
Setelah seminggu perjalanan, Adrian dan tahanan lainnya akhirnya di keluarkan dari kapal besar bangsa Atlantis.
Kaki dan tangan mereka tetap di pasung dan secara bertahap mereka di giring keluar oleh penjaga.
Seperti menggiring binatang ternak, beberapa di cambuk agar dapat berjalan dengan cepat.
“Cepat jalan, dasar sekumpulan pecundang...”
“Splasss...”
“Splasss...”
“Splasss...”
Adrian yang kehilangan berkah dalam tubuhnya juga hanya bisa mengikuti apa yang di perintahkan penjaga.
Ia yang bosan di dalam sel penjara akhirnya akan melihat cahaya kembali.
Tapi saat keluar kapal, bukannya cahaya matahari tapi kegelapan yang tak berujung justru menyambut Adrian dan beberapa tahanan lainnya.
Adrian yang bingung sedang di bawa kemana juga hanya berjalan mengikuti barisan.
Sesekali ada tahanan yang mencoba lari karna tak ingin di bawa ke tempat tujuan mereka.
“Huaaaa, aku tak ingin berakhir di sini...” kata tahanan yang mengamuk dan mencoba kabur.
Tapi karna terikat satu sama lain, tahanan itu terjatuh dan penjaga yang melihat langsung datang dan menghajarnya sampai mati.
“Splasss...”
“Splasss...”
“Splasss...”
Dasar bodoh, siapa suruh menentang Raja Atlas, ini adalah hukuman bagi para pembangkang seperti kalian.
Di cambuk tanpa ampun dan sampai mati membuat sebagian tahanan terdiam. Penjaga lain yang melihat beberapa tahanan diam juga mencambuk mereka.
Adrian yang melihat kekejaman di hadapannya hanya bisa pasrah dan akan menyusun rencana pelarian nantinya.
Ia yang tak ingin berakhir menjadi tahanan selamanya sedang memikirkan cara-cara yang mungkin bisa membawanya keluar dari sana.
Saat Adrian berjalan, monster yang berbadan manusia dan berkepala ubur-ubur yang ada di depannya terlihat sangat ketakutan.
Ia merinding dan menggigil sambil berusaha tetap berjalan.
Adrian yang penasaran di bawa kemana juga akhirnya mendekat dan berbisik pada monster yang ada di hadapannya.
“Hoi...apa kau tau kita akan di bawa kemana?”
Mendengar ucapan Adrian, monster itu yang melihat manusia juga sudah tak peduli dan tetap berjalan pelan.
Sambil menundukkan kepala ia menjawab pertanyaan Adrian.
__ADS_1
“Riwayat kita sudah tamat, tak pernah ada yang selamat dan keluar ketika di penjara di Dark Reef...” kata monster yang ada di hadapan Adrian sambil menggigil.
Di Underworld beberapa kejahatan tak hanya berujung penjara saja. Para narapidana akan di siksa atas apa yang mereka langgar dan lakukan.
Di antara seluruh penjara yang ada di Underworld, hanya Dark Reef yang sangat di kenal sebagai penjara terhebat yang pernah ada.
Semua penjahat terburuk yang pernah ada di Underworld di kurung di sana. Penjara tersebut di penuhi makhluk-makhluk aneh dan mengerikan.
Mulai dari pembunuh bayaran, penghianat, pembelot, monster purba dan siapapun yang menentang peraturan yang ada di Underworld.
Di tambah semenjak Atlas memimpin, penjara yang berada di bawah penguasaan bangsa terkuat di Underworld itu makin di penuhi narapidana mengerikan dari seluruh penjuru.
Karna banyak yang tak suka dengan kepemimpinan Atlas yang seenaknya perang mulai terjadi dan penjara itu kini menjadi tempat penyiksaan mengerikan bagi para penentang Atlas.
Adrian yang akhirnya tau mereka di bawa ke sebuah penjara bernama Dark Reef kembali menjauh dan memperhatikan sekitar.
Meskipun kekuatannya tersegel, tapi sense tingginya tetap berfungsi. Bahkan Adrian juga masih bisa melihat Aura tiap orang.
Walaupun itu tak sekuat dan sehebat jika dirinya tak di segel. Sadar akan hal itu, Adrian yang masih memiliki harapan besar untuk kabur mencoba berfikir positif.
Semua kemampuannya masih ada hanya saga tersegel dan di tekan, itu artinya Sea juga masih ada di dalam tubuhnya dan Adrian hanya perlu membuka segel Karma Laut yang ada di tubuhnya untuk bisa keluar dari sana.
Sambil berjalan, Adrian menguatkan tekatnya dan berniat membalas semua perbuatan Kandita yang membuatnya sampai di penjara kotor dan bau itu.
“Awas saja kau pelacur sialan...saat aku bisa kabur akan ku buat kau membayar mahal atas penghianatanmu...”
Setelah berjalan cukup dalam, akhirnya mereka semua sampai di sebuah gerbang besar.
Atas arahan penjaga, gerbang besar dan jelas di buat dengan campuran Orichalcum akan memastikan tiap dari mereka tak akan bisa kabur.
Saat sampai di sana, kepala sipir berbentuk manusia dengan kepala ikan purba dan tangan seperti kepiting yang menyeramkan langsung menghentikan semua tahanan.
“Yang satu ini...biar saya yang bawa.”
Adrian yang di tunjuk oleh kepala sipir juga langsung memiliki filing tak enak. Atas perintah kepala sipir, Adrian di pisahkan dan di bawa secara langsung oleh kepala sipir Dark Reef.
Adrian yang di pisahkan dari kelompoknya mulai keringat dingin.
Ia di bawa ke tempat aneh dan dari sana Adrian bisa melihat tempat seperti laboratorium bawah laut yang sangat menyeramkan.
Ada banyak kepala monster yang di awatkan di dalam tabung. Mulai dari yang terkecil sampai yang berukuran raksasa.
Adrian yang penasaran di bawa kemana lantas bertanya pada orang yang membawanya.
Rantai yang menjerat lehernya di tarik seperti menarik binatang peliharaan.
“Hoi...mau kau bawa kemana aku?”
Kepala sipir yang mendengar ucapan Adrian hanya diam saja dan menyeretnya lebih cepat.
Sampai Adrian akhirnya di bawa ke tempat aneh yang seperti ruang bedah dan penyiksaan mengerikan.
Di sana bahkan Adrian bisa melihat sisa-sisa tubuh monster yang masih berserakan.
__ADS_1
Kepala sipir yang membawa Adrian sendirian langsung menyerahkannya pada monster gurita aneh dengan banyak tentakel berwarna coklat kehijauan.
“Anabola, aku membawakan tahanan khusus untukmu...”
Saat mendengar ucapan kepala sipir, Anabola yang merupakan dokter sekaligus peneliti di Dark Reff langsung mendekat karna tertarik Aura dari Adrian.
Monster gurita menjijikkan itu menatap Adrian seperti wanita yang baru saja mendapatkan mainan baru.
“Apa ini manusia yang di bicarakan oleh tuan Dagnu?”
“Mau dilihat dari manapun sudah pasti diakan, sudah aku tak sanggup lama-lama di tempat bau dan menjijikkan ini...lakukan seperti biasa dan pastikan kau menyerap energi Supremacy yang banyak darinya.”
“Hohoho, tak perlu memberitahuku tuan Vaper...akan ku pastikan tiap tetes energi Supremacy darinya ku keluarkan secara sempurna.”
Adrian yang mendengar ucapan dua monster mengerikan itu langsung tau apa yang akan terjadi pada dirinya.
Dengan cepat Adrian mencoba kabur, tapi di hadapan dua monster yang kekuatannya bukan sembaranagan itu Adrian di hentikan dengan mudah.
“Hohohoho, mau mencoba kabur ya sayangku...”
Dengan tentakel panjang dan kuatnya, Anabola menghentikan Adrian dan menjerat kakinya.
Di angkat seperti mainan, Adrian yang kekuatannya tersegel di perlakukan layaknya binatang.
“Jangan terburu-burung sayangku...sudah lama aku tak membedah tubuh Manusia jadi akan ku pastikan kau berteriak kenikmatan, hohohoho...”
Setelah pak kepala sipir alias Vaper pergi, Anabola di bantu monster kecil seperti laba-laba yang sangat banyak dan aneh langsung melakukan pembedahan pada tubuh Adrian.
Adrian yang tubuhnya di bedah tanpa obat bius dan sebagainya menjerit kesakitan.
Teriakannya menggema di dalam ruangan gelap yang hanya di terangi penerangan seadanya.
Energi Supremacy miliknya di sedot dengan paksa dengan pipa aneh berwarna emas.
Setelah di teliti dan semua kekuatannya habis, Adrian di masukkan kedalam tabung aneh dan saat terkena air, tubuhnya beregenerai kembali.
Anabola yang melihat itu makin di buat takjub. Secara brutal dan mengerikan tubuh Adrian di teliti secara mendetail lagi dan lagi.
Setelah 10 jam penyiksaan tanpa henti, Anabola akhirnya mengerti kalau Adrian abadi dan dapat kembali ke kondisi primanya ketika terkena air sebelum ia mati.
Meskipun renenerasinya agak lambat karna tersegel, Anabola yang ahli dalam penelitian dapat menyimpulkan jika terkena Air maka Adrian dapat langsung pulih dan melaporkan semua penelitiannya pada Dagnu.
“Luar biasa...baru kali ini aku mendapatkan Supremacy yang memiliki energi tanpa batas sepertimu...”
“Hari ini cukup sampai di sini dan kita akan lanjutkan kembali saat aku sudah menyerahkan tumpukan energy Supremacy ini pada tuan Dagnu.”
Anabola yang sudah meneliti dan menyedot semua kekuatan Supremacy Adrian langsung melaporkan penemuan hebatnya.
Sangking senangnya ia berlari sangat cepat karna tak tahan ingin mendapatkan pujian dari tuan Dagnu.
Adrian yang sudah di sedot habis energi Supremacynya di bawa kembali ke sel tahanan.
Setelah semua energinya di hisap habis hari itu, Adrian yang sudah tak berdaya di lemparkan begitu saja ke dalam sel yang sangat gelap.
__ADS_1
Dari tatapan matanya yang sayu, Adrian benar-benar sudah seperti mayat hidup dan tak bergerak sedikitpun.