
Sharon yang melihat divisi 6 di bantai dengan cepat mulai tersenyum.
Mereka semua sudah di beritahu kalau musuh bukan lawan sembarangan dan sudah menyiapkan banyak rencana.
Tapi apa boleh buat, di hadapan monster tak bisa mati, manusia dengan kekuatan super yang tetap saja memiliki tubuh fana tak akan bisa menang.
Jika mereka merasa sudah membunuh musuh dengan mudah maka mereka hanya sekumpulan idiot yang tak sadar dengan kekuatan musuh yang sebenarnya.
Setelah asap dan debu dari serangan kuat Tyo mereda, sosok Arcier yang sudah kembali normal terlihat jelas di sana.
Arcier yang tubuhnya menyatu kembali langsung meminum sebotol air suci pemberian Adrian yang ia berikan kepada semua Sea Army.
Walaupun abadi, tetap saja jika Arcier mati itu akan membebani jiwa Adrian. Setiap anggota Sea Army sejatinya adalah mahkluk abadi.
Tubuh mereka tidak akan hancur dan mereka tidak akan bisa mati jika Inti Jiwa Laut milik mereka tak hancur.
Tapi tiap hidup kembali, jelas itu akan memakan banyak kekuatan jiwa dan Adrian sebagai penopang itu akan merasakan efeknya.
Karna tau ini juga seluruh anggota Sea Army tak ingin mati karna itu sama saja dengan melukai Adrian sebagai Raja sekaligus Dewa yang melindungi mereka.
Arcier yang melihat tersisa satu musuh juga tersenyum dan langsung menembakiya.
Kini kedua tangan Arcier di buat seperti pistol dan dari sana peluru air super cepat dan kuat melesat bagai kilat dan menembaki Sharon.
“Dorrr...dorrr...dorrr...”
“Dorrr...dorrr...dorrr...”
“Dorrr...dorrr...dorrr...”
Tapi wanita dengan julukan Iblis Air itu hanya diam dan tetap duduk di atas gelembung air miliknya yang berwarna pelangi.
Lalu dengan gampangnya sebuah pelindung dari air milik Sharon memblokir semua serangan yang Arcier lancarkan.
“Apa...bagaimana bisa tembakanku di hentikan.”
“Hahaha, apa kau terkejut serangan cepatmu ini tidak bisa melukaiku?”
“Cih...”
Arcier yang menembaki Sharon dengan peluru air super cepat dan kuat dari kedua tanganya menyadari kalau pelindung Air milik Sharon dapat menetralkan semua peluru air miliknya.
Semua tembakan itu akan langsung berhenti dan menyatu dengan air milik Sharon.
Arcier yang untuk pertama kalinya melawan musuh seperti itu makin bersemangat.
“Lumayan...tolong hibur aku lagi nona, sepertinya kau dapat mengendalikan air ya.”
__ADS_1
“Di lihat pun sudah jelaskan, apa begini saja seranganmu...kalau begitu sekarang giliranku.”
Saat Sharon menggerakkan tangan kanannya, ratusan air berbentuk crystal terbentuk dan dengan cepat crystal yang berupa air di padatkan itu meluncur dan melesat ke arah Arcier.
Arcier yang melihat itu juga menembaki tiap crystal dengan peluru air miliknya.
“Dorrr...dorrr...dorrr...”
“Dorrr...dorrr...dorrr...”
Tiap serangan saling beradu dan hancur. Sembari menghindar, dengan gaya kerennya Arcier menembak dari dua tangannya dan menghancurkan semua crystal es milik Sharon dengan mudah.
Sharon yang melihat itu tetap duduk dengan anggun dan mulai tersenyum. Ia sangat terpukau oleh kemampuan Arcier.
Bukan hanya kemampuan menembaknya, pergerakannya pun sangat cepat dan yang terpenting ia tak bisa mati meski tubuhnya di hancurkan.
Lalu Sharon yang menarus recpec langsung menggunakan serangan lain.
“Coba hindari ini kalau bisa.”
Kini sebuah crystal air terbentuk dari kekuatan aneh milik Sharon. Besarnya crystal itu hampir sama dengan sebuah mobil truck kontainer dan jumlahnya ada puluhan.
Kemudian dengan cepat crystal air besar yang di padatkan itu meluncur bagai kilat dan menyerang Arcier.
Arcier yang tak ingin lebih membebani Adrian jika mati langsung menggunakan kekuatan andalannya.
Sambil berlari dan menghindar, akhirnya Arcier menggunakan kartu AS miliknya. Dengan gaya keren dan memukau miliknya, Arcier berlari dan melompat.
Lalu saat ia melompat, Atlas Bow yang ada di punggunya ia gunakan. Saat menggenggam Atlas Bow, kekuatan luar biasa langsung Arcier rasakan dan dengan sekali tembakan anak panah, seluruh crystal es besar itu musnah tak tersisa.
“Pheeewwwwww...”
Serangan air suci dari Atlas Bow langsung melesat dan menghancurkan semua crystal es besar yang mengarah ke Arcier tanpa sisa.
Kemudian anak panah yang berupa air dan sudah di perkuat energi suci itu meluncur bagai kilat dan mengarah tepat ke Sharon.
Sharon yang melihat akhirnya Arcier menggunakan benda yang di sandang di belakangnya juga langsung berdidiri di atas gelembung air miliknya.
Lalu dengan kedua tangannya yang di angkat, air berwarna hitam membentang luas dan menahan serangan kuat dari Atlas Bow.
Anak panah yang di selimuti energi suci yang di luncurkan Arcier di tahan dan secara perlahan energinya di serap oleh air hitam yang di keluarkan Sharon.
Arcier yang melihat itu sedikit terkejut dan tak percaya.
“Apa...bagaimana bisa dia menahan serangan dari air suci.”
Sharon yang akhirnya melahap habis anak panah berupa air suci milik Arcier tersenyum dan tertawa.
__ADS_1
“Hahahaha...kekuatan yang luar biasa.”
“Ayo...serang aku lagi.”
Arcier yang melihat anak panahnya di serap oleh air hitam milik Sharon langsung membidik kembali.
Kini ia sedikit menunduk dan mengambil ancang-ancang. Lalu dari energi kuat yang sudah ia padatkan, anak panah yang lebih besar dan lebih kuat meluncur bagai kilat ke arah Sharon.
Kuatnya energi suci yang menyelimuti anak panah Arcier bahkan sampai membuat pohon dan dedaunan yang ada di sana terbang melayang ke udara.
Tak terkira lagi betapa kuatnya kekuatan yang Arcier lancarkan.
Tapi Sharon yang sudah menunggu itu langsung menggunakan air hitam miliknya dan dengan kekuatan aneh itu, anak panah Arcier lagi-lagi di netralkan dan di lahap oleh air hitam milik Sharon.
Sharon yang merasakan energi dari kekuatan aneh kini memenuhi tubuhnya tertawa jahat.
Seperti orgasme ia menggeliat seperti tubuhnya di isi penuh oleh cairan suci.
“Ahhh...itu nikmat sekali.”
“Lagi...tembak aku lagi...”
Arcier yang sadar musuhnya kali ini bukan manusa sembarangan yang bisa ia kalahkan dengan mudah kembali menyimpan Atlas Bow.
Karna tau kekuatan dari Atlas Bow justru di serap oleh Sharon, Arcier berniat menggunakan kekuatan biasanya saja.
Lalu dengan dua tangan yang di gabungkan dan di panjangkan seperti senapan laras panjang, Arcier mulai menembaki Sharon.
“Dorrr...dorrr...dorrr...”
“Dorrr...dorrr...dorrr...”
Serangan dengan peluru air yang di padatkan dan sangat kuat melesat ke arah Sharon.
Tapi dengan air hitam miliknya, serangan lemah seperti itu bukan apa-apa dan Sharon yang melihat Arcier tak menembaknya menggunakan Atlas Bow lagi menjadi jengkel dan marah.
“Apa ini...gunakan lagi panah anehmu itu dan tembak aku.”
Arcier yang tak mempedulikan ucapan Sharon tetap menembakinya.
Tapi mau apapun yang ia lakukan, seperti serangan terkuatnya sudah di counter musuh, Arcier menjadi sangat syok dan merasa tak berguna.
Di hadapan musuh, tembakan kuat miliknya yang harusnya dapat menembus baja itu tiada artinya.
Itu seperti kemampuan alaminya bagaikan sampah dan itu sangat menyakiti harga dirinya.
__ADS_1