
Di perjalanan, Adrian dan Manta meluncur di langit bagai pesawat tempur. Keadaan cuaca yang kurang mendukung membuat perjalanan mereka kali ini sedikit sulit.
Badai dan petir yang menyambar dari segala arah seperti menghalangi jalan mereka.
Melihat kondisi yang makin parah, Manta bertanya pada Adrian.
“Bos, apa kita akan terus melanjutkan perjalanan?”
“Teruskan...tempatnya juga sudah hampir sampai.”
“Baik bos saya mengerti.”
Di terpa badai dan angin kencang, Adrian dan Manta terus melanjutkan perjalanan sampai akhirnya mereka melewati badai besar di belakang dan pemandangan indah dari laut pasifik yang tenang kembali menyambut mereka.
Saat hampir sampai, ke tujuh permata yang Adrian beli terlihat mulai bersinar terang.
Adrian yang juga tau tempat tujuannya sudah dekat menyuruh Manta untuk menambah kecepatan.
“Di sana Manta...gass...”
“Asiyapp...”
Dengan kecepatan maksimal, akhirnya Adrian dan Manta tiba di lokasi yang di inginkan.
“Stop...berhenti di sini.”
Di perintah, Manta langsung berhenti dan sedikit bingung. Saat ini mereka hanya berada di atas laut dan tak ada apa-apa lagi selain itu.
Tapi saat Adrian menatap ke bawah, Manta langsung paham kalau tujuan mereka ada di bawah sana.
Adrian yang sampai juga langsung mengeluarkan tujuh permata Laut Eksotic.
Saat ke tujuh batu itu di keluarkan, cahaya terang langsung bersinar dan ke tujuh batu itu seperti ingin menuntun Adrian ke suatu tempat.
“Oke...manta terima kasih tumpangannya, mulai dari sini aku akan melanjutkan sendiri.”
Mendengar ucapan Adrian, Manta langsung kaget. Ia pikir dirinya akan di ajak sampai ke tempat tujuan sama seperti sebelumnya.
Tapi karna Sang Raja sudah memberi perintah, Manta hanya bisa nurut.
“Baik bos dan kapan bos akan kembali?... jadi saya bisa menjemput bos nanti.”
“Entahlah, yang jelas aku akan lama dan kamu bisa pulang duluan.”
“Apa bos yakin?”
“Ya...santai saja.”
Sambil menatap Adrian dengan sedikit khawatir, Manta akhirnya berniat pergi dari sana. “Baik bos saya mengerti dan hati-hati di sana”
Adrian yang meloncat dari atas Manta juga langsung masuk dan berenang ke dalam laut luas itu.
Misi Raja kali ini mengharuskan Adrian menyelesaikannya secara solo. Karna itu juga ia hanya bisa pergi sendirian dan mempercayai kekuatannya sendiri.
__ADS_1
Saat ia melompat, ke tujuh permata berwarna warni yang terkena air laut langsung mengeluarkan energi unik dan bergerak sendiri ke dasar laut.
Adrian yang melihat itu juga langsung mengikuti ke tujuh permata itu.
Saat ini Adrian yang sudah meminum sebuah ramuan ajaib dari Sea dapat bernafas di dalam laut.
Dengan Pil SS-118, tubuh Adrian berubah dan dua buah insang yang memungkinkannya bernafas dengan normal di dalam air muncul di belakang telinganya.
“Hebat...aku benar-benar dapat bernafas di dalam air.”
[Tentu saja tuan, dengan Pil SS-118 tuan dapat bernafas berjam-jam lamanya di dalam air]
Sambil mengikuti ke tujuh permata, Adrian yang berenang makin dalam di buat bertanya-tanya.
Ia yang sudah hampir dua jam mengikuti permata itu di buat makin jauh dari permukaan.
Saat mengikuti permata bersinar itu, sosok besar yang dapat Adrian rasakan seperti mendekatinya mulai membuatnya tak nyaman.
Di kondisi gelap gulita dan hanya permata itu yang menjadi penerangan seadanya, sangat mudah jika ada monster aneh yang menyerangnya.
Karna tak ingin di serang juga Adrian akhirnya menggunakan item lainnya dari toko Sea.
“Sea, belikan aku Ikan Cahaya Laut ini.”
[Perintah di terima, membeli satu Ikan Cahaya Laut]
[Selamat tuan mendapatkan satu Ikan Cahaya Laut]
Adrian yang mendapatkan Ikan Cahaya Laut yang di keterangannya dapat menerangi kegelapan di lautan dalam dengan jangkauan luas langsung mengeluarkan ikan kecil aneh yang hanya sebesar gelas bir.
“Hebat...kalo gini kan enak, gak serem lagi...”
Di terangi Ikan Cahaya Laut di sampingnya, Adrian meneruskan perjalanan dengan santai sampai akhirnya sosok yang selalu mengikutinya bergerak makin cepat ke arahnya.
Adrian yang sadar akan hal itu juga sudah bersiap-siap.
“Dasar bodoh, ayo kita lihat siapa yang berani menghalangi jalanku.”
Saat Adrian sudah bersiap menghadapi monster aneh apa yang mendekatinya, lalu sesosok ikan aneh berukuran raksasa langsung mengagetkannya.
Ukuran ikan itu sebesar truk tronton dan jelas dari taring dan gigi tajam miliknya Adrian langsung tau kalau ikan itu mengincar nyawanya.
Seperti tak kenal takut, ikan aneh yang menyerupai Hiu besar itu meluncur bagai roket dan membuka mulut besarnya untuk melahap Adrian bulat-bulat.
Adrian yang melihat itu juga sudah menyiapkan tinju pamungkasnya dan ketika ikan itu mendekat, dengan elegan Adrian menghindari serangannya dan Tinju kuatnya langsung bersarang tepat ke tubuh ikan itu.
“Rasakan ini bodoh, siapa suruh mengincarku.”
“BOOOMMM...”
Tinju kuat Adrian langsung mementalkan ikan itu dan bagaian perut yang di serang langsung bolong dan terluka parah.
Di serang dengan telak, ikan itu langsung menjauh dan lari meninggalkan Adrian.
__ADS_1
“Huh...ikan apa sih itu Sea?”
[Lapor tuan itu adalah Hiu Megalodon]
“Huh...Megalodon?...ku kira Hiu itu sudah sangat langka dan hampir punah, tapi kok bisa ketemu di sini.”
[Sepertinya ikan itu sedang bermigrasi dan kebetulan bertemu tuan lalu tertarik oleh cahaya dari permata itu tuan]
“Begitu ya...dari keterangan yang ada di Misi Achievement Hiu Megalodon itu juga hanya hidup di perairan laut dalam dan sudah sangat langka.”
[Benar, bahkan total populasinya saat ini tak sampai 50 ekor]
“Huh...maafkan aku Sea, aku tak bermaksud melukainya.”
[Tak apa tuan, di lautan mangsa dan memangsa itu hal yang wajar]
Adrian yang baru saja melukai dan hampir membunuh Hiu Megalodon bukanya takut atau syok tapi justru merasa bersalah.
Hiu yang sudah hampir punah itu memang sangat jarang muncul ke permukaan atau bahkan tidak pernah.
Monster predator puncak yang biasa hidup di perairan dalam dan gelap itu selalu hidup menyendiri di turotialnya masing-masing dan hanya pada musim kawin akan bermigrasi.
“Maafkan aku Megalodon, semoga kau bisa pulih dengan cepat dan tak mati...” kata Adrian dalam hati.
Karna tujuh permata makin jauh meniggalkannya, Adrian akhirnya meneruskan perjalanannya.
Di terangi ikan Cahaya Laut, Adrian turun makin jauh ke dasar laut pasifik.
Di perjalanan banyak ikan kecil lautan dalam yang ia temui. Rata-rata ikan yang ia temui juga tak berukuran raksasa dan justru menjauh ketika melihat Adrian.
Sudah tiga jam lebih Adrian berenang dengan kecepatan kencang dan belum juga sampai ke tempat tujuan.
Tak terbayang lagi berapa dalamnya tempat yang Adrian tuju saat itu.
“Huh...berapa dalam lagi sih pintu ke Istana Laut Selatan ini...”
Adrian yang mulai bosan terlihat cembrut, untungnya pemandangan dan mahkluk laut yang ia temui sepanjang perjalanan seperti menjadi penyemangat untuknya.
Akhirnya setelah hampir lima jam berenang, Adrian sampai di dasar laut pasifik tempat tujuannya dan di sana hanya ada pasir dan batu karang yang sudah sangat tua.
Di sana juga ikan-ikan kecil dan mahkluk lainnya yang sangat aneh banyak Adrian jumpai.
“Akhirnya sampai dasarnya juga...”
Adrian yang sampai di dasar laut langsung mengikuti ke tujuh batu permata yang berhenti di sebuah terumbu karang besar dan eneh.
Ia yang melihat itu langsung mendatangi terumbu karang besar yang terlihat menyeramkan.
__ADS_1