
Sesaat sebelum Adrian melarikan diri...
Adrian yang saat itu menyesali perbuatannya juga bingung harus berbuat apa.
Hanya dalam sekejap mata semuanya terjadi begitu saja, ia yang biasanya bersikap tenang dan tak pernah membalas atau bahkan tak pernah mengambil pusing setiap perbuatan Tri ntah kenapa menjadi berbeda semenjak memiliki Sea.
Tentu saja ia senang dengan kehadiran Sea di sisinya. Tapi di dalam lubuk hatinya ia juga merasakan ada sesuatu yang mulai berubah dari dirinya.
Setelah hanya duduk dan menenangkan dirinya di pos securty, seorang pria paruh baya yang Adrian kenal tiba tiba datang dengan terburu buru.
Saat melihat pak Yuda yang ternyata mendatanginya, Adrian langsung paham dengan situasi saat ini.
“Adrian...untung aja masih sempat, ayo cepat ikut om.”
“Om Yuda...kenapa om mau bantuin saya?”
“Udahlah kita bahas nanti, sekarang ikut om dulu...kalo kamu tetap di sini bisa di bunuh kamu sama Wijaya.”
Sadar kalau pak Yuda ternyata sudah tau kejahatan yang baru saja Adrian lakukan, ia akhirnya mengikuti pak Yuda dan meninggalkan pos securty.
“Ehh, mau di bawa kemana pak Yuda...saya di sur-.”
“Udah diem, kalo gak di selamatin nih anak bisa mati di bunuh bos Wijaya...kamu tau itukan.”
Setelah pergi meninggalakn pos securty, Adrian di bawa pak Yuda menggunakan mobil miliknya dan mereka langsung ngebut dan tanjam gas.
Di dalam perjalanan pak Yuda hanya diam saja dan tak banyak bicara. Adrian sendiri dapat melihat raut wajah khawatir dari pria bernama lengkap Yuda Erlangga tersebut.
“Saya mau di bawa kemana om?”
“Apa om gak mau nanya alasan saya ngehajar Tri?”
Sambil bertanya, Adrian melihat ke arah pak Yuda yang hanya fokus menyetir sambil ngebut.
Jujur Adrian saat ini benar benar merasa bersalah, ia yang tak seharusnya menghajar Tri sampai seperti itu juga sudah siap dengan semua konsekuensinya.
Sambil melihat jalan, pak Yuda akhirnya mulai menasehati Adrian.
“Kamu gak usah ngasih tau om alasannya.”
“Om tau kamu anak baik, tapi kebaikan orang itu juga ada batasnya dan hal yang paling om takutkan benar benar terjadi.”
“Maafkan Adrian om, waktu itu Adrian bener bener gak sadar dan...”
__ADS_1
“Iya, sekarang yang jelas kamu harus pergi dari kota Bluesky.”
“Om udah nyiapin kapal buat bawa kamu pergi ke jakarta malam ini juga.”
mendengar pak Yuda yang sangat baik padanya, Adrian hanya bisa terduduk lesu.
Ia sadar pak Yuda bahkan saat ini membahayakan dirinya sendiri untuk menyelamatkannya.
Siapa yang tak kenal keluarga Wijaya, keluarga yang baru baru ini usahanya makin berkembang pesat berkat sang anak sulung membuat keluarga itu makin mendominasi.
Di perjalanan juga Adrian mulai mengingat kembali kenangan lamanya tentang sosok Eka Wijaya Kusuma.
Anak sulung dari keluarga Wijaya itu memang terkenal sangat cerdas dan mudah bergaul dengan siapapun.
Saat Adrian masih kecil, ia juga sering bermain dengan Eka dan anak anak lainnya di kota Bluesky.
Tapi memang semenjak Eka meninggalkan kota Bluesky dan kabarnya bergabung dengan sindikat mafia, anak itu seperti berubah dan terlahir kembali.
Keluarganya yang awalnya miskin juga dalam beberapa tahun saja sudah berubah derastis berkat dirinya.
Dan hal yang paling Adrian ingat adalah sosok Eka yang sangat mengerikan ketika ada yang mengganggu keluarganya.
Ia ingat betul dulu ada nelayan lokal bernama Galih yang hilang di laut dan kabarnya di bunuh oleh Eka dan bawahannya.
Sambil mengenang masa lalunya, Adrian dan Pak Yuda akhirnya tiba di depan kantor nelayan kota Bluesky yang ada di pelabuhan.
“Cepet turun...kamu harus langsung kabur sebelum Wijaya nangkap kamu.”ucap Pak Yuda sambil berlari dan memasuki kantor nelayan.
Adrian yang kini dapat melihat ada banyak Nelayan yang sudah berjaga dan bersiap sambil memegang senjata seakan sudah siap perang merasa risau.
Ia yang sadar itu semua mereka lakukan untuk melindungi dirinya menjadi sangat bimbang.
“Adrian, ayo cepat masuk ke kapal.”
“Cepet yan, sebelum pak Wijaya dan anak buahnya datang.”
“Ayo buruan masuk, waktu kita gak banyak.” Ucap beberapa nelayan yang memang sudah Adrian kenal.
Dulu saat ia masih kecil, Adrian ingat sang ayah pernah menjabat sebagai kepala nelayan kota Bluesky. Keluaraga kecil dan sederhana itu sangat terkenal suka menolong orang lain.
Karna banyaknya jasa dan bantuan dari ayah Adrian dulu, hampir semua nelayan di kota itu sangat peduli padanya.
Mungkin Adrian tidak pernah tau dan sadar kalau ia selama ini selalu di perhatikan oleh teman teman ayahnya itu.
__ADS_1
Ia yang hidup menyendiri juga tak suka merepotan orang dan berusaha keras hidup mandiri. Karna watak dan sifatnya sangat persis seperti ayahnya, semua orang juga sepakat untuk tak mengganggu apa yang Adrian inginkan.
Tabi beda cerita ketika anak itu dalam bahaya seperti situasi kali ini.
Pak Yuda yang keluar kembali bersama seorang nelayan yang Adrian juga sudah kenal langsung mengajaknya untuk menaiki kapal.
“Yan, sekarang kamu ikutin pak Juna dan dia yang akan bawa kamu pergi dari sini pake kapalnya.”
“Yok langsung pergi...sebelum si Wijaya datang.” Ucap pak Juna yang juga terlihat sedikit ketakutan.
Sambil berjalan mengikuti pak Juna, Adrian dapat melihat para nelayan yang kebanyakan sudah tua itu seperti bersiap siap berperang untuk melindunginya.
Sadar dengan hal mengerikan yang bisa saja terjadi, Adrian mulai memutar otaknya.
Ia berpikir keras dalam situasi genting itu apa yang bisa ia lakukan tanpa harus bergantung pada para nelayan.
Adrian yang tidak bodoh juga sadar kalau satu satunya cara melawan kekerasan dan kekuasaan adalah dengan kekuatan yang sama kuatnya.
Lupakan tentang polisi karna polisi di kota Bluesky sudah terkenal bobrok dan mudah di suap.
Sambil memikirkan cara untuk keluar dari masalahnya, Adrian mulai membuka layar hologram.
Di bagian toko ia pernah melihat sebuah permata indah dari laut dengan harga 250.000 Poin sistem.
Sambil melihat keterangan permata itu, Adrian berbisik pada Sea.
“Sea, aku percaya padamu.”
Dengan sekuat tenaga, Adrian langsung berlari meninggalkan semua nelayan yang ada di sana.
Sambil berlari dan berteriak, ia mengatakan kalau ia bisa melindungi dirinya sendiri dan tak perlu mengkhawatirkanya lagi.
“Terimakasih semuanya...tapi aku akan memilih caraku sendiri.”
“Aku lahir di sini dan tak akan ada yang bisa mengusirku dari sini, termasuk keluarga Wijaya bajingan itu.”
Setelah berteriak, Adrian menancap gas dan dengan cepat kabur ke arah hutan.
Para nelayan yang kebingungan dan seakan tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi sambil mendengar perkatakan Adrian hanya bisa terdiam dan tak sempat mengejar anak muda itu karna larinya sangat cepat.
Di tambah lagi para anggota pak Wijaya yang akhirnya sampai di sana dan ketegangan pun langsung terjadi.
Sementara itu, Adrian yang lari sekuat tenaga langsung pergi menuju tempat paling tinggi dan paling mewah di kota Bluesky. Kediaman Salamanca Family.
__ADS_1