
Mendengar nama Big Dady, Luca langsung teringat masa lalu dan sedikit tak senang. Ia yang dulu sempat berselisih dengan gembong narkoba dan mafia terkenal itu mulai berbicara kembali.
“Menakutkan ya, dalam lima tahun kau sudah berhasil membuat Big Dady mau melindungimu.”
“Tentu saja, jadi sudahi basa basi ini dan jangan lindungi anak itu.”
“Bagaimana ya, aku sudah berjanji dengan rekan bisnisku ini untuk melindunginya dan seluruh keluarganya jadi aku tak akan berubah pikiran.”
Mendengar jawaban Luca, Eka cemberut dan mulai menatap tajam pria paruh baya yang ada di hadapannya.
Jika saja saat ini kelompok mafia Big Dady tidak sedang berselisih dengan salah satu musuhnya, mungkin Eka sudah membunuh mereka semua tanpa basa basi seperti ini.
Tapi di Bluesky, tentu saja membunuh seorang luca Salamanca akan sangat sulit di tambah keluarganya yang juga tinggal di sana membuat Eka harus memakai cara lama seperti yang akan ia gunakan.
“Seperti yang ku harapkan dari serigala tua hutan ambora, baiklah karna kita sama sama lahir dan besar di kota ini...bagaimana jika kita selesaikan semuanya dengan cara lama.”Ucap Eka di hadapan mereka semua.
Lalu Dwi sang adik mulai berjalan dan memasuki sebuah tampat berukuran hanya 5x5 meter. Tempat itu yang memang hanyalah kayu yang di satukan mengapung di tengah laut Bluesky.
“Adrian, bagaimana jika kita selesaikan masalah ini saat ini juga, jika kau berhasil bertahan lima menit di sana melawan Dwi maka masalah ini akan ku anggap selesai.” Ucap Eka yang menatap ke arah Adrian.
Tuan Luca yang tau dengan rencana Eka langsung menjawab ucapan Eka dan melarang Adrian untuk termakan omongannya.
“Kau tak perlu melakukan itu, tak ada yang akan menyakitimu di bawah perlindunganku.” Ucap Luca kepada Adrian.
“Apa benar begitu, apa kau yakin akan melepaskan kesempatan emas ini Adrian...lima menit, hanya lima menit bertahan di sana maka keluargamu akan ku lepaskan.” Ucap Eka kembali.
Adrian yang di suruh untuk tak berbicara di sana dan menyerahkan semuanya pada tuan Luca menjadi sedikit bimbang.
Benar jika Luca mau melindunginya dan semua keluarganya. Tapi mau sampai kapan, lalu siapa yang bisa menjamin itu beberapa tahun ke depan, ia yang tak ingin duri dalam daging itu selalu mengganggunya menjadi tertarik dengan tawaran Eka.
Tapi Adrian tidak bodoh, ia yang tau Dwi adalah atlit mma juga tau dalam lima menit pria pendiam di sana yang sama sepertinya bisa saja membunuhnya.
Tapi Adrian yang sudah bertambah kuat berkat Sea dan dan memiliki Seni Beladiri Dewa Laut Enki berniat menyelesaikan semuanya saat itu juga.
__ADS_1
Ia yang sudah lelah di awasi dan hidup was was lagi lagi memilih jalannya sendiri.
“Hanya lima menit kan?”
“Benar...kau mengirim adik kecilku ke rumah sakit dalam waktu lima menit, jadi jika kau dapat bertahan melawan kakaknya dalam lima menit maka masalah ini akan ku anggap impas.” Lanjut Eka.
Mendengar ucapan Adrian, Luca dan Thomas langsung melirik ke arahnya. Anak yang baru berusia delapan belas tahun itu mencoba melawan Dwi yang memang merupakan atlit mma kebanggaan kota Bluesky.
Walaupun Adrian memang bocah yang kuat tapi melawan atlit pro seperti Dwi, itu sama saja dengan bunuh diri. Tentu saja itu tak fair dan mereka mencoba melarangnya.
“Jangan mendengar ucapannya Adrian, kau tak perlu melawan Dwi.”
“Hoi bocah, jangan coba coba bertindak bodoh, tuan Luca sudah report repot melindungimu jadi jangan sia siakan perlindungannya dan memilih pilihan yang bodoh.”
Tapi seakan tak peduli dengan nasibnya sendiri, Adrian mulai berjalan mendekat ke dalam ring.
Di sana banyak orang yang menganggapnya bodoh. Tapi ada juga yang menganggapnya pria sejati karna ia mau menyelesaikan masalah pelik itu dengan kekuatannya sendiri.
“Benar hanya lima menit kan?”
“Benar...mana berani aku berbohong di hadapan tuan luca.”
“Baiklah, tapi satu hal lagi...kalian semua akan menjadi saksi bahwa aku Adrian Devano sudah membayar kesalahanku dengan pertandingan ini, jadi jika aku masih hidup saat keluar dari sana maka berjanjilah untuk tak menggangguku dan keluargaku lagi.”
Sambil tersenyum, tua bangka Wijaya menjawab keberanian dan tekad besar Adrian dengan lantang.
“Aku Wijaya Kusama dan seluruh keluargaku berjanji tak akan mengusikmu lagi jika kau berhasil keluar hidup hidup dari sana.”
“Oke...ku pegang omonganmu pak.” Ucap Adrian yang dengan santainya berjalan masuk ke dalam ring.
“Apa tak apa membiarkan anak itu bos, dia bisa mati di sana.”
“Adrian...sekali lagi ku peringatkan, kembalilah dan berhenti bersikap keras kepala...aku tau kau pria yang kuat tapi melawan Dwi, kau akan mati bodoh di sana.”
__ADS_1
“Santai saja pak, aku sudah lelah terus di awasi...hari ini akan ku selesakan masalahku dengan keluarga wijaya.”
Mendengar dan melihat tekad kuat Adrian, pak luca hanya bisa berdoa anak muda itu bisa bertahan selama lima menit.
Mungkin ia bisa melihat ada sesuatu yang spesial dari dalam diri Adrian dan yakin anak itu bisa bertahan.
Tapi di dalam sana, lebih tepatnya di atas ring, anak itu akan melawan Dwi yang sangat handal dalam perkelahian.
Jika ia bisa bertahan maka masalah yang memang cukup rumit itu akan selesai dengan damai.
Luca yang sadar Eka di bawah perlindungan Big Dady juga tak ingin lama lama berurusan dengannya dan saat ini hanya memeprcayakan keputusan yang di ambil oleh Adrian sendiri.
Saat Adrian memasuki arena ring yang hanya kayu mengapung di tengah laut dengan luas 5x5 meter, Dwi yang melihat jiwa pria sejati menaruh respec tinggi padanya.
Dwi yang memang suka pertarungan mengucapkan beberapa kata kepada Adrian sebelum pertadingan itu di mulai.
“Aku tak menyangka kau mau menerima tantangan ini...Adrian apa kau tau, dulu di kota ini setiap pemuda yang bersitegang pasti menyelesaikan masalah mereka di atas ring yang mengapung di laut Bluesky, tradisini ini mulai menghilang seiring sedikitnya pemuda yang ingin menjadi nelayan...jadi mari kita bertarung dengan fair dan sportif.”
“Aku hanya ingin menyelesaikan masalah ini sekarang juga, jadi ayo kita mulai.”
Di atas kayu yang tak stabil, Adrian dan Dwi mulai mengambil posisi.
Saat Dwi melepaskan bajunya, semua orang bisa melihat tubuh kekar dan kuat yang di penuhi otot milik Dwi dari sana.
Adrian yang juga melepaskan bajunya justru membuat semua orang yang ada di sana lebih terkejut dan tak menyangka.
Kini tubuh pria muda yang baru berusia delapan belas tahun itu sukses membuat semua orang berdecak kagum.
Saat melihat itu, Dwi juga menaruh respec. Ia sadar sang adik manjanya pasti akan babak belur kurang dari lima menit jika melawan pria seperti Adrian.
Tapi di sana, ia akan membalaskan dendam sang adik tercinta dan berniat membunuh Adrian saat itu juga.
__ADS_1