
Evan yang tersadar kembali berdiri di hadapan Adrian dan seluruh Sea Army. Bocah polos penuh senyum itu kini berubah dan menjadi pria dingin dengan tatapan tajam.
Anak buahnya yang berjumlah tiga puluh orang juga bersujud di belakangnya.
Dari aura yang mereka keluarkan, Adrian dapat merasakan kalau tiap dari mereka bukan manusia biasa dan siap menyerang kapan pun.
Sea Army yang melihat Adrian di serang secara tiba-tiba juga siap di posisi mereka dan akan langsung menerjang dan membunuh musuh jika Adrian perintahkan.
Adrian yang di serang secara mendadak juga hanya mengalami luka lecet dan kini berdiri kembali.
Bagi Adrian yang memiliki gerakan dan Sense tinggi saja tak dapat menghindari serangan cepat bagai kilat dari energi aneh berwarna hitam yang kini mengelilingi Evan.
“Huh...itu berbahaya Evan, kenapa kau menyerangku tiba-tiba?”
Mendengar ucapan Adrian, Evan hanya diam saja dan menatapnya dengan tajam. Adrian yang di cuekin juga berjalan kembali dengan santai dan mendekati Evan.
Kini dua bos dari masing-masing kelompok berdiri berhadap-hadapan dan saling menatap.
Adrian yang sudah hampir pada puncak kemarahannya mencoba bicara kembali untuk terakhir kalinya kepada Evan yang ada di hadapannya.
“Apa ini yang kau mau Evan?...kau ingin kita saling membunuh?”
Evan yang melihat Adrian sama sekali tak takut dan dengan santainya mendekatinya tersenyum tipis.
Dari mata biru Adrian, Evan bisa tau kalau pria itu sama sekali tak takut padanya dan memiliki kekuatan yang mengerikan.
Di tambah lagi pasukan haus darah milik Adrian yang menatap ke arahnya seperti predator puncak yang siap menerkam mangsannya.
“Hahaha, menarik...ku kira di Indonesia Martinlah yang terkuat dan ternyata aku salah.”
Adrian yang mendengar nama Martin akhirnya mengerti kenapa pria dengan julukan “The White” itu tak mengejarnya.
Dari berita yang beredar, sindikat mafia terkuat dari indonesia yang di pimpin Theodoric Martin Sebastian yaitu Revolution sudah menghilang karna berurusan dengan BaneHallow.
Hampir semua sindikat kuat dunia bawah juga di binasakan dalam waktu dekat oleh kelompok BaneHallow dan kini kelompok yang saat ini menguasai hampir seluruh dunia bawah berkat kekuatannya berdiri di hadapan Adrian.
Evan yang tertarik kepada Adrian juga berjalan beberapa langkah mendekatinya dan berbicara.
Lalu ia juga mengangkat tangannya seperti ini berjabat tangan ke arah Adrian dan melihat itu Adrian pun mendekat dan menjabat tangan Evan.
"Kau mau berdamai kan...kalau begitu aku akan mengabulkan keinginanmu tapi dengan dua syarat.”
Mendengar kesempatan di depan matanya, Adrian yang tujuan awalnya memang ingin damai sedikit merasa lega.
Bisa saja sekarang ia langsung meyerang musuh dan membunuh mereka semua. Tapi yang menjadi pertanyaan apakah ia mampu melakukan itu atau tidak.
Dari laporan Basil yang di kumpulkan dari dunia bawah, kelompok BaneHallow memiliki anggota dengan kemampuan super masing-masing dan mereka dapat menghancurkan satu kota dalam sekejap dan membunuh puluhan ribu orang baik itu musuh dan warga biasa.
Sebagai contoh kebrutalan mereka ada kota Sisilia yang ada di Italy dan kini sudah rata menjadi tanah.
Adrian yang tak ingin berperang habis-habisan di Bluesky bukan hanya memikirkan keluarganya tapi juga semua penduduk Bluesky.
Apa jadinya jika mereka berperang di sana. Bisa di pastikan akan terjadi pertumpahan darah hebat yang mungkin akan melibatkan warga Bluesky dan banyak korban nantinya.
“Huh, kalau begitu apa syaratnya?”
“Syarat pertama untuk damai adalah kau harus sujud di bawah kakiku.”
“Dan syarat kedua untuk kompensasi aku menginginkan pacarmu yang cantik di Amerika dan ibumu yang menggoda.”
Mendengar ucapan Evan, Adrian tersenyum dan menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
Seumur hidupnya Adrian tak pernah merendahkan harga dirinya kepada siapapun itu.
Bahkan ketika dia miskin, ia tetap berusaha mandiri dan tak pernah melakukan hal hina seperti yang di minta Evan.
Di tambah lagi orang gila itu menginginkan pacar dan ibunya. Adrian yang merasa bodoh sudah berbicara panjang lebar dengan orang idiot itu akhirnya mengerti kalau ia hanya buang-buang waktu.
“Sepertinya kau sudah salah paham Evan, aku Adrian Devano tak akan pernah tunduk pada siapapun dan jika kau sampai mendekati orang-orang terdekatku bahkan jika hanya menyentuhnya, percayalah kau dan kelompok bodohmu itu akan ku habisi tanpa sisa.”
Mendengar jawaban Adrian, Evan tersenyum dan tertawa keras.
“Hahahahaha.”
“Menarik...ini sangat menarik...”
“Hahahahaha...”
Karna diskusi tak berjalan lancar, Evan yang permintaannya tak di berikan dan Adrian yang tak ingin lagi berdiskusi langsung menjauh dan berbicara kepada anggota mereka masing-masing.
“Bunuh mereka...”
“Bunuh mereka semua.”
Dalam sekejap mata, dua bentrokan besar langsung terjadi antara dua pasukan itu.
Orca, Squalo, Cano, Basil dan Polpo langsung menerjang ke arah musuh. Mereka menerjang seperti predator haus darah yang sudah sangat kelaparan.
Manta yang sudah di perintahkan langsung mengangkat David dan memasuki mode Hybrid lalu terbang dan pergi dari sana.
Pasukan BaneHallow juga langsung berdiri dan tiap dari mereka langsung berpencar.
Seperti tau musuh mereka masing-masing, anggota BaneHallow yang selama ini sudah mengintai Sea Army langsung mengambil posisi dan memilih lawan mereka.
Adrian yang melihat kekuatan musuh sangat mengerikan juga di buat terkejut bukan main.
Dengan mudahnya tanah tempat mereka semua berpijak di terbangkan ke langit dan kini jatuh kembali dengan cepat dan memisahkan semua orang.
Seperti sudah di rencanakan, semua anggota Sea Army terpisah dan di kepung oleh tiap musuh.
Adrian yang menghindari tabrakan di darat juga melompat dan kini di hadapannya Evan yang terbang di langit berdiri dengan gagah sambil melipat kedua tangannya.
Seperti di sudah di targetkan, dua pempimpin itu sekarang hanya tinggal berdua dan siap bertarung.
Adrian yang tak menyangka musuh dengan mudahnya memisahkan dirinya dan seluruh Sea Army hampir tak percaya dengan apa yang terjadi.
Rencana awal mereka langsung di hancurkan bahkan sebelum pertempuran di mulai.
Lalu di hadapannya, Evan yang melayang di udara langsung menyerang dari jarak jauh.
Energi hitam aneh langsung menyebar dan mengejar Adrian. Kecepatan energi itu sangat luar biasa.
Sambil tetap menjaga ketenangannya, Adrian menghindari semua serangan yang mengarah padanya.
Semua energi hitam seperti tentakel panjang berjumlah puluhan menyerangnya dengan sangat cepat dan tanpa henti.
“Sialan, apa-apaan kekuatan aneh ini.”
Adrian kini di buat terpojok dan hanya bisa menghindar.
Lalu secara mengejutkan, dengan cepat Evan muncul dari bayangan Adrian dan dengan mudahnya ia menusuk dada Adrian dengan bayangan hitam miliknya.
__ADS_1
Adrian yang tak sepat menghindar dan tak dapat merasakan hawa keberadaan Evan langsung muntah darah dan tersujud di tanah.
“Huuakkkk...”
Adrian yang di serang tepat di jantung langsung memuntakan banyak darah dan terkapar tak berdaya di tanah.
Pergerakan cepat dan kekuatan tubuhnya bagaikan sampah. Penglihatan dan Sense tingginya juga tak berarti.
Di hadapan sang Dewa Syndrome, Adrian langsung KO hanya dalam beberapa detik.
Evan yang melihat Adrian terkapar di tanah dan memuntahkan banyak darah langsung mendekatinya lalu menginjak kepalanya.
Seperti menginjak kotoran, Evan \*\*\*\*\*\*\* kepala Adrian dengan kuat dan tubuh yang sudah tak berdaya itu terlihat tak bergerak.
“Hanya begini saja, ku pikir kau bisa menghiburku lebih dari...”
Belum sempat Evan menyelesaikan perkataannya, Aura mengerikan langsung keluar dari tubuh Adrian dan dengan kecepatan yang melebihi suara, Adrian yang bangkit kembali dalam mode Raja Laut langsung menggenggam kepala Evan dengan kuat.
“Ahhh...kepalaku...”
“Apa yang kau bicarakan bodoh, pertarungan baru saja di mulai.”
~ Brrruuhhhhkkk ~
Dengan cengkraman kuat Adrian, kepala Evan hancur seperti telur dan semua isi kepalanya berserakan.
Tapi bukan Dewa Syndrome jika Evan langsung mati.
Secara aneh bayangan hitam menyelimuti tubuhnya dan kepala yang hancur itu pulih kembali seperti tak terjadi apa-apa dan pertarungan pun berlanjut.
__ADS_1