
Di Dark Reef Prison...
Dagnu yang mengamuk karena di permainkan dan kehilangan Putri Aurora membuat semua orang ketakutan.
Tristan yang ada di sana juga lari dan mencoba bersembunyi dari amukan Dagnu.
Saat Dagnu benar-benar marah, sebuah kapal perang unit SA-02 mulai mendarat ke Landasan Utama Dark Reef.
Anabola yang mendengar dan mengetahui Komandan Dagnu sedang marah besar di dalam juga tak berani mendekatinya dan langsung menemui Komandan Tertinggi lainnya yang baru saja tiba.
Saat kapal baru turun dan mendarat, Komandan tertinggi lain yaitu Dagon langsung turun dengan ekspresi sedikit tak senang.
Komandan yang paling muda di antara 3 Komandan tertinggi itu terlihat tampan dan kharismatic.
Mata emas dan rambut pirangnya juga terlihat indah berkilau. Tubuhnya tak terlalu besar, tapi jelas dari seragam militer Ksatria Suci yang ia kenakan tiap orang akan memberi hormat padanya.
Dagon yang juga diperintahkan Atlas untuk mengawal Aurora bersama Dagnu merasa itu terlalu berlebihan.
Mungkin benar saat ini di luar sana masih ada beberapa pemberontak yang berkeliaran.
Tapi tak mungkin ada orang bodoh yang ingin menyerang Dark Reef. Di tambah adanya Dagnu di sana akan membuat pengawalan putri Aurora menjadi aman.
“Tuan...tuan Dagon ini gawat!” kata Anabola yang langsung berlari mendekati Dagon.
“Berisik...jangan berteriak di hadapanku dasar gurita menjijikkan!” balas Dagon sambil menghidupkan sebuah rokok.
Dagon yang sebelumnya berada di Varuna dan sedang bersenang-senang dengan beberapa mermaid juga langsung datang saat Dagnu memanggilnya.
Jika saja itu bukan panggilan darurat dari Dagnu mungkin ia akan enggan dan lebih memilih menghabskan waktu lebih banyak lagi di tempat pelacuran.
“Ada apa sebenarnya, kenapa tuan Dagnu memanggilku?”
“Tuan...itu, Putri Aurora berhasil kabur dengan beberapa tahanan.”
Saat mendengar ucapan Anabola, Dagon langsung menjatuhkan rokok yang baru saja mau di hisapnya.
Sambil berjalan juga ia merasakan aura kuat dan mengerikan dari Dagnu yang berjalan tepat ke arahnya.
Dagon yang merasakan niat membunuh hebat langsung di buat keringat dingin.
Di hadapannya juga Tristan yang berhasil lebih dulu keluar lewat Gerbang Utama berlari ketakutan dan berniat langsung menaiki kapal.
“Hoi Tristan apa yang...”
“Lari...Komandan Dagnu sedang marah besar.” kata Tristan yang melarikan diri ke dalam kapal.
Dagon yang di berikan misi untuk mengawal Aurora saat itu lebih memilih pergi ke Varuna dan bersenang-senang.
Menurutnya tak mungkin ada harus di khawatirkan. Tapi saat mengetahui kabar Aurora berhasil kabur dengan beberapa tahanan, jantungnya langsung mau copot.
Di tambah Dagnu yang mendekatinya dengan niat membunuh hebat membuat komandan Termuda itu keringat dingin dan tak bergerak.
__ADS_1
Anabola yang merasakan Dagnu menuju tepat ke arah mereka juga langsung menjauh bersama beberapa penjaga lainnya.
Lalu Dagnu yang terlihat sangat marah akhirnya tiba di hadapan Dagon dan tanpa bersuara langsung menuju kapal.
Dagon yang di anggap tak ada mencoba mendekat dan bertanya.
“Tuan Dagnu...apa yang sebenarnya terjadi?”
Tapi Dagnu yang sudah tak dapat lagi menahan amarahnya langsung menaiki kapal dan memberi perintah kepada beberapa kesatria suci untuk mengelilingi benua Subnatica dan mencari keberadaan putri Aurora.
Atas perintahnya ratusan Kesatria Suci langsung tancap gas dari beberapa pos penjagaan dan mencari sang putri.
Kabar tentang kaburnya putri Aurora dari Dark Reef juga tersebar dengan cepat. Puluhan kapal militer besar kini terbang lalu lalang.
Ribuan kapal kecil juga berpencar dan mulai mencari di semua tempat. Ratusan Kesatria Suci juga sudah di perintahkan mencari jalan rahasia yang ada di Dark Reef.
Di kota Zantica...
Kapal dan kendaraan modern terbang lalu lalang di atas kota besar itu. Beberapa kapal besar militer juga terlihat terbang di langit biru yang berupa air laut.
Semua kendaraan yang di gerakkan oleh energi suci terlihat bersinar dengan energi dan desain khas bangsa Agung Atlantis.
Jauh di tempat tertinggi dan termegah, Istana Raja Atlas yang berlapis emas dan Orichalcum murni kini di penuhi oleh para pejabat dan bangsawan.
Lalu ada banyak Ksatria Suci dan anggota dewan dan tetua yang sangat di hormati.
Sambil duduk dan menunggu gadis Suci datang untuk di berkati, seorang Komandan tertinggi lainnya yaitu Dagan berjalan dengan pelan dan mendekati Atlas.
“Tuan...Putri Aurora dan dua orang tahanan Supremacy berhasil melarikan diri dari Dark Reef.”
Mendengar kabar yang di katakan Dagan, Atlas langsung terkejut. Tapi perlahan ekspresinya berubah dan tenang kembali.
“Siapa tahanan yang berhasil kabur?”
“Yang pertama ada Slarken dan satu lagi seorang Supremacy Manusia bernama Adrian yang di tangkap Kandita waktu itu.”
Atlas yang sudah menunggu Aurora karena Upacara Suci akan di gelar langsung berdiri dari kursinya.
Saat melihat Atlas berdiri, semua orang menatap ke arahnya.
“Upacara Suci akan di tunda sementara jadi silahkan semuanya bubar dan meninggalkan istana.” Kata Atlas di hadapan semua orang penting yang ada di sana.
Beberapa tetua dan petinggi juga tak tinggal diam dan mencoba bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Semua orang dan persiapan sudah di buat dan kenapa kabar mendadak seperti itu baru di sampaikan.
Karena beberapa dewan masih ada yang tak senang dengan kepemimpinan Atlas, kabar hilangnya Gadis Suci langsung menyebar dengan cepat di kota Zanica dan menjadi topik perbincangan hangat.
Kekejaman Atlas yang memenjarakan Gadis Suci alias adiknya sendiri mulai banyak di ungkit kembali.
Beberapa kubu penentang Atlas yang awalnya sudah hampir menyerah langsung mengambil kesempatan emas itu untuk bangkit dan mengambil hati rakyat lalu kegaduhan mulai terjadi.
__ADS_1
Di Istana Raja Atlas. Dagnu, Dagon dan Tristan langsung di panggil dan saat ini mereka duduk sambil memberi hormat kepada Atlas.
Kepala sipir Vaper yang kabur juga sudah di eksekusi oleh Dagnu saat mencoba melarikan diri dan tertangkap.
Atlas yang memiliki rencana besar dan itu memerlukan bantuan Aurora terlihat diam dan tak bersuara.
Semua orang juga tau dari ekspresi Raja mereka kalau Sang Raja benar-benar sudah sangat marah.
“Dagnu, apa yang sebenarnya terjadi di Dark Reef?”
“Raja Atlas...sebenarnya begini...”
Akhirnya Dagnu langsung menjelaskan detail semua kejadian tanpa ada yang di tutup-tutupi.
Tristan dan Dagon langsung keringat dingin karena saat itu mereka melakukan kesalahan yang teramat fatal.
Dagon tak mengerjakan tugas dengan benar dan malah pergi ke tempat pelacuran. Tristan yang di kalahkan oleh tahanan juga mulai merinding.
“Jadi begitu Raja...saya mengaku salah, tolong hukum saya semau anda.” Kata Dagnu dengan lantang.
Tapi Atlas yang tak memiliki waktu karena ia harus segera menjalankan rencana besarnya yang berkaitan dengan Taraven dan Segel Suci hanya fokus pada satu tujuan.
Lalu Atlas berdiri dan berbicara dengan nada tinggi di hadapan mereka semua.
“Kita akan membahas hukuman kalian nanti...saat ini cari dua bajingan itu dan pastikan Aurora kembali.”
“Aku ingin dia kembali sekarang juga!”
“Jika kalian tak menemukannya maka kepala kalian akan langsung ku gantung di hadapan semua rakyat Zantica.” Kata Atlas di hadapan mereka semua.
Saat mendengar itu semua orang langsung bubar. Atlas yang duduk kembali terlihat sedikit pusing.
Hari itu juga semua orang sibuk dan langsung mencari Aurora di semua tempat.
Langit malam di penuhi oleh kapal dan Ksatria Suci beserta para prajurit Atlantis yang mencari Aurora di segala penjuru Underworld.
Di tempat lain...
Di ujung Benua Subnatica yang di penuhi Salju...
“Giaaauuuuu...”
Slarken yang saat ini segel Karma Laut sedang di lepaskan secara paksa dari tubuhnya oleh Aurora berteriak kesakitan seperti wanita.
Adrian yang melihat Slarken meronta-ronta juga membantu menenangkan.
“Hoi...kau sudah menunggu ini lamakan, kuatkan dirimu Slaken...”
“Aku...aku tau itu tapi...Giiiaaaaauuuu...”
Teriakan kuat Slarken yang kesakitan menggema di dalam goa kecil tempat mereka bersembunyi.
__ADS_1