
Melihat wujud Asli Aspidochelone yang adalah kura-kura raksasa, Adrian di buat terbelanga.
Ia tak menyangka monster laut yang harus ia taklukkan besarnya sudah di luar nalar.
Sambil terbang melayang di atas pulau alias tempurung kura-kura raksasa itu, Adrian dan Manta mendengar aungan Aspidochelone yang menggelegar.
“Hoooooaaaaannnnnnggggg.”
Suara monster itu sangar besar dan mendengung di kepala Adrian. Lalu secara tiba-tiba Sea berbicara.
[Lapor tuan, Aspidochelone meminta izin untuk melakukan kontrak jiwa]
[Apakah tuan mau menerima kontrak darinya]
“Kontrak?”
Melihat Misi yang belum selesai di layar hologram, akhirnya Adrian mengerti apa yang Sea maksud.
“Sea, setujui apa maunya.”
[Jawaban di terima, menerima permintaan kontrak jiwa Aspidochelone]
“Hooooaaaannggg...”
Saat Aspidochelone mengaung lagi, saat itu juga Adrian mendengar suara asing di kepalanya. Suara itu sedikit berserak dan terdengar tua.
“Terima kasih sudah menolongku dan menerima kontrak jiwa dariku Raja, saya Aspidochelone akan mengabdi untuk Raja mulai sekarang.”
Mendengar suara misterius di kepalanya, Adrian yang sadar Aspidochelone berbicara padanya melalui telepati hanya bisa menerima itu semua.
Setelah kontrak di setujui maka misi langsung selesai dan Adrian secara mengejutkan mendengar notifikasi dari Sea tanpa henti memenuhi kepalanya.
[Selamat Misi Raja Menaklukkan salah satu dari 7 Monster penguasa lautan “Aspidochelone” telah selesai]
[Selamat tuan mendapatkan hadiah 20.000.000 Poin Sistem]
[Selamat tuan mendapatkan satu Mystery Box]
[Selamat tuan telah naik leve]
[Selamat tuan telah naik leve]
[Selamat tuan telah naik leve]
[Selamat tuan telah naik leve]
[Selamat tuan telah naik leve]
[Selamat tuan telah naik leve]
[Selamat tuan telah naik leve]
[Selamat tuan telah naik leve]
[Selamat tuan telah naik leve]
[Selamat tuan telah naik leve]
[Selamat tuan telah naik leve]
[Selamat tuan telah naik leve]
[Selamat tuan telah naik leve]
[Selamat tuan telah naik leve]
__ADS_1
[Selamat tuan telah naik leve]
Mendengar notifikasi tanpa henti di kepalanya membuat Adrian kegirangan.
25 level naik hanya dengan membeli buah aneh dan memberikannya pada kura-kura raksasa itu.
Adrian yang senang sekali langsung berdiri di atas punggung manta. Dengan ceria dan bersemangat ia melompat seperti orang gila. Sifat kekanak kanakakannya entah kenapa muncul saat itu.
“Yey...”
“Hahaha, 25 level dan kotak hadiah...aku tak menyangka melakukan hal mudah ini akan mendapatkan hadiah yang begitu banyak, bahkan modal awalku di kembalikan dua kali lipat.”
Manta yang melihat bosnya sangat senang juga tersenyum. Ia yang tak tau apa yang di kerjakan bosnya di tempat asing itu hanya mengerti satu hal.
Misi telah selesai dan mereka berrhasil.
Adrian yang sudah terikat kontrak jiwa dengan Aspidochelone langsung memerintahkan Manta untuk mendekat ke arah monster itu.
“Manta, mendekat ke arahnya.”
Manta yang di perintah tak banyak omong dan langsung terbang menuju kepala besar Aspidochelone.
Secara perlahan mereka mendekat dan saat ini Adrian dan Manta telah terbang tepat di hadapan kepala besar Aspidochelone.
Saat melihat Adrian dari dekat, monster itu mengaum lagi dan suaranya terdengar kembali di kepala Adrian.
“Sekali lagi terima kasih Rajaku.”
Adrian yang mendengar ucapan terima kasih dari monster itu juga berbicara melalui pikirannya.
Sambil mengfokuskan pikiran miliknya, Adrian berbicara lewat telepati dengan Aspidochelone.
“Sama-sama, saya juga berterima kasih kamu ternyata dengan senang hati tunduk padaku.”
“Sekarat?...memangnya apa yang terjadi padamu sebelumnya?”
“Soal itu, dulu sekali saya pernah melawan salah satu penguasa laut dan terluka parah karnanya.”
“Semenjak saat itu juga luka di punggung saya tak pernah sembuh serta membusuk dan membuat keadanku makin melemah.”
“Begitu ya, apa sekarang kau sudah baikan?”
“Saat ini kondisi saya sudah 100% pulih Raja.”
“Karna khasiat Buah Laut Suci, bahkan saat ini saya seperti terlahir kembali.”
“Baguslah kalau begitu.”
“Aspidochelone, mulai sekarang kau mengabdi untukku.”
“Hooooaaaannngggg....”
“Baik Rajaku.”
Karna sudah merasa aman dan yakin, Adrian yang ingin lebih dekat dengan monster besar itu memerintahkan Manta untuk mendekat.
Manta yang di perintah juga mendekat secara perlahan dan saat ini Adrian terbang dan berada tepat di wajah besar Aspidochelone.
Secara perlahan Adrian mengangkat tanganya dan menyentuh wajah monster besar itu.
Di sentuh oleh tangan Adrian, Aspidochelone seperti senang dan kegirangan.
“Hebat...dari menyentuhmu saja aku tau kalau kau sangat kuat.”
“Aspidochelone, sekali lagi selamat bergabung dalam pasukan.”
__ADS_1
“Hooooaaaannnggggg...”
Siang itu Adrian dan Manta yang sudah menghabiskan waktu 16 jam di udara beristirahat sejenak di atas tubuh Aspidochelone.
Hutan lebat yang awalnya terlihat layu dan mati itu entah kenapa menjadi subur. Bunga dan beberapa buah aneh juga tumbuh dengan sendirinya.
Bahkan Danau besar yang ada di tengah-tengah tubuh Aspidochelone airnya menjadi sangat jernih.
Adrian yang tak bisa menahan rasa senangnya lagi langsung berenang di danau indah tersebut.
Selain airnya yang jernih dan bersih, beberapa air mancur indah juga seperti menjadikan tempat itu makin menarik.
Adrian dan Manta yang memang butuh istirahat berenang sambil bersantai di siang hari itu.
Sambil bersantai, Adrian yang sebelumnya mendapatkan mystery box langsung membuka tas penyimpanan miliknya.
Di tas penyimpanan ia bisa melihat 20 juta poin sistem sudah ia dapatkan dan satu kotak mystery yang membuatnya tak bisa menahan lagi rasa penasarannya.
“Oke waktunya membuka kotak hadiah.”
Karna sudah tak tahan, Adrian langsung membuka kotak hadiah misterius yang ia dapatkan ketika menyelesaikan Misi Raja.
Saat kotak berwarna biru laut itu di buka, Adrian mendapatkan busur aneh berwarna biru mengkilap dengan desain unik dan bercahaya.
“Huh, sebuah panah?”
Karna penasaran, Adrian melihat deskripsi yang ada di bawah icon busur (panah) tersebut.
{Atlas Bow, busur ilahi peninggalan Raja Atlas I}
{Atlas Bow, busur legendaris yang menyimpan kekuatan suci dari tujuh lautan}
{Atlas Bow, salah satu dari tujuh senjata suci bangsa Atlantis, kekuatan suci maha besar akan menyertai pemiliknya}
Adrian yang mendapatkan busur aneh langsung mengeluarkan busur tersebut.
Saat di keluarkan, busur yang sangat indah dengan warna biru mengkilap itu sukses membuat Adrian terpukau dan berdecak kagum.
Tapi masalahnya, Adrian yang tak suka memakai busur saat ini hanya menatap busur itu.
Ia yang sejatinya lebih menyukai pertarungan jarak dekat tak suka cara licik dan menyerang dari jauh.
Karna itu jugalah ia akhirnya memilih untuk memberikan busur hebat itu pada salah satu anggotanya.
“Heeemm, bagus sih cuman aku lebih suka dapet pedang atau tombak gitu.”
“Sea, apa hadiah ini tak bisa di tukar?”
[Lapor tuan, hadiah dari mystery box tak bisa di tukar dan tak bisa di dapatkan selain dari mystery box]
“Yasudahlah, lebih baik ini ku berikan kepada Arcier saja, dia pasti senang menerima hadiah ini.”
Karna tak punya pilihan, akhirnya Adrian yang tak berminat menyimpan kembali busur legendaris tersebut.
Jika ada orang yang cocok untuk menerima busur hebat itu sudah pasti orang itu adalah Arcier si ikan pemanah.
Sambil menyelam dan berenang manja di dalam danau, Adrian yang memiliki sense tinggi dan pandangan tajam tak sengaja melihat sesuatu yang bercahaya dari dasar danau.
Karna penasaran, Adrian mendatangi sumber cahaya itu dan secara mengejutkan, Adrian menemukan harta karun di dasar danau itu.
__ADS_1