
Adrian dan Messy yang di bimbing wanita cantik di hadapannya juga hanya mengikuti dari belakang.
Messy yang ramah dan pecicilan juga berjalan cepat dan berbicara dengan wanita ras ikan itu.
“Nona Shazam, dari mana Ratu tau kalau tuan Adrian ingin bertemu dengannya?”
“Berisik Pinguin laknat, jangan berbicara hal yang tidak perlu.”
“Cih, padahal aku hanya ingin bertanya.”
Messy yang di marahi mundur kembali dan melihat Adrian yang sudah seperti orang autis.
Adrian yang melhat istana berlapis emas dan permata hijau yang tak terhitung lagi banyaknya hanya bisa terpelongo melihat kemegahan istana Ratu laut selatan.
Istana besar itu di buat dari emas dan permata indah. Semua bangunannya terlihat kokoh dan memiliki nilai arsitekrut yang tak bisa lagi di ungkapkan dengan kata-kata.
Pola indah dan lambang kerajaan Solon juga hampir memenuhi seisi ruangan.
Lalu di sana gambar naga berkepala tujuh yang Adrian jumpai di pintu masuk juga terlihat memenuhi semua pintu.
Hebatnya lagi istana itu memancarkan cahaya hijau yang di penuhi energi unik dari permata yang menyelimuti semua dindingnya.
“Hebat...berapa banyak emas yang di perlukan untuk membangun istana sebesar ini?”
Adrian yang sejak datang ke Underworld selalu di kejutkan dan di buat takjub terlihat seperti bocah yang baru pertama kali ke Mal.
Hampir di sepanjang perjalanan ia termenung sambil menatap keindahan yang memanjakan matanya.
Shazam yang melihat dan melirik ke arah Adrian yang sedikit kampungan terlihat tak senang.
Ia yang juga tau kalau Adrian adalah Manusia merasa jijik dekat-dekat dengan mahkluk paling serakah di muka bumi.
“Sebentar lagi kita kan bertemu dengan Ratu Kandita, saya harap kalian berdua menjaga sikap kalian saat di hadapan Ratu.”
“Apa kalian mengerti?”
“Iya iya, kami bukan bocah yang harus di peringatkan tau.” Balas Messy sambil cemberut.
Adrian yang akhirnya sampai di sebuah pintu besar langsung sadar kalau itu adalah tempat tujuannya.
Dari layar hologram juga Adrian dapat melihat jelas tanda merah di map tepat berada di depannya.
Lalu dengan sendirinya pintu besar dan indah itu terbuka. Saat pintu terbuka, Adrian yang merasakan kekuatan besar langsung melihat sosok penguasa laut selatan yaitu Kandita Solon III dan para ksatria hebatnya.
Saat berjalan dan mendekat, Shazam dan Messy langsung bersujud di hadapan Kandita.
Adrian yang akhirnya melihat sang penguasa laut selatan hanya berdiri dan tetap menatapnya.
Tubuh super sexy dan menonjol. Mata hijau cerah dan bersinar terang. Rambut berwarna hijau zambrud serta kulit mulus dan licin akan membuat setiap pria menelan ludahnya ketika melihat keidahan itu.
__ADS_1
Messy yang melihat Adrian tak bersujud terlihat panik dan langsung menatap ke arahnya.
Sedangkan Shazam dan semua orang yang ada di sana terlihat sangat marah ketika melihat Adrian tak bersujud di hadapan Sang Ratu.
“Hoi...tuan Adrian...apa yang anda lakukan, ayo bersujud di hadapan Ratu Kandita!”
Adrian yang melihat Kandita dari dekat tak ingin bersujud. Di dunia ini jika ada yang dapat membuat Adrian bersujud itu adalah kedua orangtuanya dan tak akan ada lagi selain mereka.
Tapi Adrian yang masih punya otak dan etika juga tak bersikap sombong lalu sedikit menundukkan kepalanya dan berbicara.
“Terima kasih sudah mengijinkan saya masuk Ratu.”
“Sebuah kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan anda.” Kata Adrian sambil menundukkan kepala dan memberi hormat.
Kandita yang melihat Adrian tak mau menyembahnya juga diam saja dan cuek. Saat ini semua kesatria hebatnya yang berasal dari berbagai ras terlihat sangat murka dan menatap Adrian.
Ada yang seperti kadal, ada juga yang berbadan besar menyerupai monster.
Lalu yang paling menonjol adalah seorang pria yang bentuk badannya besar dan merupakan ketururan campuran salah satu ras terkuat di Underworld yaitu ras Naga Laut.
Semua orang hebat dengan perlengkapan bersinar emas itu seperti akan langsung menyerang dan membunuh Adrian jika di perintahkan.
Tapi Kandita yang sudah mengetahui siapa itu Adrian bahkan sebelum ia memasuki Underwolrd langsung tersenyum manis ke arahnya.
Saat ini Ratu laut selatan yang sangat cantik dan sexy menatap Adrian dan tersenyum manis tepat ke arahnya.
Senyuman yang akan membuat tiap pria terpesona itu tepat mengarah ke Adrian.
Adrian yang mendengar Kandita menyebut nama lengkapnya juga langsung paham situasinya saat itu.
Artinya semua penyamaran dan identitasnya sudah di ketahui. Tapi Adrian tetap bersikap kalem dan berdiri dengan santai di sana.
Seperti menghina nama besar sang penguasa laut selatan. Sebagian pengikut setia Kandita sampai mengepalkan tangan mereka dengan kuat seperti sudah tak tahan melihat kelakuan Adrian yang ada di sana.
Kandita yang melihat itu juga akhirnya berbicara kepada semua orang yang ada di ruangan.
“Aku ingin berbicara dengan Adrian seorang, jadi silahkan yang lainnya keluar.”
Mendengar ucapan sang Ratu, semua orang menuduk dan langsung pergi tanpa membantah.
Lalu pintu besar itu tertutup kembali dan Kandita bersama Adrian hanya tingal berdua saja di dalam sana.
Saat semua orang pergi, Kandita langsung berdiri dari kursinya dan berjalan menghampiri Adrian.
Adrian yang di datangin langsung terlihat sedikit grogi dan waspada.
“Santai saja, aku tak akan melukaimu jadi jangan takut dan tunjukkan wujud aslimu."
Adrian yang penyamarannya sudah di ketahui juga langsung kembali ke wujud manusianya.
__ADS_1
Setelah berkeliling dan memperhatikan tubuh Adrian dengan seksama, Kandita berdiri di hadapan Adrian dan berbicara tepat di hadapannya.
Wangi seperti semerbak bunga juga Adrian rasakan saat Kandita mendekat dan mengelilinginya.
“Jadi...apa yang membawa Manusia dengan Aura Supremacy sepertimu menemuiku?”
“Supremacy? Apa maksudmu?”
Adrian yang mendengar perkataan Kandita menjadi sedikit bingung. Tapi Kandita yang mendengar jawaban Adrian justru tertawa.
Suara tawa imut super sexy dari Kandita menggema di ruangan besar itu.
Adrian yang mendengar dan melihat Kandita tertawa lepas juga bingung dan mulai keringat dingin.
Di dekati secara langsung dan melihat wanita yang bisa saja menjadi musuhnya tertawa di hadapannya membuat Adrian sedikit grogi.
“Hahahaha, menarik...kamu ini Manusia yang menarik.”
Sambil mengambil nafas dengan teratur, Kandita yang sudah lama tak tertawa merasa sedikit lega dan menatap Adrian kembali.
“Huh...sudah lama aku tak tertawa seperti ini, Adrian apa kau tau apa itu Aura Raja?”
Ketika mendengar ucapan Kandita, Adrian yang memang memiliki aura berbeda karna tubuhnya sudah di modifikasi oleh Sea dan mendapatkan berkah dari seluruh lautan langsung mengerti dengan apa yang Kandita maksud.
“Jadi begitu...kenapa memangnya, apa yang spesial dari Auraku?”
“Apa yang spesial?...tentu saja itu sangat spesial.”
“Di Underwolrd hanya ada beberapa orang yang memiliki Aura Raja atau biasa di sebut Supremacy.”
“Semua dari mereka adalah orang hebat dan merupakan kandidat utama untuk menjadi Dewa Laut selanjutnya.”
“Aku juga memilikinya dan anehnya Manusia sepertimu justru juga memiliki Aura Raja yang hanya di berikan Laut kepada mereka yang layak.”
Adrian yang melihat Kandita tak menakutkan bahkan bisa tertawa lepas juga merasa sedikit tenang.
Ia yang awalnya sempat berpikir Ratu penguasa laut selatan ini mengerikan seperti monster mulai terlihat santai.
“Jadi...apa yang membawa salah satu Raja terpilih ke tempatku?”
“Itu...aku ada sedikit permintaan, tapi aku juga bingung harus mulai dari mana...”
“Apa...jika kita saling di untungkan mungkin aku akan memikirkannya.”
“Hemmm, aku...aku ingin membuat Kontrak Jiwa denganmu.”
Saat mendengar perkataan Adrian, wajah Kandita yang tersenyum cerah langsung berubah menakutkan dan menatap Adrian dengan tajam.
*****
__ADS_1