System Of Sea

System Of Sea
Belas Kasih


__ADS_3

Hari itu akhirnya Adrian melakukan Dosa besar yang paling ia takutkan. Dengan uang dan kekuatan miliknya saat ini, ia sadar suatu saat nanti hal seperti ini akan mendatanginya.


Tapi siapa sangka justru teman masa kecilnya yang dulu cukup dekat dengannya yang menjadi korban pertamanya.


Walaupun Tri suka mengganggu Adrian, tapi waktu kecil mereka sering bermain bersama. Bahkan kedua kakaknya juga sama.


Tapi apa boleh buat, dunia ini berputar dan nasi sudah menjadi bubur.


“Jangan salahkan aku, kalian yang memaksaku melakukan ini.” ucap Adrian sambil melihat wajah Tri untuk terakhir kalinya.


Setelah membunuh Tri, Adrian langsung membuang pistol yang ia pegang. Siapa sangka pistol yang sebelumnya di arahkan padanya justru menjadi senjata pertama baginya untuk merenggut nyawa manusia.


Mendengar suara teriakan dari luar, Adrian yang berjalan meninggalkan tempat bawah tanah itu mendengar suara Sea secara tiba tiba.


[Selamat tuan mendapatkan misi Khusus]


[Bunuh semua musuh yang ada di tempat, hadiah 200.000 Poin Sistem]


“Kau terlambat Sea, tanpa di berikan misi juga aku akan melenyapkan mereka semua.”


Sambil berjalan meninggalkan ruang bawah tanah, Adrian dapat melihat banyak tumpukan mayat manusia yang hancur dan terpotong-potong.


Semua tempat di penuhi darah, lalu dari luar juga terdengar teriakan dan suara tembakan yang tiada hentinya.


Adrian yang sempat menghitung jumlah musuh ketika ia tiba di sana hanya bisa menguatkan hatinya. Jika di ingat-ingat lagi, mungkin ada sekitar 630 orang musuh saat itu.


Sambil tetap berjalan, Adrian terus meyakinkan dirinya. Pilihannya sudah benar, ia melakukan itu semua karna memang seharusnya seperti itu.


Orang-orang bajingan seperti mereka tak perlu di beri belas kasih.


Setelah meninggalkan ruang bawah tanah, pemandangan lebih mengerikan dapat Adrian lihat di permukaan.


Tumpukan mayat yang tak terhitung lagi berserakan seperti sampah. Lalu Squalo yang seperti orang gila terlihat berlarian dan melompat lompat sambil membunuh semua musuh tanpa pandang bulu.


Cano juga sama, ia membunuh dan menghancurkan musuh tanpa ampun.


Hanya dalam beberapa menit, ratusan orang mati. Adrian yang akhirnya tau kehebatan dari pasukan miliknya terus berjalan sambil memasukkan kedua tangan ke kantong celana.


Seperti tak peduli atau memang ia yang sudah mamantapkan pilihannya, Adrian berjalan di tumpukan mayat itu dengan santai.


Dari Sensenya yang tinggi juga ia dapat merasakan para penjaga di atas tower sudah rata di bunuh oleh Arcier.


Sambil berjalan, Adrian menelepon seseorang...


“Basil, lakukan...”


“Baik bos.”


Di beri perintah, Basil yang menjaga sang ibu dan sedang berada di cafe langsung berjalan ke arah tiga orang pria yang mengawasi ibu Judy.


Sambil pergi dan berjalan ke kamar mandi, dengan santainya Basil membunuh tiga orang yang sedang duduk di cafe dengan jarum kecil aneh.

__ADS_1


Jarum beracun itu ia dapatkan dari Polpo dan dengan gerakan cepat jarinya, tiga orang itu tewas dengan posisi duduk dan tak bergerak sama sekali.


“Dasar monster...matilah kalian...”


“Dorrr...dorrr...dorrr...”


Saat musuh tersisa satu, Arcier yang berada di atas bukit langsung menembaknya tepat di kepala.


“Head Shottt...”


Tembakan dari Arcier menjadi akhir dari pembantaian malam itu. Squalo yang mangsa terakhirnya di ambil Arcier langsung berteriak dan marah.


“Sialan kau Arcier...berani sekali kau mengambil makanan penutupku...”


Teriakan kuat Squalo menggema di seluruh Sebastian Tower. Adrian yang sudah tak mendengar lagi suara tembakkan melihat ke layar hologram.


Misi belum selesai, berarti masih ada musuh yang bersembunyi.


Dengan Sense tinggi miliknya, ia mengfokuskan semua indra dan mulai merasakan semua yang ada di sekitarnya.


Dengan fokus yang tinggi, Adrian akhirnya menemukan dua orang yang sedang bersembunyi.


Secara pelan dan santai ia berjalan ke arah dua orang yang bersembunyi di ruangan mesin.


Karna radiasi panas dari mesin itu juga mungkin Squalo dengan skill pendeteksi tingginya tak dapat merasakan musuh yang bersembunyi.


Saat berjalan dan membuka ruang mesin, Adrian secara mengejutkan melihat seorang wanita dan anak perempuanya yang masih kecil.


“Haaaa, ampuni kami...jangan sakiti anakku...” ucap wanita itu sambil memeluk erat sang anak yang terlihat pingsan karna panasnya mesin dan udara di sana.


Melihat itu, Adrian langsung tersentak dan pandangannya berubah.


Pandangan tak peduli dan masa bodo itu berubah saat melihat seorang ibu yang mungkin seumuran dengan ibunya menangis sambil memeluk sang anak yang sudah tak sadarkan diri.


Melihat kondisi anaknya yang kritis, Adrian menyuruh wanita itu untuk keluar dari tempat panas itu.


“Keluarlah...”


Di beri perintah, wanita yang tak berdaya itu keluar secara perlahan. Saat wanita itu keluar, Adrian dapat melihat bagian belakang tubuhnya yang gosong karna panasnya mesin.


Luka bakar serius memenuhi punggug wanita itu. Tapi seakan tak mempedulikan dirinya, ia terus merengek dan memohon kepada Adrian sambil memintanya untuk tak membunuh anaknya.


“Tolong tuan...jangan bunuh anakku.”


“Jika tuan mau bunuh saja saya, tapi tolong ampuni anak ini.”


“Siapa kau, kenapa ada di sini?"


“saya...saya adalah istri enginering di tempat ini tuan, saya datang malam ini karna ini hari ulang tahun anak saya, ia sangat ingin bertemu dengan ayahnya...”


Mendengar itu Adrian hanya diam dan termenung. Hati nuraninya terasa tercabik-cabik saat itu.

__ADS_1


Squalo dan Cano yang melihat masih ada musuh juga mendekat ke arah Adrian.


Melihat masih ada musuh yang bernyawa, Squalo mendekat dan langsung mengeluarkran tangan tajam miliknya.


“Bos, jika kau tau mau...”


“JANGAN MENDEKAT!”


Di beri perintah, Squalo dan Cano yang hendak menghampiri langsung berhenti.


Bagi Squalo dan Cano yang memiliki insting binatang, mau musuhnya wanita atau anak-anak itu sama saja. Tak ada alasan bagi mereka untuk berbelas kasih dan melepaskan mangsanya.


Tapi Adrian berbeda, walaupun ia sudah memutuskan pilihannya, ia masih memiliki hati nurani sebagai manusia.


Melihat sosok ibu yang melindungi anaknya dengan nyawanya sendiri membuat Adrian tersadar kembali.


Jika ibunya yang ada di posisi itu, apakah akan ada musuh yang mengampuninya...


Sambil membuka layar hologram dan membeli Air Suci, Adrian yang sudah membeli dua botol Air Suci langsung melemparkannya ke arah wanita itu.


“Minumlah dan berikan satu untuk anakmu.”


Di beri perintah, wanita tak berdaya itu langsung meminum Air Suci yang efeknya dapat menyembuhkan segala macam luka.


Setelah meminum obat itu, ia sedikit merintih karna luka bakar di punggungnya secara ajaib sembuh.


Walaupun masih ada bekas bakar, tapi nyeri dan rasa sakit sudah menghilang.


Mengetahui efek hebat obat itu, sang ibu langsung meminumkannya pada anaknya.


Dengan cepat sang anak yang tubuhnya sangat panas dan pucat kembali baikan.


Sadar Adrian sudah menolongnya, wanita itu menangis dan berterima kasih.


“Terima kasih...”


“Terima kaish tuan, tapi tolong jangan bunuh anak ini...”


Melihat wanita itu yang sudah sembuh dan malah menangis, Adrian yang tak tega langsung menyuruhnya pergi.


“Pergilah...”


“Pergi sejauh mungkin sampai aku tak bisa melihamu lagi, lalu pastikan kau menutup erat mulutmu atau kau akan menerima akibatnya.”


Di beri ampunan, wanita itu langsung berdiri dan berjalan meninggalkan Adrian dengan pelan.


Squalo dan Cano yang melihat bos mereka melepaskan musuh juga berjalan mendekati Adrian.


“Apa bos yakin melepaskan mereka?” ucap Squalo sambil menatap mangsanya yang berjalan menjauh.


“Aku memang penjahat, tapi bukan Monster.”

__ADS_1


 


__ADS_2