambil tetap berkumpul. Erick, Reinar dan Flan menatap ke arah Cano yang terpental dan secara mengejutkan mereka melihat Cano kembali dan tak terluka sama sekali.


Erick yang melihat itu tersenyum dan akhirnya turun tangan langsung.


“Flan, tetap di sini dan jangan keluar dari sangkar.”


Saat Erick berkata seperti itu, tanaman merambat yang sangat aneh membentuk sangkar burung dan melindungi Flan yang ada di dalamnya.


Reinar yang melihat akhirnya Erick the Devil Forest turun tangan secara langsung tersenyum tipis dan mengikutinya dari belakang dan berbicara.


“Sepertinya tempat ini akan berubah menjadi hutan lebat sebentar lagi.”


“Tetap waspada Reinar, musuh kita kali ini berbeda.”


“Aku tau itu...karna itulah ayo kita bersenang-senang.”


Cano yang sudah tau kemampuan musuh langsung mendatangi mereka. Kini tiga pria dari kubu yang berbeda berjalan makin mendekat.


Cano yang tak ingin berlama-lama menghadapi musuh di depannya karna ingin membantu Adrian dan yang lainnya langsung menerjang dan menyerang.


Erick yang melihat itu berjalan sambil mengangkat kedua tangannya. Saat kedua tangannya di angkat, tempat itu berubah menjadi hijau dan pohon serta lumut aneh langsung memenuhi seisi tempat.


Reinar yang berada di sampingnya juga berubah ke mode tempur dan saat ini seluruh tubuhnya sudah berubah menjadi keras seperti besi.

__ADS_1


__ADS_2