System Of Sea

System Of Sea
Naif


__ADS_3

Setelah 13 hari penuh nafsu, Adrian yang berhasil menaklukkan Ratu Laut Selatan langsung mandi dan membersihkan tubuhnya yang di penuhi cairan kenikmatan dan keringat.


Sambil membasuh dirinya, Kandita yang datang ke sana lagi-lagi menggoda Adrian.


Sambil bersantai di tempat mandi ala kerajaan jaman dulu. Adrian dan Kandita duduk dan berendam air panas hijau yang menyegarkan.


“Ahhhhh...air hijau ini nikmat sekali, seperti seluruh tubuhku di penuhi energi kembali...”


“Tentu saja tuan, air laut hijau ini adalah air spesial dari tanah Kalman.”


Sambil duduk dan menyandarkan tubuhnya dengan manja ke badan besar Adrian, Kandita memanjakan Calibur Adrian yang ada di bawah air dan terus menggoda Adrian.


Melihat Adrian yang mulai menikmai itu, Kandita mulai melancarkan aksinya.


“Tuan...bolehkah saya melihat kembali tujuh permata bertuah itu?”


Adrian yang mendengar perkataan Kandita langsung membuka matanya. Ia tak bodoh dan tau apa artinya itu.


Menyerahkan ke tujuh permata sebelum Kontrak Jiwa, jika Kandita berkhianat maka ia bisa saja mencuri permata itu.


Tapi Adrian yang berada di air tak akan terkalahkan dan Kandita juga sudah ia taklukkan seperti janji mereka di awal.


“Jika kau memang ingin melihatnya maka kita bisa buat kontrak Jiwa sekarang!”


“Hemmm...Kontrak Jiwa adalah hal yang Suci, tak mungkin kita melakukannya dalam posisi seperti ini kan?” ucap Kandita sambil menekan Calibur Adrian dengan kuat.


Adrian yang di perlakukan seperti itu hanya tersenyum dan mereka mulai berciuman.


Setelah ciuman panas dan intens, karna sudah percaya Adrian mengeluarkan tujuh permata dari tas penyimpanan.


Tujuh batu sebesar kepalan tangan itu ia keluarkan dan kini bersinar terang di hadapannya dan Kandita.


“Lihatlah...sebentar lagi benda ini juga akan jadi milikmu...”


Kandita yang melihat dari dekat tujuh permata bertuah terlihat sangat senang.


Sambil memanjakan tubuhnya ke dada Adrian, Kandita mulai melancarkan aksinya kembali.


Kali ini ia menggerakkan tangan lembutnya dan membelai Calibur Adrian lebih intens.


Adrian yang di perlakukan kasar hanya tersenyum dan menikmati itu.


Adrian tak bodoh dan ia juga tau dengan apa yang ia lakukan. Tapi di dalam air, jika wanita itu macam-macam Adrian tak akan segan-segan dan jika Kandita berkhianat maka ia hanya perlu memberi wanita itu pelajaran lebih hebat lagi.


“Bagaimana...apa sudah cukup?”


“Cukup tuan...aku ingin segera keluar dari tempat mandi ini dan membuat Kontrak jiwa dengan tuan Adrian.”


“Hemmm, apa boleh aku menyentuhnya tuan?”


“Begitu ya...kalau kau berhasil membuatku merasa nikmat lebih dari ini mungkin aku akan mempertimbangkan keinginanmu...”


Adrian yang terjerumus ke dalam kenikmatan mulai tak bisa berfikir jernih. Kandita yang mendengar ucapan Adrian juga mulai melancarkan serangan yang lebih hebat.


Kali ini mereka duduk berhadap-hadapan dan Kandita mulai memanjakan Adrian.


“Di sana...itu nikmat sekali...”

__ADS_1


Sambil berciuman dan bergoyang, Adrian yang di manjakan akhirnya tak bisa menahan diri dan di buat keluar kembali.


“Ahhhh....keluar....”


“Crootttt...”


Setelah keluar, Adrian yang sudah di kendalikan nafsu hanya duduk dengan santai di bak mandi super besar itu.


Kandita yang terus memanjakan Adrian akhirnya berhasil mengeluakran cream Adrian lagi dan lagi.


“Itu sudah yang ke berapa tuan?...”


“Ehhh, entahlah aku sudah tak tau...”


Sambil tersenyum dan berbisik di telinga Adrian, Kandita mulai meminta hal yang selama ini ia tunggu-tunggu.


“Kalau begitu berikan pada wanita yang sudah bekerja keras ini hadiah.”


“Biarkan aku merasakan kekuatan langsung dari tujuh permata bertuah itu sebentar.”


Adrian yang di bisikan manja masih setengah sadar.


Tapi karna sudah janji, Adrian akhirnya mengeluakran kembali tujuh permata dan berniat memberikannya pada wanita yang sudah bekerja keras di hadapannya.


“Ini hadiahmu...kau hanya ingin memegangnya bukan?”


“Benar tuan...saya sudah lama ingin merasakan kekuatan dari tujuh permata.”


Sesaat Adrian ingin menyerahkan batu permata, suara Sea terdengar di kepalanya dan berusaha mencegah hal itu.


Adrian yang mendengar suara Sea hanya tersenyum dan mengangguk.


“Memangnya kenapa...dia hanya ingin merasakan energi unik dari tujuh permata secara langsung dan setelah ini semua permata bertuah juga akan menjadi miliknya.”


Setelah mengatakan hal itu pada Sea, Adrian langsung menyerahkan tujuh permata yang merupakan item penting untuk menaklukkan penguasa laut selatan dan menyelesaikan Misi Raja.


Ia yang menyerahkan Buah Laut Suci pada Aspi juga menyerahkan item penting itu di awal.


Jadi menurut Adrian tak ada yang perlu di khawatirkan dan iapun menyerahkan tujuh permata bertuah dengan mudahnya.


Saat Kandita menerima tujuh permata, wanita itu terlihat senang dan melihat dengan seksama barang yang selama ini sudah ia cari-cari akhirnya berada di genggaman tangannya.


Adrian yang melihat itu juga tak curiga karna saat ini Kandita duduk tepat di hadapannya.


Jika wanita itu mencoba lari dan berkhianat maka Adrian akan langsung memasuki mode Raja dan akan merebut kembali tujuh permata eksotic.


Itu yang ada di pikirannya yang sedikit kacau sampai akhirnya hal tak terduga terjadi.


Air hijau hangat dan nikmat itu yang di penuhi energi berubah dengan cepat dan menjadi racun mematikan.


Air yang awalnya berwarna hijau cerah itu dalam satu kedipan mata berubah warna menjadi hijau gelap dan di penuhi racun.


Adrian yang merasakan tubuhnya terbakar hebat langsung sadar kalau wanita di hadapannya berhianat.


“Aahhh...Kandita apa yang kau...”


Di dalam air penuh racun, Adrian yang melihat Kandita tersenyum jahat langsung berniat menangkapnya.

__ADS_1


Tapi belum sempat ia bergerak, sebuah rantai berwarna emas langsung menjerat lehernya.


Kekuatan Suci dari rantai misterius yang Adrian tak ketahui langsung menyegel semua kekuatannya.


“Ini...apa yang...”


Dengan kejam Adrian yang berada di dalam bak mandi di tarik keluar dan di banting.


Tubuhnya di penuhi racun dan parahnya lagi kekuatannya seperti menghilang.


Lalu di hadapan Adrian seorang pria dengan pakaian putih bercampur emas langsung muncul dan menarik lehernya.


Leher yang terikat rantai emas itu di tarik layaknya menarik binatang.


Adrian yang sadar sudah di jebak langsung mengaktifkan mode Raja Laut.


“Sea, aktifkan mode Raja...”


Tapi bukannya mendapatkan kekuatan yang ia inginkan, Adrian justru tak mendengar suara Sea dan mode Raja yang merupakan andalannya tak dapat di aktifkan.


“Sea...apa kau mendengarku?”


“Sea....”


Mau sebanyak apapun Adrian memberi perintah pada Sea, tetap saja Sea tak menjawab.


Seakan Sea juga ikut di segel bersamaan dengan kekuatannya yang menghilang, Adrian mulai panik dan mencoba lepas dari rantai aneh yang mengikat lehernya.


“Sialan...”


“KANDITA....”


Adrian yang kekuatannya tersegel terlihat tak berdaya. Di angkat dan di perlakukan layaknya anjing yang di rantai, Adrian di banting lagi dan lagi.


“Bruuggghh...”


“Bruuggghh...”


“Bruuggghh...”


Tubuh yang berdarah dan di penuhi racun itu akhirnya mulai melemah. Adrian yang tak menyangka ia di khianati dan di kalahkan semudah itu mencoba tetap sadar.


Lalu Kandita yang sudah mendapatkan apa yang ia mau langsung berjalan mendekat ke arah Adrian yang sudah tak berdaya dan berbicara tepat di hadapannya.


“Terima kasih untuk hadiahnya tuan Adrian...”


“Dan selamat karna mulai hari ini tak akan ada lagi pria bodoh bernama Adrian Devano...selamat tinggal Rajaku yang laknat...”


“Bruuggghh...”


Pijakan kuat dari kaki Kandita langsung membuat Adrian kehilangan kesadaran.


*****



 

__ADS_1


__ADS_2