System Of Sea

System Of Sea
Beli Apapun Yang Mama Mau


__ADS_3

Adrian dan teman sekelasnya yang memenangkan olahraga festival tahunan sekolah akhirnya mengambil trofi bergilir dari kelas 3 A.


Saat ini kelas 3 C untuk pertama kalinya mendapatkan piala festival olahraga dan semua orang terlihat sangat senang dan bangga.


Piala bergengsi itu kini milik kelas 3 C di masa masa akhir mereka di sekolah.


Setelah berfoto dan mengabadikan momen itu, Adrian yang melihat Yuki dari jauh mendatanginya.


Bagi Adrian yang kini memiliki Agility tinggi dapat merasakan siapapun yang menatapnya.


Sense tinggi miliknya kian mengerikan setelah ia mempelajari seni beladiri Dewa Laut Enki. Bahkan status Agility yang terendah dulu sekarang menjadi yang tertinggi.


Yuki yang melihat Adrian mendatanginya menjadi panik dan berniat menjauh. Tapi di hadang teman temannya, ia terpaksa bertatap muka kembali dengan pria yang hampir merebut mahkotanya saat di lautan lepas waktu itu.


“Jangan lari...tuh di samperin.”


“Kalian...”


“Hehehe, dadah Yuki.”


Saat Adrian sampai, saat itu juga teman teman Yuki meninggalkan mereka berdua.


Kini sosok Adrian yang makin bertambah tampan membuat Yuki tak berani menatap wajahnya.


Adrian yang melihat tingkah aneh Yuki juga bingung harus berbuat apa. Biasanya gadis itu yang akan mengajaknya ngobrol duluan.


Sadar dengan Yuki yang malu malu, Adrian memantapkan tekadnya dan mulai berbicara.


“Yuki...apa kabar?”


“Ba-baik...”


“Kamu kenapa akhir akhir ini menjauhiku?”


“Aku tak menjauhimu, aku...aku hanya...”


“Hanya apa?”


“Hanya...tak bisa melupakanmu.”


Jlleeeb,....saat mendengar ucapan Yuki, Adrian yang sejatinya tak memiliki pengalaman dalam percintaan menjadi syok dan bingung harus menjawab apa.


Terlihat dua remaja tanggung itu saling malu malu dan saling curi curi pandang.


Biasanya Yuki yang melihat Adrian pasti merasa  biasa saja, tapi entah kenapa akhir akhir ini atau lebih tepatnya sejak kejadian itu ia seperti tak bisa melupakan sosok Adrian.


Bingung harus mengatakan apa, Adrian yang di panggil teman teman sekelasnya untuk berfoto kembali langsung meminta nomor Yuki.


“Minta nomormu.”


“Ohh iya, kita belum tukeran nomor hp ya, hehehe.”


“Nih...”


Setelah memberikan nomornya, Adrian langsung meninggalkan Yuki dan kembali berfoto dengan teman teman sekelasnya.


Beberapa teman wanita kelas Adrian menjadi kesal ketika melihat sang bintang kelas mereka dekat dekat dengan ketua OSIS.


Tentu saja mereka kesal, mungkin jika orang lain mereka masih memiliki harapan besar untuk bersaing.


Tapi melawan Yuki yang merupakan primadona di sekolah, mereka yang sadar tak mungkin menang hanya bisa kesal saat itu.


Bella yang melihat itu bahkan menjadi cemberut dan mencubit Adrian saat sampai.


“Awww, sakit Bell kenapa sih?”


“Gpp, aku cuman pengen nyubit kamu aja.”


Sore itu setelah berfoto Adrian dan semua murid akhirnya pulang.

__ADS_1


Saat melihat hp yang sengaja ia mode silent, pangilan sang ibu terlihat memenuhi layar hpnya.


“Astaga bu, sampe 25 panggilan.”


Sambil pulang dan menumpang dengan David, akhirnya ia sampai di depan rumah.


“Makasih yah dah nganterin.”


“Yaelah Yan, uang dah banyak juga beli motor baru napa.”


“Iya, hari emang mau ku beli.”


“Baguslah...yaudah aku duluan.”


Saat sampai rumah, sang ibu yang sudah berdandan cantik dan siap berangkat langsung berdiri dan menatap Adrian.


“Kok lama kali sih.”


“Maaf buk, bentar Adrian ganti baju dlu.”


“Ehhhh, kan udah di bilang sekarang panggil Mama biar kayak orang orang kaya.”


“Iya ma...Adrian ganti baju bentar.”


Setelah ganti baju dan bersiap siap, Ibu dan anak itu pergi menggunaan taksi online.


Adrian yang sudah berjanji akan membelikan sang Ibu mobil baru saat itu juga langsung pergi menuju Showroom mobil.


Saat sampai, ibu dan anak yang terlihat bagaikan pasangan muda itu langsung masuk.


Berkat Mata Air Kehidupan, sang ibu bukan hanya sembuh tapi juga menjadi makin cantik dan terlihat sangat muda.


Jika di lihat mungkin orang orang akan menyangka ibu Adrian baru berusia 20 tahunan.


Mata biru cerah, rambut blonde dengan body seperti model papan atas akan membuat setiap pria yang melihat ibunya pasti menelan ludah.


Melihat ada tamu, seorang sales langsung mendatanginya.


“Selamat siang nyonya, mau beli mobil yang mana?”


“Hemmm, bentar saya lihat lihat dulu.”


Sambil melihat sang ibu yang sibuk memilih mobil yang ingin di beli, Adrian yang tertarik dengan beberapa mobil yang ada di sana juga mulai melihat lihat.


Banyaknya mobil berbagai merek membuat bocah delapan belas tahun itu sedikit bingung harus memilih yang mana.


Ia yang sejatinya tak memahami merek mobil dan kelebihannya masing masing hanya melihat dan memilih secara acak.


Saat sedang memilih, matanya tertuju pada mobil sedan berwarna biru laut yang sangat memukau. Di tambah body yang ramping dan halus makin membuat Adrian suka.


Saat sudah menemukan yang cocok, Adrian langsung bertanya pada sales yang memang mengikuinya dari belakang.


“Pak yang ini berapa?”


“Ohhh, yang ini mobil Mercedes M-771 mas, harganya 5 Miliar rupah.”


“Hemmm, cara bayarnya gimana?”


“Bayarnya bisa cash ataupun kredit, terus bisa lewat trasfer kok mas.”


“Yaudah saya beli yang ini deh.”


“Mas yakin, ini mobil keluaran 2021 mas, kalo mau saya bisa rekomendasiin keluaran terbaru yang lebih bagus sama mas.”


“Gak usah saya beli yang ini aja.”


“Ohhh, Yaudah ikuti saya mas, kita isi dokumen dan berkasnya dulu.”


Setelah mengisi semua dokumen dan membayar mobil itu secara lunas, Adrian yang sudah mentransfer semua uang langsung di berikan kunci mobil barunya.

__ADS_1


“Ini mas kunci sama STNK nya, BPKB mobilnya bakalan menyusul dua atau tiga hari ya mas.”


“Oke...”


Karna sudah mendapatkan yang di inginkan, Adrian yang sudah membeli mobil kini hanya duduk sambil melihat sang ibu yang masih sibuk berkeliling.


Sambil duduk ia membuka layar hologram dan melihat apa yang bisa ia dapatkan di toko Sea bagian keterampilan.


Di sana ia bisa melihat banyak hal berguna, tapi matanya saat ini tertuju pada sebuah gulungan aneh dengan kegunaan luar biasa.


“Gulungan dengan kemampuan yang menarik, dengan ini aku bisa mengendarai apa saja semauku.”


“Sea, belikan gulungan S-88 ini untukku.”


[Perintah di terima]


[Apakah tuan bersedia membayar 5.000 CP sebagai biaya membeli Kertas Scroll S-88]


“Ya, belikan satu untukku.”


[Jawaban di terima, membeli satu Kertas Scroll S-88]


[Selamat tuan mendapatkan satu Kertas Scroll S-88]


{Kertas Scroll S-88, jika di gunakan akan membuat penggunakanya mampu mengendarai apa saja}


{Kertas Scroll S-88, berisikan semua keterampilan mengedarai baik benda mati dan hidup}


[Apakah tuan ingin mengaplikasikan Kertas Scroll S-88 ke dalam tubuh tuan]


“Ya lakukan.”


[Jawaban di terima, memulai proses penyatuan Kertas Scroll S-88]


[10%]


[20%]


[40%]


[60%]


[80%]


[100%]


[Selamat semua kemampuan yang ada di dalam Kertas Scroll S-88 berhasil tuan kuasai]


Setelah berhasil menguasai kemampuan mengendarai apa saja, Adrian yang melihat sang ibu terlihat bingung langsung mendatanginya.


Dari raut wajah mbak sales yang sedikit bingun membuat Adrian paham dengan situasi yang ia alami.


“Ma, belum selesai milihnya?”


“Adrian...mama bingung mau beli yang mana, dari kedua mobil model terbaru ini semuanya mama suka.”


Sambil menatap sang anak, Mama Adrian yang menginginkan kedua mobil itu langsung menarik tangan sang anak dan mulai mengeluarkan jurus andalannya.


“Beliin mama keduanya ya.” Ucap sang Mama sambil menatap anaknya dengan tatapan penuh harapan.


Adrian yang sudah mengetaui ujung dari itu semua hanya tersenyum dan menjawab dengan jelas.


“Beli apapun yang Mama mau.”


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2