
Rin yang kabur sendirian terlihat sangat ketakutan dan syok.
Ia yang sudah lama mengikuti sang “Dewa Syndrome” yang memberikannya kekuatan baru kali ini melihat monster yang sepadan atau bahkan lebih kuat dari kelompok mereka.
Di tempat lain, Karl yang beradu pedang dengan Squalo di buat kewalahan.
Dengan gerakan seperti amatiran tapi sangat kuat Squalo terus menyerang Karl membabi buta.
Di serang dari jarak dekat membuat Karl tak bisa menggunakan teknik andalannya yaitu tebasan tak terlihat.
Victor yang diam termenung dan ketakutan bukan main kini di tatap oleh Orca. Ia yang sejatinya hanyalah anggota pendeteksi tak memiliki kemampuan bertarung yang hebat.
Satu-satunya hal yang berguna darinya adalah teknik pendeteksi miliknya.
“Ja...jangan mendekat dasar monster.”
Lalu dengan kejam dan tanpa ampun Orca menyerang Victor di bagian perut. Seperti kebanyakan musuhnya, isi perut Victor di keluarkan dan di makan di depan matanya sendri.
Dalam keadaan hidup, Victor melihat usus dan isi perutnya di makan dan setelah puas Orca meninggalkanya begitu saja.
Victor yang belum mati juga hanya bisa menangis dan meratapi ajalnya yang kian dekat. Rasa sakit tak terkira kini ia rasakan.
“Bu...bunuh aku dasar monster sialan.” teriak Victor kepada Orca yang berjalan meninggalkannya.
Angel yang melihat hal mengerikan di depan matanya hanya bisa terduduk ketakutan dan tersungkur.
Kini wanita cantik itu mengeluakran air kencing di celananya karna ketakutan. Siapa sangka dua anggota lainnya akan di habisi dengan kejam.
Ia yang bermimpi untuk menjadi anggota inti kelompok BaneHallow saat ini sudah tak memikirkan apa-apa.
Saat ini di kepalanya hanya ada rasa takut luar biasa. Melihat Orca yang mendekatinya, Angel mengaktifkan pelindung miliknya.
Karna pelindung kuat itu Orca tak bisa membunuhnya. Dengan brutal dan tanpa ampun Orca menyerang penghalang itu.
“To...tolong ampuni aku, aku akan melakukan apapun yang kau mau.” Ucap Angel sambil tetap mempertahankan kekuatannya.
“Maafkan aku...tolong ampuni aku tuan, aku tak mau mati.”
Sambil menangis Angel mencoba meminta maaf dan memohon untuk tak di bunuh. Sambil terus menangis ia merengek seperti bayi dan meminta belas kasih dari Orca.
Tapi Orca yang tak mempedulikan itu terus memukul penghalang milik Angel tanpa henti.
Angel yang tak ingin mati terus mempertahankan kekuatannya sampai darah keluar dari mata, hidung dan telinganya.
Kelemahan dari pelindung kuatnya juga sudah di ketahui Orca. Lalu setelah tak kuat lagi akhirnya penghalang itu pecah karna di serang di satu titik.
Kemudian kepala Angel langsung di cengkram dan tubuhnya di angkat oleh Orca.
“Tuan...aku mohon jangan bunuh aku.”
“Aku, aku akan melakukan apapun yang kau mau jadi jangan...”
“Breekkkk...”
Seakan tak peduli dengan apa yang wanita cantik itu katakan, Orca langsung menusuk perutnya dan lagi-lagi semua isi perutnya di keluarkan.
Angel yang menyadari kematiannya hanya bisa menatap Orca sambil menangis.
Ia yang sudah banyak membunuh musuh tak mengira akan mati dengan cara mengenaskan seperti itu.
Lalu di hadapan wanita cantik itu, isi perutnya di keluarkan dan di makan oleh Orca secara perlahan.
Dengan keahlian Orca juga Angel masih tetap hidup selagi bagian dalam tubuhnya di makan.
Setelah memakan isi perut Angel, Orca langsung membawa Angel yang sekarat dan memakunya di pohon yang ada di dekat hotel The Mark.
Tak lupa juga ia membawa tubuh Jhony dan Victor lalu memaku tubuh tiga orang itu di pohon besar yang ada di sana.
__ADS_1
Beberapa pengunjung dan orang yang ada di tempat kejadian juga terlihat ketakutan dan hanya menyaksikan dari jauh.
Tapi seakan tak mempedulikan itu, Orca tetap melakukan kebiasaanya.
Di sisi lain, Squalo yang untuk pertama kalinya melawan musuh yang dapat mengimbangi kecepatan dan serangannya di buat senang dan tertawa terbahak-bahak.
Karna serangannya yang asal-asalan juga Karl sesekali dapat menyerang tubuhnya. Tapi saat tubuh Squalo terkena pedang hitam milik Karl, dengan cepat luka itu sembuh.
Karl yang sadar Squalo tak bisa mati karna memiliki kekuatan regenerasi yang tinggi juga mencoba kabur.
Orca yang melihat Squalo belum juga membunuh musuhnya dan justru bermain-main langsung berbicara.
“Hoi bodoh...jika kau tak membunuhnya sekarang maka jangan salahkan aku mengambilnya darimu.”
“Cih...”
Mendengar ucapan Orca, akhirnya Squalo mulai serius.
Dengan gerakan yang tak dapat lagi di ikuti oleh penglihatan milik Karl, Squalo menyerang Karl dengan telak dan tangan kanan Karl langsung putus oleh tebasan tangan tajam Squalo.
Saat tangan kanannya putus, pedang hitam milik Karl terjatuh dan tanpa senjata ia lagi-lagi ia di serang.
Kini tangan kirinya putus dan Karl yang sudah tak memiliki tangan terbaring di taman di depan Hotel The Mark.
Melihat musuhnya yang sudah tak berdaya, Squalo hanya tersenyum jahat.
Karl yang tau kalau ajalnya akan segera datang hanya menutup matanya dan secara cepat Squalo memakan dan menikmati tubuh ketua divisi 8 BaneHallow itu hidup-hidup.
“Ahhhh...”
“Sialan....dasar monster.”
Karl yang di makan hidup-hidup berteriak kesakitan. Teriakan kerasnya menggema di taman depan hotel The Mark.
Semua orang yang ada di sana hanya bisa menyaksikan dari jauh adegan horor yang hanya ada di film-film.
Beberapa orang juga sempat memvideokan dan mengabadikan momen mengerikan itu.
“Bagaimana ini?” ucap Squalo dengan ekspresi bingung ke arah Orca.
Banyaknya saksi mata membuat Squalo bingung harus berbuat apa. Sedangkan Orca yang juga tak peduli hanya diam saja sampai Manta dan polpo akhirnya sampai ke tempat mereka dalam mode tak terlihat.
Polpo dan Manta yang melihat perbuatan Orca dan Squalo hanya bisa marah dan langsung menyuruh mereka kembali.
“Dasar bodoh, apa kalian tak sadar sudah membuat masalah untuk Bos.” Ucap Manta yang sedang dalam mode tak terlihat.
Polpo yang juga dalam mode tak terlihat juga langsung melapisi Orca dan Squalo dengan kekuatannya.
Kini mereka semua hilang dari sana dengan kekuatan aneh Polpo.
“Bagaimana ini Manta, kalau bos sampai tau dia bisa marah besar.” ucap Polpo.
“Entahlah...sekarang lebih baik kita pulang dan di mana hewan aneh yang di bicarakan bos?” lanjut manta.
“Hewan itu masih ada di hotel.” Ucap Orca dengan ekspresi dan suara datar sedangkan Squalo hanya diam karna tau mereka sudah mengacau.
Tapi apa boleh buat, jika ada musuh yang datang ke arah mereka maka dengan senang hati dua monster yang bertindak tanpa berpikir dahulu itu menyerang mereka.
Dua anggota Sea Army yang paling haus akan darah hari itu benar-benar sudah bertindak di luar batas.
Karna tak ingin menambah masalah untuk sang bos. Manta, Orca, Squalo dan Polpo langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Tak lupa juga mereka mengambil Siren yang merupakan ras putri duyung.
Karna kejadian di siang bolong itu, kini Video Orca dan Squalo yang membunuh anggota BaneHallow dengan brutal juga sudah trending dan menjadi perbincangan oleh hampir seluruh orang di dunia.
Gambar dan foto mengerikan dari tiga anggota BaneHallow yang di paku di atas pohon besar di depan hotel The Mark juga sudah tersebar luas.
__ADS_1
Monster, itulah kata yang cocok untuk menggambarkan dua orang pria kejam yang tak lain adalah Squalo dan Orca.
Adrian yang sedang jalan-jalan bersama sang pujaan hati dan teman masa kecilnya yang sudah lama tak bertemu juga akhirnya melihat video pembunuhan brutal itu dari tv yang ada di salah satu restoran tempat mereka sedang makan.
“Pfftttt...”
“Uhuukkk...uhukkkk...uhhuukkk...”
Adrian yang melihat dengan jelas wajah Orca dan Squalo langsung batuk dan memuntahkan isi makanan yang sedang di kunyahnya.
“Beb...kamu gpp.”
“Heh...gpp, maap ya aku permisi bentar.”
Dengan cepat Adrian menelepon anggota Sea Army untuk minta penjelasan lebih lanjut...
Di tempat lain, beberapa pemuda yang saat ini berada di hawai dan sedang liburan terlihat sangat marah ketika melihat video teman mereka yang mati mengenaskan beredar.
Dengan brutal anggota divisi 8 BaneHallow dan Victor di bunuh lalu mayatnya di paku dan di pajang di atas pohon seperti serangga.
Di sana juga terlihat banyak member lain BaneHallow yang terlihat marah tapi ada juga yang justru tertawa.
“Sialan...apa-apaan ini.”
“Hahaha, akhirnya kita mendapatkan musuh yang sepadan kali ini.”
“Bajingan, psikopat ini juga pasti yang membunuh Justine.”
“Sepertinya sebentar lagi kita akan bersenang-senang guys, hahaha.”
“Bukan sebentar lagi, ini jelas deklarasi perang dari musuh...jika bos sampai tau maka satu kota lagi mungkin akan terhapus dari peta dunia” ucap pria lainnya yang ada di sana.
Bukannya takut, anggota BaneHallow yang lain justru tersenyum dan terlihat sangat senang.
Sudah lama mereka tak beraksi karna hampir semua mafia dunia bawah sudah tunduk di bawah kaki mereka.
Tapi dunia ini ternyata benar-benar luas dan saat melihat musuh kuat, mereka semua tersenyum.
Sedangkan di tempat lain, seseorang yang di sebut dengan “Dewa Syndrome” saat ini sedang bercinta dengan banyak wanita di kamarnya.
__ADS_1
Tempat itu di selimuti aura hitam dan semua yang ada di sana di penuhi nafsu dan bercinta seperti binatang.