
Sambil duduk dan minum teh, Adrian dan kakek Dio mulai membicarakan harga lobster mutiara yang akan di perjual belikan.
“Jadi berapa kamu jual satu ekornya?”
“Hemm...kalo harga normal, seekor dengan berat 1 – 1,5 kg bisa sampai lima juta.”
“Gini aja kek, karna restoran kakek kan mau ulang tahun, jadi saya jual semuanya dengan harga lobster dewasa biasa aja.”
“Maksudmu 5 juta?”
“Iya kek...”
“Waduh, kakek jadi gak enak, ini lobstermu beratnya tadi di timbang hampir tiga kilo loh Yan...itu lebih dari setengah berat lobster pada umunya.”
“Iya, cuman anggap aja ini hadiah dari saya buat restoran kakek yang mau ulang tahun...gimana mau?”
“Ya mau, bener nih kamu setuju harganya segitu?”
“Iya kek, waktu itu kakek juga udah nolongin saya...jadi anggap aja ini sebagai balasan dari kebaikan kakek waktu itu yang udah mau beli ikan saya dengan harga wajar.”
“Sekali lagi terima kasih, memang benar dengan Lobster grade S atau bahkan SSS ini acara ulang tahun restoran kakek akan tambah meriah.”
“Jangan lupa besok hadir ya...bawa juga keluargamu.”
“Oke kek.”
“Deal ya...”
Akhirnya total saat itu ada 98 lobster mutiara super jumbo dengan grade SSS yang berhasil di jual Adrian.
Satunya dia jual dengan harga 5 juta yang berarti ia mendapatkan total 490 juta rupiah.
Sebenarnya harga per ekornya bisa lebih, tapi untuk menjaga hubungan baik dan sekalian membalas kebaikan kakek Dio, Adrian menjual semua lobsternya itu yang memang akan di masak untuk acara ulang tahun restoran kakek Dio.
Siang itu mobil pengangkut ikan milik kakek Dio langsung membawa semua lobster mutiara dari rumah Adrian.
“Sekali lagi terima kasih dek Adrian, yaudah kakek pamit dulu...uangnya nanti di trasnfer.”
“Oke kek...”
“Terus kamu bilang tadi masih ada lagi ya...kalo bener kakek masih bisa beli lagi kan?”
“Bisa dong kek, pokoknya bisnis panjang kita baru akan di mulai.”
“Oke, kalo gitu kakek pergi dulu ya.”
Siang itu Adrian yang sudah menjual dan mendapatkan banyak uang dalam waktu singkat langsung kembali ke belakang rumahnya.
Ia yang masih mengkhawatirkan sang ibu langsung mengeluarkan hewan laut yang sudah di besarkan dalam Ocena Link.
Kali ini cumi-cumi vampire yang sangat langka dan berukuran 30 cm ia keluarkan dan kembalkan ke laut.
Di bantu David yang tiba di rumahnya, Adrian mulai melepaskan semua hewan laut langka. David yang sudah tak heran lagi juga tak banyak bicara dan membantu sahabatnya itu.
Dengan ukuran Ocena Link yang kecil, Adrian hanya dapat mengembangkan hewan yang kecil dan memilih yang memiliki reward CP terbanyak.
Mungkin jika bisa membeli lagi ia akan membeli lima sekaligus agar lebih cepat memutar balikkan modalnya.
Tapi karna hanya ada satu dan hanya bisa di upgrade menggunakan CP sebanyak satu juta, Adrian yang sadar kalau jalannya masih sangat panjang mulai fokus pada tujuan utama dulu.
Kini sebagian hewan langka berukuran kecil di lautan ia besarkan dan lepaskan kembali ke lautan lepas.
Sampai tiga hari berlalu dan satu juta poin miliknya akhirnya terkumpul. Sore itu Adrian yang akhirnya mengumpukan satu juta poin langsung membeli barang yang paling ia inginkan
“Sea, belikan aku satu botol Mata Air Kehidupan."
__ADS_1
\[Perintah di terima\]
\[Apakah tuan bersedia membayar 1.000.000 Poin Sistem untuk membeli Mata Air Kehidupan\]
“Ya, belikan satu untukku.”
\[Jawaban di terima, membeli satu botol Mata Air Kehidupan\]
\[Selamat tuan mendapatkan satu botol Mata Air Kehidupan\]
{Mata Air Kehidupan, air dari sumur legendaris bangsa Atlantis yang memiliki sejuta khasiat dan dapat menghidupi jutaan mahkluk laut dengan khasiatnya. Di katakan mampu memperbaiki laut dan samudra yang rusak serta dapat menyembuhkan segala macam penyakit dan dapat memperpanjang umur jika di minum}
Sebuah botol kecil seukuran susu bear brand kini di genggam oleh Adrian. Dari botol aneh yang memiliki desain unik itu Adrian jadi ingat dengan parfum S-69 dan tato di punggungnya.
Walaupun sedikit berbeda, tapi inti pola dari itu semua sama yaitu gambar Tombak aneh dengan tiga ujungnya yang runcing.
Tanpa basa basi lagi, Adrian langsung bergegas menuju rumah sakit.
Mengendarai Astrea Legenda sang ayah, Adrian dengan sekejap tiba di sana.
“Ibu...”
Dengan pelan dan penuh kasih sayang Adrian mulai memberikan Mata Air Kehidupan kepada sang ibu.
Dengan berhati hati ia meminumkan air dari botol itu dan memberikannya pada sang ibu.
Walaupun agak sulit karna sang ibu tak mau membuka mulutnya, tapi Adrian tetap memberikannya.
Terlihat juga ada sebagian air yang tumpah. Tapi saat bertanya pada Sea, setetes Mata Air Kehidupan saja sebenarnya sudah cukup untuk menerima khasiatnya.
Setelah merasa cukup, Adrian duduk kembali dan hanya menunggu sang ibu siuman. Ia yang tau kalau semuanya butuh proses menunggu dengan sabar.
Sambil menunggu, ia bertanya sesekali pada Sea.
__ADS_1
“Sea, kapan ibuku sadar?”
\[Lapor tuan, saat ini Mata Air Kehidupan sedang menjalankan tugasnya\]
Setelah hampir satu jam menunggu, Adrian yang dapat melihat perubahan terjadi pada sang ibu di buat senang.
Kini wajah pucat sang ibu perlahan berubah menjadi lebih baik. Kulit keriputnya juga bahkan terlihat kembali ke bentuk semula.
Adrian yang melihat itu menjadi tak sabar dan akhirnya, setelah di tunggu, sang ibu membuka matanya.
Mata biru yang sama persis seperti milik Adrian terlihat jelas dengan keindahannya.
Sesaat sadar, sang ibu hanya diam saja dan sesekali melirik sekitar. Adrian yang tak ingin menggangu sang ibu karna Mata Air Kehidupan juga sedang mengobati ibunya dari dalam hanya duduk sambil meneteskan air matanya.
Tujuh tahun ia menantikan hari itu dan dengan bantuan Sea akhirnya hari yang ia tunggu tunggu datang juga.
Secara perlahan sang ibu mulai bangkit dan kini ia dapat melihat seorang anak muda yang sangat tampan sedang menatapnya dengan air mata yang berjatuhan bagai hujan.
Saat melihat anak itu, sang ibu mulai mengingat kembali dan berbicara padanya.
“Adrian...”
“Apa kamu Adrian anakku?”
“Benar bu...aku Adrian...”
“Ibu selamat datang kembali.” Ucap Adrian sambil memeluk sang ibu.
Saat ini anak remaja berumur delapan belas tahun menangis seperti bayi di pelukan sang ibu. Ibunya yang melihat anaknya sudah besar juga menangis dan momen mengharukan terjadi di sana.
Dokter dan suster yang melihat ibu Judy akhirnya sadar dari koma panjangnya juga terlihat heboh dan melihat dari jauh.
Mereka dari jauh dapat melihat ibu dan anak itu sedang berbahagia dan sebagian sampai menagis.
Sejak kecil mereka sudah kenal anak itu, Adrian Devano, bocah yang sejak tujuh tahun lalu selalu berkunjung ke sana juga sudah akrab dengan sebagian dari mereka.
__ADS_1
Sampai anak itu besar dan tumbuh menjadi pria tampan dan selama tujuh tahun penantian, akhirnya tuhan mengabulkan keinginannya.