System Of Sea

System Of Sea
Terobos Ayalah Anying


__ADS_3

Dengan kecepatan luar biasa, Slarken dalam kegelapan langsung menerjang dan membunuh 20 penjaga yang ada di sana.


Adrian dan yang lainnya juga menyerang dengan cepat.


Saat beberapa penjaga yang berada di pintu pagar berniat kabur dan memanggil bantuan, Adrian langsung melemparkan tombak miiknya dan membunuh salah satu penjaga dengan cepat.


Slarken yang bergerak dalam kegelapan Dark Reef juga menyerang penjaga lain dan langsung memenggal kepala mereka.


Beberapa narapdana yang melihat tahanan dari sel 212 dapat keluar dari sel penjara mereka langsung berteriak dan meminta untuk di bebaskan.


“Kau bohong kan...bagaimana cara kalian menghancurkan sel tahanan?”


“Tolong bebaskan kami sekalian, hoi...”


“Woi, jangan tinggalkan kami.”


Banyak narapidana lain yang meminta untuk di bebaskan. Tapi sebagian justru duduk kalem dan menganggap apa yang tahanan dari sel 212 lakukan adalah kebodohan luar biasa.


Tak pernah ada yang bisa keluar dari Dark Reef lantai 5 kebawah hidup-hidup.


Penjara yang terkenal brutal dan tanpa ampun itu dari pertama berdiri sampai ribuan tahun tetap kokoh dan tak tertembus baik dari luar dan dalam.


Jika ada yang bisa keluar itu adalah bangsawan Atlantis yang memang hanya di hukum ringan dan sekedar formalitas.


“Dasar bodoh, mereka hanya akan bunuh diri.”


“Heeeemmm, sekumpulan orang idiot.”


“Benar, bahkan mereka melakukannya tepat di hari upacara suci...”


Slarken, Adrian dan yang lainnya juga tak mempedulikan apa yang tahanan lain katakan.


Mereka hanya fokus pada misi pelarian dan dengan cepat mereka kabur lewat pintu rahasia yang memang sudah ada di dalam penjara.


Di Dark Reef ada banyak sekali pintu rahasia. Itu semua tak lain untuk tujuan eksperimen dan kegunaan lainnya.


Slarken yang sudah menempatkan beberapa bayangan miliknya menjadi mata-mata langsung dapat melihat ratusan bahkan ribuan penjaga Dark Reef bersiap dan menyerbu ke arah mereka.


Di tempat gelap itu juga semua lantai terhubung dengan bola kristal ajaib yang fungsinya sama seperti CCTV.


Dalam sekejap alarm tanda bahaya berbunyi dan segerombolan penjaga lengkap dengan senjata yang berupa batu karang laut dan pistol langsung menyerbu ke lantai empat.


“Sialan...padahal baru beberapa detik tapi alarm sudah berbunyi...” kata Slarken yang berlari dengan tahanan lainnya.


“Seperti yang di harapkan dari Dark Reef, kami mengandalkanmu Slarken...” lanjut Ebira.

__ADS_1


Meskipun ada banyak CCTV, tapi di jalan rahasia yang kecil dan gelap bola crystal ajaib tak banyak di tempatkan.


Karna hal ini juga Slarken dan tahanan lainnya berani mencoba hal gila ini dan mulai bermain kejar-kejaran dengan ribuan para penjaga.


Di jalan rahasia yang seperti labrin, Slarken yang sudah menghafal dan memetakkan setiap jalan selama bertahun-tahun dan menyimpan bayangan untuk mata-mata dapat memilih jalan yang aman dengan akurat.


“Sebelah sini...”


“Terus lurus dan setelah itu putar arah ke kanan...” kata Slarken sambil memandu yang lainnya.


Para penjaga yang belum juga menemukan para tahanan yang kabur lewat jalan rahasia mulai di buat kebingungan.


Mereka yang berjumlah ratusan orang sudah berpencar ke segala penjuru tapi sama sekali tak menemukan tahanan yang kabur.


“Sialan...di mana para bajingan itu?”


“Jangan panik, terus cari...jika sampai mereka lepas ke jalan utama tamat riwayat kita di tangan tuan Vaper...”


“Hoi...suruh beberapa orang menjaga pintu utama, perasaanku tak enak.”


Sadar ada yang tak beres, beberapa komandan squad memfokuskan penjagaan di pintu utama yang merupakan pintu penghubung dari tiap laintai.


Slarken yang juga melihat itu sudah bersiap dengan Adrian dan yang lainnya.


“Sepertinya mereka pintar juga...”


“Okeee bos...”


“Asiyap...”


Setelah memilih jalan yang paling cepat dan aman. Akhirnya Adrian, Slarken dan lainnya tiba ke pintu utama tanpa bertemu banyaknya penjaga yang mengejar.


Saat melihat Adrian dan lainnya, para penjaga yang sudah menunggu mereka langsung menembak dengan senjata seperti pistol yang terbuat dari campuran sedikit Orichalcum.


Di tambah peluru yang di lapisi sedikit Orcihalcum sukses membuat para tahanan dari sel 212 bermandikan darah.


“Akhirnya para monster bodoh itu datang...”


“Semuanya mulai membidik...”


“Tahannnn....tembak...” kata salah satu pemimpin Squad yang berjaga di pintu utama.


Saat tembakan dari jarak jauh di lepaskan, Adrian dan seluruh tahanan sel 212 di hujani peluru suci dan banyak dari mereka yang terluka parah.


“Door...door...door...”

__ADS_1


“Door...door...door...”


“Door...door...door...”


“Sialan...sakit sekali, Orichalcum sialan...”kata Adrian sambil berusaha menghindar.


Ebira yang memiliki kulit paling keras juga langsung mengambil posisi paling depan dan menahan semua peluru yang mengarah ke arah mereka.


Tapi kuatnya peluru yang bercampur material suci itu melubangi badan Ebira dengan mudah.


Adrian yang melihat Ebira rela berkorban demi mereka langsung menajamkan sense tinggi miliknya dan melemparkan tombaknya kembali.


Tombak yang di perkuat energi Supremacy itu sukses membuat sebagian formasi penjaga hancur.


“Awas...ada serangan dari musuh...”


“Srriiinggg...Booommm...”


Ledakan besar menghancurkan formasi para penjaga dan dari kekacauan kecil itu, Slarken yang bergerak lebih cepat langsung memasuki mode andalan miliknya.


“Shadow Dance!”


Dengan salah satu mode terkuatnya, kecepatan gila Slarken dalam kegelapan dan bayangan makin mengerikan.


Dengan cepat Slarken mulai membunuh satu persatu penjaga seperti membunuh seranggga.


“Sialan...mereka kuat sekali, siapa mereka sebenarnya...di mana pasukan tamb-“


“Sruupppp...”


Belum sempat sang komandan squad menyelesakan perkataannya, kepalanya sudah di penggal oleh Slarken dan terpisah dari tubuh.


Para bawahan lain yang melihat itu makin panik dan Adrian beserta tahanan lain yang sampai langsung membereskan para penjaga yang formasinya sudah kacau balau.


“Dasar sekumpulan serangga...jika saja kami tak tersegel kalian akan mati dengan hanya sekali tiupan nafasku tau.” Kata Ebira yang kesal tubuhnya banyak di tembaki peluru.


Dengan cepat setelah memasuki jalan utama. Slarken, Adrian dan tahanan lain langsung bergegas menemui target operasi mereka.


Di jalan utama juga banyak penjaga yang menghalangi.


Tapi di hadapan dua Supremacy dan para monster kuno hebat, semua penjaga Dark Reef yang bukan tandingan mereka di bereskan dengan cepat.


“Terobos ayalah anying...” kata Ebira sambil menabrak tumpukan penjaga seperti menabrak rerumputan.


Dengan kecepatan gila. Adrian, Slarken dan tahanan lainnya bergerak secepat kilat menuju target utama operasi yaitu Putri Aurora Atantica.

__ADS_1


 


__ADS_2