System Of Sea

System Of Sea
Hari Eksekusi


__ADS_3

Beberapa bulan lagi sampai hari eksekusi dari misi pelarian Adrian dan tahanan di sel 212 terlaksana.


Adrian dan seluruh monster di dalam sel 212 kini sedang merasakan efek luar biasa dari kengerian yang ada di Dark Reef.


Secara paksa energi semua narapidana mulai dari lantai 2 sampai 7 di serap untuk memperkuat segel suci yang memenjarakan Taraven.


Tiap tahunnya memang setiap tahanan dari seluruh lantai akan di serap energi kehidupannya untuk memperkuat segel Taraven.


Adrian, Slarken, bahkan monster purba kala dan semua tahanan berteriak kesakitan karna saat ini energi kehidupan mereka di serap secara paksa.


“Aaahhhh....sakit....”


“Sialan...mau berapa lama lagi...”


“Hentikan sialan...aku bisa mati...”


“Sakit....”


Teriakan dari seluruh tahanan dalam Dark Reef menggema di penjara besar tujuh lantai itu.


Puluhan ribu narapidana energinya di serap secara paksa oleh segel suci.


Setelah proses panjang mengerikan yang hampir berlangsung satu jam, akhirnya segel suci yang memang akan mengambil energi kehidupan tiap tahanan setiap tahunnya berhenti dan teriakan dari tiap lantai juga ikut berhenti.


Adrian dan semua tahahan di sel 212 yang di serap energinya juga terlihat sekarat dan lemah.


“Sialan...ini terakhir kalinya aku merasakan rasa sakit ini...”kata Ebira sambil mengelus tubuhnya yang lemah tak bedaya.


“Benar, tujuh bulan lagi sampai upacara suci akan di lakukan jadi tetap bertahan teman-teman.” Lanjut Slarken.


Beberapa hari kemudian...


Adrian yang baru saja di serap energi kehidupannya juga langsung di bawa kembali ke ruang bedah.


Di sana ia lagi-lagi di siksa dan energi supremacy miliknya di serap habis.


Seperti neraka yang datang dua kali dan tanpa ampun, Adrian benar-benar sudah tak dapat berteriak dan hanya diam saat energinya di serap.


Anabola yang melihat Adrian diam juga merasa sedikit aneh dan bingung.


“Geeee, tumben kau tak berteriak lagi...membosankan, padahal aku suka suara teriakanmu...”


Setelah energinya di serap habis dan di beri sedikit air, Adrian di lemparkan kembali ke dalam Sel 212.

__ADS_1


Saat di lemparkan ke dalam Sel, Adrian yang sekarang terlihat biasa saja dan langsung dapat berdiri dan berjalan pelan.


Ia juga tak ingin lagi di kasihani dan berjalan ke tempat duduknya.


Para tahanan yang melihat tekad membara pada diri Adrian menaruh respec besar padanya.


Slarken yang energi Supremacy miliknya di serap tiap tahun saja sudah hampir gila dan menyerah.


Tapi Adrian yang di serap eneginya tiap tiga bulan sekali sekarang terlihat kalem dan santai.


Beberapa monster yang ada di sel 212 juga masih tak percaya Adrian bisa bertahan selama ini.


Mungkin jika mereka yang ada di posisi Adrian mereka akan lebih memilih mati.


Slarken yang melihat Adrian sudah berubah total hanya diam saja dan tersenyum tipis.


Bocah lemah dan naif tiga tahun lalu sudah tumbuh makin dewasa dan mengerikan.


Dari tatapan mata Adrian yang merah dan tajam saja Slarken tau kalau bocah Manusia itu tak ingin lagi berlama-lama di dalam penjara Dark Reef.


Semua rencana mereka juga berjalan lancar dan hanya tersisa beberapa bulan lagi sampai hari eksekusi.


Setelah dua bulan berlalu, Slarken yang rutin mendapatkan pasokan energi Supremacy dari Adrian akhirnya dapat menembus semua besi baja yang mengurung mereka di sel 212.


Meskipun hanya 1%, tapi jika di lakukan secara teratur dan bertahun-tahun jelas besi dan batu kokoh yang hanya di lapisi sedikit Orichalcum itu mulai keropos.


Karna butuh pasokan energi Supremacy lebihlah Adrian sengaja Slarken rekrut untuk membuntu rencana pelariannya.


Adrian yang merupakan Manusia dan jelas tak memiliki koneksi di Underworld sengaja Slarken percayai dan pilih dari banyaknya Superemacy lainnya yang ada di lantai empat.


“Huh...akhirnya semua besi selesai di keroposkan, hanya tinggal menunggu waktu eksekusi anak-anak.” Kata Slarken setelah selesai mengikis pipa besi terakhir dengan kekuatan kegelapan unik miliknya.


Adrian dan tahanan lain di sel 212 yang berjumlah total 13 orang itu hanya tersenyum jahat dan mulai memijit Slarken yang setiap hari tanpa lelah mengikis kuatnya sel penjara yang memenjarakan mereka.


Adrian yang akhirnya hanya tinggal menunggu waktu eksekusi yaitu saat putri Aurora di bawa keluar dari lantai dua untuk di berkati dan di bersihkan karna upacara suci penguatan segel Taraven akan di hadiri beberapa anggota dewan tertinggi dan bangsawan Atlantis juga hanya tersenyum tipis.


Sudah hampr tiga tahun ia menderita dan akhirnya secercah harapan untuk pelariannya akan segera datang.


“Slarken, kapan waktu pasti upacara suci itu di laksanakan?” kata Adrian yang duduk di hadapan Slarken.


“Aku juga tak tau, yang jelas hanya sisa beberapa bulan lagi dan saat waktu itu tiba kita semua akan segera tau karna akan ada banyak penjaga yang mengamankan setiap lantai.”


“Begitu ya...jadi kita hanya harus membereskan penjaga yang menjaga lantai empat dan langsung pergi menuju jalan rahasia lalu menculik Aurora.”

__ADS_1


“Tepat sekali, aku juga sudah menyimpan beberapa bayanganku di sebagian tempat, jadi saat waktunya tiba nanti kita akan mengetahui lokasi putri Aurora dan bergerak secepat kilat...”jawab Slarken sambil tersenyum bengis.


Di dalam tahanan lapis ke empat juga merupakan tempat dimana pemberontak dan penghianat se antero Underworld di penjara.


Di sana kebanyakan adalah penjahat hebat dan orang-orang penting lainnya.


Ada bangsawan, pembunuh bayaran hebat, kelompok dari suatu kerajaan yang membangkang pada Atlas, bahkan ada beberapa Raja kuat dari seluruh Underworld juga terpenjara di sana.


Untuk bertahan di Dark Reef tak hanya harus kuat. Kau juga harus mengetahui musuhmu.


Untungnya Slarken dan para monster di sel 212 juga mengerti baik hal itu dan tak sembarangan memilih mangsanya.


Jika mereka menargetkan mangsa yang sama dengan kelompok yang juga kuat, mereka akan mengalah dan mencari mangsa lain.


Pernah sekali Adrian dan para tahanan dari sel 212 hampir bentrok dengan Raja Ares dan kelompoknya saat ingin memangsa tahanan yang baru saja bergabung di sel baru.


Karna kalah jumlah dan tak ingin ada dari mereka yang mati konyol karna pertempuran yang tak perlu Slarken memberi perintah mengalah dan memilih mangsa lain.


Itu semua tak lain untuk kelancaran misi pelarian mereka. Raja Ares yang merupakan Raja dari Kerajaan Manusia ikan Hordi utara juga seorang Supremacy hebat.


Di tambah banyaknya anak buah dan pasukannya di sel 330 membuat Slarken dan tahanan 212 mundur dari pada bertarung untuk hal yang tak perlu.


*****


Lalu waktu terus berlanjut. Hari demi hari, bulan demi bulan dan akhirnya sampailah waktu yang mereka tunggu-tunggu.


Adrian yang sudah menungu tiga tahun lamanya hari pelarian terlihat duduk kalem di sel 212.


Mata merah menyala miliknya sudah persis seperti monster dari lautan dalam.


Semua tahanan yang ada di sel 212 yang berjumlah 13 orang juga duduk dengan kalem sambil memegang senjata mereka masing-masing.


Lalu seperti yang sudah Slarken duga. Tiba-tiba saja penjaga yang berjaga hari itu makin bertambah banyak.


Penjaga yang biasanya hanya dua orang berubah menjadi dua puluh orang.


Saat melihat banyaknya penjaga yang berjaga, Slarken yang melihat dari bayangannya di tempat lain juga melihat putri Aurora di bawa dari lantai dua oleh beberapa penjaga Dark Reef langsung tersenyum dan memberi perintah.


“Sekarang anak-anak...ayo kita beraksi...”


Dengan semangat juang yang tinggi. Slarken, Adrian, Ebira, Elliot, Garaga dan seluruh tahanan sel 212 lainnya langsung mendobrak paksa sel penjara dan menghancurkannya dengan mudah.


Lalu dengan kecepatan penuh mereka menerjang dan membunuh 20 penjaga Dark Reef yang memang tak terlau kuat.

__ADS_1


Hari itu mereka akan melakukan taruhan besar. Bebas atau mati, hanya itu yang akan mereka temui di akhir misi pelarian...


__ADS_2