System Of Sea

System Of Sea
Tinju Ilahi


__ADS_3

Cano yang mati tersadar di kegelapan dan merasakan kekuatan Jiwa Adrian yang terhubung denganya mulai ia serap.


Tubuh kuat bagaikan baja miliknya di hancurkan oleh Erick dengan mudah. Saat Cano mati, ia akhirnya sadar kalau musuhnya kali ini bukan sembarangan.


Lalu dari Inti Jiwa Laut yang di milikinya, tiap bagian tubuh yang hancur secara perlahan menyatu kembali.


Inti Jiwa Laut yang berbentuk bola kecil berwarna emas mulai mengeluarkan kehebatannya dan tubuh Cano menyatu lalu di bentuk ulang.


Saat kesadaraanya kembali ke dunia material alias dunia nyata, Cano langsung bangkit dan saat ini di hadapannya sosok Erick yang tak jelas wujudnya dan hanya berupa energi aneh berwarna hijau mulai menyerangnya kembali.


“Sialan...sebenarnya siapa yang monster di antara kita.”


Cano yang tersadar dan langsung di serang tak mau mati kembali. Dengan gerakan cepatnya ia berusaha menghindari semua akar pohon aneh yang mengejarnya.


Sembari menghindari serangan bertubi-tubu milik Erick, ia mengumpulkan kekuatan di bagian tangan kanannya.


Setelah ia rasa cukup, Cano menerjang dan menyerang sosok Erick yang diam saja dan tak bergerak.


“Rasakan ini...”


“Booommmm.”


Pukulan kuat dari Cano mengenai Erick dengan telak. Tapi Erick yang sudah bukan manusia lagi tak merasakan efek apapun dan Cano yang melihat serangannya tak berefek pada musuh langsung kaget dan menghindar kembali.


“Apa...sebenarnya kau ini mahkluk apa.”


Cano yang d kejar akar pohon mulai tersudutkan dan saat lengah sedikit, kakinya tertangkap dan tubuhnya lagi-lagi di banting dan di lilit oleh akar pohon aneh yang di aliri energi kuat.


“Ahhh...kekuatanku seperti terserap, sebenarnya akar pohon apa ini...”


Cano yang tertangkap langsung di banting dan di serang layaknya mainan. Tubuh kuat bagai baja miliknya di permainkan dan lagi-lagi Erick membunuh Cano untuk kedua kalinya.


Tubuh yang terlilit kali ini di remas dengan kuat dan di hancurkan layanya buah apel yang di injak.


“Bbbsssshhh.”


Kali ini tubuh Cano hancur dan remuk sampai ke tulang-tulangnya. Cano yang mati kembali tersadar di tempat sebelumnya dan mulai mengingat kenangan-kenangan miliknya selama hidup dengan sang Raja.


“Ahhh...bos maafkan aku.”


Sambil meratapi lemahnya dirinya, Cano mulai mengingat kembali momen paling indah dalam hidupnya.


Itu adalah saat-saat ia berkumpul dengan semua anggota dan latihan bersama Adrian di atas ring.


Saat beradu pukulan dan berlatih bersama dengan sang Raja yang memberikannya kehidupan, Cano merasa dirinya sangat senang.


Sambil mengingat saat-saat itu, Cano yang akhirnya bangkit lagi berniat melarikan diri karna tak mungkin baginya membunuh monster yang bahkan tak memiliki wujud.

__ADS_1


Cano yang tersadar kembali langsung berlari dengan cepat dan berusaha kabur. Meskipun itu terlihat memalukan, tapi itu lebih baik dari pada ia akan mati lagi dan lebih membebani Adrian.


Tapi saat ia ingin lari dari tempat aneh itu, semua tempat langsung tertutup seakan menyegelnya agar tak bisa keuar.


Cano yang melihat itu juga tetap lari sambil menghindari akar pohon yang makin banyak mengejarnya.


“Sialan...aku tak mau mati lagi, bos apa yang harus aku lakukan...”


Sambil menghancurkan dan menghindari semua serangan, Cano mencoba tetap bertahan.


Lalu Cano yang berlarian layaknya serangga akhirnya di tangkap dan di terbangkan kembali ke udara sambil di serang membabi buta.


Ia di serang secara brutal sampai darah dan sebagian dagingnya lepas dan berceceran.


Lalu saat leher, tangan dan kakinya di ikat dan sudah tak berdaya, tembakan dari Atlas Bow milik Arcier terlihat jelas di atas langit dan meledak.


“Debuarrr...”


Ledakan hebat dari anak panah Arcier langsung mengguncangkan seluruh kota Bluesky dan langit gelap tergantikan oleh cahaya terang seperti aurora berwarna biru bercampurkan emas.


Cano yang melihat itu langsung merasakan efek luar biasa dalam tubuhnya.


Seperti menerima kekuatan aneh, tubuhnya di penuhi energi suci yang menyelimuti seluruh Bluesky dan Cano yang sadar itu adalah energi dari anak panah Arcier langsung berusaha melepaskan diri sambil menatap Erick dalam wujud Astralnya.


“Arcier...terima kasih, kekuatan ini tak akan aku sia-siakan.”


Merasakan kekuatan suci menyelimuti dirinya, Cano yang mendapatkan buff dari Arcier langsung berteriak dan berusaha lepas dari akar pohon aneh yang melilitnya.


“Haaaaa...dengan ini matilah kau bajingan.”


Energi suci dari dalam dirinya ia kumpulan dan saat ini semua itu terpusat di telapak tangannya.


Secara cepat ia menghindari semua serangan dan mendekati Erick secara perlahan.


Erick yang sebenarnya sudah mati dan saat ini lepas kendali menyerang Cano dengan brutal dan membabi buta. Bahkan Flan yang ada di sana juga mati berkat amukannya yang tak karuan.


Cano yang melihat ratusan akar pohon aneh menerjang ke arahnya dari seluruh sisi menghindari semua itu dan saat sampai di hadapan Erick, tinju kuat dari seluruh lautan yang sudah di perkuat energi suci mengarah tepat ke arah Erick.


“Dengan ini matilah...Holy Fist!”


“Boooaaammmm!”


Serangan super kuat dari tinju Cano menghancurkan Erick beserta semua kekuatan anehnya.


Seperti di sapu bersih sekaligus, semuanya hilang secara cepat dan hanya menyisakan sebuah cincin aneh yang terlepas dari tubuh Erick.


Lalu tempat yang sudah seperti hutan kecil itu mulai hancur dan rusak. Tanaman hijau dan sebagainya mulai membusuk dan hanya menyisakan dahan dan batang pohon besar.

__ADS_1


Cano yang melihat musuh akhirnya musnah tak tersisa tak berhenti sampai di situ dan berlari ke tempat teman-temannya.


Di sisi lain, Polpo dan Basil yang di kepung oleh banyak orang sejak awal berusaha mati-matian untuk tetap bertahan.


Basil yang di kepung di serang dengan kejam dan seperti di permainkan. Apalagi Polpo yang saat ini terikat benang aneh dan kekuatan andalannya tak bekerja, mereka berdua seperti di Bully oleh musuh.


“Hahahaha...cuman begini saja.”


“Hemmm, sepertinya dua orang ini adalah yang terlemah.”


“Cih...ini tak seru, kenapa anak baru seperti kita mendapatkan mangsa yang lemah sedangkan...”


Saat Basil dan Polpo di kelilingi musuh sambil bersimbah darah, tembakan dari Arcier mengejutkan semua orang yang ada di sana dan ledakan dari cahaya besar itu membuat semua orang menatap ke atas langit.


“Se...serangan ini.”


Polpo yang terikat oleh benang aneh dan tak berdaya merasakan energi suci dari serangan Arcier. Basil yang sudah tak berdaya juga sama.


Lalu dari atas bukit, serangan dari Arcier mulai membunuh semua musuh yang ada di sana satu persatu.


“Hebat...siapa yang membuat kembang api sebe...”


Belum sempat salah satu musuh menyelesaikan perkataanya, serangan dari peluru air Arcier membunuhnya tepat di kepala dan semua orang yang melihat itu menjadi panik.


“Siuuuut...dooorrr.”


Melihat serangan jarak jauh dari musuh, semua orang panik dan berusaha bertahan dan menghindar.


Lalu musuh yang mengikat Polpo juga tertebak dan langsung tewas. Karna ikatan aneh seperti jaring yang sejak awal menjeratya lepas, Polpo langsung mengamuk dan membunuh sisa musuh yang ada di sana.


Mode kamuflase andalannya langsung ia gunakan dan membunuh tiap musuh yang panik dengan mudah.


“Haaa...lari musuh menyerang dari...”


“Aahhh, kenapa ini?...kenapa semuanya ge...lap.”


Bruughhh, terkena racul Polpo seorang musuh langsung tewas dan puluhan musuh lainnya yang melihat kekacauan itu mencoba kabur.


Tapi Cano yang datang dari sisi lain mulai membunuh tiap musuh yang mencoba lari.


“Ca...Cano...”


Basil yang melihat Cano langsung tersenyum dan meminum air suci miliknya.


Ia yang terluka parah langsung sembuh kembali dan ikutan menyerang musuh yang saat ini hanya fokus melarikan diri.


Puluhan musuh yang sebenarnya baru di rekrut dan tak terlalu hebat mencoba melarikan diri dari sana dan pembantaian sepihak langsung terjadi.

__ADS_1


 


 


__ADS_2