
Saat ke tujuh batu Eksotic berhenti di sebuah terumbu karang besar dan menyeramkan, Adrian yang mengikuti langsung merasakan perasaan aneh di hatinya.
Seperti ada yang mengawasi, tapi ia sama sekali tak dapat merasakan keberadaan musuh sama sekali.
“Apa-apaan karang besar dan tua ini...ia seperti menatapku."
Adrian yang sudah sampai di sana juga mau tak mau akhirnya memasuki goa aneh yang ada di tengah-tengah karang besar tersebut.
Goa itu sangat gelap dan luas. Lalu dari dalam goa itu Adrian bisa merasakan energi aneh yang membuatnya waspada.
Sambil mengikuti ke tujuh permata, Adrian akhirnya sampai ke ujung goa yang di penuhi lumut dan hewan kecil aneh.
Saat Adrian datang, semua hewan langsung berlarian dan di hadapan Adrian kini sebuah jalan buntu menghentikan langkah kakinya.
“Buntu...Sea, apa ada pintu rahasia di sini?”
[Seperti yang tuan pikirkan, coba rasakan dengan kekuatan tuan dan temukan pintu rahasia yang tersembunyi di sini]
Sambil menguatkan semua indra dan kekuatannya, Adrian akhirnya menemukan sebuah pintu besar yang tepat berada di hadapannya.
Pintu itu seperti tak bisa di lihat sembarangan dan di lapisi oleh energi unik yang membuatnya tersembunyi.
“Hoooo, jadi begitu.”
Adrian yang melihat pintu tua dan kuno dengan tujuh ukiran yang sama persis dengan bentuk tujuh permata Eksotic langsung paham apa yang harus ia lakukan.
Dengan cepat Adrian menempelkan ke tujuh permata di masing-masing cela dan seketika itu juga goa besar itu bergetar dan pintu besar di hadapan Adrian terbuka.
Saat pintu itu terbuka, sebuah portal bercahaya terlihat jelas di hadapan Adrian.
“Jadi begitu, Sea apa yang ada di balik pintu ini?”
[Bukankah tuan akan tau setelah memasukinya]
“Hemmm...kamu ini sangat pelit informasi ya.”
Setelah mengambil kembali tujuh permata Eksotic, Adrian yang sudah membulatkan tekatnya langsung masuk ke dalam portal dan secara cepat ia di pindahkan ke tempat lain.
Saat berpindah, Adrian yang awalnya berada di dasar laut di buat kaget bukan kepalang.
Saat ini ia berada di dunia lain seperti negeri dongeng. Pohon hijau, awan hijau muda, udara segar dan tujuh matahari yang membentuk pola melingkar dengan tujuh warna terlihat jelas di atasnya.
Melihat keindahan di hadapannya, Adrian hanya bisa takjub dan mulai berjalan.
“Hebat...tempat apa ini Sea?”
[Ini adalah negeri Solon yang berada di Underworld tuan]
“Negeri Solon?...Underworld?...apa maksudnya itu?”
[Seperti yang Sea katakan, ini adalah salah satu kerajaan bawah laut yang ada di Underworld]
__ADS_1
“Begitu ya...sepertinya aku harus mencari informasi tambahan sendiri."
Karna Sea sangat pelit soal informasi alias hanya mengatakan dan memberikan informasi secukupnya, Adrian yang tiba di sana akhirnya berjalan ke arah titik merah yang ada di map.
Ia yang berada di tempat asing masih sedikit bingung. Sambil berjalan, suara aneh mulai terdengar di depannya dan Adrian yang mendengar itu langsung datang melihat.
Saat sampai, seekor Pinguin berwarna hijau cerah yang sedikit aneh dan berbeda dengan yang ada di dunia kita sedang di kepung oleh monster lumut hijau yang menyeramkan.
“Hqwk adkad asdkadk.”
Saat melihat Pinguin itu, Misi dari Sea tiba-tiba aktif.
[Selamat tuan mendapatkan Misi Khusus]
[Selamatkan anak Pinguin Hordi di hadapan tuan, hadiah 300.000 Poin Sistem]
Melihat Pinguin itu seperti meminta pertolongan, Adrian yang mendapatkan misi akhirnya menolongnya.
Dengan gerakan cepat dan lincah, Adrian mulai menghindari satu persatu monster lumut super lengket yang ada di sana.
Sambil berlari ia juga meraih badan Pinguin kecil yang terlihat terluka di bagian kaki dan sayap.
“Adad ad ad adaf.”
Saat berhasil menyelamatkan dan membawa Pinguin kecil itu ke tempat aman, misi khusus langsung selesai.
[Selamat tuan berhasil menyelesaikan misi khusus]
Setelah di tolong, Pinguin itu berbicara kembali kepada Adrian.
“Asdasd sasd asdad.”
Karna bingung dan tak bisa mengerti apa yang Pinguin kecil itu katakan, Adrian yang paham sudah waktunya ia membeli salah satu item penting di toko Sea langsung membelinya.
“Sea, belikan aku Pil FC-556 yang ada di toko.”
[Perintah di terima, membeli Pil FC-556 dengan harga 5.000.000 Poin Sistem]
[Selamat tuan mendapatkan Pil- FC-556]
{Pil FC-556, Pil ajaib yang berisi ramuan khusus dari seluruh lautan. Dengan sekali konsumsi maka dapat mengerti dan berbicara dengan segala macam bahasa mahkluk di laut}
Setelah membeli dan menelan pil ajaib tersebut, Adrian yang sudah membawa Pinguin kecil itu ke atas bukit langsung bisa mengerti apa yang Pinguin itu katakan.
“Sekali lagi terima kasih sudah menyelamatkan saya tuan.”
Saat mendengar suara imut dan lucu dari Pinguin kecil itu, Adrian hanya tersenyum dan balik berbicara.
“Sama-sama dan kenapa kau bisa terjebak di sana?”
“Itu...sebenarnya saya ketiduran dan tertinggal oleh kelompok saya saat sedang berburu di danau tuan.”
__ADS_1
“Hahahaha, kau ini ceroboh sekali...”
Karna penasaran, Pinguin kecil yang baru pertama kali melihat sosok seperti Adrian langsung curiga kalau ia adalah Manusia.
Tapi karna sudah berhutang nyawa, Pinguin itu tak langsung lari dan bertanya kepada Adrian.
“Mohon maaf, tuan ini dari ras mana...kenapa terlihat seperti Manusia?”
“Manusia?...ya benar, yang kau lihat saat ini adalah Manusia, hehehe.”
Mendengar perkataan Adrian sambil cengengesan, Pinguin kecil itu terkejut dan terlihat sangat ketakutan.
Ia langsung mundur beberapa langkah sampai terjatuh. Dari wajah pucat dan paniknya Adrian sedikit bingung dan berbicara kembali.
“Kenapa...kenapa kau ketakutan?”
Bukannya menjawab pertanyaan Adrian, Pinguin itu langsung bersujud di hadapannya sambil memohon untuk tidak di makan.
Ia terlihat sangat ketakutan seperti melihat monster.
“Mohon maafkan saya tuan, tolong jangan makan saya...”
“Daging saya kecil dan tak enak...”
Adrian yang di perlakukan seperti monster yang haus akan darah menjadi sedikit kesal dan berbicara kembali.
“Hoi...tak ada yang akan memakanmu, dan kenapa kau ketakutan seperti melihat monster?”
“Huh...maaf tuan, saya tak bermaksud lancang...tapi menurut kabar yang beredar ras Manusia itu sangat kejam, brutal dan serakah...mereka akan memakan dan mengambil apa saja yang mereka mau.”
“Te...terima kasih sudah menyelamatkan saya tuan dan tolong jangan makan saya.” Kata Pinguin kecil itu sambil terus memohon di hadapan Adrian.
Adrian yang mendengar perkataan Pinguin itu juga tak bisa mengelak. Memang benar kalo Manusia adalah ras paling mengerikan di muka bumi.
Tapi mendengar itu dari hewan laut seperti Pinguin yang dapat berbicara membuat Adrian makin bingung.
“Huh...aku mengerti, angkat kepalamu karna aku tak akan memakanmu atau siapapun di sini.”
“Benarkah...apa tuan tak sedang menipuku?”
“Menipu?...apa aku terlihat seperti seorang penipu?”
“Mohon maaf tuan, tapi menurut leluhur saya Manusia itu tak bisa di percaya dan selalu berbohong.”
Adrian yang lagi-lagi tak bisa mengelak hanya bisa tepok jidad.
Semua yang di katakan pinguin kecil itu semuanya hampir benar.
********
__ADS_1