System Of Sea

System Of Sea
Menyatu Menjadi Satu


__ADS_3

Adrian yang melihat kekacauan dari perbuat bawahannya terlihat sangat kaget dan sedikit marah.


Baru sebentar di tinggal mereka sudah membuat satu kota atau negara menjadi gempar.


Sambil menghubungi Orca dan Manta, Adrian yang panggilannya di luar jangkauan akhirnya menghubungi Basil.


“Hallo Bos.”


“Basil, apa kau sudah melihat beritanya?”


“Sudah Bos, sekarang saya juga lagi menunggu informasi.”


“Apa belum ada kabar apapun dari mereka?”


“Belum bos, nampaknya Manta dan mereka semua sedang dalam perjalanan dan tak ada sinyal.”


“Huh...Jadi bagaimana ini, aku baru saja menemui Yuki dan tak mungkin aku langsung pergi.”


Adrian yang berencana liburan beberapa hari di Amerika saat ini di buat galau. Rekaman dan wajah bawahannya terpampang jelas di video pembunuhan yang beredar.


Di tambah kamar hotel tempat mereka menginap yang hancur dan paspor yang jelas menunjukkan identitas mereka. Jika semua itu di hubungkan maka Adrian jelas akan terlibat.


Untungnya Basil yang pengertian juga sudah mengurus segala situasinya agar tak lebih membebani dan melibatkan tuannya.


“Bos, serahkan saja masalah ini pada saya...saya akan menanganinya dan silahkan nikmati waktu berlibur anda di sana.”


“Apa kau yakin bisa menyelesaikan masalah ini tanpa melibatkanku?”


“Tenang bos, saya akan melakukan yang terbaik jadi percayakan saja pada saya.”


“Baiklah, jika ada apa-apa hubungi aku dan juga perketat penjagaan orang tuaku, beritau Cano yang menjaga ibuku untuk lebih waspada.”


“Baik bos, serahkan padaku.”


Sore itu Adrian akhirnya hanya bisa mempercayai tangan kanannya. Siapa sangka keputusannya membawa Orca dan Squalo justru akan menimbulkan masalah.


Niat awal yang ingin membawa dua monster haus darah itu liburan justru malah menjadi kacau.


Adrian yang merasa sedikit lega karna Basil langsung bergerak cepat akhirnya kembali duduk bersama Yuki dan Mica.


Yuki yang melihat ekspresi wajah Adrian yang sedikit berubah menjadi khawatir.


“Kenapa?...”


“Gpp, cuman tadi ada masalah kantor dikit.”


“Ohhh, kamu masih tetap liburan di sini kan?”


“Masih...santai aja.”


Sore itu akhirnya Adrian yang sudah lama tak bertemu Yuki berencana lanjut jalan-jalan sampai malam berdua.


Mica yang melihat tingkah polos sahabat baiknya Yuki dan Adrian yang tak peka juga sedikit jengkel.


Saat mau pergi, ia berbisik sebentar pada Adrian dan memasukkan pengaman ke dalam kantung baju Adrian.


“Mau sampai kapan kau membuat Yuki menunggu, Amerika ini tempat yang kejam jika kau telat sedikit maka bisa jadi ia akan menjadi milik pria lain.”


Adrian yang di bisikan oleh Mica sebelum gadis itu pergi menjadi sedikit khawatir.


Memang benar di sana pergaulannya berbeda dengan di Indonesia. Tapi ia yang mempercayai Yuki juga yakin kalau kekasihnya tak akan berhianat.


Tapi dunia ini kejam, jika tak sekarang maka mungkin ia akan terlambat dan menyesalinya.

__ADS_1


Adrian yang melihat Mica pergi dan memeluk Yuki dengan manja sambil memberi kode juga di buat tersadar.


Ia yang meraba kantong bajunya menemukan sekotak pengaman yang di berikan Mica.


“Yaudah lanjutin kencan kalian, aku mau pulang duluan.”


“Iya, dadah Mica...”


Saat Mica pergi, suasana sedikit canggung langsung terjadi. Adrian yang selama ini bertidak pasif juga tak mau sampai sang kekasih di ambil pria lain.


Sambil mengambil nafas panjang dan mencoba menghilangkan semua beban pikirannya, Adrian yang sudah tenang dan membulatkan tekadnya langsung memegang tangan Yuki dan tersenyum.


Yuki yang melihat akhirnya Adrian tak ragu untuk menyentuhnya juga tersenyum dan malam itu mereka jalan-jalan bersama.


Malam itu mereka jalan dan berbelanja barang mewah di Mal. Semua barang yang di inginkan Yuki akan langsung di belikan Adrian.


Tas, Sepatu, Jam, Baju, Perhiasan, semuanya di beli Adrian untuk sang pacar tercinta.


“Mau beli apa lagi?”


“Hemmm, aku gak mau apa-apa lagi sih, ini aja dah banyak banget.”


“Yaudah kita istirahat aja yuk, dah malem juga.”


“Hemm...”


Malam itu setelah lelah jalan-jalan dan berbelanja, Adrian dan Yuki pergi menginap di salah satu hotel mewah yang ada di sana.


Yuki yang untuk pertama kalinya ke hotel bersama seorang pria juga terlihat sedikit grogi dan khawatir.


Meskipun itu sang pacar, tetap saja baginya yang tak berpengalaman dalam hal seperti itu sangat ketakutan.


Adrian yang bisa melihat itu dari matanya mencoba menenangkan. Ia yang sudah memutuskan akan melakukannya malam itu mencoba bersikap layaknya pria dewasa.


“Hemmm, aku gpp.”


Saat melihat Yuki yang hanya duduk di kasur, Adrian yang sudah meletakkan semua barang belanjaan di meja langsung mendekatinya.


Dari dekat Adrian bisa mencium aroma yang selama ini ia rindukan. Wangi sang kekasih yang tak pernah berubah itu selalu membuatnya bergairah.


Kini dua kekasih yang memutuskan menginap bersama di hotel hanya diam saja dan duduk bersebelahan.


Adrian yang melihat wajah Yuki memerah padahal ia belum melakukan apa-apa juga sedikit ragu.


Tapi karna sudah di sana dan situasinya sudah oke, Adrian akhirnya melancarkan serangannya.


Secara perlahan ia memegang punggung Yuki yang terlihat sangat menggoda. Lalu dengan manja Adrian memeluk Yuki dan mulai mengendus lehernya.


Wangi segar dari tubuh sang pacar ia hirup dari dekat. Yuki yang terlihat pasrah dan diam saja juga tak melawan dan membuat Adrian makin membulatkan tekadnya.


Secara perlahan Adrian mulai memainkan tangannya dan mendekap erat sang pacar.


Lalu dengan penuh kasih sayang Adrian mencium sang kekasih. Yuki yang di cium oleh Adrian juga seperti menunggu itu dan dua pasangan yang sedang di mabuk cinta itu berciuman dengan mesra.


Bibir mereka saling melekat. Lidah mereka yang awalnya kalem makin lama makin berputar layaknya kincir angin.


Adrian yang melihat Yuki menikmati itu juga menjadi makin bersemangat. Kini ia pindah posisi dan duduk tepat di belakang Yuki.


Tangan besarnya juga mulai meremas Boba besar milik Yuki. Saat bobanya di remas dan telinganya di gigit, Yuki tak sengaja mendesah.


“Aaahhhh...”


Adrian yang untuk pertama kalinya mendengar ******* sang pacar menjadi makin horny.

__ADS_1


Calibur miliknya kini sudah tegak dan siap berperang.


Setelah ciuman mesrah penuh gairah, Adrian yang sudah tak tahan lagi langsung berbisik ke telinga sang kekasih.


“Ku lepas ya...”


Yuki yang mendengar suara Adrian juga diam saja dan hanya mengangguk.


Adrian yang secara perlahan melepas BH milik Yuki kini dapat merasakan boba kenyal super besar dan empuk milik sang pujaan hati.


Secara pelan dan manja Adrian mulai memainkan jarinya. Yuki yang bobanya di permainkan hanya diam saja sambil berusaha tetap menahan suaranya.


Tapi saat Adrian menekan puti.ng miliknya, Yuki yang tak kuat langsung mendesah hebat.


“Hemmm...”


“Ahhhh.....”


Adrian yang medengar ******* hebat Yuki juga tak kuat lagi dan langsung melepaskan celananya.


Caliburnya yang sudah sesak langsung lega karna kini sudah terlepas dari sarungnya.


Saat ini Adrian bisa melihat jelas boba besar milik sang kekasih yang selama ini ia dambakan.


Puti.ng pink dan terlihat nikmat itu membuat Adrian makin tak tahan dan Adrian yang sudah di puncaknya langsung membaringkan sang kekasih di kasur.


“Yuki...”


Secara perlahan ia membuka celana Yuki dan kini CD pink yang sangat menggoda terlihat jelas di hadapannya.


Yuki yang malu mencoba menutupi puti.ng dan CDnya. Tapi Adrian yang sudah tak tahan langsung meluncur dan mencium kembali bibir Yuki dengan lebih Intens.


Secara perlahan juga CD Yuki di buka sampai Yuki yang terlihat pasra berbicara.


“Ad...jangan lupa pake pengaman.”


Adrian yang hampir saja lupa juga langsung mengambil pengaman dan memakainya.


Besarnya Calibur Adrian hampir membuat pengaman itu tak cukup untuk menutupi seluruh sisinya.


Saat mendekati sang pacar kembali, Yuki lagi-lagi berbicara.


“Ad...tolong pelan-pelan aku baru pertama kali.”


Adrian yang melihat sang pacar memberanikan diri berbicara juga tersenyum dan mengangguk.


Sebelum memasukkan Caliburnya, Yuki lagi-lagi berbicara.


“Tolong matiin lampunya juga, aku malu.”


Adrian yang sudah di ujung dan hampir masuk juga menuruti keinginan sang pacar.


Sampai lampu yang awalnya remang-remang kini benar-benar gelap.


Adrian yang memiliki Sense tinggi juga dengan mudah melihat Tempat Tujuannya dan dengan pelan dan lembut Adrian akhirnya mengambil keperawanan sang pacar.


Secara perlahan Adrian memasukkan Caliburnya. Saat masuk, rasa nikmat yang luar biasa langsung menjalar ke seluruh tubuhnya.


Yuki yang di perlakukaan dengan lembut juga terlihat menikmati gerakan Adrian.


Adrian yang akhirnya melepaskan title keperjakaannya juga terlihat menikmati momen itu.


Dengan lembut dan penuh kasih sayang, dua kekasih yang saling mencintai itu akhirnya terhubung seutuhnya dan menjadi satu.

__ADS_1


__ADS_2