
Adrian yang melesatkan pukulan terakhir yang di penuhi energi ilahi langsung kembali ke wujud biasanya.
Ke tujuh tubuhnya juga menyatu kembali. Mata merah dan rambut merahnya berubah normal kembali.
Saat mode Raja Laut selesai, saat itu juga Adrian yang sudah kehabisan kekuatan terjatuh dari atas langit.
Untungnya pasukan andalannya yaitu Sea Army yang juga sudah membunuh semua musuh datang dan langsung menolong Adrian yang kelelahan.
“Boss...”
"Bruuggght..."
Di pangku basil, Adrian langsung di beri air dan seketika itu juga kekuatannya pulih.
“Huh...hampir saja.”
Adrian yang melihat ke tujuh anggota Sea Army lengkap dan mendatanginya tersenyum cerah.
Ia yang bertarung dengan Evan saat itu juga merasakan beberapa dari mereka mati.
Tapi berkat perlindungan dari sang mukjizat alias Sea, Inti Jiwa Laut yang tak bisa di hancurkan dengan sembarangan tetap kokoh dan pasukan kebanggaannya kembali dengan selamat.
Melihat Manta yang ada di sana sambil menggotong tubuh sahabatnya, Adrian yang tak merasakan energi kehidupan dari David langsung tau apa yang terjadi.
Di tambah ekspresi wajah Manta yang sangat bersalah menjelaskan bawah sahabatnya itu sudah tak bernyawa.
Manta yang melihat Adrian menatap ke arahnya hampir menangis karna gagal menjalankan misi.
“Bos...aku.”
“Hemmm, aku mengerti.”
Melihat sahabat baiknya menjadi korban, Adrian yang berdiri kembali dapat melihat kota Bluesky yang hancur lebur.
Semua tempat hampir rata dengan tanah. Tiap bangunan besar roboh dan hancur. Untungnya musuh yang tak mengincar warga biasa membuat evakuasi berjalan lancar.
Sambil berjalan mendekati Manta, Adrian ingin melihat tubuh David yang sudah tak bernyawa dari dekat.
Belum sempat ia menyentuh sahabatnya itu, energi mengerikan dari atas langit langsung mengagetkan mereka semua.
Energi hitam dan hawa membunuh mengerikan langsung memenuhi seluruh kota Bluesky.
Adrian yang merasakan itu langsung menatap ke atas langit dan sosok besar mengerikan berwarna hitam dengan dua sayap terbang dari atas langit.
Kembali ke saat tujuh orang Adrian menghajar Evan dengan brutal...
“BAMMM...”
“BIMMM...”
“BUMMM...”
Evan yang di pukul dengan energi suci merasakan tubuhnya terbakar hebat. Ia yang harusnya abadi berkat kekuatan pemberian dari Sang Dewa merasakan ajalnya sudah di depan mata.
Melihat Adrian dengan mata merah dan kekuatan hebatnya, Evan yang sudah tak berdaya teringat kenangan masa lalunya dan hanya memejamkan mata saat tinju kuat Adrian yang ke tujuh mengarah tepat ke arahnya.
“Sialan...”
“Aku yang hebat ini...”
“Aku yang di pilih oleh Dewa...”
Sambil menutup mata dan menerima takdirnya, Evan mulai mengingat kenangan menyedihkan saat ia masih anak-anak.
Evan yang terlahir dengan Down Syndrome{keterbelakangan mental} selalu hidup sebatang kara.
__ADS_1
Tak memiliki orang tua. Tak memiliki keluarga. Tak memiliki teman. Tak memiliki pacar. Tak memiliki uang dan sebagainya.
Ia yang sejak lahir sudah di buang oleh orang tuanya hanya hidup dari satu panti asuhan ke panti lainnya.
Karna kondisinya yang berbeda, Evan sejak kecil selalu di bully. Mau di panti dan di sekolah, kehidupan bocah keterbelakangan mental itu bagaikan di neraka.
Tiada hari tanpa air mata dan luka. Tapi Evan yang hidupnya selalu menderita tak pernah menyerah dan menjalani hidup beratnya dengan tabah.
Di tuduh mencuri, di tuduh melecehkan, di telanjangi teman sekolah dan di arak keliling sekolah sambil di permalukan sudah menjadi kehidupan sehari-hari bocah malang tersebut.
Sejak lahir tak ada satupun orang yang mau berteman dengannya dan teman satu-satunya adalah kucing liar yang ia pelihara diam-diam di belakang sekolah.
Evan yang tak memiliki tempat untuk curhat hanya dapat melepaskan kesedihan dan kebahagiaannya dari seekor kucing liar berwarna hitam yang ia pelihara.
Bahkan ia rela tak makan untuk membelikan Kuro{nama kucingnya} makanan.
Tapi suatu hari, kebahagiaan kecilnya di renggut oleh teman SMA satu sekolah yang suka membullynya.
Secara tiba-tiba sekelompok berandalan yang suka menghajarnya datang ke ruangan kosong rahasia Evan dan Kuro lalu memukulnya.
“Hoi Evan...”
“Dasar bajingan bodoh.”
“Plakkk...”
Pukulan kuat langsung mengarah ke kepala Evan dan membuatnya terjatuh.
Evan yang sejak kecil sudah sering di siksa juga seperti kebal dan tak pernah membalas ataupun lari ketika ada orang yang menjahilinya dan menerima semua itu dengan santai.
“Dasar bocah idiot...kau bilang kepadaku tak ada uang dan kau malah membelikan kucing liar ini makanan.”
“Hoi Evan, kau taukan hukuman buat seorang pembohong!”
Sambil di pegangi oleh dua orang lainnya, Evan secara brutal di hajar dan setelah puas di hajar, kedua lubang hidungnya di masukkan rokok panas yang baru saja di hisap.
Evan yang ketakutan mencoba melawan, tapi tubuh lemah itu tak berdaya menghadapi lima orang pria yang membulynya dan hidungnya di masukkan rokok panas yang masih menyala.
Teriakan dan tangisan Evan menggema dengan keras di gudang tua belakang sekolah tersebut.
Setelah puas, para berandalan itu mengencinginya dan dengan kejam membunuh seekor kucing yang ada di sana yang tak lain adalah Kuro.
Kucing itu di gantung dan di bunuh hidup-hidup di hadapan Evan. Evan yang tak berdaya hanya bisa menangis sambil melihat sahabat satu-satunya mati secara mengenaskan.
Melihat Kuro yang sejak kecil di rawatnya mati dengan mengenaskan, Evan mengamuk dan untuk pertama kalinya ia memukul orang yang membullynya itu.
Di pukul Evan membuat para brandalan itu marah dan dengan kejam, Evan di hajar sampai sekarat.
"Bammm."
"Bimmm."
"Bummm."
“Cuih...rasakan itu bodoh...orang idiot sepertimu tak layak hidup di dunia ini.”
“Benar, lebih baik kau mati saja, Evan.”
Setelah menghajar Evan sampai sekarat, para brandalan itu seperti tak bersalah langsung pergi dari sana dan meninggalkan Evan yang sudah tak bergerak.
Evan yang melihat Kuro mati mendekati satu-satunya sahabatnya dan secara erat Evan memeluk Kuro yang sudah tak bernyawa.
“Maaf...”
“Maafkan aku Kuro...”
__ADS_1
Evan yang sudah tak kuat lagi akhirnya pingsan dan kesadarannya menghilang.
Lalu secara mengejutkan, kesadaran Evan kembali dan ia berada di sebuah tempat aneh yang sangat megah.
Tempat itu di penuhi emas dan permata yang berserakan bagai sampah.
“Ini...di mana ini?”
Evan yang tersadar langsung di kejutkan dengan sesosok mahkluk aneh yang sangat besar dan hanya ada bayangannya saja.
Bayangan itu hitam pekat dan matanya merah. Ia duduk di sebuah kursi dan menatap ke arah Evan dengan tajam.
Evan yang melihat itu entah kenapa merasa tak asing dan seperti mengenalnya.
“Ka..kau siapa?”
“Aku siapa itu tak penting, salah satu peliharaanku lepas dan terjatuh ke dunia manusia, ia yang sangat dekat denganmu akhirnya membawa jiwamu ke tempat ini.”
“Huh, jadi Kuro yang membawaku...sekarang di mana dia?...aku ingin bertemu dengannya.”
“Dia sudah mati dan jiwanya sudah berada di dunia bawah.”
Mendengar ucapan bayangan aneh itu, Evan yang awalnya senang kini terduduk lesu kembali.
Ia yang bodoh atau tak berpikir waras seperti tak mempedulikan hal-hal aneh yang ada di hadapannya dan justru memikirkan kondisi Kuro.
Evan yang melihat sosok bayangan aneh di hadapannya memberanikan diri dan berbicara kembali.
“Apa...apa aku masih bisa bertemu dengannya?”
“Tentu saja, untuk itulah kau di bawa kemari...”
“Evan Hanz, aku adalah Raja dari para Raja, Penguasa dari para penguasa, Dewa dari para Dewa akan memberikanmu sebuah kontrak!”
“Kontrak?...”
“Benar, jika kau mau menyerahkan jiwamu padaku maka bukan hanya Kuro...tapi kau akan mendapatkan semua hal yang kau inginkan di dunia fana itu.”
“Benarkah...apa aku bisa bertemu Kuro lagi?”
“Bisa, tapi kau harus menyerahkan jiwamu padaku...apa kau setuju?”
“Tentu saja, ambil saja jiwaku...aku juga tak membutuhkannya.”
Karna memang idiot dan autis, Evan menyerahkan jiwanya begitu saja kepada sosok bayangan aneh di hadapannya.
Seketika itu juga tubuhnya di selimuti kekuatan kegelapan dan dirinya yang lain yaitu Hanz lahir.
Setelah itu hal yang kita semua ketahui benar-benar terjadi.
Evan yang memberikan jiwanya berubah menjadi bayangan itu sendiri dan dari sana sosok Hanz yang baru lahir mengambil alih dan mulai membalaskan dendamnya.
Semua orang yang pernah membullynya di bunuh dengan kejam tanpa terkecuali. Bahkan orang yang hanya melihat dan menertawakannya semuanya di bunuh tanpa ampun.
Dari sanalah nama besar Sang Dewa Syndrome lahir dan mulai di kenal banyak orang.
Bahkan beberapa ada yang ingin menjadi bawahannya dan di bentuklah sindikat BaneHallow yang suka menebar teror sesuka hati.
Hanz yang jahat terlahir ke dunia dan menganggap semua hal yang ada di dunia adalah miliknya.
Dengan kekuatan Sistem Syndrome pemberian Sang Dewa Kegelapan, Evan Hanz mendapatkan kekuatan mutlak dari sang Dewa dan dengan kehendaknya tiap orang yang menyerahkan jiwanya pada Sang Dewa juga akan mendapatkan kekuatan.
Lalu dengan kekuatan dan kehebatannya, ia berencana menaklukkan dunia dan menjadi satu-satunya penguasa di bumi.
Sampai akhirnya sosok Adrian muncul dan menghalangi jalannya.
__ADS_1