
Setelah berisitrahat sejenak, Adrian dan Egi kembali ke tempat teman teman kelas mereka berkumpul.
Habis minum dan istirahat kini giliran Egi dan beberapa pria lainnya berjuang dalam lomba futsal.
Egi dan lima orang lainnya yang memiliki jadwal di lomba futsal juga langsung pergi ke lapangan lain.
Sedangkan Adrian yang menunggu waktunya lomba renang terlihat hanya duduk santai sambil melihat pertandingan teman sekelasnya itu bersama yang lainnya.
Banyaknya pertandingan membuat semua murid dan penonton terpecah.
Tapi jika ada tempat yang paling ramai itu pasti di kolam renang sekolah yang merupakan tempat berlangsungnya lomba renang.
Karna tinggal di pesisir pantai, olahraga dan lomba yang satu ini memang menjadi favorit murid murid di sekolah Adrian.
Tahun lalu Adrian yang jago berenang saja hanya menempati posisi lima saat mewakili kelasnya.
Di lomba satu ini memang musuh yang harus di hadapi bukan kaleng kaleng. Sang juara bertahan yaitu Calvin dari kelas 3 A juga merupakan Atlit kebanggaan kota Bluesky.
Di umurnya yang masih muda, ia sudah mewakili indonesia di ajang renang junior dunia dan berhasil meraih mendali emas.
Jika ada pria terpopuler di sekolah itu sudah jelas orang itu adalah Calvin Candra.
Tubuh tinggi dan di penuhi otot, wajah tampan dan anak dari pengusaha kaya raya membuat banyak wanita tergila gila padanya.
“Yan, bentar lagi jadwal kamu renang kan?”
“Iya Bel, kenapa?”
“Gpp...yok bareng ke sana sama yang lain, aku pengen lihat kamu ngalahin anak kelas 3 A.” Ucap Bella yang kini pergi bersama Adrian dan teman teman sekelasnya.
Setelah menyaksikan lomba futsal dan kelas mereka kalah, Bella dan banyak teman Adrian makin menaruh harapan besar padanya.
Manusia ikan Adrian, julukan dari teman sekelasnya itu memang bukan sembarangan.
Selain untuk menyinggung bau badan Adrian yang seperti ikan, itu juga merupakan penghargaan karna dari banyaknya kelas yang mengikuti lomba renang hanya dari kelas mereka saja yang bisa sampai final dan bersaing dengan orang orang yang memang kebanyakan dari eskul renang.
Olahraga paling populer di sekolahnya itu memang di dominasi oleh anggota klub renang dan Adrian bisa di bilang selalu masuk ke final walaupun bukan dari eskul renang.
Meskipun tetap kalah, itu sudah menjadi Pride tersendiri karna mitos dan kebanggaan klub terfavorit itu bisa di pecahkan.
“Wah...ramenya.”
“Hemm...jelaslah rame, tuh lihat para fans setia Calvin.” Ucap beberapa teman kelas wanita Adrian.
Adrian yang tiba di kolam renang juga langsung berganti pakaian, di olahraga ini hanya ada satu peserta di tiap kelas yang berarti akan ada 12 orang yang berparisipasi.
Sama seperti sebelumnya, dari dua belas orang itu akan di bagi menjadi dua kelompok yaitu tim A dan B.
Adrian yang kebagian menjadi tim B harus setidaknya menjadi peringkat tiga jika mau masuk ke final.
__ADS_1
Tentu saja baginya yang hobi berenang merah posisi ke tiga dari grub B itu tak terlalu sulit.
Tapi untuk menjadi pemenang dari lomba itu tak mudah, ia yang dua tahun berturut turut menjadi perwakilan kelas bahkan tak pernah bisa setidaknya masuk ke posisi tiga besar.
Tapi hari ini berbeda, Adrian kali ini akan membalas kekalahannya di tahun tahun sebelumnya dan mengejutkan semua orang.
“Baiklah untuk grub A silahkan mengambil posisi masing masing.”
Saat ini enam orang peserta dari masing masing kelas telah berdiri di posisi mereka.
Di tengah tengah ada sang juara tak terkalahkan yang juga merupakan ketua klub renang sekolah Adrian yaitu Calvin Candra.
“Calvin semangat...”
“Ayo kamu pasti bisa matahariku.”
“Semangat beb.” Ucap beberapa fans wanita Calvin.
Karna semua peserta sudah di posisi, pak Joni yang merupakan guru bahasa indonesia langsung memulai pertandingan.
“Okee, dengerin aba aba dari bapak ya...”
“Tiga.”
“Dua.”
“Satu.”
Dengan aba-aba dan suara peluit pak Joni, ke enam pria yang memang sangat ahli dalam berenang itu langsung melompat ke dalam kolam renang.
Ke enam orang itu awalnya terlihat meluncur di dalam air dengan cepat secara seimbang dan bertarung dengan sangat sengit.
Tapi setelah lap pertama, Calvin dengan gaya bebasnya langsung meninggalkan semua peserta dengan telak.
Di tambah lap ketiga dan keempat membuat perbedaan makin jauh dari ia dan peserta lainnya.
Kini pria muda pemenang banyak lomba renang junior tingkat dunia itu menyelesaikan lomba renang seratus meter jauh lebih cepat dari peserta yang ada.
Karna kehebatan dan kecepatannya dan jelas karna ketampanannya, banyak para wanita yang bersorak untuk memberinya semangat dan selamat.
“Kak, calvin selamat...”
“Hemm, para cecunguk itu bukan tandingan bebebku.”
“Selamat kak...”
“Hohoho, dasar sekumpulan pecundang, kalian menyebut itu berenang?...hahaha.” ucap para fans Calvin.
Dengan luas dan panjang kolam renang yaitu 25 meter, jadi jika ingin menang atau setidaknya menyelesaikan lomba renang gaya bebas seratus meter maka para peserta harus empat kali keliling kolam renang yang luas itu.
__ADS_1
Karna memang sulit, makanya tak sembarangan orang yang di pilih untuk mengikuti lomba ini. semua peserta jelas adalah mereka yang ahli dalam berenang.
Di grub A akhirnya Calvin, Tio, dan Raka menjadi pemenang dan bisa melanjut ke babak final.
Tentu saja seperti yang sudah di ketahui, mereka bertiga merupakan anggota klub renang.
Bagian Adrian juga akhirnya tiba. Karna sebelumnya kelas mereka kalah di lomba futsal membuat Adrian harus menuruti keinginan para gadis di kelasnya.
Ia tak ingin menjadi bulan bulanan seperti Egi dan pria lainnya yang di caci maki karna kalah telak.
Karna tak ingin terlalu menonjol, setidaknya ia harus menjadi juara tiga agar lepas dari amukan para gadis dan mendapatkan poin kelas yang lumayan.
“Oke...silahkan peserta selanjutnya memasuki tempatnya masing masing sesuai nomor ya.”
Saat Adrian dengan tubuh besar dan berototnya memasuki kolam renang, banyak murid yang melirik dan terpukau oleh tubuh atletis Adrian.
Tentu saja kebanyakan dari mereka adalah kauh hawa.
Sadar dengan pemandangan menakjubkan yang ada didepan mata mereka, para gadis mulai heboh.
“Siapa tuh?”
“Ehhh, lumayan juga tampangnya, terus badanya juga bagus.”
“Hehehe, akhirnya ada cowok yang memenuhi kiteriaku.”
“Itu si Adrian kan, kok makin hari kayak beda banget tuh anak ya?”
“Itulah, kan emang sudah beberapa hari ini banyak cewek yang membicarakannya.”
“Kak Adrian semangat...aku mendukungmu.”
“Woi, kau ini fans Calvin atau dia sih?”
“Hehehe, gpplah mau kak Calvin atau dia sama sama ganteng.” Ucap para ciwi-ciwi.
Karna semua peserta grub B sudah berkumpul, akhirnya pak Joni memulai lomba renang gaya bebas seratus meter pria.
“Tiga.”
“Dua.”
“Satu.”
--Prittt--
Dengan cepat ke enam peserta lomba dari grub B langsung melompat dan meluncur bagai roket di dalam kolam renang.
Adrian yang memang ahli dalam renang langsung meninggalkan semua orang bahkan sejak lomba baru di mulai.
__ADS_1
Hari itu pemuda dengan julukan manusia ikan akan memecahkan rekor dunia