
Adrian dan Slarken yang akhirnya tiba di lantai teratas yaitu lantai tujuh langsung di sambut salah satu komandan tertinggi Ksatria Suci yaitu komandan Dagnu.
Adrian yang melihat sosok yang telah menyegel dan memenjarakannya ke dalam neraka Dark Reef langsung tau apa yang akan ia hadapi.
Slarken pun sama, kini dua Supremacy itu berhenti di hadapan Dagnu yang duduk dengan santai sambil di jaga beberapa prajurit Dark Reef.
Dagnu yang melihat Adrian sudah terbebas dari segel karma juga terlihat tenang dan seakan tak peduli.
Lalu dari belakang, mereka semua juga dapat merasakan enegi kuat dari Tristan yang datang dengan cepat.
Adrian juga sudah memastikan kematian Ksatria Suci yang jelas sudah ia serang telak saat itu langsung di buat terkejut.
Ia yang terlalu mengaggap remeh musuh kini mengerti kekeliruannya. Adrian yang sadar memiliki anggota yang abadi juga paham kenapa Ksatria Suci bangsa Atlantis itu sangat di segani dan ditakuti.
“Jadi begitu, sepertinya Sea emang memiliki beberapa hubungan dengan bangsa Atlantis ini.” kata Adrian dalam hati.
Dagnu yang melihat Slarken dan Adrian tiba di hadapannya langsung bertepuk tangan.
Seakan memberi selamat, Dagnu bertepuk tangan dengan ekspresi bosan dan berbicara.
“Hebat...aku tak tau kenapa putri Aurora mau repot-repot melepaskan segel karna pada dirimu, yang jelas takdir para narapidana Dark Reef tak akan pernah berubah.”
Sambil menatap Dagnu, Adrian bertanya pada Sea berapa % kemungkinan ia menang melawan komandan Ksatria Suci yang kini di hadapannya.
“Sea...berapa % kesempatanku menang melawan bajingan yang ada di depanku ini?”
[Lapor tuan, dalam human form tuan yang sudah meningkat pesat, kesempatan menang hanya 30% dan dalam wujud Raja tuan itu melebihi angka 80%]
Adrian yang mendengar itu tersenyum tipis. Hanya 80% dan tak mencapai angka 100, padahal angka persenan yang Sea katakan hanyalah berupa angka kasar dari besarnya energi lawan.
Jika Dagnu sampai menggunakan senjata sucinya, angka 80% itu pasti akan langsung menurun drastis.
Kelemahan dari perhitungan Sea juga hanya dapat memperkirakan apa yang ia lihat saat itu berdasarkan energi musuh.
Jadi kemampuan tersembunyi musuh dan senjata hebat miliknya masih di luar perkiraan.
Tapi itu juga termasuk pada kemampuan Adrian sendiri. Seperti kata pepatah, tak ada yang sempurna.
Adrian yang sudah mempelajari apa itu Aura Supremacy Selama tiga tahun mulai mengeluarkan kekuatannya.
“Sea...sepertiya hari ini aku akan menunjukkanmu kekuatan sejati dari Supremacy milikku.”
Dagnu yang melihat Adrian yang sudah berubah pesat selama tiga tahun mulai di buat terkesima.
Tiap orang yang di penjara di Dark Reef pasti akan mati kalau tidak ya gila. Atau beberapa orang kuat akan makin melemah karna energinya terus di hisap.
Tapi manusia satu itu seperti berbeda, seperti tenaga di dalam tubuhnya tak terbatas, Adrian justru bertambah kuat.
“Sensasi ini...”kata slarken.
Slarken yang melihat Aura Supremcy Adrian makin kuat dan stabil hampir di buat tak percaya.
Ia yang sudah hidup ratusan tahun di Underworld saja belum bisa menguasai Aura Supremacy sampai ke tahap Adrian.
Slarken yang melihat kehebatan Adrian mulai mengingat kembali Aura Sang Raja Monster “Leviathan” yang merupakan tuannya.
__ADS_1
Dalam sepersekian detik, kekuatan Adrian meningkat pesat dan Aura Supremacy miliknya yang berwarna merah makin menguat.
“Jadi begitu...sepertinya kau memang harus di bunuh.” Kata Dagnu yang melihat Aura Supremacy milik Adrian yang sudah hampir menyamai Rajanya.
Dengan cepat Dagnu mengeluarkan senjata andalannya. Sebuah rantai ilahi yang ujungnya tipis dan runcing langsung melayang dan mengelilinginya seperti benda hidup.
Slarken yang melihat dan tau kehebatan rantai ilahi milik Dagnu juga langsung waspada.
Lalu dalam kecepatan yang gila, Rantai emas itu bergerak dan langsung mengarah ke arah Adrian.
Adrian yang membuka matanya juga terlihat tenang dan dengan tombak dari tulang monster yang sudah ia perkuat dengan Aura, Adrian menahan rantai emas itu dengan mudah.
Selagi Adrian menahan rantai milik Dagnu, Slarken yang bebas langsung pergi duluan menuju Gerbang Utama.
Ia juga membawa putri Aurora yang masih pingsan bersamanya. Setiap tahanan yang mencoba menghalanginya juga di bunuh dengan mudah.
Dagnu yang meliat Slarken mau pergi duluan juga tak tinggal diam. Rantainya yang menyerang Adrian kini langsung mengejar Slarken.
Adrian yang melihat kesempaan langsung menerjang ke arah Dagnu dan serangan tombak kuat darinya mengarah tepat ke jantung komandan Ksatria Suci itu.
“Lawanmu ada di sini idiot!"
Tapi dengan elegan, serangan tombak Adrian di tahan oleh Dagnu dan membuat Adrian sedikit terkejut.
“Teeenggg.”
Adrian yang serangannya di tahan dengan mudah oleh pedang berwarna emas Dagnu juga tak berhenti sampai di situ.
Serangan bertubi-tubi dari tombaknya mengarah dan menyerang Dagnu dari dekat.
“Hahaha...kau pikir dirimu sudah kuat dasar Manusia menjijikan.”
Dagnu yang one on one berhadapan dengan Adrian juga terlihat senang dan tertawa.
Jujur saja semenjak beberapa tahun ini ia juga bosan karna kandidat saingan Atlas menjadi Dewa sudah mereka singkirkan semua.
Jika ada yang masih tersisa itu hanyalah mereka yang sedang sembunyi karna ketakutan.
Selagi Adrian dan Dagnu bertarung, Slarken yang membawa Aurora yang di kejar tanpa henti oleh rantai aneh milik Dagnu juga sekuat tenaga menghindar.
Di tempat yang memang agak gelap, kecepatan Slarken yang sudah sembuh total berkat Air Suci makin menggila dan kini puncaknya skill Shadow Dance miliknya benar-benar menunjukkan pesonanya.
Lalu seperti yang sudah di duga, Tristan yang datang dan sampai ke lantai tujuh langsung melihat Adrian dan Dagnu yang bertarung dengan seimbang.
Dagnu yang melihat Tristan datang juga tersenyum dan sedikit menyinggungnya.
“Apa tidurmu sudah puas Tristan?”
“Tuan Dagnu, maafkan saya, saat itu saya sedikti lengah dan...”
“Cukup, kejar katak aneh yang melarikan diri ke gerbang utama dan pastikan Aurora baik-baik saja.”
“Baik tuan...”
Dagnu yang memiliki jarak tertentu untuk menggunakan rantai suci juga gagal mengejar Slarken yang sangat licin seperti katak di kegelapan.
__ADS_1
Karna itu juga rantai ilahi miliknya kini kembali dan mulai menyerang Adrian.
Adrian yang bertarung dan mulai terdesak juga terlihat santai dan cuek. Dagnu yang melihat Adrian yang sangat santai juga mulai di buat waspada.
Tak mungkin katak itu bisa membuka gerbang utama dan tak mungkin juga Adrian bisa lepas dari sana.
Bahkan Dagnu yang belum serius juga masih yakin bisa membunuh Adrian jika sudah bosan bermain-main dengannya.
Tapi melihat gerakan Adrian yang makin lama makin melemah, Dagnu akhirnya menyadari kebodohannya.
Putri Raja Bangsa Atlantis ke III saat ini berada di Pihak Adrian.
Putri Aurora yang bisa di bilang menjadi kunci utama untuk memperkuat segel Taraven itu adalah gadis suci yang ke 18.
Jika bukan dia, maka siapa lagi di Dark Reef yang lebih mengetahui penjara kuno itu dari sang gadis suci.
Saat menyadari kekeliruannya, sosok Adrian yang sebenanrnya hanya salah satu klon dari dirinya yang membelah diri langsung tersenyum dan tertawa.
“Hahaha...sepertiya kau sangat bodoh ya sampai bisa di tipu.” Kata sosok Adrian yang tiba-tiba saja menghilang.
Tristan yang akhirnya berhasil mengejar Slarken dan Aurora yang ia bawa di gerbang utama Dark Reef juga langsung tersenyum dan berteriak.
“Hahahaha...mati kau katak bodoh...”
Tapi belum sempat ia menyerang, tubuh Slarken yang sebenarnya adalah tubuh milik Adrian yang juga sama yaitu klon langsung menghilang.
Tristan yang melihat keanehan di hadapannya mulai di buat kebingungan.
Dagnu yang melihat kehebatan dari teknik musuh yang berhasil mengecohnya juga langsung marah dan mengamuk hebat.
“DASAR MANUSIA BAJINGAN...”
“ADRIANNN...”
Di tempat lain...
Di jalan setapak yang gelap dan becek.
Adrian, Slarken dan Aurora yang sudah sadar Dan kini di gendong Adrian pergi melewati jalan rahasia yang ada di Dark Reef.
Jalan yang tersegel dan hanya di ketahui oleh penerus yang terpilih yaitu gadis suci membuat pelarian mereka sukses besar.
Di tambah kemampuan sebenarnya Supremacy milik Adrian yang Unik dan sama dengan mode Raja miliknya benar-benar berhasil mengecoh Dagnu.
*****
Hallo...
Fiuh...selesai juga arc Dark Reef Prison yang lumayan memakan chapter ternyata.
Mulai dari sini kita lanjut arc baru dimana babang Adrian akan berpetualang sama haremnya sambil mencari tombak dewa dan balik ke Bluesky.
Buat yang masiih bingung ntar author jelasin kok di bab selanjutnya, santai, hehehe...
__ADS_1