
Melihat lumba-lumba yang di tolongnya telah berubah menjad manusia, Adrian yang masih sedikit bingung bertanya kembali pada Sea.
“Sea, kalau dia sudah berevolusi kenapa justru dia berubah menjadi manusia?”
[Lapor tuan, puncak evolusi setiap mahkluk itu berbeda beda, tapi ia yang mendapatkan darah dan DNA tuan lebih memilih menggunakan wujud manusianya saat ini]
“Huh...aku masih tidak mengerti?”
[Begini tuan, anggap saja saat ini ia memakai wujud manusia dan masih bisa berubah ke wujud awalnya]
“Jadi begitu...karna kamu yang bilang aku hanya bisa percaya.”
Sambil berjalan mendekat, Adrian yang kini berdiri di depan lumba-luma yang sudah berubah ke bentuk manusia itu mulai bertanya padanya.
“Apa kau mengerti dengan perkataanku?”
“Tentu saja tuan, saya sama halnya dengan tuan dan dapat mengerti bahasa manusia.”
“Begitu ya...angkat wajahmu.”
Saat di beri perintah, seorang pria muda yang saat ini sedang telanjang bulat di hadapannya langsung menoleh ke arah Adrian.
Dari sinar lampu yang samar Adrian dapat melihat jelas wajah manusia itu hampir mirip dengannya.
“Coba berubah bentuk ke wujud aslimu.”
Di beri perintah, pria yang ada di hadapannya langsung berubah bentuk. Awalnya ia berubah menjadi bentuk manusia ikan dengan kepala lumba-lumba dan ekor, lalu berubah lagi sampai kembali ke bentuk awalnya yaitu lumba-lumba.
Tapi kali ini berbeda karna tubuhnya sudah jauh lebih besar dan ada lambang tato yang mirip dengan tato punya Adrian berada tepat di atas kening ikan itu.
“Baiklah aku sudah percaya, kembali ke wujud manusiamu.”
Adrian yang awalnya ingin mencoba coba dan iseng karna ada bayak fitur dan barang baru yang di jual Sea ketika ia mencapai level 50 hanya bisa menghela nafas.
Siapa sangka lumba-lumba kecil sekarat yang di tolongnya saat itu benar benar berubah menjadi manusia.
Lalu hebatnya lagi dari aura yang Adrian lihat dan rasakan juga pria telanjang didepannya itu memiliki aura yang sangat kuat.
Sangking kuatnya Adrian saja tidak yakin bisa menang jika harus bertarung dengan pria itu.
Sambil membuka layar hologram, Adrian lalu membeli pakaian untuk pria itu.
“Ini, pakaialah pakaian ini.”
Setelah melemparkan pakaian tersebut, Adrian yang keluar dan duduk di depan kantornya mulai memikirkan banyak hal.
Mungkin sudah saatnya ia mulai memiliki pasukan yang dapat di andalkan. Selain untuk menjaga keluarganya juga jelas untuk menjaga semua orang yang ia sayangi.
Tuan Luca sendiri yang seperti masih curiga kalau Adrian memiliki lebih banyak batu permata selalu mengirim mata mata untuk mengawasinya.
Walaupun itu dari jauh dan mereka sangat ahli, tapi bagi Adrian yang memiliki sense tinggi dapat mengetahui itu.
Apa lagi bisnisnya yang kian besar mulai menarik banyak mata dan perhatian di kota Bluesky.
Bayangkan saja bocah delapan belas tahun dapat menjual Lobster mutiara dengan grade terbaik sedunia dan itu tanpa peternakan ataupun tempat yang besar.
Walaupun awalnya banyak yang tak peduli, tapi lama kelamaan tentu saja mereka mulai curiga.
Bahkan seseorang seperti Luca Salamanca saja sampai mengirim mata-mata untuk mengawasi Adrian.
__ADS_1
Sambil duduk, pria itu yang sudah memakai pakaian mendatangi Adrian.
Saat melihat pria itu sudah berpakaian rapi, Adrian yang melihat hanya bisa tersenyum dan mulai berbicara kembali.
“Baiklah, karna kesalahanku atau memang ini sudah takdir.”
“Saat ini aku akan menjadikanmu....hemmmm, penjaga kantor ini.”
“Baik tuan serakan padaku.”
“Lalu namamu...”
Sambil memikirkan nama, Adrian yang pernah menonton film kartun dulu ingat dengan karakter bernama Basil yang memiliki kekuatan lumba-lumba.
Karna bingung juga untuk memberi nama yang bagus, ia dengan gamblangnya menamain pria itu dengan nama Basil.
“Lalu...mulai sekarang namamu adalah Basil.”
“Mohon kerjasamanya Basil sang Lumba-lumba."
“Siap tuan, semua perintah tuan akan saya laksanakan.”
Karna tak dapat membawa Basil ke hotel dan tentunya tak ingin menambah masalah, Adrian lalu meninggalkan Basil dan memberi tugas kepadanya untuk menjaga kantor.
Sambil mengendarai mobilnya dengan santai, di tengah perjalanan Adrian di cegat dan di berhentikan secara tiba tiba oleh sekelompok pria.
Melihat wajah yang ia kenal dan masalah yang akan menimpanya, Adrian langsung keluar dan mendatangi pria itu.
“Mau apa kau menghalangi jalanku?”
“Mau apa?...jangan pura pura bodoh bocah kampung, aku sudah melarangmu mendekati calon istriku tapi kamu justru bermain api dan nekat memacarinya.”
Sadar dengan masalah baru yang mendatanginya, Adrian mencoba menahan emosinya dan berniat pergi dari sana secara baik baik.
“Aku tak ingin cari ribut, jadi singkirkan mobil mobil ini karna aku ingin pulang.”
“Hahaha, pulang katamu?”
“Sebulan aku meninggalkan kota ini dan selama kepergianku kau berani bermain api dengan Yuki, bung...kau ini benar benar bodoh ya...kau pikir dirimu yang ada di bawah perlindungan Luca bisa aman dariku?”
“HAJAR DIA!...”
Mendengar ucapan Satria, total 12 pria yang ada di sana langsung mendekat dan mengerubungi Adrian. Kini Adrian di kelilingi dan di intimidasi.
Nama besar Luca Salamanca juga seperti tak membuat takut Satria. Tentu saja ia tak takut, jika Luca adalah kegelapan di kota Blusky maka keluarganya adalah cahaya.
Jika Luca memerintah dalam bayang bayang maka keluarganya yang juga keluarga bangsawan dan konglomerat memerintah secara terang dan terbuka.
Jka ada orang yang tak dapat di ancam oleh luca di kota itu, sudah jelas itu adalah keluarga Sebastian.
Satria Sebastian yang merupakan anak wakil walikota juga seakan tak takut dengan nama besar Luca Salamanca.
Ia yang mengenal pria itu juga sudah tau kalau Adrian berada di bawah perlindungannya.
Tapi di bawah perlindungan keluaraga Sebastian, tak mungkin demi anak kampung itu Luca sampai mendeklarasikan perang kepada keluarganya.
Atas perintah Satria, 12 orang langsung menyerang Adrian secara bersamaan. Tapi naas, di hadapan Adrian, mereka semua bagaikan anak kucing dan Adrian dengan mudah menghidari semua serangan dan menyerang balik.
“Plak...”
__ADS_1
“Plak...”
“Plak..."
Tamparan keras dari Adrian mendarat tepat di wajah tiap orang. Semua orang yang di tampar dengan keras juga langsung tersungkur di tanah.
Melihat anak buahnya terbaring di tanah dengan cepat, Satria langsung kaget dan masih sedikit tak percaya dengan apa yang ia lihat.
“Woi...ngapan kalain bodoh, cepat hajar anak itu.”
Mendnegar teriakan Satria, semua orang bangkit kembali dan menyerang Adrian. Bahkan beberapa dari mereka mengeluarkan senjata tajam dan berniat menghabisi nyawa Adrian saat itu juga.
“Rasakan ini bocah bodoh.”
Kini salah seorang dari mereka berlari sambil mengarahkan pisau ke arah Adrian.
Tapi bagi Adrian yang mempelajari Seni Beladiri Dewa Laut Enki dapat melihat semua pergerakan di sekitarnya dan dengan mudah menghindari serangan yang mengarah ke arahnya.
“Plak...”
Tamparan kuat dari Adrian langsung menerbangkan pria itu sampai ia tersungkur di tanah.
Seperti tak bisa menerima itu semua, sebelas orang lainnya juga menerjang ke arah Adrian.
Tapi lagi lagi semuanya di tampar dengan kuat sampai tersungkur di tanah.
“Plak...”
“Plak...”
“Plak...”
Kini di hadapan Satria dua belas teman temanya terbaring di tanah sambil memegang wajah mereka.
Sadar ada yang tak beres dengan Adrian, Satria berjalan menjauh dan ketakutan.
“Menjauh dariku bajingan...jika kau.”
“Plakkk...”
Tamparan keras Adrian langsung mengarah ke pipi Satria dan saat itu juga pra itu menangis seperti bayi.
“Singkirkan mobil mobil itu atau ku pukul lebih kuat.”
Atas perintah Adrian, Satria langsung memundurkan salah satu mobil dan Adrian yang sudah di beri jalan pulang langsung masuk ke mobil dan kembali ke hotel.
Mungkin ia sudah sedikti berlebihan, tapi tak ada alasan bagi Adrian untuk tak melakukan itu.
Jika Satria melarangnya bersama sang pujaan hati, maka jelas Adrian tak akan mendengarkannya.
Satria yang di tampar dengan kuat terlihat makin dendam dan mulai mengerutu.
“Awas kau bajingan kecil...akan ku balas semua perbuatanmu.” Ucap Satria sambil memegang pipinya yang bengkak.
__ADS_1