
Adrian dan Manta yang meluncur di udara bagai roket sampai di kota Bluesky saat tengah malam.
Karna di tengah samudra pasifik tak ada sinyal, saat sampai sana hp Adrian langsung hang karna banyaknya pesan dan notifikasi yang masuk.
"Aduh, sampe lag nih hp."
Saat sampai di kantor, Adrian yang baru saja tiba melihat perkelahian antara sesama anggota Sea Army di sana.
Melihat Basil yang terluka serta Squalo dan Cano yang sedang berkelahi dengan Orca secara intens membuat Adrian sangat marah.
Baru sehari di tinggal mereka sudah lepas kendali dan berkelahi. Karna berkumpul di sana juga keluarga Adrian tak ada yang menjaga dan itu membuat Adrian sedikit khawatir.
Melihat Adrian yang akhirnya tiba dari atas langit, semua anggota langsung berhenti bertengkar dan menundukkan kepalanya.
Dari Aura mengintimidasi yang Adrian keluarkan saja mereka sudah tau kalau Rajanya itu sedang marah besar.
Adrian yang sampai langsung berjalan ke arah Basil yang terluka parah. Tangannya putus lalu Arcier dan Polpo sedang mengobatinya.
Melihat Adrian datang, Basil langsung menatapnya dan minta maaf.
“Tuan...akhirnya tuan kembali.”
“Maaf karna ada sedikit kesalapahaman di sini.”
Melihat Basil yang terluka parah Adrian hanya diam saja dan membeli Air Suci dari toko Sea.
[Selamat satu botol Air Suci berhasil di beli]
“Basil, minum air ini.”
“Polpo, sambungkan tangan Basil kembali.”
Setelah di beri Air Suci, tangan Basil yang putus dan di dekatkan itu menyatu kembali secara ajaib.
Efek Air Suci juga akan berkali kali lipat lebih efektif jika di gunakan oleh mahkluk Laut. Karna tau akan hal itulah Adrian langsung membelinya.
Setelah mengobati Basil dan kondisinya membaik, Adrian lanjut bertanya.
“Sebenarnya apa yang terjadi di sini?”
“Tuan...ini salah saya, saya tak sengaja menyingung Orca dan ia yang marah sedikit melukaiku.”
Mendengar penjelasan dari Basil, Squalo yang berada di belakang Adrian berteriak.
“Berhentilah melindunginya, bajingan psikopat ini harus di beri pelajaran.”
Mendengar suara Squalo, Adrian berbalik arah dan menatap matanya. Saat di tatap Adrian, Squalo yang melihat tatapan tajam Adrian langsung menundukkan kepalanya.
__ADS_1
Di hadapan Adrian kini Orca, Squalo dan Cano yang awalnya berkelahi menundukkan badan dan diam.
“Orca, kenapa kau melukai temanmu?”
“Maaf Bos, aku hanya tak suka dia memerintahku.”
“Memerintahmu?...apa kau tak tau kalau aku sendiri yang menyuruhnya melakukan itu?"
“Tentu saja bos, cuman aku tidak suka si lemah itu memerintahku semaunya.”
Mendengar Orca masih berani menjawab perkataannya, Adrian yang sedikit kesal langsung berteriak di hadapan semua anggota Sea Army.
“Semuanya...untuk terakhir kalinya akan ku katakan ini pada kalian.”
“Aku...Adrian Devano, pemimin kalian memberi perintah kepada kalian semua untuk mengikuti semua instruksi yang di berikan Basil kepada kalian.”
“Semua yang Basil perintahkan itu atas perintah langsung dariku dan kalian harus mengerjaannya tanpa harus bertanya kenapa.”
Mendengar teriakan Adrian, semua anggota Sea Army diam membatu.
Sambil berjalan dan mendekati Orca, Adrian kini sedikit menunduk dan menatap mata Orca dengan tajam.
Orca yang melihat Mata merah Adrian langsung ketakutan dan menundukkan pandangnnya kembali.
“Apa kau sekarang sudah paham Orca?”
“Sudah Bos.”
Setela di suruh bubar, semua orang pergi dari sana. Ada yang pulang ke apartemennya dan ada juga yang berjaga malam.
Basil yang berdiri kembali juga akhirnya memberanikan diri mendekati Adrian. Melihat Basil yang sudah sembuh, Adrian bertanya kembali tentang apa yang sebenarnya terjadi.
“Basil, sebenarnya apa yang terjadi?”
“Tuan...itu...”
Akhirnya Basil menceritakan detail lengkap tentang masalah malam itu.
Beberapa saat yang lalu, Arcier yang berjaga di puncak menara kantor Baruna Grub melihat Orca membunuh beberapa mata-mata yang di kirimkan oleh keluarga Lee.
Karna bisnis Adrian yang meningkat sangat pesat membuat keluaraga besar Lee yang memang menguasai beberapa sektor perikanan di kota Bluesky penasaran dan mengirim mata-mata untuk menyelidiki kantor Adrian di malam hari.
Orca yang menyadari ada orang asing alias musuh yang mendekat ke markas juga mendatanginya.
Saat di pergoki Orca, tiga mata-mata itu mencoba melarikan diri tapi Orca tak membiarkan itu dan tiga orang itu di bunuh dengan kejam oleh Orca.
Sadar Orca melanggar perintah, Arcier yang melihat itu dari mata cakrawala miliknya melapor kepada Basil.
__ADS_1
Tapi entah kenapa saat melapor, Orca yang berada jauh dari tempatnya menatap dengan tajam ke arahnya.
Di tatap oleh Orca membuat Arcier tak nyaman, lalu Orca dengan santainya mendatangi Arcier.
Arcier yang di intimidasi oleh Orca juga turun dan mencoba berbicara baik-baik padanya.
Tapi Basil yang tiba di sana langsung bertemu dengan Orca dan perselihihan pun terjadi.
Semua anggota Sea Army di beri misi oleh Adrian untuk menjaga keluarganya dan tak menggangu warka kota lainnya. Apalagi sampai membunuh warga kota Bluesky.
Walaupun itu musuh, tapi mereka hanya mengawasi dan perintah utama Adrian yaitu jangan membunuh sembarangan orang di langgar oleh Orca.
Memang belakangan ini banyak mata-mata yang mengawasi kantor mereka. Tapi karna itu hanya mengawasi dan tak menggangu bisnis Adrian secara langsung, Adrian hanya memberi perintah untuk mengamankan dan bukan membunuh.
Itu semua tak lain dan tak bukan karna beberapa orang yang mengawasi Baruna Grub juga warga asli kota Bluesky dan Adrian tak ingin ada perselisihan di antara mereka.
Tapi bagi Orca yang haus darah, perintah itu di langgar dan Basil yang mencoba menasehati juga di serang.
Sadar pria pendiam dan aneh itu berbahaya, Arcier yang berniat melerai juga di serang tiba-tiba.
Berbeda dengan Squalo yang gila akan darah dan daging manusia tapi masih mau mendengarkan perintah dari Basil yang jelas itu perintah langsung Adrian.
Tapi Orca tidak, sifatnya yang seperti psikopat tak mendengarkan itu dan justru menyerang Basil.
Sadar ada perselisihan, anggota Sea Army lain yang bosan juga datang dan perkelahian pun terjadi.
Saat itu Orca melawan empat orang dari mereka sendirian. Seakan tak takut dan tak peduli, ia mengamuk dan melawan perintah Adrian yang membuat sebagian anggota lainnya marah dan perkelahian pun terjadi dengan begitu cepat.
“Jadi begitu...sepertinya Orca memang sedikit aneh, waktu itu juga Polpo mengirim gambar gila yang di perbuat Orca saat di Medellin.”
“Begitulah tuan, tapi aku yakin dia masih setia kepada kita."
“Huhh, sepertinya aku harus berbicara empat mata dengannya agar ia tak mengamuk lagi.”
Malam itu karna semua masalah sudah clear, Adrian akhirnya kembali ke rumahnya dan istirahat.
Siang harinya setelah mengurus beberapa urusan, Adrian yang sadar Orca sudah membunuh tiga anggota keluarga Lee langsung datang ke markas utama Clan Lee sendirian.
Markas Clan Lee yang berdarah tingkok itu sangat besar dan luas. Sangking luasnya, markas utama mereka sudah menjadi pasar dan pemukiman tersendiri.
Mayat tiga orang itu juga sudah Adrian masukan kedalam peti dan saat ini sedang ia bawa.
Saat sampai, seperti sudah di tunggu, Adrian langsung di sambut dan tiga peti berisikan mayat itu langsung di keluarkan oleh beberapa orang dari mobil box yang Adrian bawa.
Memang keluarga Lee yang berdarah tiongkok sudah tinggal lama di kota Bluesky.
Karna itulah keluarga ini menjadi komunitas yang besar dan dengan kuasanya mereka menguasai sebagian tempat.
__ADS_1
Tentu saja itu masih di bawah kekuasaan Luca Salamanca.