System Of Sea

System Of Sea
Erick The Devil Forest


__ADS_3

Cano yang mau tak mau bertarung di zona musuh juga sudah siap dengan semua konsekuensinya.


Saat ini Reinar yang sudah berubah ke wujud terkuatnya mulai menyerang duluan lalu Erick berada di belakang dan siap mengcovernya.


Cano yang melihat formasi musuh juga tak peduli. Di hadapan tinju kuatnya, ia sangat yakin bisa membunuh musuh siapapun itu.


Lalu dua pria yang di penuhi otot itu akhirnya beradu serangan.


“Daboommmm...”


Pukulan dari dua tinju yang beradu terdengar nyaring. Sangking kuatnya pukulan dari mereka, tanah menjadi sedikit bergetar.


Reinar yang merasakan kekuatan mengerikan dari tinju Cano langsung terpental dan terluka parah.


Erick yang melihat Reinar tak akan mungkin bisa melawan monster itu langsung menangkap Reinar yang terpelanting dan menahannya dengan akar pohon.


“Ahhh...tanganku.”


Melihat tangan besi super kuat Reinar hancur, Erick langsung menggunakan kekuatan aneh miliknya dan dari dalam tanah muncul tanaman obat yang bersinar dan setelah memberikannya pada Reinar, manusia besi itu langsung pulih.


“Huh...seperti yang di hadapkan dari musuh.”


Reinar yang sudah pulih berdiri dan langsung bersiap bertarung kembali. Tapi Erick yang sudah mengetahui batas dari pemimpin Divisi 2 itu menyuruhnya mundur dan mengambil alih pertandingan.


“Cukup Reinar, kau hanya akan mati konyol jika masih berniat melawannya dengan kekuatanmu.”


“Tapi aku tak bisa diam saja saat melihat ada musuh hebat seperti ini, kau pahamkan maksudku.”


“Aku tau...karna itulah aku ada di sini."


Dengan kekuatan aneh milik Erick, tubuh besi Reinar kini di lapisi oleh akar pohon aneh dan akar pohon itu menyelimuti Reinar seutuhnya.


Reinar lalu berubah bentuk dan seperti menggunakan armor tempur aneh yang sangat kuat.


“Oke...ayo kita mulai lagi.”


Cano yang melihat perubahan dari musuhnya juga tau kalau armor aneh yang ia gunakan sangat hebat.


Lalu dua pria itu menerjang dan beradu pukulan untuk yang ketiga kalinnya. Saat pukulan kuat dari mereka beradu, Cano yang melihat tinju kuatnya di tahan musuh menjadi sedikit kaget.


Pukulan kuat miliknya yang harusnya dapat menghancurkan baja dengan mudah dapat di tahan oleh Reinar.


“Hahaha, kau pasti bingungkan kenapa kekuatan tinjumu itu bisa ku tahan.”


Tapi Cano yang baru saja mulai tetap kalem dan dua pria berbada besar itu akhirnya mulai saling adu pukulan.


“Dammm.”


“Dimmm.”

__ADS_1


“Dummm.”


Cano yang untuk pertama kalinya melawan musuh kuat menjadi makin bersemangat.


Ia kini mengerti kenapa Squalo dan Orca membunuh musuhnya tanpa ampun saat itu.


Jika Cano bertemu musuh kuat seperti ini juga ia pasti akan senang dan bertarung sampai puas lalu pasti membunuh mereka.


“Hahahaha, boleh juga...sepertinya aku terlalu meremehkan kalian di awal.”


Cano yang melihat kehebatan musuhnya menaruh respec dan akhirnya meladeni apa yang mereka mau.


Reinar dengan mode hybrid manusia besi dan armor aneh kuno beradu pukulan dengan Cano di sana.


Reinar yang juga untuk pertama kalinya melawan musuh kuat yang dapat menahan tinju kuatnya senang bukan kepalang.


“Lagi...hibur aku lagi, hahaha.”


Erick yang melihat dua monster itu saling bertarung juga menyiapkan senjata terhebatnya.


Kini sebuah tombak aneh yang terbentuk dari akar tanaman kecil yang menyatu menjadi satu mulai di buatnya.


Ratusan atau bahkan ribuan akar kuat miliknya menyatu dan mulai membentuk sebuah tombak kecil dan tipis.


Lalu dengan cepat juga tubuhnya di lapisi oleh akar kayu aneh sama halnya dengan Reinar dan kini ia sudah mengenakan armor aneh yang sangat kuat.


Cano yang melihat Erick juga sudah siap dan ingin bergabung langsung berbicara.


Saat Cano ingin menghabiskan waktu lebih lama di sana, ia yang merasakan Jiwa Adrian melemah menjadi sangat syok dan kaget.


Tapi untungnya kekuatan Jiwa Adrian justru menguat kembali dan makin besar.


Karna jiwa mereka saling terhubung, tiap anggota Sea Army pasti dapat merasakan itu dan Cano yang merasa bodoh sudah membuang-buang waktu di sana langsung menatap Reinar yang ada di hadapannya dengan tajam.


Reinar yang melihat itu langsung tau kalau monster yang ada di hadapannya sudah serius dan berniat membunuh mereka saat itu juga.


Cano yang sadar Adrian sudah menggunakan mode Raja Laut langsung berubah menjadi sosok menyeramkan.


Ia yang sudah tak mempedulikan apapun selain membunuh musuh dan menolong sang Raja berubah menjadi monster hybrid dengan dua tangan besar yang bulat seperti tangan Udang Mantis.


Dari perubahan bentuk tangannya dan aura yang di keluarkan, Reinar dan Erick terkejut bukan main dan sadar nyawa mereka dalam bahaya.


“Reinar...”


Belum sempat Erick memperingatkan, Reinar di serang oleh Cano dengan kecepatan luar biasa yang sudah tak bisa lagi di ikuti oleh mata hanya diam mematung.


Lalu dalam sekali tinju kuatnya, Cano membunuh Reinar dan menghancurkan tubuh manusia besi itu berkeping-keping


“DABOOMMM...”

__ADS_1


Flan yang melihat dari balik sarang pelindung langsung menggigil dan ketakutan saat melihat pemimpin divisi 2 Reinar hancur lebur bagai bubur.


Akhirnya ia tau apa yang di lihat oleh Rin sampai gadis itu sangat ketakutan.


Erick yang melihat tubuh Reinar hancur lebur dalam sekali serangan langsung mengamuk dan menyerang Cano.


“Dasar monster sialan...mati kau.”


Dengan armor dan tombak kuat miliknya serta akar kuat yang mulai melilit tubuh Cano, Erick langsung melesat bagai kilat dan menyerang Cano yang terjerat akar kuatnya.


“Mati...”


“Srruggghhh.”


Kuat dan tajamnya tombak milik Erick langsung menyerang Cano yang tak bergerak dan melubangi perut kuat Cano yang harusnya tak tertembus.


Tapi anehnya seakan tak mempedulikan itu, Cano yang sengaja menerima serangan dari Erick langsung menggenggam tangan Erick dan dari tangan satunya, pukulan petinju terkuat dari seluruh lautan langsung mengarah tepat ke wajah Erick.


Erick yang panik karna tangannya di tahan dan tak bisa lari akhirnya menerima serangan tinju kuat Cano yang mengerikan.


Akar yang menahan tubuh Cano seperti tak bisa menghentikan tinju kuatnya dan Dengan sekali tinju, kepala Erick hancur lebur dan armor kuat yang melindungi kepalanya hancur bagaikan sampah.


Flan yang melihat salah satu anggota Elite BaneHallow dengan julukan The Devil Forest mati mengenaskan hanya diam saja dan menggigil.


Lalu Cano yang melihat Flan yang ada di sana langsung menerjang ke arahnya dan berniat membunuh gadis kecil tersebut.


“Ahhhh...tolong aku.”


Saat teriakan Flan menggema di tempat yang sudah seperti hutan kecil itu, Cano tiba-tiba saja di serang dari belakang oleh akar pohon yang besar dan sangat kuat.


Karna serangan itu tubuhnya terluka parah dan ia langsung memuntahkan banyak darah.


Lalu sosok Erick yang sudah berubah wujud ke bentuk pamungkasnya langsung mengangkat tubuh besar cano ke udara dengan kekuatannya.


Di lemparkan ke udara, Cano kini melihat sesosok mahkluk astral dengan kekuatan yang luar biasa menyerangnya membabi buta dan tampa ampun.


Ratusan akar pohon super kuat menarik dan mengangkat tubuhnya lalu membanting tubuhnya bagaikan mainan.


“Ahhh...sialan.”


Cano yang tangan dan kakinya di lilit oleh akar aneh yang sangat kuat tak bisa bergerak dan dengan kekuatannya, Erick menarik dan menghancurkan tubuh kuat Cano dengan mudah.


“Srugghhh...”


Cano langsung tewas dan tubuhnya terbelah menjadi empat bagian.


Saat ini Erick yang sudah memasuki mode terkuatnya yaitu The Devil Forest langsung mengubah sekeliling tempat itu menjadi hutan tua yang lebih lebat lagi.


Lalu tanah yang berada di bawahnya juga bergetar dan dari dalam tanah itu akar pohon tua yang sangat kuat keluar.

__ADS_1


Akar pohon itu terlihat mengelilingi area sekitar seperti siap membunuh siapa pun yang ada di sana.


 


__ADS_2