System Of Sea

System Of Sea
Sedalam Lautan...


__ADS_3

Adrian yang di dekati gadis mungil bernama Alice hanya diam saja. Ia tau jika gadis kecil itu pasti memiliki kekuatan aneh.


Tapi di hadapan Luca, ia yang tak ingin mencari masalah dan masih menghormati pria di hadapannya itu tak punya pilihan selain bermain di kartu yang telah di sediakan.


Di dekati Alice, Adrian mulai memejamkan matanya. Saat ini tangan gadis itu menyentuh dada Adrian.


Basil dan Squalo yang di beri perintah untuk tak membuat masalah juga hanya diam dan percaya pada tuan mereka.


Alice Sanches, gadis yatim piatu yang bisa melihat kebohongan dan rahasia apa saja dari orang yang di sentuhnya sengaja di pinjam Luca dari kenalannya.


Bahkan orang mati sekalipun tak bisa lepas dari kekuatan aneh gadis itu.


Untuk membawa gadis mungil itu ke sana, Luca juga sudah mengeluarkan dana yang tak sedikit.


Bisa di bilang gadis mungil yang ada di hadapannya itu adalah Esper. Ya, Esper alias manusia dengan kekuatan psikis.


Namanya juga sudah sangat terkenal baik di dunia atas dan bawah. Sambil memegang dan menyentuh dada Adrian. Alice mulai mengalirkan energinya.


Seperti sudah sangat berpengalaman dalam hal itu, Alice mulai menelusuri Adrian dari dalam. Kekuatan aneh juga Adrian rasakan mulai mengelilinginya.


Bahkan sangking kuatnya kekuatan bocah itu, Adrian sampai tak bisa bergerak.


Sadar dengan bahaya yang akan mendatanginya, Adrian tak tinggal diam. Ia mencoba melawan kekuatan Alice tapi itu semua percuma.


Kekuatan besar dan Aura kuat Adrian seakan di lahap seutuhnya.


Squalo dan Basil yang melihat kini bos mereka sedikti merintih langsung panik dan berniat menolong.


Sesaat mereka berniat menghentikan gadis itu, empat orang anggota Luca langsung mengarahkan pistol tepat ke kepala mereka.


“Jangan coba coba brengsek...atau ku keluarkan isi kepalamu.”


“DASAR DAGING SEGAR SIALAN, KAU PIKIR DENGAN SIAPA KAU BICARA HAAAA......”


Mendengar Squalo kehilangan kontrolnya, Basil langsung menenangkan.


“Squalo...ingat perintah tuan kita...apa kau ingin melawan perintahnya?”


“DIAMLAH BASIL...AKU TAK BI...”


“Aaaaaahhhhh.....”


Sebelum Squalo selesai berbicara, teriakan dari gadis mungil bernama Alice itu terdengar keras dan mengagetkan mereka semua.


Karna teriakannya juga Luca menjadi panik dan langsung menghampiri Alice.


“Woi...apa yang terjadi?”


“Alice...apa yang terjadi?”


“Aaahhhhh....jauhkan...jauhkan dariku....”

__ADS_1


“Papa...Mama...”


Meliat Alice yang ketakutan, Luca langsung membawanya menjauh dari Adrian.


Saat ini gadis kecil bernama Alice terlihat sangat ketakutan dan menggigil. Keringat dingin terlihat memenuhi seluruh tubuhnya.


Karna teriakannya juga penjaga pribadinya langsung membuka pintu dan masuk.


“Tuan Putri Alice...”


Dengan cepat sang penjaga langsung memeluk Alice dan memberikannya minuman aneh.


Adrian yang membuka matanya kembali juga terlihat tersenyum tipis, dari mata birunya itu terlihat sedikit kilatan merah bercahaya yang mulai menghilang.


Setelah beberapa saat, Alice yang mulai tenang kembali mulai berbicara.


“Tuan Putri...apa yang sebenarya terjadi?”


“Orang itu...dia bukan manusia.”


Mendengar ucapan Alice, semua orang kecuali Squalo dan Basil terkejut bukan main. Alice yang terkenal sangat profesional dalam tugasnya terlihat tak seperti biasanya.


Bahkan saat memeriksa mayat pembunuh berantai psikopat atau bos mafia kejam ia terlihat santai dan dapat di andalkan.


Tapi saat ini, di hadapan Adrian, bocah kecil itu sangat ketakutan bukan main dan kesulitan untuk bernafas.


“Tuan Putri...ambil nafas yang panjang dahulu...tenangkan diri anda.”


“Jadi bagaimana, apakah ia memiliki apa yang ku inginkan?”


“Pak, apa kau...”


“Berisik, aku sudah membayar mahal untuk ini...jadi setidaknya dia harus memberitahuku apa yang ia lihat!”


Sambil terbata bata Alice mulai menjelaskan apa yang ia lihat...


“P...Pria itu...”


Dengan suara pelan, Alice mulai memberitahukan apa yang ia lihat di hadapan semua orang.


Saat itu ia sedang menyelam di dalam ingatan Adrian. Ia yang biasanya dapat melakukan tugasnya dengan cepat sedikti kesulitan karna seperti ada sosok besar yang yang menghalangi pandanganya.


Dengan sedikit paksaan, akhirnya sosok besar itu mundur dan di tekan. Alice yang akhirnya dapat masuk ke dalam alam bawah sadar Adrian mulai menelusuri tempat aneh dan gelap itu.


Tempat itu sangat dalam dan seperti tak berujung. Jika ada tempat yang cocok untuk menggambarkan kedalaman dan kegelapan di sana itu adalah lautan terdalam yang belum pernah di jamah oleh manusia.


Memang biasanya alam bawah sadar tiap orang itu berbeda beda, tapi kali ini ia menemukan hal aneh.


Semakin dalam Alice masuk maka semakin dalam pula kegelapan yang menyelimuitnya


Sadar ada yang tak beres, Alice mengeluarkan kekuatan penuhnya. Kegelapan tanpa batas itu perlahan mulai menghilang.

__ADS_1


Tapi sesaat kegelapan itu menghilang, ia merasakan aura dan kekuatan yang amat mengerikan seperti menatapnya dari dasar tempat gelap itu.


Saat ia lihat dengan seksama, sebuah mata merah yang teramat besar menatapnya dengan tatapan marah dan sangat mengintimidasi.


Besarnya mata itu tak terukur lagi. Di hadapan mata itu, Alice bahkan hanya sebesar debu yang hampir tak terlihat.


Saat melihat mata merah itu entah kenapa seluruh kekuatan Alice menghilang seketika.


Semua kekuatannya seperti tak ada artinya di depan sosok besar yang bahkan baru terlihat satu matanya saja.


Di momen mengerikan itu, untungnya ada cahaya biru yang menariknya dengan kuat. Kuatnya tarikan cahaya itu langsung menghempaskan Alice ke dunia nyata kembali....


“Itulah yang ku lihat dari pria aneh itu...Shoko, bawa aku pulang.”


“Baik tuan putri.”


Mendengar ucapan langsung dari mulut Alice, Luca hanya termenung dan menatap ke arah Adrian. Ia sadar bocah di hadapanya itu sedikti aneh.


Tapi jika sampai membuat Alice Sanches seperti itu jelas ada hal besar dan mengerikan yang dia sembunyikan.


Gagal mencari informasi dan membuat tuan putri Alice sampai seperti itu membuat Luca terduduk di kursinya dan memegang kepala.


Setelah beberapa saat, Luca akhirnya berbicara kembali...


“Adrian untuk terakhir kalinya...karna kau masih ku anggap anak sendiri aku akan bertanya padamu baik-baik.”


“Apa kau ada menyembunyikan sesuatu dariku?”


“Tidak pak, tidak ada yang ku sembunyikan darimu.”


Seperti orang bodoh yang bertanya pada orang gila yang tak akan menjawab. Luca akhirnya menyerah untuk menjadikan pria muda di hadapanya itu sapi perah.


Ia juga tau kalau Adrian memiliki bisnis aneh. Tapi ia yang berdarah bangsawan tak tertarik atau bisa di bilang ego dan status sosialnya yang tingi tak mengijinkannya untuk menelurusri bisnis yang berhubungan dengan ikan yang bau itu.


Di tambah lagi ia sudah mengenal Adrian dari kecil dan sangat mengenal ibunya. Jika saja itu orang lain mungkin Luca sudah membawanya ke tempat penyiksaan dan tak perlu report repot seperti ini.


“Baiklah, seperti jawabanmu...”


“Karna perjanjian bisnis kita waktu itu, aku sudah tak dapat menolongmu lagi kali ini.”


“Tentu saja aku berjanji untuk melindungimu dari Wijaya dan aku melakukan hal itu dengan bersungguh sungguh, tapi kali ini berbeda.”


Sadar dengan arah pembicaraan Luca, Adrian juga menjawab dengan jelas karna sebenarnya ia tak ingin berurusan lagi dengan orang itu.


“Iya pak saya mengerti, masalah saya kali ini akan saya selesaikan sendiri dan terima kasih untuk bantuan anda selama ini.” ucap Adrian sambil berdiri dan menundukkan kepalanya.


Memang benar ia sedikit tak mempercayai Luca, tapi jelas pria itu sudah membantunya banyak sekali dan rasa hormat kepadanya tetap ada di hati Adrian bahkan setelah mengetahui siapa ia yang sebenarnya.


“Karna kau bocah pintar maka tak ada lagi yang perlu kita bicarakan....”


“Adrian Devano...mulai saat ini kau sendirian.”

__ADS_1


__ADS_2