System Of Sea

System Of Sea
Kekuatan Atlas Bow


__ADS_3

Dua hari kemudian...


David yang akhirnya kembali setelah satu bulan lebih di luar negri pergi bersama Adrian ke pusat kota Bluesky.


Dua sahabat yang sudah jarang sekali berjumpa itu terlihat sangat akrab dan sedang mengobrol panjang lebar.


Hanya dalam beberapa bulan, dua bocah yang awalnya kumuh dan dekil itu berubah drastis.


Kini tak akan ada satupun orang di Bluesky yang tak mengenal nama mereka.


Adrian dan David pendiri Baruna Grub yang saat ini merupakan perusahaan terbesar di kota Bluesky mulai menjadi perbincangan banyak orang.


Beberapa surat kabar lokal dan internasional juga mulai membahas tentang mereka.


“Hehehe, bentar lagi juga beberapa restoran Jepang bakalan kerjasama dengan kita, mereka meminta 10.000 Lobster Mutiara tiap bulannya dan 1.000 Kaviar betina dewasa yang siap di panen terus Tuna Segar 1.000 ekor.”


“Baguslah, makin kaya lagi dong kita.”


“Tapi yan, kamu sadar gak pandangan beberapa orang-orang di kota Bluesky sama kita mulai berubah?”


“Biarin aja, aku dah baik hati mau kerjasama dengan siapapun yang mau gabung, tapi kalau gak mau ya aku gak bisa maksa.”


“Para nelayan juga udah deal semua tangkapan mereka kita tampung, kalo masih ada yang gak suka paling beberapa pengusaha lain yang sirik.”


“Hemmm, akhir-akhir ini juga aku sering di awasi yan, kayaknya banyak yang gak suka sama kita.”


“Sama, tapi biarinlah asalkan gak ganggu keluargaku, aku diemin dulu.”


Sambil makan dan mengobrol, David yang di telpon oleh seseorang pergi menjauh dan terlihat sedikit panik.


“Yan, aku permisi dulu mau ngangkat telfon.”


“Ohhh, yaudah sana.”


Adrian yang melihat gerak gerik mencurigakan David langsung menajamkan indra pendengarannya.


Tak biasanya sahabatnya itu ketika menelepon seseorang  pergi menjauh dan itu cukup membuat Adrian penasaran.


Bukan untuk curiga David berhianat, tapi ini lebih ke seorang teman yang penasaran tentang rahasia sahabatnya.


Di tambah lagi hari ini David full senyum padahal dia baru balik kerja dari luar negri.


David yang pergi menjauh langsung mengangkat telfon yang ternyata dari sang pujaan hati.


“Hallo beb.”


“Kenapa lama sih ngangkatnya?”


“Iya aku tadi lagi makan sama Adrian.”


“Sebenarnya kita jadi jalan gak sih, aku dah siap-siap nih.”


“Iya bentar lagi ku jemput, gak enak aku sama dia.”


“Jadi kamu lebih milih Adrian dari pada aku pacar kamu?”


“Bukan gitu Bella...”


Adrian yang menguping obrolan David yang sudah mempunyai pacar cukup senang.


Akhirnya sang sahabat yang sudah Glow Up total memiliki pacar.


Tapi saat mendengar nama Bella, Adrian yang lagi asik makan langsung tersentak dan memuntahkan sedikit makanannya.

__ADS_1


“Pffttttt...”


“Uhukkk...uhuk...uhuk...”


“Huh...Bella?...sejak kapan mereka...”


Adrian yang mengetahui rahasia sang sahabat di buat terkejut bukan main. Mungkin jika itu wanita lain Adrian akan kalem dan tak sampai memuntahkan makanannya.


Tapi kalau Bella, itu sangat membuat Adrian syok. Bukan cemburu, hanya saja sejak kecil dua sahabat baiknya itu tak akur dan selalu berantem. Tapi ternyata diam-diam mereka menjalin hubungan rahasia di belakang Adrian.


“Heee, jadi begitu....sialan si kampret ternyata diam-diam suka.”


Setelah menghubungi sang pacar, David yang kembali terlihat sedikit tertekan.


Adrian yang mengetahui hari ini sang sahabat sudah ada janji kencan dengan pacarnya alias Bella juga menjadi tak enak.


Memang ia yang sedang senggang sengaja mengajak David untuk makan dan sedikit ngobrol.


Tapi kalau tau sang sahabat sudah ada janji lain maka Adrian tak akan mengajaknya nongkrong.


“Kenapa pid?”


“Gpp...”ucap David sambil duduk kembali.


Di lihat dari gerak gerik David yang seperti ingin pergi membuat Adrian sedikit tersenyum dan menahan tawa.


Karna tak tega dan tak enak hati, Adrian yang tau sahabatnya itu ingin jalan-jalan dengan sang pujaan hati berniat langsung menyudahi nongkrong siang mereka.


Ia yang tau David sudah ada janji tapi masih tetap menerima panggilannya hanya bisa menaruh respec besar padanya.


Itu menandakan bahwa sahabatnya itu masih mementingkan persahabatnya ketimbang cinta.


Tapi tetap saja, tak enak juga menggangu rencana kencan mereka dan Adrian langsung buat alasan.


“Kenapa yan?”


“Aku ada janji sama Basil, aku balik ke kantor dulu ya gak enak sama dia.”


Saat mengetahui Adrian ada janji lain, David yang mukanya sedikit kusam langsung berubah cerah.


Adrian yang melihat itu mencoba untuk tetap menahan ekspresinya karna tak enak jika ia sampai ketawa.


“Ohhh...kalau gitu aku balik juga ya, aku mau pulang dulu.”


“Yaudah duluan aja sana, aku mau ngabisin makananku dulu.”


Di suruh pergi duluan, David langsung tancap gas. Adrian yang sudah tak kuat lagi akhirnya tertawa puas siang itu.


Siapa sangka si dekil menjijikkan bisa menaklukkan sang bidadari muda kota Bluesky.


Setelah makan siang di restoran mewah, Adrian yang tak ada kerjaan menjadi sedikit bosan.


Ia juga tak bisa menghubungi sang pacar karna hari itu sang kekasih ada ujian. Di tambah Basil yang rajin hampir menyelesaikan semua perkerjaannya di kantor.


Walaupun sudah di tolak, tapi pria super rajin itu tetap saja melakukannya.


Sambil mengendarai mobil Mercedes birunya, Adrian yang ingat ia belum memberikan busur aneh itu langsung mendatangi Arcier di puncak menara Baruna Grub.


Saat sampai, Arcier yang melihat Adrian melambai padanya langsung turun dari menara setinggi ribuan meter itu.


“Ada apa bos?”


“Apa semuanya aman?”

__ADS_1


“Aman bos, keluarga bos juga sedang berbelanja dan di awasi oleh Cano secara diam-diam.”


“Begitu ya, terima kasih sudah bekerja keras untukku.”


“Tidak bos, itu sudah kewajiban saya untuk mengabdi pada anda.” Ucap Arcier sambil memberi hormat.


Adrian yang puas dengan kinerja Arcier juga langsung membuka layar hologram. Dengan cepat ia mengeluarkan sebuah busur aneh sepanjang satu meter.


Busur itu sangat indah dan berwarna biru mengkilap. Di tambah ukiran aneh yang bercahaya membuat busur itu makin keren.


Arcier yang melihat busur hebat itu matanya langsung terbelalak. Tentu saja ia mengetahui kehebatan busur itu.


Dari melihat sekilas saja ia langsung tau kalau busur itu sangat hebat. Aura biru yang sangat kuat juga mengelilingi busur itu.


Melihat Arcier yang sangat tertatik, Adrian tanpa basa basi langsung memberikan Atlas Bow kepadanya.


“Ambil nih...”


“Huh...apa maksudnya bos?”


“Ini untukmu...aku tau kau sangat ahli menembak jadi aku ingin memberikan panah ini padamu.”


“Tapi bos....”


Melihat Adrian yang menyerahkan busur hebat itu padanya, Arcier yang awalnya menolak dan tak enak hati akhirnya menerima busur itu dan langsung mengambilnya.


Saat ia memegang busur itu, cahaya terang dan kekuatan aneh langsung merasuki tubuhnya.


Adrian yang melihat itu tersenyum dan sedikit penasaran dengan kekuatan senjata legendaris dari bangsa Atlantis itu.


“Bagaimana Arcier, apa kau suka?”


“Suka, ini luar biasa bos...kekuatan yang sangat besar langsung memenuhi tubuhku...busur benar-benar hebat.”


“Baguslah, kalau begitu ayo kita lihat kehebatan panah ini.”


Mengerti dengan hal yang Adrian ucapkan, Arcier langsung mengambil posisi dan mengarahkan Atlas Bow ke langit.


Dengan kekuatan ilahi dari Busur itu, Arcier merasakan gejolak energi tak terbatas memenuhi tubuhnya.


Secara cepat energi cahaya berwarna biru bercampur Air yang ia padatkan muncul di ujung Busur dan terus menguat.


Ketika sudah siap, Arcier langsung melepaskan sebuah tembakan anak panah ke atas langit kota Bluesky.


Sebuah anak panah berwarna biru dengan energi suci yang luar biasa meluncur bagai cahaya ke atas langit kota Bluesky.


Lalu dalam sekejap, energi itu meledak di atas langit dan ledakan super besar mengguncang kota Bluesky siang itu.


Sangking kuatnya ledakan dan daya hancur dari anak panah yang Arcier lepaskan, tanah sedikit bergetar dan di atas langit biru Bluesky, cahaya indah seperti Aurora terlihat jelas.


Semua orang yang mendengar ledakan kuat dan tanah sedikit bergetar langsung panik dan keluar rumah.


Lalu saat keluar, semua warga kota Bluesky melihat Aurora biru indah seperti memberkahi kota mereka.


Adrian yang menyaksikan langsung kekuatan dahsyat dari busur legendaris itu langsung pucat dan menatap Arcier.


Untung saja tembakan maha dahsyat itu di lepaskan ke langit.


“Ar...Arcier, sepertinya kau harus hati-hati menggunakan panah itu.” ucap Adrian dengan ekspresi pucat.


“Tenang bos, saya pasti menggunakannya dengan bijak.” Balas Arcier sambil memegang Busur legendaris bangsa Atlantis dengan manja.


 

__ADS_1


__ADS_2