System Of Sea

System Of Sea
New Bluesky


__ADS_3

Satu Bulan kemudian...


Adrian yang hampir gila mengurus semua keperluan bisnis dan lainnya akhirnya bisa bernafas lega.


Basil yang kini fokus menggantikannya di kantor juga dengan senang hati melakukan itu.


Ia yang tau bosnya butuh istirahat dan jelas memikirkan banyak hal selain bisnis dan keluarganya juga mengerti dan bekerja ekstra.


Adrian yang duduk di ruangannya bersama Basil menatap laut Bluesky dari jendela dan mulai mengerutu.


“Huh...menjadi kaya ternyata tak seindah yang ku pikirkan.”


“Hahaha, bos orangnya terlalu tak enakan, padahal hanya tinggal memberi perintah maka saya dan yang lainnya akan mengurus sisanya.”


“Heeem, kamu benar...sepertinya aku memang harus mengandalkan kalian lebih jauh lagi.”


Dari jendela kantornya Adrian bisa melihat Aspidochelone yang saat ini sedang di kelilingi kapal dan alat-alat berat.


Menurut Arsitek terbaik di Bluesky yang ia pekerjakan, butuh waktu sampai satu tahun bahkan lebih untuk membangun apa yang ia inginkan di atas Aspidochelone.


Selain harus tahan gempa dan guncangan, desain dan arsitektur yang kuat dan kokoh seperti yang Adrian minta membutuhkan banyak biaya dan tentunya waktu untuk mengerjakannya.


Tapi Adrian yang kebelet rela merogoh kocek ekstra dan menghabiskan dana Triliunan Rupiah untuk menyingkat waktu pembangunan.


Di tambah lagi ia harus membayar pajak dll. Karna itu Adrian sekarang hampir menghabiskan semua uang simpanannya dari menjual emas.


Tapi berkat bisnisnya yang terus meroket, Adrian tak ambil pusing karna Baruna Grub kini berkembang makin mengerikan dan tak terkontrol lagi.


Saat ini semua nelayan dan pengusaha tambak sudah bekerja di bawah Adrian. Semua tambak ikan di Bluesky juga sudah ia beli dan ambil alih.


Bisa di bilang bidang perikanan di Bluesky saat ini sudah ia kuasai. Tentu saja Adrian melakukan itu untuk kebaikan warga Bluesky juga.


Ia tetap membayar dan menggaji semua karyawannya yang kebanyakan warga lokal dengan sangat mahal dan mitranya juga pasti di untungkan.


Saat Adrian menatap Aspidochelone dari Jendela, Hp miliknya berdering dan panggilan dari sang ibu terlihat di sana.


Melihat itu Adrian langsung ketar-ketir karna memiliki filing tak enak.


“Hallo Ma, kenapa lagi?”


“Adrian...Mama mau beli Villa baru di Bali.”


Mendengar ucapan sang ibu yang langsung to the poin, Adrian hanya bisa tepok jidad.


Villa mereka di Bluesky saja sudah ada 5 belum lagi yang di tempat lain dan kebanyakan tak tertempati.

__ADS_1


“Aduh Ma...kenapa harus beli yang di sana sih, kan mama cuman jalan-jalan ke sana dan nanti malah gak terpakai lagi.”


“Isssh kamu ini, mumpung temen mama jual murah nih, pokoknya kamu harus beliin Mama titik.”


~~ Tiiitttt ~~


Saat itu juga panggilan dari sang ibu langsung di tutup.


Adrian yang saat ini tabungannya mulai menipis hanya bisa pasrah dan membelikan apa yang ibunya mau.


Sebenarnya ia jengkel, tapi karna sifat ibunya sulit berubah Adrian yang juga bingung harus berbuat apa hanya bisa membelikan apa yang ibunya mau.


Pernah sekali Adrian menolak membelikan ibunya Mansion pribadi di Paris, karna itu sang ibu nekat mau bunuh diri dan karna itu Adrian terpaksa membelikan lagi hal yang bahkan tak terlalu di perlukan oleh sang ibu.


Untungnya ayahnya yang sederhana cukup di berikan kapal pencari ikan modern yang terbaru dan tak pernah meminta hal lain lagi semenjak itu.


Sang ayah juga tak pernah menuntut lebih dan menjalankan hobinya yang tak lain adalah melaut.


Sambil berjalan menjauhi jendela, Adrian pergi menemui Basil yang terlihat sibuk mengurus dokumen yang menggunung di atas mejanya.


“Basil, sepertinya aku harus merepotkanmu lagi.”


“Kenapa bos, apa ada yang bos perlukan?”


“Tidak, aku tak ingin apa-apa...tapi ibuku ingin membeli Villa baru di Bali.”


“Kalau begitu ku percayakan padamu.” Kata Adrian sambil berjalan keluar kantornya.


Sambil berjalan meninggalkan kantor, Adrian dapat melihat semua orang sibuk dengan tugasnya masing-masing.


Perkembangan perusahaan Adrian juga langsung berimbas pada perkembangan kota Bluesky.


Kini kota Bluesky yang baru mulai berubah dan di kenal dunia sebagai tempat penghasil Seafood kelas atas.


Bahkan kualitasnya adalah yang terbaik dari yang terbaik yang ada di dunia.


Adrian yang keluar dari kantornya berjalan-jalan keliling pantai Bluesky. ia yang sudah berencana malam nanti pergi bersama Manta untuk menjalankan Misi Raja hanya duduk dan melamun di pinggir dermaga.


Sambil mempersiapkan diri dan beristirahat, Adrian yang gabut memancing di pinggir dermaga utama Bluesky.


Saat melihat sosok Adrian yang sudah kaya raya dan bergelimangan harga duduk dan memancing di sana, sebagian orang yang melihat itu hanya bisa tersenyum.


Walaupun ada juga sebagian yang menganggapnya aneh dan gila. Tapi tetap saja seperti darah pelaut ada di dalam dirinya, Adrian hampir sama dengan ayah dan kakeknya dan mungkin hanya usia yang akan menghentikan kebiasaan mereka.


Tanpa terasa waktu pun berganti malam, Adrian yang sudah istirahat cukup dan mempersiapkan segalanya langsung tancap gas bersama Manta.

__ADS_1


“Bos, mau kemana kita kali ini?”


“Kita akan ke laut selatan...aku ada sedikit urusan di sana.”


“Baik bos saya mengerti...”


Dengan kecepatan bagai pesawat tempur, Manta dan Adrian langsung meluncur di atas langit Bluesky dan pergi ke arah selatan yang tak lain adalah samudra pasifik.


Di perjalanan Adrian juga langsung membeli enam permata yang menjadi kunci untuk membuka Istana Laut Selatan.


“Sea, belikan aku ke enam permata lainnya.”


[Perintah di terima, membeli permata yang tuan inginkan]


[Selamat, Red, Yellow, Black, Purple, White, Green Gemstone telah berhasil di beli]


[Selamat tuan berhasil mengumpulan tujuh permata Eksotic Laut]


[Selamat Misi Raja menaklukkan Penguasa Luat Selatan Kandita Solon III telah di aktifkan]


Sambil terbang di angkasa bersama Manta, Adrian yang mengaktifkan Misi Raja langsung bertanya pada Sea.


“Hohoho, jadi kali ini apa yang harus ku lakukan untuk menyelesaikan Misi menaklukkan penguasa laut selatan ini Sea?”


[Lapor tuan, tuan hanya harus mengalahkannya]


“Huh, mengalahkan?...apa tak bisa seperti Aspi yang hanya membutuhkan Buah Laut Suci?”


[Maaf tuan, Misi Raja Kali ini tak membutuhkan Buah Laut Suci]


Sambil menatap langit, Adrian bertanya kembali. “Seberapa kuat dia ini?”


[Lapor tuan, Sea tak dapat memberikan data yang akurat, tapi yang jelas misi kali ini membutuhkan kekuatan tuan untuk menyelesaikannya]


“Heeem, begitu ya...terus penguasa laut selatan ini apa sama dengan legenda di negeriku yaitu Ratu Nyi Roro Kidul?”


[Lapor tuan, penguasa laut selatan memiliki banyak nama dari masa ke masa tapi yang jelas nama yang tuan sebutkan tadi adalah salah satunya]


“Oke aku mengerti...semoga saja semuanya lancar...”


Adrian yang pergi ke arah selatan laut pasifik bersama Manta juga sudah menyiapkan mental dan segala keperluan.


Ia yang tau Misi Raja akan mendatangkan Xp dan Poin yang sangat banyak juga paham tak akan mudah menyelesakannya.


Sea sendiri seperti yang ia katakan di awal dan tak pernah memaksa Adrian untuk menyelesaikan Misi yang ada.

__ADS_1


Semua pilihan adalah pilihan Adrian sendiri dan pilihannya kini adalah makin bertambah kuat dan jelas memburu harta yang di katakan Sea padanya.


 


__ADS_2