
Setelah sebulan kelaparan, Adrian yang akhirnya memakan daging segar langsung memakan daging yang ada di hadapannya seperti anjing yang sedang kelaparan.
Tanpa mempedulikan rasa dan darah yang masih menempel, Adrian menghabiskan satu tubuh monster belut laut sampai hanya tersisa tulangnya.
Sambil memakan makanannya, sesekali Adrian melirik ke arah Katak yang menyerupai manusia dengan banyak bintik hitam di tubuhnya.
Jika di perhatikan dari dekat Katak itu terlihat seperti seorang ninja dengan dua belati hitam mengkilap dan tajam yang ada di samping tubuhnya.
“Ahhhh...kenyangnya...”
Setelah melahap habis satu ekor monster belut, Adrian terduduk dan beristirahat kembali.
Katak aneh di hadapannya juga dengan rakus memakan dua monster lainnya sampai kini hanya tersisa tulang belulang saja di sana.
Setelah memakan makanannya, Katak itu duduk dan berbicara kembali pada Adrian.
“Bagaimana rasanya hidup di Dark Reef?”
“Rasanya seperti lebih baik mati saja...” jawab Adrian sambil menatap katak itu.
“Hahahaha, jawaban apa itu...kematian adalah hukuman teringan di Underworld, mana bisa seorang Supremacy sepertimu mendapatkan kemewahan seperti itu...”
Adrian yang mendengar jawaban Katak hitam kecoklatan di hadapannya lalu tersenyum tipis dan memperkenalkan dirinya.
“Terimakasih sudah menolongku, perkenalkan namaku Adrian Devano.”
“Salam kenal namaku Slarken.”
Di sana Adrian mulai berbincang-bincang dengan Slarken. Ia yang sudah di tolong dan di selamatkan bertanya banyak hal yang membuatnya penasaran.
Mulai dari apa itu Penjara Dark Reef sampai siapa Slarken sebenarnya.
Slarken yang mendenegar Adrian terperangkap di neraka terdalam Underwolrd karna seorang wanita langsung tertawa terbahak-bahak.
“Hahahaha, apaan itu...bodoh sekali...”
“Benar kan, aku benar-benar idiot...”
“Hahahaha, semua penjahat dan kriminal yang ada di sini adalah pembunuh dan pemberontak hebat...kebanyakan mereka di tangkap karna kejahatan tak terampuni, tapi kau berakhir di sini karena serambi lempit, hahahaha.”
Adrian yang di tertawakan Slarken hanya bisa tersenyum tipis. Ia yang sudah lama tak tersenyum dan banyak termenung mulai merasa baikan.
__ADS_1
“Jadi...kenapa kau bisa terperangkap di sini, bukankah kau bilang dirimu adalah pembunuh terhebat di Underworld?”
“Hemmm, dari mana sebaiknya aku cerita ya...ohh...jadi begini...”
Lalu Slarken mulai menceritakan kenapa ia yang juga seorang Supremacy hebat bisa berakhir di penjara bengis Dark Reef.
Slarken The Dark Ones, julukan yang tak main-main karna Katak hitam di hadapan Adrian itu adalah pembunuh bayaran terkenal di Underworld.
Dengan berkah dari lautan yang memungkinkannya menggunakan kekuatan kegelapan, Slarken dapat bergerak cepat dalam bayangan dan membunuh targetnya dengan sekali kedipan mata.
Ia yang terlahir cacat dan berbeda dari ras Murlock utara selalu hidup menyendiri.
Sejak kecil ia selalu di buru karna Aura Supremacy miliknya. Karna sejak kecil sudah akrab dengan darah membuat Slarken tumbuh menjadi penjahat bengis dan tanpa ampun.
Lalu pada suatu misi di perkumpulan Big Ones, yaitu perkumpulan pembunuh bayaran terbesar yang ada di Underworld.
Slarken mengambil misi tingkat SSS yaitu membunuh salah satu Supremacy paling di cari yaitu Leviathan si Monster Pemburu.
Ia yang memiliki kemampuan unik mengambil misi berbahaya itu dan berniat pensiun setelah menerima bayaran yang sangat banyak dari misi lalu menyendiri dan menghilang.
Tapi misi rank SSS itu memang sangat sulit dan sampai saat Slarken mengambilnya juga belum ada yang berhasil menyelesaikannya.
Lalu tibalah saat ia bertemu dengan Raja Para Monster Leviathan. Leviathan yang masih terluka karna pertarungannya dengan Atlas dan tiga jendralnya sedang bersembunyi dengan beberapa bawahannya.
Slarken yang dapat bergerak dalam bayang-bayang mulai menjalankan aksinya.
Ia menyelinap ke dalam markas besar Leviathan sampai akhirnya berhadap-hadapan dengan Sang Raja Monster.
Tapi nama besar dan melegenda dari The Tidehunter Leviathan benar-benar di luar dugaan Slarken.
Ia yang menyerang Leviathan yang saat itu hanya dapat memasuki mode terlemahnya yaitu manusia setengah naga dapat di hentikan dengan mudah.
Parahnya lagi saat itu ia langsung di kepung oleh pasukan hebat Leviathan dan tak bisa melarikan diri.
Di sana Leviathan yang di buat terkesima dan takjub dengan kehebatan dan nama besar Slarken dalam dunia kriminal memberinya dua pilihan.
Bertarung sampai mati denganya dan jika menang ia bisa pergi atau tunduk kepada Leviathan.
Jika ia bisa membunuh Leviathan maka ia akan di jamin bisa pergi dan tak di serang semua bawahan Leviathan.
Tapi jika ia kalah maka ia harus tunduk dan menjadi salah satu bawahan Leviathan.
__ADS_1
Para bawahan Leviathan yang tau tuan mereka sedang sekarat tak menginginkan hal itu, tapi Leviathan yang keras kepala tetap pada pendiriannya.
Dan pertarungan dua Supremacy pun terjadi saat itu.
Slarken dengan kecepatan luar biasa beserta senjata Dager dua tangan miliknya tak terhentikan dan mulai menyudutkan Leviathan.
Bisa di bilang dalam kegelapan ia adalah yang tercepat di Underworld.
Tapi Leviathan yang sudah hidup sangat lama memiliki kemampuan bertempur kompleks dan pertahanan mutlak.
Selain itu kekuatan besar miliknya menjadi kekuatan utama sang Supremacy yang harga kepalanya paling tinggi di Underworld.
Selama 12 jam mereka bertarung dan puncaknya Slarken benar-benar hampir membunuh Leviathan saat itu.
Jika saja matahari tak muncul, maka kepala Leviathan sudah pasti terpisah dari tubuhnya.
Namun 12 jam berlalu dengan cepat dan Slarken yang tak berdaya dalam terang akhirnya di kalahkan.
Tepat saat Slarken mengaku kalah, Leviathan yang sudah sekarat dan di paksa bertarung 12 jam tanpa henti tumbang dan langsung di rawat anak buahnya.
“Mulai sekarang kau adalah bawahanku...selamat datang di perkumpulan para monster, Slarken The Dark Ones.” Ucap Leviathan sebelum ia tumbang dan pingsan.
Slarken yang melihat jiwa pria sejati dalam diri Leviathan menaruh respec besar padanya.
Ia yang selama ini hidup dalam bayang-bayang dan kelicikan dunia Underworld akhirnya menemukan tempat untuk bernanung.
Leviathan juga menepati janjinya dan tak membunuh Slarken yang sudah menyerah.
Dan di sanalah awal mula Slaken berpetualang bersama Leviathan dan para penjahat lainnya yang ada di Underworld.
Mereka menumpas ketidakseimbangan dunia yang mulai di buat Atlas. Pasukan yang di pimpin Leviathan makin lama makin besar dan tak terkendali lagi.
Lalu waktu berlalu dan Atlas yang menyerang dengan kekuatan penuh secara mendadak membunuh banyak dari mereka.
Slarken saat itu mengorbankan dirinya dengan menahan Atlas dan pasukannya seorang diri dan berubah menjadi The Dark Ones sejati.
Tapi itu tak lama sampai Atlas memusnakan kegelapan miliknya dengan Perlengkapan Suci andalannya.
Lalu Slarken di tahan dan energi Supremacy miliknya di sedot sama seperti Adrian.
Tapi jelas pengorbanannya saat itu sudah menyelamatkan Leviathan beserta teman-temannya dan Slarken tak pernah menyesali keputusannya saat itu.
__ADS_1
Adrian yang mendengar cerita hebat dari Katak kecil di hadapannya sedikit tak percaya.
Tapi ia yang memiliki latar belakang hebat juga saat ini terlihat lebih menyedihkan bahkan lebih menyedihkan dari Slarken dan iapun mempercayai semua yang di ceritakan Slarken saat itu.