System Of Sea

System Of Sea
Sunken Islen


__ADS_3

Di hutan lebat yang lembab dan becek. Tanaman dan pohon aneh yang hidup dan bergerak layaknya makluk hidup mencoba menghentikan seorang pemuda yang berlari sambil menggendong seorang wanita di punggungnya.


Pemuda itu memiliki tubuh yang sangat athletic dengan kecepatan gerak yang luar biasa.


Mata merah menyeramkannya juga membuat beberapa hewan dan monster akan berfikir dua kali untuk menjadikannya mangsa.


Rambut putih bercampur merah miliknya terlihat serasi dengan pandangan matanya yang tajam dan menyeramkan.


Sembari menghindari semua yang menghadang jalannya, pria itu tetap fokus pada tujuan utama dan berlari dengan hati-hati. Pria itu tak lain adalah Adrian Devano.


Dengan kecepatan yang menakjubkan, Adrian dan Aurora pergi ke arah barat di mana pulau Sunken Islen berada.


Sambil tetap menyembunyikan Aura dan hawa keberadaan mereka, dua Supremacy itu terus mencoba mengejar apa yang ada di depan mereka.


“Aurora, masih berapa lama lagi kita sampai di pulau itu?”


“Mungkin satu atau dua hari jika kita tak beristirahat.”


Aurora yang dapat melihat sekitar dengan sense tingginya juga sebenarnya tak buta sepenuhnya. Hanya saja jika berlari secepat Adrian, tak mungkin ia bisa melakukannya.


“Begitu ya...karena cuaca sedang bagus, hari ini kita akan full berlari, apa kau siap?”


“Hemmm, aku percayakan padamu.”


Dengan kecepatan yang gila, Adrian berlari menembus lebatnya hutan aneh yang membentang luas di hadapannya.


Hutan Mandragora, hutan liar yang membentang luas di bagian barat benua Subnatica.


Hutan yang di penuhi monster dan tanaman aneh itu merupakan habitat monster liar yang tak terhitung banyaknya.


Adrian yang tak ingin meninggalkan jejak sedikitpun juga sengaja tak membunuh satupun monster yang menghalangi jalannya.


Meskipun membunuh monster jelas akan mendatangkan exp dan poin baginya, tapi jika kapal militer Atlantis melihat keanehan itu, jelas itu semua akan membahayakan misi pelariannya.


Setelah satu hari full berlari, Adrian yang melihat Aurora kelelahan akhirnya beristirahat sejenak.

__ADS_1


“Mari kita istirahat di dalam goa ini sejenak putri Aurora.”


Adrian yang di kejar waktu mau tak mau harus beristirahat.


Sebenarnya bisa saja ia memberi Aurora Air Laut Suci, dengan kehebatan air itu, tak ada yang perlu di kuatirkan.


Tapi tidak ada yang baik di dunia ini jika di konsumsi secara sembarangan dan berlebihan.


Adrian bahkan baru tau kalau ada efek samping dari penggunaan Air Laut Suci yang berlebihan.


Penggunaan Air Laut Suci yang tak wajar akan membuat pola berfikir menjadi kacau.


Parahnya lagi jika di konsumsi secara terus menerus akan menimbukan efek negatif karena tubuh yang terlalu banyak menyerap energi kehidupan akan overdosis.


Istilahnya tubuh yang kekenyangan akan di paksa makan dan itu sama sekali tidak baik.


Karena tau itulah Adrian tak terlalu mengandalakan Air Laut Suci jika tak terlalu di butuhkan.


Sambil beristirahat di dalam goa, Adrian dan Aurora sering bercerita panjang lebar tentang kehidupan mereka masing-masing.


Ia juga sempat mengatakan kalau kakaknya Atlas dulunya adalah pria yang baik.


Tapi semenjak keluar dari Ksatria Suci dan di buang ke dunia manusia, Atlas berubah dan puncaknya ia kembali ke Underwolrd dan melakukan kudeta besar-besaran.


Adrian pun sama, ia juga banyak bercerita tentang dirinya yang merupakan anak nelayan miskin di kota Manusia alias Bluesky.


Adrian menceritakan panjang lebar kenapa ia bisa sampai ke Underword dan terperangkap di Dark Reef.


Meskipun ada beberapa hal yang masih ia sembunyikan seperti Sea dan dirinya yang di jebak serambi lempit Kandita.


“Heeeem begitu ya...jadi apa yang membuatmu bisa bertahan selama tiga tahun di underworld?”


“Apa ya...mungkin dendamku kepada orang yang menghianatiku...tidak bukan itu...”


“Hal yang membuatku bertahan adalah keluarga dan semua orang yang ku sayangi di Bluesky...mungkin jika aku tak memiliki mereka sudah lama aku menyerah dan mati.”

__ADS_1


Sambil bercerita, Aurora yang lelah dan sudah makan kenyang akhirnya tertidur. Adrian yang melihat Aurora tertidur juga mulai memejamkan matanya dan beristiahat.


Besok paginya mereka kembali melanjutkan perjalanan. Tak ada yang bisa menghentikan perjalanan mereka.


Adrian yang kekuatannya sudah bukan sembarangan dengan mudah menghindari dan melewati semua monster yang mencoba memakan mereka.


Mulai dari yang terbang sampai yang ada di dalam tanah semuanya tak mampu untuk menghentikan Adrian.


Sampai setelah satu hari full berlari, Adrian dan Aurora akhirnya keluar dari hutan Mandragora dan kini sampai di depan pulau Sunken Islen.


Dari pulau yang terlihat menyeramkan itu, Adrian sama sekali tak merasakan hawa kehidupan. Aurora yang juga merasakan hal yang sama terlihat sangat khawatir.


Dengan pelan dan berhati-hati mereka memasuki pulau Sunken Islen dan di sana ternyata memang tidak ada orang sama sekali.


Bagian atas pulau itu kosong dan tak terurus. Lalu Adrian yang penasaran bergerak bersama Aurora untuk makin masuk.


Dan dari sanalan mereka mulai merasakan adanya energi kehidupan yang berada di bawah pulau Sunken Islen.


Saat di cek, ternyata semua penduduk sudah di jadikan budak tambang dan ada beberapa Ksatria Suci yang berjaga di sana.


Adrian yang melihat ada beberapa Ksatria Suci yang dengan kejam mencambuk para penambang di buat makin marah.


Tapi karena tak ingin menarik perhatian dan menggagalkan rencana besar mereka, Adrian meredam emosinya.


“Sepertinya Ratu Hera tak ada di sini...ayo kita cek tempat lain.”


Dengan kemampuan kamuflasenya, Adrian dan Aurora menelusuri tambang Orichalcum yang ada di bawah pulau Sunken Islen dengan berhati-hati.


Setelah mencari di tambang besar itu beberapa saat, akhirnya Aurora menemukan Ratu Hera yang di pasung di penjara bawah tanah bersama beberapa tahanan lainnya.


Tubuhnya telanjang dan ada banyak luka sayatan di sekujur tubuhnya.


Saat melihat Guru yang mengajarkan banyak hal padanya di perlakukan dengan kejam, Aurora sampai menitihkan air matanya.


Adrian yang melihat banyak orang yang mati terpasung dan sebagian sekarat benar-benar sudah hampir lepas kendali.

__ADS_1


Jika tangan Aurora tak menghentikannya, mungkin Adrian sudah berbalik arah dan membunuh beberapa Ksatria Suci yang ada di sana.


__ADS_2