System Of Sea

System Of Sea
Harta Karun VOC


__ADS_3

Melihat tumpukan koin emas yang berserakan di dasar danau, Adrian di buat terkejut bukan main.


Di tambah ada banyak kotak tua aneh di sekitar tempat itu membuat Adrian makin penasaran.


Karna rasa penasarannya yang sudah memuncak, Adrian tanpa basa basi membuka salah satu kotak dan saat kotak tua yang sudah berkarat itu di buka, mata Adrian langsung terbelalak karna tumpukan emas batangan memenuhi seisi kotak.


“Bloooopp...blooppp...”


Sangking senangnya, Adrian sampai meminum beberapa air dari hidungnya.


Sadar ia menemukan harta karun, Adrian berenang ke atas permukaan dan langsung menghubungi Aspidochelone.


“As... Aspidochelone, apa kau bisa mendengarku?”


“Ada apa Rajaku?”


“Aku...aku menemukan harta karun di dasar danau ini, apa boleh aku memilikinya?”


“Hahahaha, ambil saja semuanya untukmu Raja, aku juga tak membutuhkan benda itu.”


Adrian yang mendapapatkan izin untuk memiliki semua harta itu langsung memanggil Manta.


Karna teriakan kencang Adrian, Manta yang sedang berenang manja langsung terbang dan mendatanginya.


“Ada apa bos?”


“Hehehe, Manta...bantu aku mengangkat beberapa peti emas yang ada di bawah danau ini.”


“Baik bos.”


Dengan cepat ke dua orang itu terjun dan meluncur bagai roket ke dasar danau.


Adrian di bantu Manta langsung memindahkan semua peti berkarat itu ke atas permukaan.


Karna banyakya peti, dari siang sampai sore mereka tak henti hentinya memindahkan semua harta yang ada di sana.


“Hahaha, Gila...ini jauh lebih banyak dari yang ku duga.”


Sambil menghitung peti yang ada di sana, Manta yang membawa kotak terakhir langsung meletakkan kotak persegi sebesar 1x1 meter itu ke tumpukan kotak lainnya.


“Ini yang terakhir bos.”


“Apa yang berserakan di pasir sudah kau kumpulkan?”


“Belum bos, apa perlu ku kumpulkan juga?”


“Iya lakukan dengan cepat dan jangan menyisakan satupun.”

__ADS_1


“Baik bos.”


Manta yang menerima perintah dari Adrian langsung menuruti keinginan bos besarnya itu dan terjun kembali ke dasar danau.


Sedangkan Adrian saat ini sibuk mengitung jumlah kotak harta yang berhasil ia dapatkan.


“356, 357...Gila, 357 kotak berisikan koin dan emas batangan.”


Adrian yang penasaran langsung mengambil salah satu emas batangan dari salah satu kotak.


Dari tulisan yang ada di emas batangan itu Adrian langsung tau kalau harta yang ada di sana adalah peninggalan dari perusahaan terkaya di dunia yaiu VOC.


Tulisan unik dan lambang khas yang Adrian ketahui itu membuatnya bertanya tanya kenapa harta sebanyak ini sampai ada di dasar danau.


Karna pensaran, Adrian bertanya pada si kura-kura raksasa.


“Aspidochelone, apakah kau ingat dari mana harta berharga ini berasal?”


“Heeemmm...dari mana ya...”


“Ada banyak sekali manusia yang pernah singgah di tubuhku, tapi seingatku ratusan tahun yang lalu ada beberapa kapal yang memang dengan sengaja menyimpan sesuatu di dalam danau...mungkin ini adalah benda yang mereka simpan waktu itu.”


“Begitu ya, aku tak tau alasan mereka menyembunyikan harta di pulau ini, tapi mereka tak akan pernah menyangka pulau ini bisa berjalan dan kehilangannya, hahahaha.”


Adrian yang mendapatkan banyak sekali emas hanya bisa duduk di antara tumpukan emas itu.


“Habis bos, ini yang terakhir.”


“Kerja bagus Manta, ini makanan dan minuman, kau pasti lelah kan.”


Sore itu Adrian dan Manta hanya duduk sambil sedikit mengobrol. Adrian yang sudah menyimpan semua harta ke tas penyimpanan juga tersenyum lebar.


Manta yang melihat semua harta hilang di simpan sang bos entah kemana juga tak bertanya dan tak ingin ikut campur urusan bosnya.


Malam itu Adrian yang tak habis-habis mendapatkan keberuntungan berniat menginap semalam di pulau besar itu.


Bisa saja ia membawa Aspidochelone pulang. Tapi karna gerakannya yang lambat, itu akan memakan waktu yang sangat lama dan Adrian tak bisa berlama lama di sana karna misinya juga sudah selesai.


Untuk berterima kasih kepada sang kura-kura raksasa, Adrian akhirnya memilih menginap di sana malam itu bersama Manta.


Pemandangan langit di atas laut pasifik yang sangat indah juga menjadi saksi di mana kontrak jiwa dan awal mula hubungan mereka terjalin bersama.


Di malam indah itu juga Adrian dan sang kura-kura raksasa saling bercerita tentang kisahnya masing-masing.


Berjam jam Aspidochelone bercerita panjang lebar tentang kisah hidupnya yang menakjubkan sambil mengelilingi seluruh samudra dan lautan dari berbagai jaman sedangkan Adrian dan Manta terlihat seperti dua orang bocah yang mendengarkan gurunya dengan seksama.


“Jadi begitu...kau sudah hidup lama sekali ya Aspidochelone.”

__ADS_1


“Hehehe, bahkan aku sudah lupa berapa umurku.”


“Misalkan aku di posisimu pasti juga sama, hahaha”


Malam itu Adrian akhirnya tertidur di atas tubuh Aspidochelone yang sudah seperti pulau hidup yang sangat ajaib.


Dinginnya malam dan sejuknya udara menemani malam Adrian yang dingin sampai ia pun tertidur pulas.


Pagi harinya, setelah mengerjakan misi Check In, Adrian yang sudah bersiap siap pulang langsung terbang dengan Manta dan saat ini berada tepat di wajah Aspidochelone.


“Kalau begitu kami pergi duluan...”


“Baik Rajaku, karna aku sedikit lambat jadi aku akan menyusul dengan pelan.”


“Hahahaha, iya...tak perlu buru-buru dan aku akan menunggu kedatanganmu di Bluesky.”


Setelah menyentuh wajah Aspidochelone dan mengucapkan terima kasih serta perpisahan singkat, Adrian langsung melesat bagai kilat di udara bersama Manta.


Malam tadi Aspidochelone sempat merengak ketika ia tak bisa ikut bersama sang Raja.


Karna kasihan Aspidochelone sudah hidup sendirian sangat lama, Adrian akhirnya mengizinkannya datang ke kota Bluesky.


Dalam perjalanan pagi itu Adrian terlihat sangat bersemangat. Semua tujuannya tercapai bahkan ia mendapatkan jackpot besar.


Poin Raja juga berhasil ia dapatkan dan dengan sendirinya status Raja miliknya mulai naik.


“Langsung naik 100 poin, lumayan."


“Sea, memangnya guna poin Raja ini untuk apa sih?”


[Guna poin itu sama seperti durasi yang bisa tuan aktifkan ke mode Raja Laut dan tiap 1 poin setara 1 dengan 1 detik]


[Tuan saat ini memiliki 100 poin yang berarti tuan memiliki 100 detik kesempatan untuk menggunakan mode Raja Laut tiap harinya]


“1 Poin 1 detik, kenapa singkat sekali sih Sea?"


[Itu sudah aturannya dan saat tato di punggung tuan telah mencapai tahap sempurna tuan juga dapat menggunakan mode Raja Laut sesuka hati]


Adrian yang sudah di beritau Sea sebelumnya tentang kehebatan mode Raja Laut juga penasaran dan mungkin akan menggunakannya nanti di waktu yang tepat.


Sambil terbang di samudra pasifik, Adrian yang tiba di bagian laut selatan merasakan lagi hal aneh yang sebelumnya ia rasakan.


Karna penasaran ia pun membuka layar hologram. Dari layar hologram juga misi Raja yang ada di sekitar sana seperti meminta untuk di aktifkan.


“Misi menaklukkan monster penguasa laut selatan, jika saja aku memiliki tujuh batu permata mungkin sudah ku aktifkan misi ini.”


Sadar untuk menyelesaikan misi itu Adrian harus membuka gerbang istana laut selatan terlebih dahulu membuat Adrian hanya bisa menghela nafas.

__ADS_1


Mungkin sekali dayung ia bisa melampaui dua pulau. Tapi karna satu batu sudah di jual membuat Adrian tak bisa mengerjakan misi itu saat ini.


__ADS_2