
Di momen menegangkan itu, untung saja Adrian yang sudah sadar langsung menenangkan keadaan.
“Berhenti...”
Di beri perintah, Squalo yang sudah haus darah mundur secara perlahan.
Luca yang akhirnya berjalan dan mendekat ke arah Adrian terlihat sangat marah dan menatapnya dengan tajam.
Selama ini Luca tak pernah mencampuri bisnis dan urusan Adrian. Ia yang memang tak ingin berurusan lagi seperti keinginan Adrian sendiri seperti tak di hargai.
“Apa yang sebenarnya terjadi di sini Adrian, kenapa kau mengacau?”
Tapi Adrian yang sudah menyesali perbuatannya hanya diam saja. Saat ini ia hanya melihat Basil yang terduduk sambil melindungi sang ayah dari monster yang ingin membunuhnya.
Parahnya lagi monster itu adalah ia sendiri.
Sambil menenangkan dirinya, Adrian membuka layar hologram dan membeli dua botol Air Suci. Dengan cepat ia melemparkan air itu pada Basil.
“Ambil itu dan minum, lalu berikan satu pada ayahku.”
Setelah memastikan keadaan Basil dan sang ayah membaik, Adrian berbalik arah dan menatap Luca yang kini terlihat sangat marah di hadapannya.
Thomas dan beberapa anggota polisi juga terlihat sangat marah karna memang Casino yang ada di sana masih menjadi salah satu dari mesin penghasil uang mereka.
“Adrian...bukankah kita sudah punya perjanjian, kenapa kau melalukan ini?” ucap Luca kembali.
Tapi Adrian dengan Sense tingginya dapat melihat banyaknya barang haram dan narkoba di sana.
Bahkan Adrian juga merasakan benda terlarang itu dari tubuh ayahnya beberapa hari yang lalu.
Sang ayah yang biasa kalem dan tak pernah melawan ataupun menyakiti istirnya alias ibu Adrian entah kenapa berubah menjadi pria dengan tangan kasar.
Dalam hatinya ia ingin sekali menghancurkan tempat itu. Tapi karna masih menghormati tua bangka yang ada di hadapannya, Adrian yang mengaku salah hanya diam saja.
Sambil mengambil nafas panjang, akhirnya Adrian menjawab pertanyaan Luca yang berdiri di hadapannya.
“Maaf...ini masalah keluarga dan aku akan segera pergi.” Ucap Adrian dengan santai dan berjalan meninggalkan Luca beserta para anteknya.
Seakan di permainkan, Thomas yang sudah naik darah mengatakan hal yang menyulut emosi Adrian kembali.
“Dasar bocah bodoh, jangan bawa-bawa masalah keluargamu ke sini atau aku sendiri yang akan menghabisi mereka.”
Mendengar ucapan Thomas, Adrian yang berjalan langsung berhenti. Kini pria bernama Adrian itu berbalik arah lalu menatap Luca dan Thomas beserta seluruh anteknya dengan tajam.
“Aku sengaja menyisakan satu CCTV saat itu, apa itu masih belum cukup untuk membuat kalian mengerti?” ucap Adrian yang berjalan dan mendekati Thomas.
Di tatap tajam oleh Adrian, Thomas yang ketakutan secara refleks mengangkat pistol miliknya dan mengarahkannya ke arah Adrian.
__ADS_1
Melihat sang bos di todong pistol, anggota Sea Army tersenyum bagai psikopat seperti siap membunuh mereka semua saat itu.
Adrian yang di todong pistol nampak kalem karna benda rongsokan itu tak akan bisa melukainya, tapi itu beda cerita dengan keluarganya.
Ketika sudah membawa-bawa keluarganya, Adrian yang sudah muak dengan tempat penuh maksiat itu langsung menatap Luca secara dekat.
“Sepertinya rekaman CCTV itu belum cukup untuk membuatmu dan anggotamu paham ya pak?”
“Apa maksudmu, Thomas tak serius dengan ucapannya jadi cukup dan sudahi saja ini.” balas Luca yang sedikit ketakutan di tatap tajam oleh Adrian.
Ia dan anggotanya yang sebenarnya sudah tau kehebatan dan kebrutalan Sea Army juga hanya menjaga wibawa mereka.
Apa jadinya jika sang penguasa tak bertindak jika ada pengacau yang mengganggu bisnisnya.
Tapi justru tindakannya itu membuat seorang pria muda yang tak kenal takut bernama Adrian tersinggung. Apa lagi ketika membawa keluaganya.
“Begitu ya...sepertinya kalian harus di beritau posisi kalian yang sekarang?”
“Apa maksudmu, ku bilang cukup dan...”
“Diamlah, perintahmu tak berlaku bagiku.”
Dengan tatapan tajam bagai predator puncak, Adrian memberi perintah kepada anggota Sea Army yang sudah seperti haus akan darah.
“Semuanya...hancurkan dan bakar tempat kotor ini.”
“Dan jika ada yang mengganggu...bunuh mereka.”
Lalu dengan tanpa pandang bulu, anggota Sea Army menghancurkan Casino mewah tujuh lantai itu.
Semua meja, kursi dan perabotan di hancurkan. Squalo yang kegirangan seperti orang gila juga melompat lombat sambil menghancurkan tempat mewah itu
Luca yang melihat tindakan gila anggota Adrian tersulut emosinya dan hampir saja mengangkat senjatanya.
Tapi sadar pistol yang di pegangnya tak akan bisa menyelamatkannya dari para monster yang sedang mengamuk itu, Luca hanya diam saja saat Casino mewah miliknya di hancurkan.
“Hahahaha...ini lumayan seru.”teriak Squalo sambil menghancurkan semua tempat.
Dari lantai satu sampai lantai tujuh semua orang di usir secara paksa dan di keluarkan.
Lantai lima dan enam tempat VIP juga di hancurkan dan semua pengunjung VIP di paksa keluar atau mati.
Lantai tujuh yang merupakan tempat esek-esek juga di gusur dan beberapa pengunjung yang sedang dalam mode bercinta di paksa keluar.
Adrian yang sudah memberi perintah juga dengan santainya pergi meninggalkan Luca dan para anteknya yang hanya diam mematung sambil melihat Casino mewah yang sudah mereka bangun susah payah di hancurkan.
Jika mereka pintar dan tak ingin mati, maka mereka hanya harus mendengarkan perkataan sang penguasa kota yang baru.
__ADS_1
Malam itu Casino Diamond Bluesky yang super mewah milik Luca di hancurkan lalu di bakar.
Di depan matanya sendiri harga dirinya di injak-injak oleh seorang pemuda yang baru beberapa bulan lalu ia lindungi.
“Apa kita hanya diam saja bos?” ucap salah satu antek Luca.
“Apa yang bisa kita perbuat, apa kau bisa membunuh monster seperti mereka?” balas Luca sambil menyalakan rokok cerutu miliknya dan berjalan meninggalkan Casino besar itu yang sudah terbakar hebat.
“Sepertinya kota Bluesky akan berganti pemimpin.” Ucap beberapa pengunjung yang menyaksikan Casino milik Luca di bakar di depan matanya sendiri.
***
Malam itu, Adrian yang tak ingin pulang pergi ke pantai Bluesky. Dari sana ia masih bisa melihat kobaran api merah dari arah Casino mewah yang ia bakar habis.
Sambil duduk di pantai tersebut, Adrian membaringkan dirinya di pasir.
Jika sedang banyak masalah, pasti tempat yang di tujunya adalah pantai Bluesky.
Sejak kecil ia selalu seperti itu dan kebiasaannya ini belum berubah sampai sekarang.
Sambil menatap langit berbintang, Adrian meraih ponsel miliknya dan menelepon seseorang.
Hiromi Yuki, ia mencoba menelepon sang pujaan hati. Jika di indonesia saat ini pukul 11 malam, maka di Amerika sudah pukul 11 siang.
Lalu telepon itu langsung di angkat dan suara lembut sang pacar langsung terdengar di telinganya.
“Hallo...tumben kamu nelpon duluan, ada apa?”
Adrian yang di tanya hanya diam saja. Yuki yang tau jika di indonesia saat ini sudah larut malam juga mengerti kenapa kekasinya itu menelepon di larut malam.
“Kenapa Ad...ceritakan padaku?”
“Ad...ada apa?”
“Aku...aku mengacaukannya Yuki, lagi-lagi aku tak bisa mengontrol emosiku.”
“Begitu ya...apa yang terjadi, ceritakanlah padaku.”
Di malam hari penuh bintang itu akhirnya Adrian menceritakan kejahatan yang telah ia lakukan malam itu.
Sang kekasih juga mengerti dan tak menyalahkannya.
Justru di saat-saat seperti itu, Yuki selalu menyemangatinya dan itu membuat Adrian sedikit tenang.
Di tempat lain, anggota Sea Army yang berpesta dan menghancurkan Casino mewah milik Luca secara terang terangan sudah membuka mata semua orang yang ada di kota Blueksy.
Baruna Grub, perusahaan besar itu kini sudah mengambil alih kekuasaan di kota mereka dan pemimpin baru kota Bluesky alias Adrian Devano sudah tak terhentikan lagi.
__ADS_1