
Di atas langit Bluesky...
Adrian yang di paksa menggunakan mode Raja Laut kini berhadapan dengan Evan di udara.
Evan yang menggunakan kekuatan aneh dapat terbang dan teleport semaunya.
Pergerakan cepat yang sudah di luar batas serta kemampuan bertempur hebat miliknya yang dapat menguasai semua medan membuat Adrian yang sudah memasuki mode Raja Laut bahkan tak bisa membunuhnya dengan mudah.
Adrian yang memiliki sisa waktu 70 detik lagi tak menyia-nyaikan waktunya. Serangan super mematikan dari gabungan mahkluk laut ia gunakan secara bersamaan.
“Rasakan ini...”
“BOOOOMMM...”
Tinju super kuat yang bahkan melebihi tinju Cano meluncur tepat ke tubuh Evan.
Evan yang di serang dengan telak terpental dan belum sempat ia membalas serangan Adrian, ia sudah di serang kembali.
Lalu dengan menggunakan kemampuan hipnotis dari CuttleFish, Adrian membawa Evan ke dunia berbeda.
Seperti memasuki mimpi panjang, Evan di paksa melawan Adrian dalam alam bawah sadarnya sedangkan tubuh Aslinya di hajar secara terus menerus di dunia nyata.
Adrian yang memiliki batas limit dari kekuatannya juga tak segan-segan dan menghajar Evan tanpa henti.
Kali ini kekuatan dari mahkluk paling beracun di lautan Adrian gunakan. Racun terhebat dari seluruh samudera ia gunakan dan dari tinjunya yang keras, Adrian memukul dan menyalurkan racun super mematikan dari ubur-ubur kotak yang mungkin dapat membunuh 1 juta manusia dalam sekali serangan.
Tidak cukup sampai di situ, Evan yang tak berdaya di serang kembali oleh energi listrik mematikan milik Adrian dari Belut Listrik.
Kekuatan dari serangan listrik Adrian jika diakumulasikan mampu menghidupi seluruh kota Bluesky dalam satu minggu.
Tak terbayang berapa kuatnya kekuatan listrik yang menyengat Evan saat itu. Sangking hebatnya, cahaya putih menyilaukan langsung menerangi seluruh kota Bluesky.
“Huh...tak mungkin ada yang selamat dari serangan seperti ini.”
“Maafkan aku Evan, kau yang memaksaku...”
Melihat tubuh Evan yang hancur dari dalam dan luar, Adrian berhenti sejenak dan tubuh tak berbentuk dari musuhnya kini terjatuh dari langit dan tergeletak tak berdaya.
Bentuk tubuh Evan sudah seperti kotoran yang di injak dan tak berbentuk lagi. Bahkan energi kehidupan sama sekali tak terasa dari tubuhnya yang hancur mengenaskan.
Adrian yang berdiri di langit terlihat menatap Evan dari sana. Tubuh kekar dan berototnya terlihat makin mengesankan tanpa mengenakan baju.
Di tambah mata merah darah dan rambut merahnya yang berubah ketika memasuki mode Raja Laut membuat penampilan Adrian benar-benar berbeda dengan yang aslinya.
Apalagi dengan adanya Aura merah dan tato aneh yang menyelimuti tubuhnya, dengan itu sosok Adrian yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata lagi akan membuat tiap musuhnya merinding ketakutan.
Saat memastikan kematian Evan, Adrian yang juga mengetahui pasukan miliknya sedang bertarung dengan semangat dan bersungguh-sungguh mulai tersenyum tipis.
Meskipun sebagian kota Bluesky hancur, tapi karna penanganan yang cepat tak ada banyak korban dari pertarungan mereka dan dengan itu Adrian merasa sedikit senang.
Tapi belum lama ia tersenyum, energi aneh super gelap dan pekat mulai muncul dari tubuh Evan yang sudah mati.
Saat menyadari itu, Adrian menatap ke arah Evan dan pria dengan julukan God Syndrome itu berdiri kembali seperti tak terjadi apa-apa.
“Apa...bagaimana bisa...”
Adrian yang melihat itu sangat di buat tak percaya. Jelas-jelas ia sudah membunuh Evan tapi seperti semua serangan hebatnya tak bekerja, Evan bangkit kembali bahkan energi kegelapan miliknya makin meningkat.
Evan yang terbangun kembali terbang dengan pelan dan kini berdiri di hadapan Adrian.
Sambil tersenyum tipis, ia memuji kehebatan Adrian yang dapat membunuhnya.
__ADS_1
“Hebat...ku akui kau sudah melebihi ekspetasiku.”
“Kau...bagaimana caranya kau masih bisa hidup?”
“Hidup? Apa itu...bukankah sebagai sesama mahkluk abadi kau juga mengerti arti dari kata hidup yang sesungguhnya.”
Adrian yang hanya menyisakan beberapa detik dari mode Raja Laut langsung menyerang Evan kembali.
Secepat kilat ia menyerang Evan dan Tinju yang di perkuat kekuatan gabungan dari beberapa macam mahkluk laut itu tepat meluncur ke arah Evan.
Dengan kecepatan cahaya, Adrian menerjang dan Evan pun sama. Dua cahaya berwarna merah dan hitam kini saling beradu pukulan dan serangan di udara.
“BOOOOMMMM...”
“BOOOOMMMM...”
“BOOOOMMMM...”
Pukulan super kuat dari dua mahkluk immortal mengguncangkan kota Bluesky. Para penduduk yang mendengar suara seperti dentuman itu menjadi sangat ketakutan.
Belum lama gempa terjadi, petir menyambar, kilatan aneh muncul dan sekarang suara seperti dua benda keras yang bertabrakan itu mengguncanagan seluruh kota kembali.
“Suara apa itu?”
“Sialan...apa yang sebenarnya terjadi, kenapa tiba-tiba saja keadaan jadi mengerikan begini.”
Para penduduk yang sudah di evakuasi ke bukit tertinggi saat ini dapat melihat kota Bluesky yang gelap dan mencekam.
Langit gelap, petir menyambar, angin kencang dan saat ini suara mengerikan seperti menambah daftar panjang malapetakan saat itu.
Untung saja pihak kepolisian mampu menenangkan warga dan kepanikan bisa di minimalisir.
Ibu Adrian yang juga berada di sana terlihat sangat khawatir saat tak menemukan Adrian di tempat pengungsian.
“Judy...”
“Syukurlah kamu sudah di sini, di mana Adrian?”
“Mas...itu, Adrian gak ketemu.”
“Udah coba kamu telpon?”
“Udah mas tapi di luar jangkauan...bagaimana ini aku takut dia kenapa-napa.”
Ayah Adrian yang melihat istrinya panik dan sedih mencoba menenangkan.
Meskipun sudah lama tak bertemu, di saat seperti itu keselamatan anak mereka jauh lebih penting dan suami istri itu akhirnya bersama-sama mencari anak mereka di lautan manusia yang memenuhi tempat pengungsian.
Di tempat lain...
Adrian dan Evan yang sudah mencapai puncak pertarungan mereka terus menyerang satu sama lain.
“Hahaha...lagi, hibur aku lagi...”
Evan yang menghadapi Adrian dalam mode Raja Laut di buat kewalahan. Tapi ia yang memiliki kemampuan kompleks dapat mengimbangi Adrian dengan mudah.
Bahkan kemampuan hipnotis milik Adrian sudah di counter dan tak dapat bekerja lagi.
“Evannn...”
Adrian yang hanya menyisakan beberapa detik sisa waktunya menyerang Evan membabi buta. Tubuhnya kini terbagi menjadi tujuh dengan kekuatan yang sama kuatnya.
__ADS_1
Berbeda dengan kekuatan bayangan atau clone. Tubuh Adrian benar-benar terbagi tujuh dengan kemampaun yang sama hebatnya.
Menggunakan kemampuan membelah diri dari bintang laut, Adrian mulai menyudutkan Evan kembali.
Evan yang melawan tujuh orang Adrian juga seperti tak kenal takut dan meladeni mereka semua.
Petir besar, badai kuat, api hitam, bahkan pohon aneh dan tumbuhan beracun raksasa ia gunakan untuk menghadapi Adrian yang kini ada tujuh orang.
Tak terbayang lagi kehebatan Sang Dewa Syndrome yang dapat mengimbangi Adrian dalam wujud terkuatnya.
Sampai Adrian yang menyisakan beberapa detik terakhir melihat tembakan anak panah Arcier di atas langit kota Bluesky dan meledak.
“Debuaaarrr...”
Ledakan super dahsyat langsung menghentikan sejenak pertarungan dua pemimpin itu dan Adrian yang merasakan kekuatan aneh merasuki tubuhnya langsung paham dengan apa yang sebenarnya terjadi.
“Kekuatan ini...Arcier...”
Di selimuti energi suci, Adrian yang berjumlah tujuh orang langsung menerjang dan menyerang Evan secara bersamaan.
Evan yang merasakan energi misterius dan sangat kuat seperti mengalir dalam tubuh Adrian menjadi waspada dan menggunakan kekuatan andalannya.
Aura dan energi gelap miliknya langsung keluar dan melindungi tubuhnya serta menyerang ke tujuh Adrian secara bersamaan.
“MATILAHHH...”
Evan berteriak dan langsung menyerang Adrian. Kekuatan kegelapannya benar-benar mengerikan dan melahap apa saja yang di sentuhnya.
Tiap bangunan yang terkena efek serangan luas Evan juga musnah tak tersisa seperti termakan kekuatan aneh.
Tapi Adrian yang di perkuat energi ilahi dari senjata legendaris bangsa Atlantis dapat menembus pertahanan Evan.
Lalu tujuh orang Adrian secara bersamaan menyerang Evan yang hanya bisa termenung dan kaget tak percaya karna kakuatan andalannya di tembus dengan mudah.
“Apa...siapa...siapa kau sebenarnya...”
Dengan tinju kuatnya, Adrian menyerang Evan dan tiap dari tubuhnya melancarkan satu tinju super kuat yang bahkan Adrian sendiri baru pertama kalinya menggunakan serangan seperti itu.
“Satu...”
“Dua...”
“Tiga...”
“Empat...”
“Lima...”
“Enam...”
Enam pukulan super mematikan dan mengerikan mengarah tepat ke tubuh Evan tanpa berbelas kasih.
Dan di serangan ke tujuh, Adrian yang ke tujuh melihat Evan yang sudah tak berdaya dan dengan tinju terakhirnya yang di perkuat energi ilahi, Adrian menyerang telak Sang Dewa Snydrome.
“Tujuh...matilah Evan...”
“BOOOOMMMM...”
Pukulan Tujuh Raja dari seluruh lautan menghempaskan Evan ke langit dan menghancurkan tubuhnya sampai tak tersisa.
__ADS_1