
Adrian dan Messy kemudian berjalan menuju kota Kalman yang merupakan kota pusat di kerajaan Solon.
Sambil berjalan, Messy sedikit memberikan pemahaman pada Adrian tentang peraturan yang ada di sana.
Peraturan di kota Kalman alias kerajaan Solon sendiri sangat sederhana.
Kerajaan netral yang di pimpin seorang Ratu itu tak memandang ras atau kasta yang berlaku di dunia Underworld dan lebih mementingkan kesetaraan.
Tapi jelas, siapapun yang berbuat onar akan langsung di hukum berat lalu di usir untuk selamanya dari Solon.
Saat sampai di depan gerbang besar yang merupakan salah satu pintu masuk kota Kalman, Messy langsung berbisik dan memberikan isyarat pada Adrian.
“Baiklah tuan Adrian...biarkan saya yang berbicara kepada para penjaga.”
“Oke...ku serahkan padamu Messy.”
Saat tiba di depan pintu super besar berwarna hijau dengan ukiran unik yaitu naga dengan tujuh kepala, penjaga yang merupakan salah satu ras manusia ikan bertubuh kekar langsung menghentikan Messy dan Adrian.
“Messy lagi-lagi kamu terlambat.”
“Hehehe, maaf pak penjaga, saya ketiduran di tepi danau.”
“Huh kamu ini, petapa Pinguin sudah panik mencarimu karna saat ini adalah musim migrasi lumut Cresin, dia pikir kamu akan terjebak di hutan.”
“Hehehe, tapi saya baik-baik saja pak dan biarkan saya dan teman saya ini masuk.”
“Sebentar...siapa temanmu itu, aku tak pernah melihatnya?”
“Dia adalah kenalan lama saya dari tempat tinggal lama saya pak.”
Setelah di beri isyarat, Adrian menatap penjaga dan memperkenalkan dirinya.
“Salam kenal pak penjaga, nama saya Adrian.”
“Adrian?...nama yang aneh.”
Tapi karna Messy adalah anak petapa Pinguin yang di hormati dan di segani, penjaga yang tak merasa curiga akhirnya membukakan pintu besar yang ada di hadapan Adrian.
Saat pintu di buka, Meesy dan Adrian langsung masuk ke dalam kota Kalman.
Saat baru masuk, Adrian dapat melihat dengan jelas salah satu kota netral di Underworld itu sangat ramai.
Seperti kota-kota di abat pertengahan, penduduk di sana yang beraneka ragam hidup layaknya di sebuah kota yang mirip dengan manusia.
Sambil berjalan dengan Messy, Adrian mulai melihat-lihat mahkluk lainnya yang ada di sana.
Udang berbentuk aneh dan berdiri layaknya manusia, ikan dengan dua kaki dan tangan layaknya manusia yang menjual ikan kecil dan hasil laut yang aneh.
__ADS_1
Lalu ada juga gurita yang menjual pakaian dan macam-macam.
Saat memasuki kota Kalman, pandangan Adrian tentang dunia laut langsung berubah.
Ia yang tak pernah menyangka ada kehidupan seperti itu di dunia bawah hanya bisa kagum sambil memperhatikan sekitar.
“Hebat...aku tak tau ada kota seperti ini di bawah laut...”
“Hehehe, karna tuan Adrian baru pertama kali ke Underworld pasti hal ini masih asing benar kan?”
“Bukan benar lagi, aku bahkan hampir gila melihat hal aneh seperti ini.”
“Santai saja tuan Adrian, semua mahkluk laut di Underworld berbeda dengan mahkluk di lautan liar.”
“Ooohhh, jadi apa bedanya?”
“Bedanya semua penghuni Underwolrd adalah mahkluk yang memiliki akal, jadi kami tak sama dengan yang ada di lautan liar.”
“Jadi begitu...terima kasih informasinya.”
Adrian yang mengikuti Messy juga melihat tanda merah di map layar hologramnya makin membesar.
Lalu arah merah itu tepat berada di arah istana besar dan megah yang ada di tengah kota.
Messy yang sudah di beritau Adrian untuk mengantarkannya ke istana laut selatan juga dengan santai membimbing Adrian ke tempat tujuannya.
“Hemmm, sepertinya tuan Adrian sangat tertarik dengan apa yang ada di kota Kalman.”
“Kalau mau saya bisa mengantarkan tuan berkeliling terlebih dahulu.”
“Ehh...tidak-tidak, aku hanya ingin segera bertemu dengan penguasa tempat ini, katamu dia adalah orang yang ramah.”
“Tentu saja, Ratu Kandita adalah Dewi penolong semua orang. Saya yakin dia juga akan dengan senang hati menemui tuan meskipun tuan adalah Manusia.”
Mendengar ucapan Messy yang sangat meyakinkan, Adrian hanya bisa berharap itu semua benar.
Jika sampai terpaksa Adrian juga sudah menyiapkan segala sesuatunya. Ia yang paham misi Raja kali ini adalah menaklukkan penguasa laut selatan sudah mempersiapkan dirinya jauh hari.
Jika bisa seperti Aspi yang mau bekerja sama dengannya tanpa ada pertarungan Adrian akan dengan senang hati melakukan itu.
Tapi jika tidak, maka Adrian sudah ada rencana cadangan.
Tanpa terasa akhirnya Adrian dan Messy sampai di depan istana laut selatan. Saat sampai di sana, lagi-lagi tujuh permata milik Adrian bersinar dan kali ini sinarnya makin terang.
Adrian yang mengetahui dari Sea kalau permata bertuah itu bukan barang sembarangan juga sudah menerka-nerka apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sama halnya dengan Buah Laut Suci yang merupakan item untuk mengaktifkan misi menaklukan Aspidochelone dan menyembuhkannya.
__ADS_1
Tujuh permata Eksotic itu juga pasti memiliki kegunaan yang hampir serupa.
Saat sampai di istana besar dan bersinar hijau itu, dua penjaga yang bertubuh besar dan sangar langsung menghentikan mereka.
Satu ada seekor Hiu humanoid dan satu lagi ada Buaya humanoid yang berdiri layaknya manusia. Saat melihat Messy, dua penjaga itu langsung berbicara.
“Hoi berhenti...”
“Pak penjaga, saya ingin bertemu Ratu.”
“Dasar bocah tengik, apa tak cukup kau membuat ulah...sana pergi Ratu tak bisa di ganggu.”
“Heee, tapi Ratu sendiri sangat baik kepadaku dan mengatakan kalau istana ini selalu terbuka untukku.”
“Huh, kamu ini...Ratu Kandita memang bersifat seperti itu kepada semua orang, kamu jangan sampai salah paham dengan perkataannya...sana pergi sebelum aku bertindak kasar.”
Adrian yang mendengar ucapan penjaga yang menyerupai buaya itu juga bingung harus berbuat apa. Kalau bisa ia ingin masuk secara baik-baik.
Tapi kalau di larang, Adrian yang tak ingin berlama-lama dan bertele-tele juga akan masuk secara paksa.
Namun anehnya, sebelum Adrian bertindak, seseorang dari dalam istana langsung datang dan menyambut mereka.
“Biarkan mereka masuk...mereka berdua adalah tamu penting Ratu Kandita.” Kata wanita cantik yang merupakan salah satu ras manusia ikan bangsawan.
Tubuh wanita itu sangat sexy. Mata biru dan telinga ikan imutnya membuat Adrian sedikti terpesona.
Adrian yang berfikir kalau ras manusia ikan itu kebanyakan menakutkan dan menyeramkan langsung berubah pikiran saat melihat gadis cantik di hadapannya.
Penjaga yang melihat wanita itu dan mendengarkan perintahnya juga langsung menundukan badan.
“Mohon maaf nona Shazam, kami tak tau mereka adalah tamu penting Ratu.”
“Tak apa...ayo ikuti saya, kalian berdua sudah di tunggu Ratu Kandita.”
Adrian yang bahkan belum berbuat apa-apa dan baru saja tiba di sana langsung di persilahkan masuk.
Ia yang sadar sang penguasa laut selatan itu seperti mengetahui tujuan dan identitasnya merasa sedikit khawatir.
Tapi di waktu bersamaan juga itu membuatnya lega. Karna di persilahakan masuk secara baik-baik berarti kedatangannya di sambut secara terbuka oleh sang pemilik istana.
“Hehehe, ayo tuan Adrian...saya jamin anda akan terkejut saat melihat istana Ratu Kandita dari dalam.”
Setelah memasuki istana laut selatan, Adrian yang di hadapannya terpampang nyata istana super megah yang tak dapat di ungkapkan dengan kata-kata hanya bisa berjalan sambil mengikuti wanita itu.
Ia benar-benar di buat takjub kali ini dan tak dapat berkata-kata lagi ketika melihat istana bercahaya hijau nan megah itu dari dekat.
*****
__ADS_1