
Adrian yang tiba dengan membawa tiga mayat keluarga Lee di tatap tajam oleh beberapa orang yang ada di sana.
Melihat Adrian yang datang, Jack Lee yang merupakan pemimpin tertinggi di Clan Lee langsung menyambutnya.
“Siang pak Lee.”
“Adrian, apa yang sebenarnya terjadi tadi malam...kenapa kau membunuh tiga orangku?”
Jack Lee yang mendatangi Adrian terlihat sedikit marah. Memang ia sudah salah mengirim mata-mata untuk menyelidiki rahasia perusahaan Adrian, bahkan beberapa anteknya juga sudah menyusupkan ke perusahaan Adrian.
Tapi karna keamanan yang ketat dan memang hanya sebagian orang yang di perbolehkan masuk ke ruangan rahasia membuat semua usahanya sia-sia.
Apa lagi ada beberapa anggota Adrian yang berjaga dan itu membuat makin sulit lagi.
Walaupun ia mengakui kesalahannya, Tapi jika sampai membunuh, itu sudah beda cerita.
Adrian yang di sambut Jack Lee langsung tersenyum dan berbicara sopan padanya. Tentu saja ia yang lahir di kota Bluesky kenal orang itu.
Clan Lee yang besar dan ada banyak juga hampir memenuhi tiap sudut kota. Beberapa teman sekolah Adrian dulu juga masih keturunan Clan Lee.
“Mohon maaf untuk masalah yang di buat anggota saya pak, mereka hanya menjalankan tugasnya.”
“Maaf katamu?...tiga anggota Clanku di bunuh dan kau datang ke sini hanya untuk bilang maaf?”
Adrian yang di tatap tajam dan mendengar ucapan menyentak Jack Lee hanya bisa menahan emosinya.
Jika saja ia tak kenal baik dengan beberapa orang atau sang kakek tak ada hubungan dekat dengan beberapa nelayan tua dari Clan Lee mungkin Adrian sudah melemparkan saja mayat ketiga orang itu di sana atau bahkan melakukan hal kejam seperti pada keluarga Sebastian.
“Tentu saja saya datang bukan hanya untuk meminta maaf pak, saya tau permintaan maaf saya tak bisa mengembalikan tiga anggota keluarga bapak.”
“Jadi apa tujuan utamamu datang kemari?”
“Ini pak...”
Sambil menyerahkan cek senilai 3 milyar rupiah kepada Jack Lee, Adrian yang akan bertanggung jawab atas kematian tiga orang itu memberikan tiap keluarga dari mereka masing masing 1 milyar rupiah untuk kompensasi dan uang damai.
“Tolong terima uang santunan ini dan bagikan ke keluarga mereka, mungkin uang itu tak sepadan dengan nyawa yang menghilang...tapi setidaknya dengan itu keluarga mereka bisa hidup dengan lebih layak.”
Jack Lee yang melihat etikad baik Adrian juga mulai meredam emosinya. Memang belakangan ini bisnis Clan mereka makin kacau.
Clan mereka yang memilki bisnis utama dalam pertambakan ikan hampir bangkrut karna Adrian dan pertumbuhan Baruna Grub yang terlalu cepat.
Di kota Bluesky sekarang memang beberapa pengusaha lokal yang berhubungan dengan hasil laut mulai merasakan efek dari gilanya bisnis Adrian.
Baruna Grub yang saat ini menjual hampir semua SeaFood dengan kualitas terbaik mulai mendominasi kota Bluesky dengan sangat cepat.
__ADS_1
Meskipun ada tawaran kerja sama dari perusahaan Baruna grub milik Adrian, masih saja ada beberapa yang menolak itu.
“Terima kasih untuk etikad baikmu, uang ini akan saya berikan kepada keluarga korban.”
“Terima kasih juga atas pengertiannya pak, kalau begitu saya izin pamit dan satu hal lagi."
"Mulai sekarang jangan pernah mencampuri urusanku lagi atau anda akan menerima akibatnya.”
Sambil berjalan meninggalkan kediaman Clan Lee, Adrian yang mengatakan dengan jelas tujuan utamanya pergi dengan santai meninggalkan pemukiman warga tiongkok itu dan pergi dengan mobilnya.
Jack Lee yang di peringatkan juga merasa sangat di remehkan oleh Adrian.
Tapi apa boleh buat, sang bos besar penguasa kota alias Luca Salamanca saja seperti lepas tangan dan tak berani mengusik bisnis pemuda bernama Adrian itu.
Siangnya, Adrian yang kembali ke kantor kini berada di ruangan kerja miliknya. Meskipun tak terlalu besar, tapi untuk sementara cukuplah sampai keinginannya untuk membangun markas besar di atas Aspidochelone terlaksana.
Saat menjalin kontrak jiwa dengan Aspidochelone alias pulau berjalan, Adrian langsung kepikiran untuk membangun markas utama di pulau itu.
Selain lebih aman, di sana juga sangat indah.
Saat Adrian sedang mengecek beberapa dokumen, Polpo dan Manta yang sebelumnya di panggil juga datang dan mengetok pintu.
“Tok...tok...tok...”
“Masuklah pintunya tak di kunci.”
Di beri izin, Manta dan Polpo yang sebelumnya di hubungi Adrian langsung masuk dan duduk di kursi yang ada di sana.
Polpo yang penasaran kenapa ia di panggil langsung bertanya pada bosnya itu.
“Ada perlu apa memanggil kami berdua bos, apa akan ada misi?”
“Tepat sekali...”
Mendengar ia akan mendapakan misi membuat Polpo sangat senang. Ia yang memang sedikit bosan akhirnya bisa beraksi lagi.
“Misi apa itu bos?” lanjut Manta.
Sambil memberikan sebuah replica batu permata berwarna biru, Adrian langsung memberitahukan misi rahasia kepada Polpo dan Manta.
“Langsung saja, aku ingin kalian menukar replica permata ini dengan yang asli yang saat ini berada di Istana Raja Arab di Dubai”
Karna penasaran, Polpo mengambil replika permata biru laut itu dan saat ini memegangnya.
Jika di lihat dan di pegang sekilas batu itu terlihat sangat indah. Bahkan Polpo tak menyangka itu adalah palsu.
__ADS_1
“Baik bos akan kami lakukan.” Ucap Polpo.
“Bagus, dan lakukan dengan hati-hati, aku tak ingin Sultan Arab itu sadar permatanya kita tukar.”
“Tenang bos, percayakan saja pada kami dan kapan kami bisa mulai menjalankan misi ini bos?” lanjut Manta.
“Kalau bisa sekarang itu lebih baik, tapi kalau kau masih lelah karna perjalanan kita kemarin kalian bisa pergi besok atau lusa.”
Mendengar ucapan Adrian, Manta yang di berikan misi rahasia tak mau menunggu lama dan akhirnya setelah berdiskusi mereka memilih mengerjakan misi hari itu juga.
“Apa kau yakin Manta?”
“Tenang bos, sebuah kehormatan bagi saya bisa menerima misi dari anda.”
“Kalau begitu aku percayakan padamu dan Polpo, lalu jangan sampai ada korban.”
“Baik bos kalau begitu kami berangkat.”
Seperti tak kenal lelah, Manta yang baru saja pulang dari mengerjakan misi langsung berangkat kembali menjalankan misi yang di berikan padanya.
Polpo pun sama dan mereka berdua akhirnya terbang ke Dubai untuk menukar permata yang di beli Sultan Arab dari Adrian sebelumnya.
Tak selang beberapa lama, Basil yang di berikan tugas lain masuk dan kini berbicara dengan Adrian.
“Kita sudah dapat izinnya tuan.”
“Benarkah, cepat sekali...bagaimana caranya kau melakukan itu?”
“Dengan sedikit bantuan Luca dan nama besar Baruna Grub yang akhir-akhir ini melambung, kita langsung dapat menghadiri acara lelang itu tuan.”
“Begitu ya, jadi kapan acaranya?”
“Satu minggu lagi acara pelelangan Black Market akan di gelar dan kali ini akan di adakan di New York, Amerika tuan.”
Mendengar acara pelelangan dunia bawah akan di adakan di Amerika membuat Adrian sangat senang.
Ia yang memang ingin menukarkan beberapa peti emas dengan uang sengaja menjual emas-emas itu di Black Market.
Selain rahasia penjual aman, itu juga untuk tetap menjaga kerahasiaan emas itu sendiri dan tentunya lepas dari pajak aneh negri konoha.
Ia lebih baik membayar beberapa mafia untuk menjual emasnya dari pada harus membayar pajak besar kepada para pejabat bangsat di negri indonesia yang akan menjadi gila dan berebut jika mengetahui ada WNI yang menemukan harta karun.
“Hehehe, sepertinya rinduku bisa sekalian terobati.” Ucap adrian sambil senyum dan lanjut mengecek dokumen.
__ADS_1