System Of Sea

System Of Sea
Misi Baru


__ADS_3

Adrian yang kekuatannya kembali langsung menerima pemberitahuan dari Sea.


[Lapor tuan, melihat perkembangan dan perubahan pada diri tuan selama tiga tahun terakhir, Sea telah mengkalkulasikan itu semua dan mengubahnya ke dalam bentuk exp]


[Sejumlah 454 juta bonus exp siap di gunakan, apakah tuan mau menggunakannya sekarang]


Adrian yang mendengar ucapan Sea hampir dibuat tak percaya. Selama tiga tahun ia memang selalu latihan dan bertambah kuat.


Tak terhitung lagi waktu yang telah ia korbankan dan darah beserta keringat yang terbuang dari hasil latihannya.


“Gunakan sekarang.”


[Jawaban di terima, selamat tuan menerima 454.000.000 Exp]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


Suara notifikasi naik level mendengung kencang di kepala Adrian tanpa henti.


Adrian yang melihat teman-temannya sudah mati dan kepala sipir Vaper yang melarikan diri langsung menuju ke arah Slarken yang masih hidup.


Nyawa slarken yang sudah di ujung tanduk langsung Adrian selamatkan dengan meminumkannya Air Laut Suci.


Setelah memberikan Slarken Air Laut Suci, Adrian langsung membawa Aurora dan Slarken pergi dari sana.


Sambil menggotong dua orang itu Adrian terus berlari menuju pintu keluar. Dengan berat hati juga ia terpaksa meninggalkan teman-temannya yang lain.


Setelah memberikan penghormatan terakhir pada Ebira, Garaga, Elliot dan lain-lain, Adrian langsung pergi meninggalkan mereka.


Semua orang juga tau misi melarikan diri yang mereka lakukan adalah misi hidup atau mati.


Jadi Adrian yang masih hidup harus bisa bebas dari sana dan meneruskan tekad dan perjuangan para tahanan pemberani dari sel 212.


“Semuanya terimakasih...aku akan mewujudkan impian kalian semua.” Kata Adrian sambil pergi dan langsung berlari kencang di pintu utama Dark Reef.


Pintu utama di Dark Reef juga sangat simple. Pintu itu memutar dan makin lama makin menanjak ke atas.


Di sepanjang jalan Adrian di jegat oleh beberapa penjaga. Tapi di hadapan Adrian yang kekuatannya sudah kembali, semua penjaga ia bunuh dan lewati dengan mudah.


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]

__ADS_1


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah mencapai level 322]


[Lapor tuan, tuan memiliki 224 Poin Status yang belum digunakan, apakah tuan ingin menggunakannya]


"Ya...bagi rata ke tiga statusku."


[Perintah di terima, membagi rata 224 Poin Status]


[Lapor tuan, melihat perkembangan dan keseharian tuan selama tiga tahun ini Sea juga telah memilih misi baru yang cocok untuk tuan]


[Apa tuan menginginkan Misi Membunuh Musuh]


Adrian yang mendengar itu hanya bisa tersenyum dan menjawab perkataan Sea dengan santai.


“Kau memang yang terbaik Sea, aku menginginkannya.”


[Jawaban diterima, Selamat tuan telah menerima Misi baru yaitu Membunuh]


{Misi Membunuh, itu artinya tiap kali Adrian membunuh seseorang yang ia anggap musuh maka Adrian akan mendapatkan Poin. Sama seperti misi memancing yang merupakan hobinya, makin sulit dan kuat musuh yang Adrian bunuh maka hadiah Poin dan Exp yang ia dapatkan akan makin besar}


Adrian yang menyadari itu juga langsung panen banyak Exp. Ia membunuh semua penjaga yang mencoba menghalanginya tanpa ampun.


Semua yang menghalangi jalannya ia binasakan dan dari sana Adrian mendapatkan banyak Poin dan Exp.


[Selamat tuan berhasil membunuh 100 Penjaga]


[Selamat hadiah 100.000 Poin Sistem berhasil di terima]


[Selamat tuan berhasil membunuh 1.000 Penjaga]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


[Selamat tuan telah naik level]


Slarken yang di bawa oleh Adrian juga akhirnya tersadar. Ia yang mengira dirinya benar-benar akan mati masih sedikit bingung.


“Adrian...apa yang terjadi?”


“Slarken, akhirnya kau sadar juga...cepat berdiri katak besar, kau bilang mau keluar dari Dark Reefkan?”


Slarken yang mendengar ucapan Adrian dan kekuatannya yang pulih kembali langsung bangkit dan kini berlari di samping Adrian.


Di sana ia melihat Adrian yang sudah terlepas dari segel Karma dan putri Aurora yang sedang di bawa Adrian.


“Kau...jangan bilang kau berhasil terbebas dari Segel Karma Laut?”


“Aku sudah bebas, harusnya kau tau itukan...”


“Aku tau...tapi bukan itu maksudku, yang ku bingungkan bagaimana caranya kau bisa melepaskan segel Karma padahal saat itu kita semua sudah tak berdaya?”


“Harusnya kau sendiri sudah taukan siapa yang melakukannya!”


Slarken yang bertanya pada Adrian juga melirik ke arah Aurora yang tengah pingsan.


Jika ada seseorang yang bisa melepaskan mereka dari segel Karma dan situasi itu, jelas hanya Aurora seorang yang bisa.

__ADS_1


Slarken juga tau kehebatan putri bangsa Atlantis itu. Tapi ia tak tau pasti apa kekuatannya dan hanya mengetahui itu dari kabar yang beredar.


“Hahaha, jadi begitu...sepertinya hanya kita yang berhasil selamat...”


“Hemmm, mereka semua prajurit hebat...kita berdua harus bebas dari sini dan meneruskan tekad mereka.”


Dengan cepat Slarken dan Adrian berlari menuju lantai teratas Dark Reef.


Saat Adrian dan Slarken terus lari, Tristan yang sudah sadar dan terluka parah akibat serangan telak Adrian langsung meminum Air Laut Suci miliknya.


Setelah meminum Air Laut Suci, ia yang sembuh langsung bangkit dan berlari mengejar Adrian dan Slarken.


Tristan yang tak melihat mayat Vaper di sepanjang perjalanan juga tau kalau monster ikan bajingan itu melarikan diri.


“Dasar brengsek...tunggu aku bajingan, akan ku pastikan kau mati kali ini.” kata Tristan sambil berlari mengejar Adrian.


Di tempat lain...


Di lantai teratas Dark Reef...


Komandan Dagnu dan Anabola yang menunggu putri Aurora sampai ke sana dan berniat di bawa ke kota Zantica terlebih dahulu untuk di berkati mulai khawatir.


Suara peringatan tahanan yang kabur juga sempat terdengar di sana.


Lalu banyaknya penjaga yang menuju lantai bawah menambah kekhawatiran Dagnu yang duduk dan menunggu.


“Vaper sialan...kenapa dia tak bisa di hubungi...” kata Anabola yang terus mencoba menghubungi Vaper dari lantai satu.


Dagnu yang ada di sana juga mulai risau. Ia sudah mengirim salah satu Ksatria Suci untuk mengawal langsung Putri Aurora.


Harusnya satu Ksatria Suci saja sudah cukup untuk memastikan keamanan tuan putri.


Di penjara Dark Reef, semua tahanan harusnya sudah tersegel dan tak mungkin dari mereka ada yang bisa mengalahkan Tristan.


Bahkan jika semua tahanan bersatu, Dagnu masih yakin Tristan akan menang.


Tapi entah kenapa perasaannya selalu gelisah semenjak alarm tanda bahaya berbunyi.


Lalu kegelisahannya benar-benar menjadi kenyataan saat merasakan Aura kuat yang sangat familiar olehnya.


Aura itu tak lain adalah Aura Supremacy dari Adrian yang bergerak cepat menuju lantai tujuh.


Dagnu yang merasakan itu langsung tersenyum dan tertawa.


“Hahahaha...jadi begitu...”


Anabola yang melihat tingkah aneh Dagnu langsung bertanya padanya.


“Tuan Dagnu...ada apa?”


“Anabola...sepertinya tempat ini sebentar lagi akan menjadi medan pertempuran, pergi bersama beberapa pasukan dan pastikan gerbang utama terkuci rapat.”


"Lalu hubungi Dagon di Kapal unit SA-02."


Anabola yang di perintahan Dagnu juga tak banyak omong dan langsung mengerjakan apa yang ia suruh.


Lalu dengan kecepatan yang gila, Adrian dan Slarken akhirnya tiba di lantai tujuh Dark Reef.


Di sana mereka langsung bertemu dengan Dagnu yang duduk dengan santai seakan sudah menunggu kedatangan mereka.

__ADS_1


 


__ADS_2