System Of Sea

System Of Sea
Kelemahan Adrian


__ADS_3

Pagi harinya, Adrian yang terbangun langsung mandi dan mengerjakan rutinitas hariannya.


[Selamat Misi Check In Harian berhasil di aktifkan]


[Berorahraga semau tuan, hadiah 332.000 Poin Sistem]


Setelah mengerjakan misi cHeck In Harian tanpa putus selama hampir 1 tahun, misi yang awalnya hanya berhadiah 1.000 Poin Sistem itu telah berubah makin besar sampai kini menyentuh angka 300 Ribu.


Adrian yang rajin juga selalu mengerjakan Misi yang ada dan di berikan padanya. Karna itu juga Poin Sistem miliknya sudah mencapai angka 50 juta lebih.


Di tambah terus mengerjakan Misi Achievement secara teratur membuat Adrian makin panen banak Poin dan Contribution Poin miliknya saat ini berjumlah lebih dari 5 juta Poin.


Setelah berorahraga ringan di dalam kamar. Misi Check in Harianpun selesai.


[Selamat Misi Check In Harian telah selesai]


[Selamat tuan mendapatkan hadiah 332.000 Poin Sistem]


“Huh akhirnya selesai...”


Saat selesai, Adrian yang sudah berpakaian rapi keluar dari kamarnya. Istana Laut Selatan itu juga sangat luas dan sepi.


Meskipun di beberapa titik ada penjaga, tapi di dalam istana itu sama sekali tak ada penjaga.


Bisa di bilang energi hijau unik yang ada di sana adalah kekuatan Ratu Kandita jadi di dalam istana tak mungkin ada yang tak di ketahui oleh Ratu itu.


Adrian yang masih menunggu Kandita siap menjalin Kontrak Jiwa juga di buat bimbang.


Ia sempat berfikir kalau penguasa laut selatan itu bisa saja berbohong dan sedang merencanakan hal licik.


Tapi karena tak ingin berburuk sangka, Adrian masih menahan diri dan berniat akan mulai menekan jika sampai hari ini janjinya tak di tepati.


Baru saja jalan-jalan sebentar di istana luas itu, Messy yang sudah datang menemuinya langsung mengajak Adrian berkeliling kota Kalman seperti yang sudah mereka rencanakan.


“Selamat pagi tuan Adrian...apa kita jadi berkeliling?”


“Heeemm, aku bosan lama-lama di istana sepi ini, Messy ayo kita jalan-jalan.”


“Hehehe, baiklah tuan...ayo kita bersenang-senang hari ini.”


Pagi itu Adrian dan Messy menghabiskan waktu di kota Kalman dengan happy.


Hampir semua tempat yang membuat Adrian penasaran ia kunjungi satu per satu. Mulai dari restoran aneh, tempat judi dan bermain game, tempat bergulat dll.


Di dunia baru yang masih asing baginya itu, Adrian menghabiskan waktunya dengan Messy sampai sore haripun tiba.


“Huh...itu benar-benar seru...”


“Hahaha, benar sekali...Messy terimakasih sudah menemaniku hari ini.”

__ADS_1


“Sama-sama tuan...dan mau berapa lama tuan tinggal di kerajaan Solon?”


“Kenapa memangnya?”


“Tidak ada apa-apa, saya hanya ingin bersenang-senang lebih lama lagi bersama tuan Adrian.”


“Hemmm, begitu ya...tapi mungkin ini adalah hari terakhirku di sini karna aku masih harus pergi ke tempat lain.”


“Ohhh, emangnya tuan mau kemana dan bisakan saya ikut?”


“Aduh...aku juga belum tau pasti tujuanku, jadi aku tak bisa membawamu karna bisa jadi tempat itu berbahaya.”


“Begituya...tapi jangan lupa mampir ke sini kembali jika tuan Adrian sengang ya.”


Sambil berjalan dengan Messy, Adrian mengobrol panjang lebar sampai ia kembali ke istana.


Saat memasuki istana seperti tadi pagi istana laut selatan itu sangat sepi dan Adrian yang kembali langsung masuk ke kamarnya.


Sambil menunggu malam, Adrian yang sudah memberi waktu bagi Kandita untuk memikirkan ulang pilihannya hanya bisa menunggu.


“Ahhhh kenyangnya...”


Adrian yang sudah makan malam lanjut bersantai di kamarnya. Sambil menunggu-nunggu kabar dari Kandita, Adrian hanya melihat-lihat layar hologram sambil berbaring.


Ada banyak barang yang masih terkunci. Adrian yang saat ini sudah level 112 bahkan belum membuka setengah dari apa yang di jual Sea.


Setelah jam menunjukkan pukul 10 malam, Adrian yang tak mendapatkan jawaban pasti dari Kandita akhirnya keluar kamar dan berniat menemuinya.


Seperti kebetulan atau sudah di rencanakan, perasaan Adrian mulai tak enak dan Adrian mulai waspada.


“Shazam, di mana Kandita aku sudah bosan menunggu.”


“Mohon maaf tuan Adrian, saat ini Ratu sedang sibuk jadi...”


“Sudah cukup aku di suruh menunggu, bawa aku menemui Ratumu sekarang atau akan ku acak-acak tempat ini!"


Shazam dan dua ksatria Kandita yang mendengar ucapan Adrian terlihat sedikit marah.


Tapi mereka menahan amarah yang menyelimuti diri mereka dan tersenyum ke arah Adrian sambil membimbingnya.


“Kalau tuan Adrian memaksa maka saya tak bisa menolak...”


“Tolong ikuti saya tuan, saya akan membawa tuan Adrian menemui Ratu.”


Di pandu Shazam dan dua pria ras ikan lainnya, Adrian hanya diam dan mengikuti mereka. Dua ksatria ras ikan lainnya yang memandu Adrian juga hanya diam saja.


Tubuh mereka yang di lapisi armor berwarna emas juga terlihat kuat. Adrian yang bertanya pada Sea juga tau mereka saat ini sedang menggunakan perlengkapan suci.


Setelah berjalan beberapa saat, Adrian sampai di depan kamar Kandita yang terlihat besar dan megah.

__ADS_1


Saat sampai di sana Shazam dan dua kesatria lainya langsung pergi dan meninggalkan Adrian sendirian.


Adrian yang memiliki filing tak enak juga tak ambil pusing dan langsung masuk. Ia yang sudah cukup menunggu harus mendapatkan jawaban pasti malam itu atau ia akan menggunakan cara kedua.


Saat Adrian masuk, wangi semerbak bunga langsung dapat ia rasakan. Kamar besar dan megah itu juga di penuhi harta yang tak terhitung lagi.


Emas, permata, senjata suci dan beberapa barang hebat lainnya yang pasti memiliki kegunaan spesial dapat Adrian lihat di kamar itu.


Selendang dan kain-kain berwarna hijau juga memenuhi tempat besar dan luas itu.


Saat masuk, Kandita yang duduk di depan cermin besar terlihat sedang menyisir rambut hijau panjang miliknya.


Adrian yang melihat lekukan tubuh Kandita yang super aduhai dari belakang juga di buat terpikat.


Sambil berjalan mendekati Kandita, Adrian yang tak mau berlama-lama di sana karna ia bisa lepas kendali langsung membahas janji mereka sebelumnya.


“Kandita...aku sudah menunggu seharian, jadi apa jawabanmu?”


Mendengar Adrian yang langsung to the poin, Kandita tersenyum dan Adrian yang melihat senyuman di wajah Kandita dari balik cermin langsung waspada.


Jika saja ia di jebak atau di sergap, Adrian akan langsung memasuki mode Raja Laut dan mulai mengacak-acak istana besar itu.


Tapi kandita yang tersenyum langsung berdiri dan mulai mendekati Adrian. Sambil berjalan dengan pelan dan manja, Kandita mendekat ke arah Adrian dan saat ini mereka sudah berhadap-hadapan.


“Kenapa buru-buru sekali...aku akan menerima tawaranmu dan bersedia menjadi bawahanmu.”


“Tapi dengan satu syarat...”


Adrian yang mendengar itu juga langsung bertaya apa yang di inginkan wanita itu. Ia yang tak kuat lagi melihat tubuh super sexy dan menonjol yang hanya di balut kain tipis berwarna hijau itu langsung berbicara.


“Itu tak seperti perjanjian kita di awal...tapi karna kau setuju jadi apa yang kau inginkan dariku?”


Saat Adrian berkata seperti itu, Kandita yang berdiri di hadapannya mulai melepaskan kain tipis yang menutupi tubuhnya secara perlahan.


Adrian yang melihat keindahan tubuh Sang Ratu Laut Selatan dari dekat seperti terhipnotis dan mulai kehilangan akal.


Dada bulat sempurna dan menonjol, puti.ng pink seperti strobery, body super aduhai yang tak dapat di jajarkan lagi dengan kata-kata sukses membuat Adrian diam dan tak bergerak.


“Kalau kau ingin melakukan Kontrak jiwa dan menjadikaku bawahanmu, maka kau harus membuktikan sendiri dengan kekuatanmu...”


“Apa kau bisa melakukan itu...tuan Adrian?...” Ucap Kandita sambil mendekat dan membelai pundak Adrian dengan manja.


Adrian yang melihat keindahan itu seperti kehilangan akal sehat dan kendali tubuhnya.


Di tambah hasratnya kemarin malam dan wangi aneh yang ada di sana seperti membuat tubuhnya makin bergairah.


Adrian yang di goda secara langsung sudah tak tahan dan malam itu ia berselingkuh.


Pria baik hati dan setia itu akhirnya kalah oleh kelemahan mutlak yang di miliki setiap pria.

__ADS_1


 


__ADS_2