System Of Sea

System Of Sea
Pulau Berjalan " Aspidochelone "


__ADS_3

Dengan kecepatan yang luar biasa, Manta dan Adrian terbang ke arah selatan dan menuju samudra pasifik.


Karna kencangnya Manta di udara, Adrian sedikit kesulitan untuk tetap duduk kalem.


Kuatnya angin membuat Adrian sedikit kesulitan dan pegangannya hampir lepas. Tapi karna tetap menjaga wibawanya, Adrian bersikap sok kuat sampai akhirnya Manta menyadari itu.


Menyadari Adrian yang kesulitan duduk di kecepatan yang gila seperti pesawat tempur, Manta mengfokuskan kekuatannya dan sebuah penghalang udara seperti katup muncul dari tubuhnya.


Lalu penghalang itu menghalangi kuatnya angin di udara. Karna kuatnya angin di minimalisir, Adrian akhirnya bisa duduk dengan nyaman.


“Hehehe, maaf merepotkanmu.”


“Tak apa bos, sebuah kehormatan bagi saya bisa pergi menjalankan misi bersama dengan bos.”


Di malam hari itu, akhirnya Manta dan Adrian pergi menuju samudra pasifik yang luas.


Di perjalanan panjang dan gelap yang menemani mereka, sinar bulan dan banyaknya bintang di angkasa seperti menjadi penerang alami untuk menemani mereka.


Di tambah lagi pantulan cahaya bulan yang terang di laut makin membuat perjalanan mereka menyenangkan.


Adrian juga tak habis-habis di buat terpukau secara terus menerus karna saat malam, laut pasifik yang sedang tenang sangat indah dan bersinar terang.


Seakan sudah takdir atau kebetulan semata, sinar dari kelompok ubur-ubur kristal yang bermigrasi ke arah yang sama dengan mereka sukses membuat Adrian takjub bukan main.


Ribuan atau bahkan jutaan ubur-ubur bercahaya biru itu seperti menemani perjalanannya di malam hari tersebut.


Manta yang melihat bosnya sangat tertarik juga sengaja terbang rendah dan dari atas Manta, Adrian sekali lagi di buat terpesona oleh samudra tempat kelahirannya itu.


“Lihat itu manta, itu rombongan ubur-ubur kristal yang bermigrasi, katanya mereka akan pergi dan pindah saat musim kawin berlangsung.”


Sambil duduk dan menikmati pemandangan indah itu, Adrian dan Manta melesat bagai kilat.


Berjam jam perjalanan mereka lalui dengan santai dan nyaman. Karna kencangnya Manta dan indahnya malam, tak terasa waktu pagi datang dengan cepat.


Saat hari makin terang, Adrian yang melihat tempat tujuan mereka masih sangat jauh berniat beristirahat sejenak.


“Manta, apa kau lelah?”


“Tidak bos, saya masih bisa melanjutkan perjalanan.”


“Begitu ya, tapi tempat tujuan kita masih setengah perjalanan lagi, jadi ayo kita istirahat sejenak dan sarapan.”


Mendengar ucapan Adrian, Manta hanya bisa setuju dan merekapun istirahat di tengah laut.


Dengan gelembung laut yang di belinya, Adrian dan Manta duduk di atas gelembung itu dan makan.


Karna hampir segalanya tersedia di toko Sea, Adrian bahkan tak perlu repot-repot membawa bekal dan mereka memakan Sandwich SeaFood super jumbo dan nikmat sambil menikmati matahari pagi yang muncul secara perlahan.


Manta yang merupakan anggota baru juga selama ini hanya melakukan tugas membosankan seperti berpatroli di sekitaran kota Bluesky bersama Polpo dan hanya pernah satu kali saja menjalankan misi langsung dari sang Raja.


Tapi kali ini, pergi bersama sang bos membuat Manta sangat senang.


Sambil menghabiskan makan dan menikmati pemandangan pagi yang perlahan datang, dua pria itu kebanyakan diam dan hanya berbicara sesekali.


“Oke...perut sudah kenyang, saatnya kita lanjutkan perjalanan.”

__ADS_1


Saat melompat kuat, saat itu juga gelembung laut pecah dan mereka berdua melanjutkan perjalanan.


Pergi di malam hari dan kini hari sudah hampir menjelang siang.


Sambil melihat layar hologram, Adrian yang sudah dekat dengan tempat tujuannya dapat melihat sebuah pulau yang cukup besar di hadapannya.


“Itu dia...pergi ke pulau itu.”


“Baik bos.”


Melihat tujuannya sudah di depan mata, Manta menambah kecepatan dan akhirnya mereka sampai di tempat tujuan.


Dengan gaya santai dan keren, Adrian melompat dari ketinggian dan tiba di lokasi Misi Raja berada.


Saat ini sebuah pulau tak berpenghuni yang sangat indah di samudra pasifik yang luas mereka masuki.


Secara perlahan Adrian dan Manta masuk ke dalam pulau misterius yang rimbun tersebut.


Adrian yang berniat mengerjakan misi Raja yaitu menaklukkan “Aspidochelone” langsung membeli Buah Laut Suci.


“Hemm, harga buah ini mahal sekali...cuman misi baru akan aktif ketika aku membeli buah ini.”


Karna sudah sampai di tujuan, tak ada alasan lagi bagi Adrian untuk ragu.


Dengan cepat ia membeli Buah Laut Suci dengan harga 1.000.000 CP atau setara 10.000.000 PS yang merupakan kunci untuk mengaktifkan misi Raja di sana.


Saat buah di beli, saat itu juga suara Sea terdengar di kepala Adrian.


[Selamat tuan mendapatkan Buah Laut Suci]


Sambil memasuki pulau misterius yang besar tersebut, Adrian dan Manta terus berjalan ke dalam pulau.


Makin jauh masuk mereka dapat melihat keanehan di pulau tersebut. Hampir semua pohon dan tanaman mati membusuk di sana.


Lalu di tengah-tengah pulau itu juga terdapat Danau yang lumayan besar tapi airnya sangat keruh.


Saat sampai di danau itu, Adrian langsung mengeluarkan Buah Laut Suci.


“Ini dia...mungkin Aspidochelone yang kita cari ada di dalam danau keruh ini.”


“Manta, bawa aku ke tengah danau.”


“Baik bos.”


Dengan cepat Manta berubah ke mode Hybrid dan Adrian naik ke atasnya.


Sambil membuka tas penyimpanan, Adrian yang akhirnya tiba di tengah danau keruh, kotor dan bau itu langsung mengeluarkan Buah Laut Suci.


Saat ini buah aneh sebesar semangka dan bercahaya emas langsung muncul di tangan Adrian.


Saat buah itu di keluarkan dari tas penyimpanan, saat itu juga energi unik yang melimpah ruah keluar dari buah itu.


Adrian yang merasakan energi unik dari Buah Laut Suci langsung bertanya pada Sea.


“Sea, energi apa ini?...energi ini kuat sekali sampai hampir memenuhi seisi tubuhku.”

__ADS_1


[Lapor tuan, itu adalah Energi Kehidupan]


“Energi kehidupan...energi apa itu?”


[Seperti namanya tuan, energi kehidupan akan mendatangkan kehidupan bagi mereka yang memakannya]


“Hemmm...jadi bagaimana caraku menaklukan Aspidochelone dengan buah ini?"


[Tuan hanya perlu memancingnya untuk memakan buah itu]


Mendengar ucapan Sea, Adrian sedikit terkejut. Ia pikir ia akan bertarung dahulu seperti di film-film untuk menaklukkan Monster tersebut.


Tapi nyatanya ia hanya harus memberikan buah itu.


Dengan cepat Adrian melemparkan Buah Laut Suci kedalam danau besar dan kumur tersebut.


Sangking kotornya itu danau, Adrian saja sampai tak bisa melihat apa yang ada di bawah danau itu.


Setelah melemparkan Buah Laut Suci ke danau, hal menakjubkan langsung terjadi.


Air yang kotor itu perlahan menjadi jernih. Bukan hanya itu, tanaman dan tumbuhan yang layu dan mati juga secara ajaib mulai tumbuh kembali.


Adran yang dapat merasakan energi dari buah Laut Suci di hisap secara cepat melihat ke arah danau yang airnya perlahan makin jernih.


Lalu secara tiba-tiba, gempa besar terjadi.


Pulau besar itu berguncang hebat dan sesosok Monster besar muncul dari dalam danau.


Adrian yang menunggu-nunggu monster itu juga sudah bersiap siap. Manta yang juga merasakan aura sang monster dari dalam danau langsung terbang sedikit menjauh dan mengambil posisi yang tepat.


Lalu tanpa di duga, sebuah kepala besar dengan leher yang sangat panjang muncul dari dasar danau tersebut.


Besarnya kepala itu membuat Adrian tercengang dan terbelalak. Melihat sebuah kepala yang besarnya mungkin sebesar gedung bertingkat membuat Adrian ketakutan dan secara refleks menyuruh Manta menjauh.


“Manta, menjauh...”


Manta yang juga merasakan bahaya terbang ke atas lagit dan menjauh dari kepala monster super besar itu.


Kepala itu terlihat sudah sangat tua dan kulitnya hancur.


Tapi setelah menelan bulat-bulat Buah Laut Suci, entah kenapa kepala monster yang besar itu seperti beregenerasi kembali dan dua mata besar secara tiba tiba terbuka.


Di tatap oleh dua mata besar, Adrian sedikit ketakutan. Siapa sangka monster Aspidochelone yang harus ia taklukkan sebesar itu.


Saat kepalanya sudah pulih kembali, kepala besar itu naik makin tinggi.


Adrian dan Manta yang panik juga terbang makin tinggi dan saat ini dengan jelas mereka melihat sebuah Pulau besar dengan empat kaki dan ekor panjang.


Lalu kepala yang muncul dari dasar danau itu juga ternyata adalah kepala dari monster yang ukurannya membuat Adrian tak bisa berkata kata lagi.


“A...Aspidochelone, ja...jadi kamu adalah pulau ini...”


Adrian yang melihat Aspidochelone ternyata seekor kura-kura raksasa sebesar pulau hanya bisa menatapnya dari langit sambil sedikit gemetaran.


 

__ADS_1


__ADS_2