
Tepat saat segel Karma di tubuh Slarken di lepaskan, Adrian yang sense miliknya sudah di luar nalar langsung merasakan dan mendengar suara dari kapal patroli yang mendekat ke arah mereka
Karena sadar, Adrian, Slarken dan Aurora langsung menyembunyikan kekuatan dan Aura mereka.
Kapal patroli yang berisi beberapa Ksatria Suci lengkap dengan pendeteksi Energi mulai mencari ke segala penjuru Underworld bahkan sampai ke tempat mereka.
“Sialan...cepat sekali mereka sampai di sini.” Kata Slarken yang masih tertidur dan belum pulih total.
Adrian yang menguatkan indranya sampai ke titik max langsung dapat merasakan ada banyak kapal di segala tempat.
Seperti tau mereka berada di sana, banyak kapal militer bangsa Atlantis mulai mondar mandir.
“Sepertinya mereka sudah mengetahui jalan rahasia sampai berhasil mencari ke titik ini.” kata Adrian.
“Tak mungkin, jalan rahasia selalu berubah dan hanya di ketahui oleh Gadis Suci, jika mereka sampai mencari di tempat ini mungkin Atlas sudah memaksa Ratu Slithera berbicara dan menebak beberapa lokasi.” Balas Aurora.
“Ratu Hera ya...sudah lama sekali aku tak mendengar suara dan kabar darinya.” Lanjut Slarken.
Karena penasaran, Adrian yang kepo juga langsung bertanya siapa itu Ratu Hera. Slarken yang merupakan salah satu fans garis keras Ratu Hera langsung menjelaskan panjang lebar.
Ratu Slithera atau yang di kenal dengan nama Ratu Hera adalah penguasa hebat dari pulau kuno bernama Sunken Islen.
Ia adalah salah satu makhluk yang sudah hidup sangat lama sama dengan Leviathan.
Pada masanya, ia juga terpilih menjadi Gadis Suci dan menjadi pemegang Segel Suci.
Ia sangat terkenal cantik bahkan setelah ribuan tahun masih banyak pria hebat se Underworld yang ngtotot ingin menikahinya.
Selain terkenal cantik, Hera juga mempunyai suara indah dan merdu.
Slarken juga menjadi salah satu fans dari Ratu Hera yang terkenal mempunyai suara paling indah di lautan.
__ADS_1
Slarken sangat mengagumi kecantikan dan suara Hera hingga mengaku sebagai penggemar garis keras nomor satu kepada Adrian.
Dulu juga Slarken sempat bertarung dengan Hera karena ingin memperkaos Hera secara paksa, tapi Ratu dari Pulau Kuno Sunken Islen itu memiliki kekuatan yang tak terbayangkan.
Meskipun sudah tidak menjadi Gadis Suci, Hera masih sangat kuat dan Slarken di buat tak berdaya oleh kekuatan ilahi miliknya lalu di tangkap.
Saat di tangkap, Slarken juga bercerita di Sunken Islen ia di paksa bertarung untuk tetap hidup.
Tapi Slarken yang memiliki berkah dari lautan yaitu kekuatan kegelapan unik miliknya dapat membunuh seluruh tahanan lain sampai hanya ia yang tersisa.
Ratu Hera yang kagum dengan kehebatan Slarken juga akhirnya mengampuni kesalahannya dan melepaskan Slarken kembali.
Bahkan Dager Hitam mengkilap kebanggaan Slarken juga pemberian Dari Ratu Hera.
“Jadi begitu...tapi semenjak Atlas mulai memburu para Supremacy, keadaan di Underworld menjadi tak stabil dan kekacauan terjadi di mana-mana. Ratu Hera juga di kabarkan sudah di kalahkan lalu menjadi tahanan rumah dan saat ini menjadi salah satu pelacur Atlas.” Kata Slarken sambil terlihat sedih.
“Atlas sialan, meskipun aku belum pernah bertemu denganya tapi aku ingin sekali menghajar bajingan itu.” Lanjut Adrian.
Tapi untungnya setelah beberapa saat, kapal militer bangsa Atlantis yang menelusuri bagian bersalju dan sangat sunyi itu langsung pergi karena tak menemukan apa-apa.
Di tambah Slarken yang tak terkalahkan di malam hari juga memiliki kekuatan unik untuk menutupi tubuh mereka semua dalam kegelapan dan tak terlihat.
Hari demi hari mereka berpetualang bersama. Suka dan duka mereka lalui.
Mulai dari dataran bersalju sampai hutan lebat yang luas mereka lewati sampai akhirnya tiga Supremacy itu harus berpisah karena memiliki arah dan tujuan yang berbeda.
“Baiklah Tuan Putri Aurora dan sahabat baikku Adrian, mulai dari sini kita akan berpisah.”
“Slarken, terima kasih untuk semua kebaikanmu di Dark Reef, jujur saja jika bukan karenamu mungkin aku sudah lama mati di tempat busuk itu.”
“Sama-sama dan tolong jaga tuan Putri penyelamat kita, awas kalau dia sampai terluka.”
__ADS_1
“Hemmm, serahkan padaku.”
“Slarken, hati-hati dan sampaikan apa rencana kita pada Leviathan.” Kata Aurora.
“Baik tuan putri, saya akan memastikan Aliansi kita berjalan lancar, jadi kalian juga harus tetap hidup sampai waktu itu tiba...Adrian sisanya ku percayakan padamu.”
Setelah berpelukan dan memberikan beberapa botol Air Laut Suci kepada Slarken sebagai hadiah perpisahan, Adrian dan Aurora melanjutkan perjalanan mereka berdua.
Adrian juga sebenarnya sama dengan Aurora yaitu ingin pergi ke Istana Suci Dewa Laut Enki.
Ia berencana akan kembali ke dunia Manusia terlebih dahulu melalui portal teleportasi khusus yang ada di sana.
Tapi karena Adrian yang tak memiliki senjata alias perlengkapan Suci, ia memutuskan untuk mengerjakan Misi Raja yang akan ia lewati sebelum ke Istana Suci.
Karena arahnya yang juga berdekatan dengan Sunken Islen, mereka akan mampir dahulu dan berniat memberikan tawaran Aliansi kepada Hera.
Lalu mengambil Tombak Dewa Enki yang jika di lihat dari map Tombak itu terus bergerak dan tidak diam di satu tempat.
Parahnya lagi Tombak itu makin lama makin menjauh. Karena ini juga Adrian bergerak dengan cepat dan hanya sesekali beristirahat.
Aurora yang buta dan tak bisa melihat dengan jelas juga sebenarnya sangat menghambat perjalanan Adrian.
Tapi karena memiliki tujuan yang sama dan jelas hanya ia yang bisa membawa Aurora ke Istana Suci, Adrian terus berpacu dengan waktu di kala terus bersembunyi dari pasukan militer Atlantis yang masih mencari mereka.
“Huh...sepertinya kita istirahat sebentar ya Putri Aurora.” Kata Adrian yang melihat Aurora mulai kelelahan.
“Hemm, maaf jika aku memperlambatmu.”
“Tidak...tidak, mana mungkin kamu memperlambatku, jika bukan karenamu aku sudah mati saat itu.”
Sambil bersembunyi dan istirahat di bawah pohon besar di tengah hutan yang teramat luas, Adrian yang berdua saja dengan gadis cantik itu sesekali menatap ke arah tubuh Aurora yang menggoda.
__ADS_1
Benjolan besar dan padat dari boba lembut Aurora yang selalu menempel di punggung Adrian karena di gendong juga membuat Adrian makin tak tahan.
Tapi karena ingat kejahatannya yang sudah berselingkuh dan hukuman berat yang ia harus tanggung, Adrian hanya bisa menelan ludahnya dan tak berani berbuat hal-hal aneh{belum}.